Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENANGANAN KETIDAKNYAMANAN KEHAMILAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Pratiwi Puji Lestari; Fika Aulia; Suryati Suryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021 - Januari 2022
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v1i2.370

Abstract

The limited access of pregnant women to health facilities during the COVID-19 pandemic does not allow pregnant women to have direct contact with health workers, so the need for information to deal with discomfort that commonly occurs in pregnant women must be met. The purpose is to provide an understanding of some of the physiological discomforts that occur in pregnant women, their causes, and how to overcome the discomfort. The method of implementing this community service activity includes socialization to the Coordinator Midwife of the Alalak Health Center for the implementation of community service activities regarding Handling Pregnancy Discomfort During the Covid-19 Pandemic. After the implementation of this community service activity, it is hoped that pregnant women can apply the simple solutions offered at home when experiencing state of discomfort.
EDUKASI TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DI DESA SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR Siti Maria Ulfa; Suryati; Darmayanti Wulandatika
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 2: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.464 KB)

Abstract

teknik menyusui merupakan keterampilan seorang ibu yang meliputi posisi, perlekatan dan hisapan dalam memberikan ASI kepada bayinya. Keterampilan ini berkaitan dengan efektifitas pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi. Edukasi teknik menyusui merupakan salah satu langkah untuk membantu keberhasilan menyusui dalam upaya peningkatan pemberian ASI Eksklusif yang belum tercapai. Tujuan: peningkatan pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar pasca persalinan di Desa Sungai Tabuk. Metode Pelaksanaan: Kegiatan ini menggunakan metode Penyuluhan yang dikemas dengan media informasi seperti leaflet dan demonstrasi serta evaluasi hasil dari kegiatan yang dilakukan. Hasil: Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, didapatkan peningkatan pengetahuan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu nifas tentang pelaksanaan teknik menyusui sehingga ibu dapat menerapkan teknik menyusui yang benar untuk mensukseskan program ASI eksklusif
Exclusive Breast Feeding To Support The Cognitive Development Of Early Children At The Sungai Tabuk Health Centerexclusive Breast Feeding To Support The Cognitive Development Of Early Children At The Sungai Tabuk Health Center Suryati Suryati; Pratiwi Puji Lestari
OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : UrbanGreen Central Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/omnicode.v2i2.150

Abstract

Exclusive breastfeeding is giving breast milk for six months without any other additional food. Breastfeeding can provide health and benefits to children as well as children's cognitive development. Exclusive breastfeeding during infancy can develop cognitive function because breast milk contains nutrients for child development, especially child brain development. The results of the study revealed that there was an average difference in knowledge about exclusive breastfeeding to support children's cognitive development where knowledge after counseling was higher than knowledge before counseling. In conclusion, providing health education through counseling about exclusive breastfeeding and improving children's cognitive abilities can increase postpartum mothers' knowledge about the effect of exclusive breastfeeding on children's cognitive development.
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) Dan KEK Di Kelas Prenatal Suryati; Siti Maria Ulfa; Darmayanti Wulandatika
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya AKI terjadi salah satunya karena anemia dalam kehamilan. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rawan terhadap masalah kesehatan dan kekurangan gizi. Masalah itu antara lain Anemia Defisiensi Besi (ADB) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Anemia dan KEK pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi dan stunting (anak pendek). Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Salah satu dugaan yang menyebabkan kegagalan pemberian tablet besi pada ibu hamil adalah ketersediaan cadangan besi tubuh. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai skrining anemia dan kurang energi kronis (KEK) serta prevalensi anemia dan KEK pada ibu hamil dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi dengan suplementasi besi dan folat. Kegiatan ini menggunakan metode seminar dan Tanya jawab tentang pencegahan terjadinya anemia defisiensi besi dengan suplementasi besi dan folat. Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, simpulan yang dapat diambil adalah ibu hasil resiko tinggi mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi besar dan KEK. Ibu hamil berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi hal tersebut. Harapannya adalah agar ibu hamil risiko tinggi dapat melakukan pengobatan dan pencegahan anemia defisiensi besar dan KEK selama kehamilan.
Support Support Relationship With Preparation Dealing With The Labor Of Psychological Aspects On Pregnant Women Trimester III Suryati Suryati; Siti Maria Ulfa; Darmayanti Wulandatika
Health Media Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v3i2.96

Abstract

INTISARI Dampak dari ketidaksiapan ibu ketika suami tidak dapat menemani ibu diantaranya ibu tidak semangat, ibu akan merasa cemas, dan ibu tidak akan merasa nyaman tanpa kehadiran seorang suami. Kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan dapat ditingkatkan dengan adanya dukungan suami selama kehamilan sampai saat menjelang persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan dukungan suami dengan kesiapan menghadapi persalinan dari aspek psikologis pada ibu hamil trimester III . Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang sedang melakukan ANC berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Uji analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menyebutkan Sebagian
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Desa Pemakuan Tahun 2023 Nur Syifa Mardhatillah; Suryati Suryati; Solikin Solikin
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.170

Abstract

Immunization is the process of administering vaccines aimed at providing protection or immunity against specific diseases. Immunization stimulates the body's immune system to recognize and fight disease infections more effectively, reducing the risk of individuals who have been vaccinated contracting the disease. Understanding the administration of immunization is crucial, especially in the current context where infections and diseases are highly dangerous and easily transmissible, such as tuberculosis, diphtheria, pertussis, tetanus, polio, hepatitis, and others. The purpose of this study is to determine the relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village, in the year 2023. The research design used is cross-sectional and was conducted in October 2023. The population consists of mothers with children aged ≥11, with a sample size of 112 respondents. Data were collected through the distribution of questionnaires and Maternal and Child Health Books (Buku KIA). The majority of mothers had a low level of education, amounting to 60 people with a percentage of 53.6%. Most respondents had complete basic immunization, totaling 77 respondents with a percentage of 68.8%. The Chi-Square Test analysis results show p = 0.000 < α (0.05), thus it is concluded that H0 is rejected, and Ha is accepted, indicating a relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village..
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Remaja Putri di Desa Keliling Benteng Ilir [Health Education on Female Adolescent Reproductive Organs in Keliling Benteng Ilir Village] Suryati Suryati; Siti Maria Ulfa; Fika Aulia; Norsyifa Norsyifa
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261358

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood characterized by physical, psychological, and social changes. One of the most important aspects of this phase is the development of the reproductive system. A lack of adequate knowledge and appropriate attitudes toward reproductive health can lead to various problems, such as sexually transmitted infections, unintended pregnancies, and other health disorders resulting from unhealthy behaviors. This community service activity aimed to enhance adolescent girls’ knowledge and awareness of the importance of maintaining reproductive organ health. The activity was carried out in Keliling Benteng Ilir Village on October 5, 2025, as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service. The target participants were 15 adolescent girls aged 12–18 years, selected through a purposive sampling technique. The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage involved interactive lectures, group discussions, and educational video screenings, supported by leaflets and posters as learning media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure the participants’ improvement in knowledge. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding the anatomy of the reproductive organs, personal hygiene during menstruation, and the prevention of reproductive tract infections. This program successfully improved adolescents’ awareness and positive attitudes toward maintaining reproductive health and is expected to be sustainably implemented in other areas. Abstrak. Remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikis, dan sosial. Salah satu aspek penting pada fase ini adalah perkembangan sistem reproduksi. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat terhadap kesehatan reproduksi dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, serta gangguan kesehatan akibat perilaku tidak sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Keliling Benteng Ilir pada tanggal 5 Oktober 2025 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan adalah 15 remaja putri berusia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukatif dengan bantuan media leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta mengenai anatomi organ reproduksi, kebersihan diri saat menstruasi, serta pencegahan infeksi saluran reproduksi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah lain.
PENGUATAN PERSIAPAN MENGHADAPI PUBERTAS SESUAI KAJIAN ISLAM PADA SISWA KELAS VI Fika Aulia; Suryati Suryati; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Mutia Aura Nazwa Assyfa
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38600

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Masa pubertas merupakan fase transisi yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan spiritual, namun banyak siswa sekolah dasar belum memiliki pemahaman yang terintegrasi dengan nilai Islam sehingga kurang siap menghadapi perubahan dan kewajiban setelah baligh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi pubertas sesuai ajaran Islam. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif dan simulasi praktik mandi wajib. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan materi dan instrumen, pelaksanaan, serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah SDIT Al Firdaus Banjarmasin dengan jumlah peserta 90 siswa kelas VI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan rerata nilai dari 56,22 menjadi 93,56 dengan persentase peningkatan sebesar 66,40%. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan praktik mandi wajib. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapan siswa secara holistik dan berpotensi direplikasi pada sekolah dasar berbasis keagamaan lainnya.Kata kunci: Siswa Sekolah Dasar; Edukasi; Pubertas; Nilai Islam. ABSTRACTPuberty is a transitional phase characterized by physical, psychological, and spiritual changes; however, many elementary school students still lack a comprehensive understanding integrated with Islamic values, leading to unpreparedness in facing these changes and religious obligations after reaching puberty (baligh). This community service activity aimed to improve students’ knowledge (cognitive) and skills (psychomotor) in dealing with puberty in accordance with Islamic teachings. The implementation methods included educational sessions through interactive lectures and simulation of obligatory bathing (ghusl) practices. The stages of the activity consisted of coordination with partners, preparation of materials and instruments, implementation, and evaluation. The partner in this activity was SDIT Al Firdaus Banjarmasin, involving 90 sixth-grade students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, as well as observation of students’ practical skills. The results showed an increase in the average score from 56.22 to 93.56, with a percentage increase of 66.40%. In addition, there was an improvement in students’ skills in performing obligatory bathing practices. This activity was effective in enhancing students’ readiness holistically and has the potential to be replicated in other Islamic-based elementary schools. Keywords: Elementary School Students; Education; Puberty; Islamic Values.