Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Health Counseling and Provision of Betel Leaves to Reduce Physiological Leucorrhea among Adolescent Girls: Penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Daun Sirih untuk Mengurangi Keputihan Fisiologis pada Remaja Putri Shinta Novelia; Bunga Tiara Carolin
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 1 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v1i1.55

Abstract

In Indonesia, 75% of women have experienced vaginal discharge at least once, and half have experienced vaginal discharge twice or more. Vaginal discharge is a classic problem for most women. Ironically, most women do not know about vaginal discharge and the causes of vaginal discharge. If not handled properly, vaginal discharge can be fatal. Infertility and ectopic pregnancy (pregnancy outside the womb) can be one of the consequences of vaginal discharge. The early symptoms of uterine cancer usually start with vaginal discharge. This study's betel leaf (Piper betel Linn) belongs to the Peiperaceae family. The part used is the leaves. Betel leaf contains essential oils with compounds that have strong antibacterial properties, referred to as "kavikol" and "kavibetol". Anti-bacterial is also found in boiled betel in water. Betel leaf in traditional medicine is usually used for first aid in first-line treatment in daily medicine, especially as an antiseptic. This activity aims to increase young women's knowledge about the dangers of vaginal discharge and provide intervention in betel leaf boiled water to reduce physiological vaginal discharge. The activity results showed benefits for adolescents as evidenced by the decrease in the incidence of physiological vaginal discharge after being given counseling and betel leaf water.
Pengaruh Pijat Perineum terhadap Laserasi Perineum pada Ibu Bersalin Villa Yulinar S; Shinta Novelia; Rumaini Rukmaini
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i2.621

Abstract

Perineal laceration will cause bleeding during delivery, causing maternal death. A stiff perineum is an indication for an episiotomy. The occurrence of a very broad perineum can cause heavy bleeding in the mother during childbirth. Destination this study aims to determine the effect of perineal massage on perineal lacerations in women giving birth between the experimental group and the control group at the Sindang Jaya Public Health Center. This quasi-experimental research uses an Experiment and Control Group design. The population in this study were pregnant women in the third trimester with gestational age <34 weeks. The research instrument consisted of a checklist and a partograph as a measuring tool. Data were analyzed using normality test. Result a P Value of 0.000 (<0.05) meaning that there was a significant difference between lacerations in the experimental group and the control group.Conclusions and recommendation is perineal massage for pregnant womenable to prevent perineal laceration during labor. This perineal massage can be applied in private midwifery practices or carried out by patients themselves at home regardless of parity.
Factors Related To The Incidence of Cesarean Section Surgical Site Infection (CS SSI) At Harapan Jayakarta Hospital In 2019 Shinta Novelia; Yenny Aulya; Dini Agustini
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.741

Abstract

Chi square test results showed that there was a relationship between age and the incidence of CS SSI (p = 0.011), there was no relationship between parity and the incidence of CS SSI (p = 0.237), there was a relationship between education and the incidence of CS SSI (p = 0,000), there was a relationship between BMI with the incidence of CS SSI (p = 0.006), there was a relationship between DM and the incidence of CS SSI (p = 0,000), there was a relationship between anemia with the incidence of CS SSI (p = 0,000), and there was a relationship between prophylaxis antibiotic and the incidence CS SSI (p = 0.01). There was a relationship between age, education, BMI, DM, anemia and prophylactic antibiotics with the incidence of CS SSI. There was no relationship between parity and CS SSI.
Pemberian Sari Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Siswi Anemia Bunga Tiara Carolin; Suprihatin Suprihatin; Indirasari Indirasari; Shinta Novelia
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.111

Abstract

Penelitian quasi-eksperimen dengan design one group pretest and posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang menderita anemia. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur kadar hemoglobin dan lembar observasi. Pemberian sari kacang hijau diberikan sebanyak 300 gram pada pagi dan sore selama 14 hari. Sebelum pemberian sari kacang hijau pada 30 responden mengalami anemia ringan sebanyak 6 responden 20%, anemia sedang 21 responden 70% dan anemia berat 3 responden 10%. Setelah diberikan sari kacang hijau memiliki kategori normal sebanyak 40%, menjadi anemia ringan 50% dan menjadi anemia sedang sebanyak 10%. Dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon, ada pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yaitu (p=0,000). Sari kacang hijau mampu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah remaja putri yang menderita anemia. Diharapkan remaja putri dengan anemia untuk dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manfaat sari kacang hijau bagi kesehatan diri
Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC Dengan Cito Sc Di Rumah Sakit Harapan Jayakarta Tahun 2019 Yenny Aulya; Shinta Novelia; Aristiara Isnaeni
Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 (2021): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v4i1.112

Abstract

Survey World Health Organization melaporkan bahwa angka kejadian ILO di dunia berkisar antara 5% sampai 15%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC dengan Cito SC di Rumah Sakit Harapan Jayakarta Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional. Sample dalam penelitian ini berjumlah 229 orang. Teknik pengambilan sample dengan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari data sekunder dan lembar observasi. Hasil Uji Chi Square ada Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi antara Elektif SC dengan Cito SC dimana r value = 0,001 < dari 0,05. Kesimpulan penelitian Ada Perbedaan Kejadian Infeksi Luka Operasi Antara Elektif SC dengan Cito SC di Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dan Dukungan Suami dengan Kecemasan Ibu Hamil dalam menghadapi Persalinan Shinta Novelia; Rukmaini Rukmaini; Umayah Umayah
Journal for Quality in Women's Health Vol. 5 No. 1 (2022): Journal for Quality in Women's Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v5i1.140

Abstract

Angka Kematian Ibu adalah jumlah kematian Ibu yang disebabkan oleh karena peristiwa kehamilan, persalinan dan masa nifas pada tahun yang sama per jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dikali seratus ribu. Kecemasan pada kehamilan merupakan reaksi emosional yang terjadi pada ibu hamil terkait dengan kekhawatiran ibu dengan kesejahteraan diri dan janinnya, keberlangsungan kehamilan, persalinan, masa setelah persalinan dan ketika telah berperan menjadi ibu. Penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. dan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan nilai p= (0,024), dukungan suami dengan nilai p= (0,004) terhadap kecemasan ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 178 orang (73,9%), mayoritas responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 191 orang (79,3%) dan mayoritas responden dengan suami yang tidak mendukung kehamilan sebanyak 185 orang (76,8%).