M. Dahlan
Balai Penelitian Tanaman Serealia, Jalan Dr. Ratulangi, Kotak Pos 173 Maros 90514

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENENTUAN STRUKTUR KRISTAL AlMg2 ALLOY DENGAN DIFRAKSI NEUTRON Ismul Hadi, Arif; Sumariyah, Sumariyah; Dahlan, M.; Mohtar, Mohtar
BERKALA FISIKA Vol 14, No 2 (2011): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.535 KB)

Abstract

The determination of crystallography structure of AlMg2 alloy has been done by neutron diffraction. In fabrication process, it was addressed by rolling phases. The first by hot rolling with thickness follows: 8.35 mm; 7.00 mm; 5.6 mm; 2.60 mm; 1.65 mm ± 0.05 at  425 0C temperature extended by cold rolling: 1.65 mm to 1.30 mm ± 0,07 thickness at normal temperature. Counting of the data was started by activate of detector from 110 to 400 angle with 0.075 overstep and preset monitor count of 60,000 at 26 MW. Processing of the data using of microcomputer 16 bit NEC PC-9801 VM2. The results show that the AlMg2 alloy structure are FCC system with lattice parameter (a) = 4.0817 A0.   Keywords: AlMg2 alloy, neutron diffraction, and FCC
Penjajahan Barat Dan Perjuangan Kemerdekaan Negara-Negara Islam Herman, Herman; Dahlan, M.; Rahmawati, Rahmawati
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2045

Abstract

Penjajahan Barat telah memberikan dampak yang signifikan terhadap negara-negara Islam di berbagai belahan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penjajahan Barat dalam menghambat kemerdekaan negara-negara Islam serta upaya perjuangan yang dilakukan untuk mendapatkan kemerdekaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis historis dan studi pustaka untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penjajahan Barat terhadap negara-negara Islam serta strategi perjuangan yang diterapkan untuk meraih kemerdekaan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang hubungan antara penjajahan Barat dan perjuangan kemerdekaan negara-negara Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjajahan Barat telah memberikan dampak negatif terhadap negara-negara Islam, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial. Namun, melalui perjuangan yang gigih dan semangat kebangsaan yang tinggi, banyak negara Islam berhasil memperjuangkan kemerdekaan mereka dari penjajahan Barat. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas hubungan antara penjajahan Barat dan perjuangan kemerdekaan negara-negara Islam, serta relevansinya dalam konteks sejarah dan perkembangan politik global. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi upaya pemeliharaan kemerdekaan dan kedaulatan negara-negara Islam di masa depan.
Ahmadiyah dan Pengaruhnya di Dunia Barat Yusdiansyah, Yusdiansyah; Saripah, Saripah; Dahlan, M.; Syukur, Syamzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24863

Abstract

Gerakan Ahmadiyah, yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada akhir abad ke-19 di India, merupakan cabang dalam Islam yang mengklaim sebagai gerakan pembaruan dengan fokus pada ajaran Islam yang damai dan rasional. Meskipun kontroversial di dunia Muslim, Ahmadiyah telah berkembang pesat, terutama di dunia Barat, dengan kontribusi signifikan dalam bidang dakwah, sosial, dan dialog antaragama. Gerakan ini pertama kali memperkenalkan ajaran Islam melalui masjid, literatur, dan media, dengan slogan "Love for All, Hatred for None" yang mencerminkan komitmen mereka terhadap perdamaian dan toleransi. Seiring dengan perkembangan, Ahmadiyah menghadapi berbagai tantangan, termasuk diskriminasi dan penolakan dari mayoritas Muslim di beberapa negara. Di Barat, komunitas Ahmadiyah memainkan peran penting dalam mempromosikan Islam sebagai agama damai, namun juga menghadapi isu terkait Islamofobia, diskriminasi agama, dan tantangan identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah berdirinya Ahmadiyah, bentuk-bentuk kegiatan mereka, serta pengaruh dan tantangan yang dihadapi komunitas ini di dunia Barat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmadiyah berhasil menyebarkan ajaran Islam secara inklusif, meskipun tetap menghadapi tantangan internal dan eksternal yang kompleks dalam mempertahankan identitas mereka di tengah tekanan sosial dan politik
HUBUNGAN PENDIDIKAN MI DENGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DAN PEDULI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN KLAPANUNGGAL Anwar, Indriyani Nurul; Dahlan, M.; Yono, R.
ATTA`DIB Vol. 5 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v5i2.19623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan MI Dengan Karakter Peduli Lingkungan Dan Peduli Sosial Dalam Perspektif Guru di Madrasah Kecamatan Klapanunggal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode populasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranya melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner (angket). Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, Terdapat hubungan variabel pendidikan MI dengan variabel karakter peduli Lingkungan yaitu nilai koefisien korelasi antara variabel tersebut sebesar 0.883. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0.780 yang berarti 78.0 % sedangkan Terdapat hubungan variabel Pendidikan Mi dengan Peduli Sosial. nilai koefisien korelasi antara variabel tersebut sebesar 0.599. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh 0.359 yang berarti 35,9%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pendidikan mi dengan peduli lingkungan dan peduli sosial.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN ALQURAN DAN HADITS Mardhiyah, Mardhiyah; Dahlan, M.; Suhandi, Tjetjep
FIKRAH Vol 2 No 1 (2018): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v2i1.20495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi seperti apa saja yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran Al-qur’an dan hadits serta untuk mengetahui seperti apa faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran Al-qur’an hadits di MTs Negeri kota bogor tahun pelajaran 2017-2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di dapat dari lapangan, kemudian dianalisis, direduksi, diverivikasi kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa strategi pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs Negeri Kota Bogor, guru menerapkan beberapa strategi yaitu: melakukan tes membaca Al-Qur’an, menyampaikan langkah-langkah pembelajaran, pembiasaan dalam belajar, melakukan pra-instruksional, pemberian rewards dan punishment, metode yang bervariatif, dan evaluasi atau refleksi di akhir pembelajaran. Adapun faktor pendukung yang memotivasi siswa dalam belajar Al-Qur’an Hadits dari fasilitas sekolah yang memadai, dan input siswa hampir 90% bisa membaca AL-Qur’an dan lingkungan kelas dan sekitarnya yang bersih dan rapi sehingga membuat anak nyaman dalam belajar. Adapun solusi yang dilakukan guru ketika mengalami faktor penghambat adalah guru berinisiatif meminjamkan e-book untuk memudahkan belajar peserta didik, melakukan pendekatan baik dengan murid maupun dengan orang tua murid terkait perkembangan anak dalam belajar.
Makna Simbolik Ornamen Makam Raja-Raja Binamu di Desa Bontoramba Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto (Kajian Semiotika Perspektif Sejarah) Summiati, Summiati; Dahlan, M.; Haif, Abu
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48504

Abstract

Penelitian ini berfokus mencari dan menganalisis Makna Simbolik Ornamen pada Makam Raja-Raja Binamu Jeneponto ditinjau dari kajian semiotika. Pada makam raja-raja, telah temukan berbagai bentuk ragam hias yang unik, dan dibalik keindahan dan keunikannya terdapat makna dibalik setiap ukirannya. metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan library research. Kemudian, setelah itu dilanjutkan dengan menganalisis data yang ada sesuai dengan metode analisis data dalam bidang sejarah. Dari jenis penelitian kualitatif yang telah dilakukan, maka ditemukan hasil bahwa ragam hias yang terdapat pada makam terbagi menjadi enam bagian, yaitu flora, fauna, geometris, non-geomteris, manusia dan juga peralatan. Penggunaan kategori ragam hias yang paling banyak ditemukan adalah ragam hias flora dengan varian berupa sulur-sulur dan bunga.
Mappatabe’ dan Moderasi Beragama: Kearifan Lokal Bugis dalam Konteks Multikultural Mastanning, Mastanning; Dahlan, M.; Jusmiati, Jusmiati; Ilham, Muhamad
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 6 No 2 (2025): Lani: Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol6iss2page170-182

Abstract

Mappatabe’ sebagai ekspresi etika sopan santun dan penghormatan dalam budaya Bugis, merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal yang berakar kuat pada norma sosial, tanggung jawab kolektif, dan harmoni antarkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reaktualisasi nilai-nilai Mappatabe’ dalam mendukung penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural, khususnya komunitas Bugis di Desa Jabal Kubis, Kabupaten Kolaka Utara wilayah yang secara historis merupakan permukiman awal etnis Tolaki-Mekongga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai Mappatabe’ diaktualisasikan dalam berbagai sektor kehidupan, meliputi dimensi sosial-ekonomi, budaya, pendidikan moral, pemerintahan, dan keagamaan. Reaktualisasi ini tidak hanya memperkuat kohesi sosial internal masyarakat Bugis, tetapi juga mendorong terciptanya relasi antarumat beragama yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, Mappatabe’ berpotensi menjadi instrumen kultural yang relevan secara universal dalam pembangunan masyarakat multikultural yang moderat dan toleran. Mappatabe' as an expression of ethics, manners, and respect in Bugis culture represents local wisdom values that are deeply rooted in social norms, collective responsibility, and intergroup harmony. This study aims to examine the reactivation of Mappatabe' values in supporting the strengthening of religious moderation in a multicultural society, particularly the Bugis community in Jabal Kubis Village, North Kolaka Regency, an area that was historically the original settlement of the Tolaki-Mekongga ethnic group. This study uses a qualitative approach, with data obtained through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results show that Mappatabe' values are actualized in various sectors of life, including socio-economic, cultural, moral education, government, and religious dimensions. This re-actualization not only strengthens the internal social cohesion of the Bugis community, but also encourages the creation of inclusive and harmonious interfaith relations. Thus, Mappatabe' has the potential to become a universally relevant cultural instrument in the development of a moderate and tolerant multicultural society.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN ALQURAN DAN HADITS Mardhiyah, Mardhiyah; Dahlan, M.; Suhandi, Tjetjep
FIKRAH Vol 2 No 1 (2018): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v2i1.20495

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi seperti apa saja yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran Al-qur’an dan hadits serta untuk mengetahui seperti apa faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran Al-qur’an hadits di MTs Negeri kota bogor tahun pelajaran 2017-2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di dapat dari lapangan, kemudian dianalisis, direduksi, diverivikasi kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa strategi pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs Negeri Kota Bogor, guru menerapkan beberapa strategi yaitu: melakukan tes membaca Al-Qur’an, menyampaikan langkah-langkah pembelajaran, pembiasaan dalam belajar, melakukan pra-instruksional, pemberian rewards dan punishment, metode yang bervariatif, dan evaluasi atau refleksi di akhir pembelajaran. Adapun faktor pendukung yang memotivasi siswa dalam belajar Al-Qur’an Hadits dari fasilitas sekolah yang memadai, dan input siswa hampir 90% bisa membaca AL-Qur’an dan lingkungan kelas dan sekitarnya yang bersih dan rapi sehingga membuat anak nyaman dalam belajar. Adapun solusi yang dilakukan guru ketika mengalami faktor penghambat adalah guru berinisiatif meminjamkan e-book untuk memudahkan belajar peserta didik, melakukan pendekatan baik dengan murid maupun dengan orang tua murid terkait perkembangan anak dalam belajar.