Ali Suhardiman
Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sikap Masyarakat dalam Pengelolaan Mangrove di Kampung Teluk Sulaiman, Kabupaten Berau, Indonesia Gunawan Wibisono; Mustofa Agung Sardjono; Rujehan; Ali Suhardiman
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 3 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/11202350666

Abstract

This research aims to determine the value of community attitudes in Teluk Sulaiman in mangrove management and the factors that influence attitudes. This is a descriptive research using questionnaire and observation as data collection methods. Attitude measurement uses cognitive, affective, and conative aspects. To assess attitudes a Likert scale with SPSS processing is used. The results of the study obtained that the attitudes of the people in this village were positive with a value of 4.15, where the cognitive aspect value was 4.13, affective aspect 4.35 and conative aspect 3.96. The factor that influences attitude values is income. Meanwhile, other factors, such as age, and number of family members do not have a significant effect. Length of stay factor has a sufficient relationship with attitude value. The attitude scores seen from the gender segment do not have a significant difference, although in general the attitude scores of men are higher than women. The attitude scores of immigrants and native residents do not have a significant difference, although in general the attitude scores of immigrants are higher than those of native residents.
Studi Penggunaan Maximum Entropy untuk Pemodelan Kesesuaian Habitat Bekantan (Naslais larvatus wurmb, 1787) di Kawasan Cagar Alam Teluk Adang Ahmad Nuryani; Ali Suhardiman; Chandradewana Boer; Rachmad Budiwijaya Suba; Yohanes Budi Sulistioadi; Yaya Rayadin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1174-1183

Abstract

Bekantan (Nasalis larvatus Wurm, 1787) adalah primata endemik Borneo yang dikategorikan sebagai spesies terancam punah oleh IUCN dan dilindungi oleh peraturan nasional. Populasi bekantan telah mengalami penurunan signifikan di berbagai habitat, termasuk di Cagar Alam Teluk Adang yang berbagi ruang dengan aktivitas manusia. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi habitat yang cocok bagi bekantan dalam sebaran spasial sangat penting untuk menentukan tindakan konservasi yang tepat untuk melindungi populasi bekantan di Cagar Alam Teluk Adang. Penelitian ini bertujuan 1) Menghasilkan peta kesesuaian habitat melalui model hubungan antara keberadaan bekantan dengan variabel lingkungan yang berpengaruh dan 2) Memetakan struktur habitat berdasarkan pada hasil peta kesesuaian habitat. Penelitian ini menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi distribusi bekantan berdasarkan data perjumpaan dan sepuluh variabel lingkungan. Hasil kesesuaian habitat kemudian dianalis menggunakan metode Analisis Morphological Spatial Pattern Analysis (MSPA) untuk menghasilkan struktur habitat.  Berdasarkan hasil penelitian melalui Maxent, faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehadiran bekantan adalah hutan mangrove, jarak dari sungai, jarak dari garis pantai dan Leaf Area Index. Hasil klasifikasi juga menunjukan luas potensi habitat bekantan adalah sekitar 7.513 Ha (15.7% dari total luasan). Habitat bekantan telah mengalami fragmentasi dengan 11 inti utama yang dapat secara utuh mengakomodasi home range bekantan.