Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA MELALUI KELAS BALITA DI DESA LENDA CIBAL BARAT Fransiska Nova Nanur; Eufrasia Prinata Padeng; Jayanti Petronela Janggu; Reineldis Trisnawati; Eugenius Rada Masri
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i2.402

Abstract

Masalah kesehatan balita seperti gizi buruk selalu menjadi prioritas badan kesehatan dunia maupun Indonesia. Gizi buruk selalu menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Orang tua sebagai caregiver utama anak menjadi agen penting dalam peningkatan status gizi balita. Kegiatan kelas balita ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terkait perawatan anak balita sehari-hari, imunisasi, ASI eksklusif, MP-ASI dan gizi seimbang. Kelas Balita ini diadakan di desa Lenda Kecamatan Cibal Barat. Jumlah peserta 50 orang yaitu orang tua bayi usia 0-5 tahun. Metode kegiatan adalah memberikan penyuluhan tentang perawatan bayi sehari-hari, Imunisasi, ASI Eksklusif, Jadwal pemberian MP-ASI, gizi seimbang. Pengetahuan orang tua setelah mengikuti kelas balita ini dilaporkan meningkat. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat mengubah perilaku orang tua dalam praktik pemberian makan dan perawatan balita sehingga status gizi balita meningkat
Pendidikan Seks Bagi Orangtua yang Memiliki Remaja Berkebutuhan Khusus Christin Florentin Meinarty Bebok; Reineldis Trisnawati; Makrina Sedista Manggul; Maria Opylira Susanto; Maria Freinafreshty Piamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16614

Abstract

ABSTRAK Pendidikan seksual ini juga merupakan hak dari anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka diharapkan mampu memahami diri mereka sendiri, nilai- nilai dan perilaku yang diharapkan dari mereka. Walau demikian pendidikan seksual bagi anak berkebutuhan khusus ini memang masih merupakan perdebatan, mengingat masih harus dilakukan perbaikan kurikulum dan sumberdaya manusia/para guru/pendidik, pelatihan Penerapan pendidikan seksual oleh guru dan orang tua bagi anak berkebutuhan khusus dan persiapan bagi guru-guru, pengukuran dampak pengajaran, dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan seksual itu sendiri. Tujuan diberikannya pendidikan seksualitas ini adalah untuk memahamkan Orangtua pentingnya mengajarkan seks pada anak yang berkebutuhan khusus serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu untuk diajarkan pada anak berkebutuhan khusus mengenai pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak. Psikoedukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab tanpa pelatihan. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ranah kognitif sehingga sesuai dengan permasalahan dan fokus intervensi yakni memberikan pemahaman pentingnya mengajarkan seks serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu diajarkan sesuai dengan anak usia remaja.  Hasil yang didapat   bahwa terjadi  pertambahan pengetahuan pada peserta atau orangtua yang ditandai dengan peningkatan jumlah jawaban yang benar pada hasil rerata keseluruhan peserta.  Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap hasil pretest, posttest dan Follow up dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang dilakukan berhasil memberikan pengaruh sesuai dengan tujuan dilakukannya intervensi yakni memberikan pengetahuan pada orangtua mengenai materi pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Pendidikan Seksualitas, Psikoedukasi, Orangtua, Anak Berkebutuhan Khusus.  ABSTRACT Sexual education is also the right of children with special needs, so that they are expected to be able to understand themselves, the values and behavior expected of them. However, sexual education for teenagers with special needs is still a matter of debate, considering that improvements to the curriculum and human resources/teachers/educators still need to be made, training in the application of sexual education by teachers and parents for children with special needs and preparation for teachers, measurement the impact of teaching, and parental involvement in sexual education itself. The aim of providing this psychoeducation is to understand parents about the importance of teaching sex to children with special needs and to provide knowledge about what material needs to be taught to children with special needs regarding sex education and how to teach it to children. psychoeducation is provided using lecture and question and answer discussion methods without training. The lecture method aims to provide knowledge in the cognitive domain so that it is appropriate to the problem and focus of the intervention, namely providing an understanding of the importance of teaching sex and providing knowledge about what material needs to be taught according to teenagers. The results obtained showed that there was an increase in knowledge among participants or parents, which was marked by an increase in the number of correct answers in the overall average results of the participants.  Based on the results of descriptive analysis of the results of the pretest, posttest and follow-up, it can be concluded that the psychoeducation carried out was successful in having an influence in accordance with the aim of the intervention, namely providing knowledge to parents regarding sex education material and how to teach it to children with special needs. Keywords: Sexuality Education, Psychoeducation, Parents, Children with Special Needs.