Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal on Computing (Indo-JC)

Multi-Factor Authentication Using a Smart Card and Fingerprint (Case Study: Parking Gate) Isa Mulia Insan; Parman Sukarno; Rahmat Yasirandi
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 4 No. 2 (2019): September, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2019.4.2.309

Abstract

Security is one of the considerations in the development of smart parking. In Indonesia, the most common authentication factor is using a smart card as an authentication factor at the gate. Using a smart card as an authentication factor has loopholes that can be misused. Accordingly, authentication system needs an additional factor (more than one). Authentication that uses more than one factor is also called Multi-Factor Authentication (MFA). However, the MFA applied to smart parking can still be misused. The cause of the MFA can be misused because the MFA cannot ensure the user's smart card. Therefore, we apply the MFA at the gate in smart parking using a two-factor authentication system on this research. These two factors are the smart card and biometric data (fingerprint). This authentication system can prove the hypothesis that if the smart card lost, the smart card cannot be used by other than the owner (H0) and the smart card whose data has been rewritten or cloned cannot be a threat to the system (H1). Proofing of this hypothesis is bypassing several attack scenarios. Thus, the security of the proposed parking gate system can be guaranteed.
Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi Multi Node Sensor Berbasis Fuzzy Dan Komunikasi IoT Muhammad Aditya Tisnadinata; Novian Anggis Suwastika; Rahmat Yasirandi
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 4 No. 2 (2019): September, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2019.4.2.311

Abstract

Deteksi gempa bumi dapat diukur dengan menghitung percepatan gerakan atau getaran secarahorizontal dan vertikal, adanya Gelombang P (Primer) dan Gelombang S (Sekunder) menjadiindikasi akan terjadinya gempa bumi. Salah satu faktor yang dapat digunakan dalam mende-teksi dan menghitung kekuatan gempa bumi adalah dengan menghitung percepatan getaranyang terjadi secara horizontal dalam Gelombang P. Dengan memanfaatkan hal itu dapatdiketahui besaran gempa yang terjadi dan dapat memberikan peringatan secepat mungkinpada masyarakat. TeknologiInternet of Thingsmemungkinkan sistem untuk dapat membacadata dengan secara otomatis dan terus menerus tanpa perlu banyak melibatkan manusia.Dalam melakukan klasifikasi gempa bumi sistem ini menggunakan algoritmaFuzzy Logicyang memiliki karakteristik dapat mengolah informasi dengan cepat dengan kompleksitasrendah sehingga sistem dapat memberikan peringatan secepat mungkin. Dalam validasi datasistem menggunakan beberapa tingkat validasi yang terdiri dari server perangkat dan serverutama. Hasil daripada penelitian ini dalam 1000 kali percobaan, sistem dapat melakukanproses validasi dan klasifikasi dengan rata-rata kecepatan yang dihasilkan adalah 10 - 15detik untuk satu kali pengolahan data dengan tingkat akurasi hasil akhir pada skala SIGBMKG dengan rata-rata 81.8%.
Deteksi Lokasi Pencemaran Air Sungai Citarum berbasis IoT menggunakan Fuzzy Inference System Annisa Gustien Widowati; Novian Anggis Suwastika; Rahmat Yasirandi
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 4 No. 3 (2019): December, 2019
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2019.4.3.315

Abstract

Citarum merupakan sumber dari denyut nadi perekonomian Indonesia sebesar 20% total produksi industri Indonesia dan sumber dari 60% produksi tekstil nasional. Kegiatan produksi tersebut menimbulkan permasalahan lingkungan akibat pembuangan limbah rumah tangga dan industri yang tidak menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara optimal. Salah satu kendala dalam mengatasi pencemaran air sungai Citarum adalah menentukan lokasi dengan tingkat pencemaran tertinggi. Untuk mendeteksi lokasi pencemaran diperlukan pemantauan air sungai Citarum dengan pengambilan data terus-menerus secara realtime dan pengklasifikasian tingkat pencemaran dibutuhkan. Solusi dari permasalahan pendeteksian lokasi pencemaran dapat dibangun dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai solusi pembacaan data secara terus-menerus dan realtime. Kebutuhan klasifikasi didalam sistem diterapkan dengan metode fuzzy inference system tipe Mamdani dengan sifat dasar aturan yang dapat ditafsirkan, intuitif dan banyak digunakan khususnya untuk mendukung pengambilan keputusan yang dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hasil yang didapatkan dari pengujian berdasarkan skenario pengujian tingkat akurasi klasifikasi sistem yang telah dilakukan menunjukkan akurasi sebesar 92% dengan nilai toleransi error pada sistem sebesar 4% serta toleransi akurasi pembacaan data oleh perangkat keras sistem yang dibangun menunjukkan pH 3.94%, TDS 4.92% dan suhu 1.84% dari deteksi di lima lokasi sungai Citarum di Bandung Selatan.
Deteksi Lokasi Pencemaran Air Sungai Citarum Berbasis Internet of Things menggunakan Klasifikasi Naive Bayes Annisa Marwa Nursantoso; Novian Anggis Suwastika; Rahmat Yasirandi
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret, 2020
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2020.5.1.317

Abstract

Keberadaan lebih dari 500 industri dan pemukiman untuk kurang lebih 5 juta penduduk yang menghasilkan sekitar 200 ton limbah perharinya dibuang ke sungai Citarum tanpa melalui proses instalasi pengolahan air limbah (IPAL), merupakan sumber utama dari pencemaran sungai Citarum. Upaya pemerintah terhadap Citarum telah dilakukan selama 5 tahun dalam berbagai bentuk program, namun hasilnya belum signifikan. Salah satu kendala dalam program, untuk menanggulangi pencemaran air sungai Citarum adalah tidak ada data informasi yang menunjukan tingkat pencemaran dan lokasi pencemaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan sebuah sistem yang mampu melakukan pembacaan secara terus menerus dan menentukan lokasi yang diindentifikasi sebagai sumber pencemaran. Sistem yang dibangun untuk mendeteksi pencemaran dan lokasi pencemaran berbasis IoT dan klasifikasi naive bayes. Metode naive bayes dipilih karena dalam teknik data mining yang menerapkan teori Bayes dalam klasifikasi dengan asumsiĀ  yang sangat kuat (naif) akan independensi dari masing-masing kondisi kejadian. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode klasifikasi naive bayes pada proses klasifikasi pencemaran air sungai memiliki tingkat akurasi sebesar 96%. Hasil ini dapat diterima untuk akurasi klasifikasi.
Design of API Gateway as Middleware on Platform as a Service Dita Oktaria; Joel Andrew M. K. Ginting; Maman Abdurohman; Rahmat Yasirandi
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 6 No. 3 (2021): December, 2021
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2021.6.3.597

Abstract

The process of building a platform is a process that consists of various stages, there is a focus of work and requires different preparation, but until now there has been no awareness in utilizing data and information sources that have been available to be used as a basis for developing or creating a platform that is able to improve quality a system of integrity. For this reason, a Platform as a Service (PaaS) architecture was built which provides application development services to process data and information obtained from practicum activities during the lecture period based on cloud computing using the Service Oriented Architectural (SOA) method. The API gateway is used as middleware system. The results of the implementation and analysis carried out prove that the architecture using the API gateway as a built-in middleware can be considered to develop the Telkom University lab service system. Although there are adjustments to resources and needs, but the purpose of this architectural development has generally been realized. From the results of tests performed on a platform architecture that uses a gateway API, it produces RTT 2.081 seconds, 45 MB memory, and 8% CPU for each user in 100 users.
IT Asset Assessment Using Quantitative Risk Analysis (QRA) Method at XYZ Cafe Rahmat Yasirandi; Emiya Fefayosa Br Tarigan
Indonesia Journal on Computing (Indo-JC) Vol. 6 No. 3 (2021): December, 2021
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34818/INDOJC.2021.6.3.613

Abstract

Many companies are starting to invest in information technology (IT) assets to improve their business performance and services in this era. This includes modern cafes, which are becoming a promising business trend, especially if they have branches in various places. As with XYZ Cafe, IT Assets play an essential role in running the business. This research has succeeded in utilizing the Quantitative Risk Analysis (QRA) Method to perform calculations and tabulations for any potential risks. The results show the increase in the value of losses by 371.5% of the issued IT Asset investment capital, or 477,388,063 Rupiah. In detail, through Across Asset Analysis, Across Asset Value is at the top of the rank, namely Mini PC, with a loss value of 127,440,000 Rupiah. Through Across Risk Analysis, the Accidental Errors is in the first rank with a loss value of 184,038,000 Rupiah. This result implies that stakeholders can develop and plan mitigation actions to reduce potential losses for the company. Mitigation actions can be in the form of regulations, standard operating procedures (SOP), proposed monitoring applications, or strategic plan at top-level management so every threat and risk can be controlled and managed.
Co-Authors Aji Gautama Putrada Alifudin, Ridhwan Andrian Rakhmatsyah Annisa Gustien Widowati Annisa Marwa Nursantoso Anom, Rahmat Indira Pratama Anwar, Muhlis Arif Indra Irawan Ariq Musyaffa Ramadhani Armadyana, Raihan Arrauf, Moh Fawwaz Arya Mandalika, Mohamad AS, Andi Annisa Shalsa Hardiyanti Azizah, Ainun Cintya Risquna Risquna Danu Fawwaz Gimnastian Devani Adi Permana Dhiaulhaq, Afif Dita Oktaria Doan Perdana Dwi Olyvia, Asyfa Emiya Fefayosa Br Tarigan Endro Ariyanto Erlandya, Moch Rizky Gumelar Erwin Susanto Febrianti, Amalia Rizki Guntur Utomo, Rio Hamzah Misbachul Adlan Hendrick Hernando Hilal Hudan Nuha Irvan Naufali Rahmanto Isa Mulia Insan Jati Hiliamsyah Husen Jati, Riyan Kuncoro Joel Andrew M. K. Ginting Jonathan Arya Wibowo Kailla, Kimberly Kobthong Ladkoom Krisna Ardhi Tama Ladkoom, Kobthong M Alvie Helmuzar M. Deta Gian Faiz Maman Abdurohman Maslin Masrom Mataruka, Leo Tarambiwa Maulidatul Aulia Zahib Mirza Qusyairi, Mohammad Mohammad Mirza Qusyairi Muhammad Aditya Tisnadinata Muhammad Al Makky Muhammad Faris Ruriawan Muhammad Johan Alibasa Muhammad Karoma Yuda Muhammad Kukuh Alif Lyano Muhammad Rizki Adiwiganda Muharman Lubis Nafisa, Falea Amira Nasruddin, Itsna Siha Arzaqi Adma Novian Anggis Suwastika Novian Anggis Suwastika Nuha, Hilal H Parman Sukarno Prabowo, Hans Pratama Anom, Rahmat Indra Putra, Revi Raka Qonita, Qori Qusyairi, Mohammad Mirza Qusyairi, Muhammad Mirza Rahmat Irianto Ramadhan, Arga Ridha Muldina Negara Ridhwan Alifudin Rio Guntur Utomo Santiago Paul Erazo Andrade Saputra, Bernadus Ricardo Seiba Shonia Setiawan, Muhammad Faridz Sidik Prabowo Sri Rezeki Stelamaris, Bonefasia Salvatore Sukmaji, Muhammad Susanto, Fauzi Fadhlurrahman Thanasopon, Bundit Thasya Nurul Wulandari Siagian Wajdi, Halim Zahri, Alfitranta Armikha Zaky Jacoeb , Yusoff