Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

IDENTIFIKASI AROMA TEH DENGAN E-NOSE MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION Ozil Afindra Putra; Firdaus Firdaus; Mohammad Hafiz Hersyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini digunakan E-Nose yang menggunakan sensor gas TGS 2602, TGS 2620, TGS 2610, TGS 2622, dan TGS 822. Teh yang akan digunakan pada tugas akhir ini adalah teh hitam, teh hijau, teh melati, dan teh oolong. Pola data diperoleh dari pembacaan data dari aroma teh yang diujikan. Pola data tersebut lalu diolah menggunakan metode Backpropagation dengan 5 node input, 6 node hidden layer, dan 2 node output. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan dapat mendeteksi aroma teh dengan tingkat keberhasilan deteksi teh hitam 80%, teh hijau 100%, teh melati 90%, dan teh oolong 80%. Kata kunci: E-Nose, teh, backpropagation 
ALAT PENGUKUR ANGKA KECUKUPAN GIZI (AKG) MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Zakky Aulia; Budi Rahmadya; Mohammad Hafiz Hersyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sebuah sistem yang dapat mengukur Angka Kecukupan Gizi (AKG) maanusia dengan menggunakan mikrokontroler. Sistem dibuat terdiri atas 5 komponen utama yaitu sensor Load Cell berfungsi untuk mengukur berat badan, sensor ultrasonik berfungsi untuk mengukur tinggi badan, Keypad berfungsi sebagai perangkat input : 1. Usia 2. Jenis kelamin 3. Jenis aktivitas. Mikrokontroler Arduino Uno berfungsi sebagai proses perhitungan AKG dan Liquid Crystal Display (LCD) berfungsi untuk menampilkan nilai AKG. Pengujian dilakukan sebanyak 10 orang objek yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 7 orang laki-laki dengan usia antara 10-18 tahun. Seseorang harus berdiri diatas timbangan yang terpasang sensor load cell dan berdiri dibawah sensor ultrasonik yang terpasang pada tonggak untuk diukur berat dan tinggi badan. Ketika diukur berat dan tinggi badan seseorang user harus melakukan input usia, jenis kelamin dan jenis aktivitas untuk diproses oleh mikrokontroler Arduino Uno guna menghitung nilai AKG yang terdiri dari angka kecukupan energi dalam satuan kilo kalori (kkal), kecukupan protein, lemak, karbohidrat, serat dalam satuan gram (g) dan ditampilkan pada sebuah LCD. Ujicoba alat dilakukan ke 10 orang. Dan didapat kesimpulan nilai eror terkecil AKG untuk kecukupan energi yaitu 0 % dan nilai eror terbesar yaitu 6,60 %.Kata kunci : Sensor Load Cell, Sensor ultrasonik, keypad, Mikrokontroler dan Liquid Crystal Display (LCD).
SISTEM MONITORING KUNCI PINTU RUANGAN MENGGUNAKAN MODUL WIFI Mohammad Hafiz Hersyah; Zaini Zaini; Haditya Fajri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengunci pintu merupakan bentuk keamanan dalam sebuah ruangan ataupun gedung.    Kelalaian dalam pemeriksaan ruangan dapat berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem yang dapat memonitoring keadaan kunci ruangan, apakah ruangan tersebut terkunci atau tidak terkunci dengan menggunakan limit switch sebagai pendeteksi yang telah dipasang pada pintu, jika pintu tidak terkunci maka nilai limit switch bernilai 0 dan jika pintu terkunci maka limit switch bernilai 1. Lalu nilai limit switch dikirim ke server menggunakan modul wifi ESP8266 yang telah terhubung dengan WLAN. Nilai limit switch yang telah terkirim ke server ditampilkan pada smartphone menggunakan aplikasi mobile monitoring kunci pintu. Untuk mengantisipasi pemalsuan kondisi kunci pintu, sistem ini menggunakan 3 indikator untuk menyatakan pintu terkunci yaitu sensor infra merah sebagai penentu pintu terbuka atau tertutup, limit switch 1 dan limit switch 2 sebagai penentu kondisi kunci pintu terkunci atau tidak terkunci. Tingkat kecocokan data yang ditampilkan pada smartphone dengan keadaan yang sebenarnya adalah 100% dengan nilai limit switch bernilai 0 maka pintu tidak terkunci dan limit switch bernilai 1 maka pintu terkunci. Sistem dapat memberikan notifikasi pada saat terjadi perubahan kondisi kunci pintu pada jam malam. Saran untuk penelitian berikutnya sistem dapat melakukan control terhadap pintu, tidak hanya monitoring dan meningkatkan aspek keamanan jaringan wireless.Kata kunci:      Kunci Pintu, Android, Limit Switch, Modul wifi ESP8266, Sensor Infra Merah.