Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Control and Monitoring System of Growing Media for Cucumber Plants Based on the Internet of Things Enriko, I Ketut Agung; Dewi, Mela Kartika; Indriyanto, Slamet; Gustiyana, Fikri Nizar
JURNAL MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/mib.v8i1.7072

Abstract

Cucumber is one of the horticultural commodities that has good prospects for cultivation because cucumber plants can be marketed domestically and abroad. Soil condition and fertility a very important factors in increasing agricultural growth and production. The ideal data for a good soil pH for planting cucumbers is 6-7, for a soil temperature of 18-30C and humidity of 50-60%. Ignorance of farmers about the value and condition of the land can lead to poor production of cucumber plants. Therefore the authors created a control and monitoring system to monitor soil conditions or growing media in cucumber plants. In this system, there is a soil pH sensor, temperature sensor, soil moisture sensor, and automatic sprinkler for fertilizer when the soil pH value is less than the specified limit. This system also applies the Internet of Things concept for sending data on the Telkom IoT Platform platform. Based on the test results of testing the soil temperature sensor, it gets an average error value of 0.67% and an accuracy value of 99.33%. Testing the soil moisture sensor obtains an error value and accuracy of 4.80% and 95.20%, respectively. Whereas in testing the pH sensor which was calibrated using the linear regression method, it obtained an average error value of 1.69% and an accuracy of 98.31%.
Penerapan Konsep 4A dan Smart Energy berbasis teknologi solar panel untuk pengembangan lokasi wisata Air Terjun Desa Karangtengah Parga Zen, Bita; Yosita Dwiani Suryaningtiyas; Slamet Indriyanto; Muhammad Afrizal Amrustian; Syifa, Fikra Titan
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Riset Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v4i2.4650

Abstract

Curug Cipendok merupakan tempat wisata air terjun yang berada di desa karangtengah kecamatan cilongok dimana sebelumnya kurangnya fasilitas infrastruktur di lokasi wisata, seperti taman bersantai, lampu penerangan dan penunjuk arah wisata, SDM yang kurang terampil dan minim literasi dalam mengelola dan mempromosikan desa wisata menggunakan teknologi informasi, pada pengabdian ini diterapkan konsep 4A merupakan konsep yang diterapkan dalam penilaian dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang mana terdiri dari attraction, accessibility, amenity, dan ancillary adanya penerapan daya tarik fasilitas solar panel, tong sampah, perbaikan toilet dan taman bermain yang membuat wisatawan tertarik untuk menggunakan fasilitas yang telah disediakan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan fasilitas dan kebutuhan wisatawan di curug cipendok berdasarkan survei yang dilakukan bahwa Implementasi konsep Smart Energy berbasis teknologi solar panel mendapatkan respons positif sebesar 90%, mencerminkan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya energi terbarukan dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan, Sebanyak 75% responden merasa puas dengan layanan tambahan yang disediakan di lokasi wisata, namun peningkatan masih dapat dilakukan, terutama dengan pemanfaatan teknologi digital yang didukung oleh solar panel dan sebesar 70% responden merasa akses ke lokasi wisata sudah cukup baik, namun ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal penyediaan fasilitas transportasi ramah lingkungan yang cukup diharapkan oleh pengunjung
PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM MONITORING LEVEL AIR TANDON BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK JSN-SR04T Az-Zikri, Azriel Nuriswara; Indriyanto, Slamet; Wicaksono, Agung
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 2 No. 1 (2025): SINTA - JANUARI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v2i1.38

Abstract

Air sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, dan untuk mendistribusikannya diperlukan mesin seperti pompa air. Pompa air digunakan untuk menarik air dari sumur atau sumber air lainnya dan menyimpan air nya dalam tandon air. Biasanya pompa air akan dinyalakan jika tandon air kosong dan mematikannya jika tandon air penuh, baik secara manual atau menggunakan pelampung otomatis. Secara manual, seringkali pengguna lalai saat mengisi tandon sehingga air meluber dan terbuang. Dengan pelampung otomatis secara umum tidak terdapat informasi terkait isi dari tandon penampngan dan biasanya kontak cepat rusak. Pada penelitian ini telah dibuat sistem monitoring ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor JSN-SR04T. Sistem ini bertujuan untuk memantau tingkat ketinggian air dalam tandon air dan menggunakan relay sebagai saklar untuk pompa air. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP8266 sebagai pengendali. Prototipe yang dirancang dapat memberikan informasi persentase ketinggian air yang sudah ditentukan batas maksimal pengisian air berdasarkan tandon yang digunakan dengan tinggi 55 cm, di mana pompa akan aktif jika ketinggian air di bawah 25% dan non-aktif jika melebihi 100%. Hasil pengujian didapatkan rata-rata nilai error pebacaan sensor ketinggian air sebesar 1.94% dan nilai akurasi sensor sebesar 98.06%
Implementasi Sistem Monitoring Tandon Air Warga Dusun Sidasari Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Indriyanto, Slamet; Leksono, M. Lukman
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 7 No. 1 (2025): Madani : Februari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v7i1.2172

Abstract

Residents of Dusun Sidasari RT.7 RW.01 Sidabowa Village, Patikraja District, Banyumas Regency use a shared water tank to store water from wells to meet their clean water needs. The problem faced by these residents is that there is often a water deficit in the reservoir so the water in the reservoir runs out without the residents knowing. This happens because if there is a pipe leak that is not known by the residents, this has an impact on the work of the pump machine which works extra hard, resulting in the pump machine being damaged several times. Therefore, in this Community Service activity, a Water Reservoir Monitoring System has been implemented. This system will monitor the condition of the water tank. Residents can monitor these conditions through a display on a mobile application so that residents can find out if there is a water deficit in the water reservoir. The output of this activity is an increase in the insight and knowledge of RT administrators and residents regarding technology, accompanied by the installation of devices that have been implemented. The problem of water deficit in the reservoir was successfully overcome through the implementation of monitoring technology. This system allows residents and RT administrators to monitor water conditions in real time, making it easier to identify and anticipate water shortages. Tracking data for 1 week shows increased management efficiency, with the tank filled more than 75% and the empty rate reduced significantly. This success reflects the effectiveness of the system in preventing water deficits. This shows that the community's enthusiasm for this technology also supports better water management. The early detection offered allows monitoring of water conditions in their environment to be met without any obstacles.
Perancangan Dan Analisis Alat Penyiram Tanaman Bunga Mawar Berbasis Internet Of Things Melawati, Novi; Titan Syifa, Fikra; Indriyanto, Slamet
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan tanaman bunga mawar memerlukanperhatian khusus, terutama dalam penyiraman, agar dapat tumbuhsecara optimal. Penyiraman yang tidak teratur, baik terlalu banyakmaupun terlalu sedikit, dapat menyebabkan kerusakan padatanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang danmenganalisis alat penyiram tanaman bunga mawar berbasis Internetof Things (IoT) yang mampu melakukan penyiraman secaraotomatis dan efisien berdasarkan parameter lingkungan. Sistemyang dirancang menggunakan sensor kelembapan tanah (soilmoisture sensor), sensor suhu (DHT11), dan kelembapan udarauntuk memantau kondisi lingkungan. Data yang diperolehdikirimkan ke platform IoT melalui konektivitas Wi-Fi, sehinggapengguna dapat memantau dan mengontrol penyiraman secara realtime melalui aplikasi. Sistem ini juga dilengkapi dengan pengaturanotomatis berdasarkan kelembapan tanah dan integrasi data cuacauntuk menghindari penyiraman berlebih saat hujan. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa alat ini mampu menjaga kelembapan tanahpada tingkat optimal untuk pertumbuhan bunga mawar, yaitu 60–70%, dengan pengurangan konsumsi air hingga 25% dibandingkanmetode manual. Pemantauan dan kontrol jarak jauh melalui platformIoT juga meningkatkan efisiensi waktu dan memudahkan perawatantanaman, terutama bagi pengguna yang memiliki keterbatasanwaktu. Kesimpulannya, alat penyiram tanaman berbasis IoT initerbukti efektif dalam mendukung perawatan bunga mawar secaraotomatis dan efisien.Kata kunci— DHT11, Soil Moisture, IoT, Otomatisasi, Wi-Fi
Sistem Monitoring Kelembapan Media Tanam Aglaonema SP Berbasis Internet of Things (IoT) Candradewani, Batari Larasati; Indriyanto, Slamet; Permatasari, Indah
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 2 No. 3 (2025): SINTA: JULI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v2i3.60

Abstract

Tanaman Aglaonema sp. merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati karena memiliki keindahan corak dan variasi warna daun yang menarik. Namun, tanaman ini tergolong sensitif dan memerlukan perawatan khusus, terutama dalam menjaga suhu lingkungan serta kelembapan media tanam yang stabil untuk menunjang pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyiram otomatis yang dilengkapi dengan pemantauan suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali, sensor DHT11 untuk pengukuran suhu udara, serta capacitive soil moisture sensor SEN0193 untuk mengukur kelembapan tanah. Data dikirim secara real-time melalui koneksi Wi-Fi menggunakan protokol MQTT dan ditampilkan dalam aplikasi MQTT Dash pada perangkat seluler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DHT11 memiliki tingkat error sebesar 3,03% dan akurasi 96,97%. Sensor kelembapan SEN0193 diuji dalam dua kondisi, yaitu tanah kering dan basah, dengan masing-masing error sebesar 3,78% dan 2,65%, serta akurasi sebesar 96,22% dan 97,35%. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis selama delapan hari pengujian, dengan ambang batas dimana sistem aktif jika kelembapan tanah ≤50%. Sistem penyiraman otomatis berbasis IoT yang dirancang menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam merespon kondisi kelembapan media tanam pada tanaman Aglaonema sp. Dari total 16 sesi pemantauan, sistem berhasil mengambil keputusan yang sesuai dengan logika kontrol sebanyak 14 kali, menghasilkan tingkat akurasi sebesar 87,5%. Dengan rancangan ini, monitoring dan penyiraman tanaman aglaonema dapat dilakukan secara efisien dan responsif, sehingga memudahkan perawatan tanaman hias secara berkelanjutan.
Implementasi Sistem Monitoring Tandon Air Warga Dusun Sidasari Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Indriyanto, Slamet; Leksono, M. Lukman
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 7 No. 1 (2025): Madani : Februari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v7i1.2172

Abstract

Residents of Dusun Sidasari RT.7 RW.01 Sidabowa Village, Patikraja District, Banyumas Regency use a shared water tank to store water from wells to meet their clean water needs. The problem faced by these residents is that there is often a water deficit in the reservoir so the water in the reservoir runs out without the residents knowing. This happens because if there is a pipe leak that is not known by the residents, this has an impact on the work of the pump machine which works extra hard, resulting in the pump machine being damaged several times. Therefore, in this Community Service activity, a Water Reservoir Monitoring System has been implemented. This system will monitor the condition of the water tank. Residents can monitor these conditions through a display on a mobile application so that residents can find out if there is a water deficit in the water reservoir. The output of this activity is an increase in the insight and knowledge of RT administrators and residents regarding technology, accompanied by the installation of devices that have been implemented. The problem of water deficit in the reservoir was successfully overcome through the implementation of monitoring technology. This system allows residents and RT administrators to monitor water conditions in real time, making it easier to identify and anticipate water shortages. Tracking data for 1 week shows increased management efficiency, with the tank filled more than 75% and the empty rate reduced significantly. This success reflects the effectiveness of the system in preventing water deficits. This shows that the community's enthusiasm for this technology also supports better water management. The early detection offered allows monitoring of water conditions in their environment to be met without any obstacles.
Pengukuran Kontur Dasar Sungai Dengan Metode Linear Movement Syauqi Habibillah, Ade; Indriyanto, Slamet; Wibisono, Gunawan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak sungai yang krusialbagi kehidupan, namun rentan terhadap banjir akibatpenumpukan sedimen yang menyebabkan perubahan konturdasar sungai. Pengukuran manual tidak efektif untukmendeteksi perubahan di setiap titik. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistempengukuran kontur dasar sungai yang akurat dan efisienmenggunakan metode linear movement. Sistem ini terdiri dariEnd Device dan Gateway. End Device menggunakan sensorVL53L1X untuk mengukur kedalaman air, sensor INA219untuk memantau daya, dan mikrokontroler LilyGO TTGOLoRa32 untuk komunikasi jarak jauh. Data pengukuranditampilkan pada layar OLED dan dikirim ke Gateway melaluiLoRa P2P. Gateway kemudian meneruskan data ke platformBlynk melalui Wi-Fi, memungkinkan pemantauan real-timepada perangkat mobile atau web. Data dari Blynk selanjutnyadiolah menggunakan Microsoft Excel untuk menghasilkangrafik kontur Sungai. Hasil pengujian menunjukkan bahwasensor VL53L1X dapat mengukur jarak dengan baik, meskipunakurasi bervariasi tergantung faktor eksternal seperti intensitascahaya dan kekeruhan air. Sistem komunikasi LoRa danplatform Blynk berfungsi dengan baik dalam transmisi dantampilan data Efisiensi baterai memungkinkan alat beroperasihingga 26 jam. Sistem ini diharapkan memberikan informasikontur sungai yang efisien dan praktis.Kata kunci— Sensor VL53L1X, LoRa, Blynk, IoT(Internet of Things), Linear Movement
Pengukuran Kontur Dasar Sungai Dengan Metode Linear Movement Indriyanto, Slamet; Wibisono, Gunawan; Armando, Richo
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak sungai yang krusialbagi kehidupan, namun rentan terhadap banjir akibatpenumpukan sedimen yang menyebabkan perubahan konturdasar sungai. Pengukuran manual tidak efektif untukmendeteksi perubahan di setiap titik. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistempengukuran kontur dasar sungai yang akurat dan efisienmenggunakan metode linear movement. Sistem ini terdiri dariEnd Device dan Gateway. End Device menggunakan sensorVL53L1X untuk mengukur kedalaman air, sensor INA219untuk memantau daya, dan mikrokontroler LilyGO TTGOLoRa32 untuk komunikasi jarak jauh. Data pengukuranditampilkan pada layar OLED dan dikirim ke Gateway melaluiLoRa P2P. Gateway kemudian meneruskan data ke platformBlynk melalui Wi-Fi, memungkinkan pemantauan real-timepada perangkat mobile atau web. Data dari Blynk selanjutnyadiolah menggunakan Microsoft Excel untuk menghasilkangrafik kontur Sungai. Hasil pengujian menunjukkan bahwasensor VL53L1X dapat mengukur jarak dengan baik, meskipunakurasi bervariasi tergantung faktor eksternal seperti intensitascahaya dan kekeruhan air. Sistem komunikasi LoRa danplatform Blynk berfungsi dengan baik dalam transmisi dantampilan data Efisiensi baterai memungkinkan alat beroperasihingga 26 jam. Sistem ini diharapkan memberikan informasikontur sungai yang efisien dan praktis.Kata kunci— Sensor VL53L1X, LoRa, Blynk, IoT(Internet of Things), Linear Movement
Perancangan Dan Analisis Waitress Calling System Menggunakan NodeMCU ESP32 Berbasis Wireless Sensor Network David Kasyanto, Risky; Titan Syifa,, Fikra; Indriyanto, Slamet
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri makanan dan minuman merupakansektor strategis dengan prospek pertumbuhan tinggi, namunrestoran sering menghadapi tantangan dalam memberikanlayanan yang cepat dan responsif, terutama saat jam sibuk.Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistempemanggilan pelayan berbasis mikrokontroler NodeMCUESP32 menggunakan protokol komunikasi MQTT. Sistemterdiri atas tiga tombol utama (Call, Bill, dan Reset) yangmengirimkan data dalam format JSON ke broker MQTTberbasis cloud. Informasi kemudian ditampilkan secara realtime melalui layar OLED, aplikasi Blynk, dan dashboard NodeRED. Pengujian dilakukan dalam dua skenario: Line of Sight(LOS) dan Non-Line of Sight (NLOS), untuk mengevaluasiperforma jaringan berdasarkan parameter Quality of Service(QoS). Hasil menunjukkan nilai rata-rata throughput sebesar1254,44 bit/s (LOS) dan 723,54 bit/s (NLOS), dengan latensimasing-masing 993,55 ms dan 848,1 ms, serta jitter 6,39 ms dan180,86 ms. Tingkat kehilangan paket tercatat 20,65% (LOS)dan 54,85% (NLOS). Dari hasil tersebut, sistem terbukti efektifdalam meningkatkan efisiensi layanan, mengurangi waktutunggu pelanggan, serta mendukung transformasi digitalmelalui teknologi Internet of Things (IoT).Kata kunci— Waitress Calling System, Wireless SensorNetwork, Internet of Things, NodeMCU ESP32, Quality ofService, MQTT