Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Efek Antiinflamasi Fraksi Daun Andong (Cordyline Fruticosa L) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Spraque Dawley Wijaya, Leni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Pengurangan peradangan atau respon inflamasi menggunakan obat golongan steroid dan antiinflamasi non steroid (AINS). Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol air dari ekstrak metanol daun andong (Cordyline fruticosa L) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang diinduksi dengan karagenin 1%. Subyek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I adalah plasebo yang diberi CMC 1%, kelompok 2 diberi fraksi nheksan, kelompok 3 diberi fraksi etil asetat, kelompok 4 diberi fraksi metanol air masing-masing dengan dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 5 diberi Meloxicam sebagai kontrol positif. Parameter efek antiinflamasi berupa volume edema kaki tikus dan penghitungan jumlah neutrofil pada sediaan hapus darah tepi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan daun andong  mempunyai efek antiinflamasi lebih aktif atau kuat dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L), tidak berbeda nyata dibandingkan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley, fraksi n-heksan daun andong (Cordyline fruticosa L) mengandung golongan senyawa fenol dan steroid terpenoid yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi, dan potensi antiinflamasi fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L) lebih kecil dibandingkan dengan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley.
PERBEDAAN TINGGI FUNDUS UTERI HARI PERTAMA DAN KEDUA IBU POST PARTUM MENYUSUI DAN TIDAK MENYUSUI Wijaya, Leni
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses involusi yang tidak berjalan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Menyusui segera pada saat bayi lahir dapat mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tinggi fundus uteri hari pertama dan kedua ibu post partum menyusui dan tidak menyusui di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metodeanalitik dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini yang termasuk populasi adalah seluruh ibu post partum yang ada di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang pada tanggal 24 April–20 Mei tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 16 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum tidak menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu tidak menyusui paling tinggi adalah 17 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Ada perbedaan tinggi fundus uteri ibu menyusui dan ibu tidak menyusui pada hari pertama dengan nilai p value = 0,038 < α (0,05) dan hari kedua dengan p value = 0,008 < α (0,05). Diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat dapat memberikan penanganan yang tepat pada ibu bersalin fisiologis dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET DAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PUSRI PALEMBANG TAHUN 2018 admin; Leni Wijaya; Afrializa
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 9 No 18 (2019): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v9i18.43

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan kerusakan pada ginjal yang membuat tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia, terapi yang dilakukan yaitu hemodialisa. Terapi tersebut membutuhkan waktu yang lama sehingga pasien membutuhkan dukungan dari keluarga serta pengawasan diet dan pembatasan cairan selama menjalankan pengobatannya agar tidak terjadi komplikasi yang dapat memperburuk keadaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet dan pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-10 Juli 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan metode penelitian Deskriptif Analitik, melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan teknik Total Sampling yaitu 52 responden. Hasil analisis univariat diketahui dukungan keluarga baik sebanyak 24 responden (46,2%) dukungan keluarga kurang baik sebanyak 28 responden (53,8%), Kepatuhan diet kategori patuh sebanyak 22 responden (42,3%) dan kategori tidak patuh sebanyak 30 responden (57,7%), pembatasan cairan kategori patuh sebanyak 19 responden (36,5%) dan tidak patuh sebanyak 33 responden 63,5%). Hasil analisa bivariat diketahui ada pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet pasien gagal ginjal kronik dengan nilai p value = 0,040 < α 0,05, Ada pengaruh dukungan keluarga terhadap pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik dengan nilai p value = 0,031 < α 0,05. Diharapkan perawat dapat memberikan pengetahuan langsung pada pasien dan keluarga mengenai kepatuhan diet dan pembatasan cairan sehingga dapat mengurangi angka kematian.
PENGARUH PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS PLAJU PALEMBANG TAHUN 2019 admin; Guna Phantiasa; Leni Wijaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 10 No 19 (2020): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v10i19.57

Abstract

Puskesmas (health center) adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Pelayanan yang diberikan oleh puskesmas secara menyeluruh yang meliputi jenjang pelayanan-pelayanan promotif, preventiv, kuratif, dan rehabilitas.Pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan merupakan unit pelayanan terdepan bagi setiap puskesmas. Pelayanan pendaftaran pasien harus mampu mencakup informasi penting mengenai data sosial pasien. Pemberi pelayanan sebaiknya berpenampilan rapi dan berkomunikasi aktif untuk mendukung pelayanan di puskesmas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan terhadap kepuasan pasien Di Puskesmas Plaju Palembang 2019. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 79 responden.penelitian ini dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhanan. Hasil Uji regresi liner sederhana didapat ada pengaruh pada variabel pelayanan pendaftaran dan variabel kepuasan pasien Di Puskesmas Plaju Palembang dengan nilai ( p) sig (0,000 < 0,05) dan t hitung 6.092 > t tabel 1.994. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan untuk mengadakan evaluasi secara rutin bagi pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan khususnya di Puskesmas Plaju Palembang dalam meningkatkan pelayanan terutama pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI PENGKAJIAN KEPERAWATAN admin; Leni Wijaya; Vebriansyah
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 11 No 22 (2021): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v11i22.120

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan suatu catatan yang memuat seluruh data yang berhubungan dengan pasien yang sedang dirawat. Data-data itu dibutuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan, serta untuk menentukan berbagai perencanaan tindakan keperawatan. Untuk mendorong perawat dalam melakukan dokumentasi dibutuhkan motivasi sehingga pemberian asuhan keperawatan pada pasien berkesinambungan, tepat sehingga mampu meningkatkan status kesehatan pasien dan meningkatkan kualitas kerja yang dihasilkan sehingga timbul kepuasan dari pelanggan dan pihak rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan kelengkapan dokumentasi pengkajian keperawatan di Rumah Sakit Ar Royyan Indralaya Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang bermakna antara motivasi perawat dengan kelengkapan dokumentasi pengkajian keperawatan di Rumah Sakit Ar Royyan Indralaya tahun 2021 dengan nilai p value = 0,035 dan nilai OR didapatkan = 20 yang artinya perawat yang kurang mendapatkan motivasi dari atasan cenderung akan melakukan pendokumentasian yang tidak lengkap sebesar 20 kali dibandingkan dengan perawat yang mendapatkan motivasi yang baik dari atasan. Saran diharapkan pihak rumah sakit dapat lebih meningkatkan lagi motivasi kepada perawat khususnya dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dalam melakukan pendokumentasian pengkajian keperawatan.
HUBUNGAN LAMA KERJA PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGISIAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST Siti Chotimah; Leni Wijaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 12 No 23 (2022): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v12i23.124

Abstract

Background: Hospital patient safety is a system where the hospital makes patient care safer which includes risk assessment, identification and management of matters relating to patient risk, reporting and analysis of incidents. Death and complications from surgery can be prevented. One way to prevent this can be done with a surgical safety checklist. Surgical safety checklist is a checklist to provide safe and quality surgery to patients. Objective: to find out whether there is a relationship between the length of work of nurses and nurses' compliance in filling out the surgical safety checklist in the operating room of the Musi Medika Cendikia Hospital in Palembang 2021. Methods: The design of this study was a descriptive study with a cross sectional approach. The population in this study were all 17 nurses in the operating room of the Musi medika Cendikia Hospital in Palembang, using the total sampling method. Collecting data using observation sheets. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi square test analysis. Result: there is a relationship between length of work and compliance in filling out the surgical safety checklist at Musi Medika Cendikia Hospital Palembang (p value = 0.022 < 0.05). Suggestion: it is hoped that the hospital can improve the quality of service and improve the skills and expertise of nurses in handling patients, so that they can improve the competence of nurses in filling out the surgical safety checklist.
ANALISIS PERSEPSI PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AR-ROYYAN INDRALAYA TAHUN 2021 Riawati Nazarudin; Leni Wijaya
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 12 No 23 (2022): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v12i23.127

Abstract

Keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya peningkatan mutu pelayanan dalam suatu rumah sakit . Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit menjadi satu hal yang ditekankan bahkan diwajibkan untuk menjadi satu tolak ukur hasil pencapaian kerja, oleh karena itu diperlukan adanya mutu yang baik untuk dapat menciptakan kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan hasil evaluasi setelah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit dengan kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ar-Royyan Indralaya tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah peneltian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-22 Maret 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ar-Royyan Indralaya dengan 57 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Analisis data dilakukan uji univariat dan bivariat, kemudian dilakukan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian uji statistik diperoleh nilai p value = 0,00 < α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Persepsi Pasien Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Ar-Royyan Indralaya Tahun 2021. Saran bagi Rumah Sakit Ar-Royyan Indralaya perlu secara rutin mengamati pelayanannya dan selalu meningkatkan mutu pelayanan yang menurut pasien belum sesuai dengan yang diharapkan oleh pasien. Hal ini bisa dilakukan dengan lebih memperhatikan akan kebutuhan dan keinginan pasien, peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana, jaminan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan serta pelayanan yang dijanjikan secara cepat, akurat, dan pasti sehingga akan meningkatkan kepuasan pasien. Kata kunci: Kepuasan Pasien, Mutu Pelayanan Kesehatan, Persepsi
PENYULUHAN DEMENSIA PADA GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DAN TERAPI KOGNITIF SENAM OTAK TAHUN 2021 DI PANTI JOMPO LANJUT USIA HARAPAN KITA PALEMBANG Leni Wijaya; Bela Purnama Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2694

Abstract

Masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif.World Health Organization (WHO) 2015, terdapat 35,6 juta orang lansia di seluruh dunia mengalami gangguan fungsi kognitif. Fungsi kognitif dapat dipertahankan dengan memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial yang adekuat terbukti berhubungan dengan fungsi kognitif (TAK). Pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) ini bertujuan agar setelah dilakukannya TAK senam otak diharapkan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia. Metode yang digunakan untuk dapat mencapai target dari kegiatan ini adalah dengan cara pendekatan, ceramah dan permainan kelompok. Dengan demikian para lansia akan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang menunjang terjadinya dinamika interaksi yang saling bergantung dan saling membutuhkan. Luaran akhir dari kegiatan ini adalah para lansia mampu mengetahui manfaat dari senam otak, mampu melakukan senam otak dan senam otak dapat dimasukan dalam jadwal kegiatan panti.
PENCEGAHAN PENYAKIT STOKE DAN SENAM STROKE PADA LANSIA DI RT 08 RW 02 KELURAHAN TALANG JAMBE KECAMATAN SUKARAME KOTA PALEMBANG Leni Wijaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4450

Abstract

Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain. Gangguan fungsi syaraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Gangguan syaraf tersebut menimbulkan gejala antara lain: kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain. Stroke merupakan penyebab disabilitas nomor satu dan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung iskemik baik di negara maju maupun berkembang. Stroke dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan yang akan menurunkan status kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke, di samping itu akan menambah beban biaya kesehatan yang ditanggung keluarga dan negara. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan penyakit stroke dan senam stroke di Kelurahan RT 08 RW 02 Talang Jambe Kecamatan Sukarame Palembang. Metode yang digunakan untuk dapat mencapai target dari kegiatan ini adalah dengan cara ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Luaran akhir kegiatan PkM ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan penyakit stroke dan dapat mengimplementasikan senam stroke dirumah sebagai salah satu upaya pencegahannya.
PERBEDAAN TINGGI FUNDUS UTERI HARI PERTAMA DAN KEDUA IBU POST PARTUM MENYUSUI DAN TIDAK MENYUSUI Leni Wijaya
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses involusi yang tidak berjalan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya perdarahan. Menyusui segera pada saat bayi lahir dapat mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tinggi fundus uteri hari pertama dan kedua ibu post partum menyusui dan tidak menyusui di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metodeanalitik dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini yang termasuk populasi adalah seluruh ibu post partum yang ada di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang pada tanggal 24 April–20 Mei tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 16 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Distribusi frekuensi dari 15 ibu post partum tidak menyusui, pada hari pertama tinggi fundus uteri ibu paling tinggi adalah 19 cm sebanyak 1 orang (6,7%), sedangkan pada hari kedua tinggi fundus uteri ibu tidak menyusui paling tinggi adalah 17 cm sebanyak 2 orang (13,3%). Ada perbedaan tinggi fundus uteri ibu menyusui dan ibu tidak menyusui pada hari pertama dengan nilai p value = 0,038 < α (0,05) dan hari kedua dengan p value = 0,008 < α (0,05). Diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat dapat memberikan penanganan yang tepat pada ibu bersalin fisiologis dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).