Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

LITERATUR REVIEW: PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN PASIEN DENGAN RESIKO JATUH Heri Setia Budi; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.490

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien rumah sakit merupakan sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Kerugian yang diakibatkan dari insiden jatuh yaitu dapat menyebabkan kejadian yang tidak diharapkan, seperti kerusakan fisik, psikologis dan berdampak pada rumah sakit sendiri. Pengetahuan ini merupakan hal yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, dari pengalaman beberapa penelitian ternyata tindakan yang tidak didasari pengetahuan yang baik, tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Tujuan: untuk mengetahui bagaimana pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan program manajemen pasien dengan resiko jatuh. Metode: Desain penelitian menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review. Jenis literatur review yang digunakan adalah scoping review. Data yang digunakan berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional. Hasil: dari 10 jurnal yang tercantum, penulis menyimpulkan desain penelitian yang direview merupakan penelitian observasional analitik sebanyak 40%, dan desain penelitian yang digunakan paling banyak adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek atau sampel yang digunakan dalam penelitian yang direview semuanya merupakan perawat dan pasien resiko jatuh (100%) dan penelitian dilakukan di Indonesia, hasil analisis penulis terhadap hasil penelitian pada jurnal yang direview disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan program manajemen pasien dengan resiko jatuh. Saran: hendaknya manajemen rumah sakit agar lebih rutin mengevaluasi kinerja dalam melaksanakan program manajemen pasien dengan resiko jatuh sehingga pemberian pelayanan perawatan pada pasien yang ada di rumah sakit dapat dilakukan secara maksimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Program Manajemen Pasien Resiko Jatuh
Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Imam Bukhori; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 2 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i2.953

Abstract

Latar belakang: World Health Organization (WHO) diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi (obat-obatan) maupun secara non farmakologi salah satunya dengan relaksasi napas dalam. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah.  Metode: Desain penelitian menggunakan studi naratif dengan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah  pada lansia. Subjek penelitian lansia yang tinggal di panti sosial lanjut usia, Sampel  ditentukan dengan memilih lima belas orang lansia penderita hipertensi. Pengumpulan data dengan wawancara , observasi dan pemeriksaan fisik. Hasil : didapatkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang mengalami dimana dari 15 orang responden yang dilakukan terapi relaksasi napas dalam semuanya menunjukkan adanya penurunan tekanan darah. Saran :, dapat meningkatkan pelayanan kepada lansia khususnya lansia penderita hipertensi dalam melakukan terapi menurunkan tekanan darah. Selain menggunakan pengobatan farmakologi yang telah diterapkan selama ini diharapkan petugas dapat menggunakan alternatif pengobatan non farmakologi seperti melakukan relaksasi napas dalam.  Kata Kunci : Terapi Relaksasi Napas Dalam, Tekanan Darah,  Lansia
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Yenni Novrida; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 2 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i2.956

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan, kegiatannya difokuskan pada kesembuhan pasien, perawat yang memiliki keterampilan berkomunikasi tidak saja akan mudah menjalin hubungan rasa percaya dengan pasien, juga mencegah terjadinya masalah ilegal, memberikan kepuasan professional dalam pelayanan keperawatan dan meningkatkan citra profesi keperawatan serta citra rumah sakit. Tujuan : Menganalisis komunikasi terapeutik perawat terhadap pasien di ruang rawat inap di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam 3 informan dan 1 informan kunci menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode naratif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasil : Informan dan informan kunci memunculkan Tahap prainteraksi menyiapkan diri mencari informasi pasien dengan membuka data-data pasien, Tahap perkenalan dimana tahap saat pertama kali bertemu atau kontak dengan pasien, Tahap kerja perawat dan pasien bekerja sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi, Tahap terminasi perawat telah menyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan dan mengevaluasi. Saran : Hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat yang ada di RSUD Siti Fatimah Palembang dapat memberikan komunikasi terapeutik dengan maksimal agar para pasien mengerti tindakan yang dilakukan oleh perawat. Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Perawat, Pasien Rawat Inap
LITERATUR REVIEW: PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN Ibnu Setiawan; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.503

Abstract

Latar Belakang: Proses keperawatan sebagai alat bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien. Kemampuan dan keterampilan kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien oleh setiap perawat apakah sebagai pelaksana, ketua tim atau kepala ruangan. Salah satu bentuk kepemimpinan dalam keperawatan ialah dengan menerapkan fungsi pengarahan, baik dari kepala ruangan maupun ketua tim. Tujuan: mengetahui bagaimana fungsi manajemen kepala ruangan terhadap kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Metode: Desain penelitian menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review. Jenis literatur review yang diguanakan dalam penelitian ini adalah scoping review. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional. Hasil: 10 jurnal yang tercantum diatas penulis menyimpulkan bahwa desain penelitian yang direview merupakan penelitian deskriptif sebanyak 50%, dan desain penelitian yang digunakan paling banyak adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Subjek atau sampel yang digunakan dalam penelitian yang direview semuanya merupakan perawat dan kepala ruangan (100%) dan penelitian dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian pada review jurnal menyebutkan bahwa ada hubungan antara fungsi manajemen kepala ruangan terhadap kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan. Saran: diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan, khususnya perawat agar dapat lebih memperhatikan pendokumentasian keperawatan sebagai bentuk tanggung jawab dan tanggung gugat kita sebagai perawat. Kata Kunci: Pelaksanaan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan, Kinerja Perawat, Asuhan Keperawatan
LITERATUR REVIEW: PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN PASIEN DENGAN RESIKO JATUH Heri Setia Budi; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.934

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien rumah sakit merupakan sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Kerugian yang diakibatkan dari insiden jatuh yaitu dapat menyebabkan kejadian yang tidak diharapkan, seperti kerusakan fisik, psikologis dan berdampak pada rumah sakit sendiri. Pengetahuan ini merupakan hal yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, dari pengalaman beberapa penelitian ternyata tindakan yang tidak didasari pengetahuan yang baik, tidak akan menghasilkan hasil yang baik. Tujuan: untuk mengetahui bagaimana pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan program manajemen pasien dengan resiko jatuh. Metode: Desain penelitian menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review. Jenis literatur review yang digunakan adalah scoping review. Data yang digunakan berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional. Hasil: dari 10 jurnal yang tercantum, penulis menyimpulkan desain penelitian yang direview merupakan penelitian observasional analitik sebanyak 40%, dan desain penelitian yang digunakan paling banyak adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek atau sampel yang digunakan dalam penelitian yang direview semuanya merupakan perawat dan pasien resiko jatuh (100%) dan penelitian dilakukan di Indonesia, hasil analisis penulis terhadap hasil penelitian pada jurnal yang direview disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan program manajemen pasien dengan resiko jatuh. Saran: hendaknya manajemen rumah sakit agar lebih rutin mengevaluasi kinerja dalam melaksanakan program manajemen pasien dengan resiko jatuh sehingga pemberian pelayanan perawatan pada pasien yang ada di rumah sakit dapat dilakukan secara maksimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Program Manajemen Pasien Resiko Jatuh
LITERATUR REVIEW: HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DASAR Wapah Wapah; Leni Wijaya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.499

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia kesehatan mempunyai peranan penting dalam pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit. Perawat merupakan salah satu sumber daya manusia kesehatan yang paling lama berinteraksi dengan pasien. Pemakaian alat pelindung diri (APD) dalam tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah perilaku perawat dalam menggunakan alat pelindung diri (APD). Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri dasar. Metode: Desain penelitian menggunakan metode studi kepustakaan atau literatur review. Dalam melakukan penelitian ini peneliti melakukan pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan di internet menggunakan google schoolar, researchgate, docplayer, dengan kata kunci: pengetahuan perawat, kepatuhan dalam menggunakan alat pelindung diri dasar. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal online nasional. Hasil: 10 jurnal yang tercantum diatas penulis menyimpulkan ada hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri dasar. Saran: hendaknya manajemen rumah sakit agar lebih  rutin lagi mengadakan sosialisasi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan leafleat atau poster tentang manfaat pemakaian APD, sehingga perawat memiliki pengetahuan dan sikap safety. Dalam penggunaan APD dapat dipertahankan atau ditingkatkan sebagai upaya mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Perawat, Penggunaan APD
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA LANJUT USIA DALAM PEMENUHAN ACTIVITIY OF DAILY LIVING Wijaya, Leni; Rikardo, Rendi
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i27.301

Abstract

Based on data from the World Health Organization (WHO) 2020, it is known that the population aged > 60 years (elderly) in 2020 is 22%. Actually, the decline that occurs in the elderly will reduce muscle mass and flexibility, so it can affect the capacity of the elderly to fulfill their activities. Factors that affect the level of independence of the elderly in carrying out daily activities such as age, immobility and easy falls. The purpose of this study was to determine the factors related to the level of independence in the elderly in fulfilling the Activity of Daily Living (ADL) at Harapan Kita Social Institution Palembang . Methods: The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all officers at the Harapan Kita Pale Social Institution for the Elderly. The population in this study were all the elderly living at the Harapan Kita Palembang Social Institution for the Elderly. The total population in this study was 53 people, the sampling technique used total sampling with a sample of 53 respondents. Data collection using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. Results: there is a relationship between age (p value = 0.019), immobility (p value = 0.006), easy to fall (p value = 0.026) and the level of independence of the elderly in fulfilling ADLs at the Harapan Kita Social Home for the Elderly in Palembang. Suggestion: it is hoped that this can be a consideration for health workers, especially nurses in caring for the elderly to meet ADL needs. Service improvements can have a fairly good impact on the quality of the elderly and an increase in the welfare of the elderly can be achieved.
Hubungan Supervisi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Menerapkan Standar Prosedur Operasional Universal Precaution Wijaya, Leni; Siti Auliya Putri
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i2.345

Abstract

Universal Precaution is early warning in the form of control measures infections carried out by all health workers to prevent their occurrence infection with the principle that blood and body fluids are potentially infectious diseases originating from both patients and health workers. Objective This research is to determine the relationship between Infection Prevention Control supervision Nurse (IPCN) with nurse compliance in implementing standard procedures operational universal precautions. The research design used in This research is observational with a cross sectional approach. Population in this study were all inpatient and emergency room nurses at the hospital Specifically for Palembang Eyes in 2023. Total population in this study as many as 39 people, where the sampling technique used the total sampling. Data collection uses a questionnaire. Data analysis using univariate and bivariate analysis with Chi Square test. The research results were obtained that IPCN supervision in the high category was 34 respondents (87.2%), nurses' compliance in implementing the Universal Precaution SOP with high category as many as 31 respondents (79.5%). Chi Square test results were obtained p value 0.049 < ? 0.05 which means there is a relationship between IPCN supervision (Infection Prevention Control Nurse) with nurse compliance implementing universal SOPs precaution. It is hoped that the hospital can provide motivation and continuous training for nurses in universal matters precautions so that nurses can be more effective in preventing and controlling infections in the hospital and be able to apply the latest knowledge gained in training.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN Rahayu, Sri Hartati; Wijaya, Leni
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v15i1.335

Abstract

Customer or patient satisfaction is a person's feeling of satisfaction or disappointment after comparing service performance to expected performance. Service quality cannot be separated from customer satisfaction. The aim of this research is to determine the relationship between the quality of nursing services and patient satisfaction in the emergency room at Pusri Hospital in 2024. The research method uses quantitative analytical methods with a cross sectional approach. The population in this study were all patients who came in January 2024. Sampling was taken using a purposive sampling method with a total sample of 96 respondents. The research results showed that the frequency distribution of the majority of respondents stated that they were satisfied, 62 respondents (64.6%), the majority of respondents received good quality nursing services, 72 respondents (75%). The results of the chi square statistical test showed that there was a relationship between the quality of nursing services and patient satisfaction in the emergency room at Pusri Hospital, Palembang in 2024 with p.value = 0.003 and OR = 4.649. It is hoped that it can contribute ideas to Pusri Palembang Hospital to improve the quality of nursing services in order to meet the expectations and satisfaction of patients, especially those undergoing treatment in the emergency room, so that they can determine the next steps to be taken in measuring policy in the future, especially in terms of nurse responsiveness. towards patients and nurses' skills in handling patients to be further improved so as to increase patient satisfaction.
HUBUNGAN KEAMANAN LINGKUNGAN TERHADAP RESIKO JATUH PADA LANSIA Melinia, Rizky; Wijaya, Leni
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v15i2.399

Abstract

The increase in age in the elderly tends to be accompanied by a decrease in the body's functional capabilities which have an impact on the body's immune system. Changes in the musculoskeletal system will cause the risk to fall in the elderly. The degenerative aging process caused by increasing age, will have an impact on physical, cognitive, emotional, social, and sexual changes. The purpose of this study is to see the relationship between environmental safety and the risk of falling on the elderly in the Palembang Harapan Kita Elderly Social Home 2025. The research method uses a quantitative analytical method with a cross sectional approach. The population in this study is all elderly people in the Harapan Kita Elderly Social Home Palembang. Using purposive sampling that is in accordance with the inclusion and exclusion criteria with a sample of 35 respondents. The results of the study were obtained in frequencyattribution, most of the respondents stated that the orphanage environment was at risk as many as 24 respondents (68.6%), most of the respondents were not at risk of falling as many as 13 respondents (37.1%). The results of the statistical test found that there was a relationship between environmental safety and the risk of falling on the elderly at the Palembang Harapan Kita Elderly Social Home in 2025 with p.value = 0.012. Suggestion It is hoped that it can improve the safety of the environment in the orphanage environment by improving the facilities in the orphanage environment so that it provides convenience for the elderly in carrying out daily activities and can minimize the risk of falling on the elderly.