Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KAPASITAS EKONOMI MASYARAKAT PETANI KORBAN GUSURAN PT BNIL TULANG BAWANG DALAM PERSPEKTIF SUSTAINABLE LIVELIHOOD Anita Damayantie; Ikram ,; Usman Raidar; Handi Mulyaningsih
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 1 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v22i1.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini hendak menggambarkan kondisi sosial-ekonomi komunitas petani korban gusuran PT BNIL di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian dilakukan dengan kerangka pemikiran ekonomi politik agraria dan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian akan dilakukan pada sample satu desa yang penduduknya korban gusuran PT BNIL serta menjadi pusat pengorganisiran serikat petani yakni desa Bujuk Agung. Kajian akademik dan laporan jurnalistik tentang konflik agraria yang melibatkan petani Tulang Bawang dan PT BNIL sudah banyak dihasilkan namun hampir seluruhnya membahas aspek konflik. Catatan rinci tentang kondisi sosial-ekonomi apalagi struktur agraria komunitas petani yang berkonflik itu belum tersedia. Padahal, tanpa adanya gambaran rinci tentang kondisi sosial-ekonomi komunitas petani tergusur, sulit untuk mengetahui seperti apa konsekuensi dari dan bagaimana proses penggusuran berdampak pada komunitas petani setempatan. Informasi rinci tentang kondisi sosial-ekonomi juga dapat digunakan dalam konteks penguatan kelembagaan organisasi petani untuk mendukung pelaksanaan reforma agraria dari “bawah” yang didorong oleh rakyat. Penelitian ini akan menghasilkan laporan tentang kondisi sosial-ekonomi sebagai dasar informasi guna menggambarkan stuktur agraria di wilayah konflik di Tulang Bawang.
NILAI KEARIFAN LOKAL SAKAI SAMBAYAN (STUDI PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT DI DESA MAJA, KECAMATAN KALIANDA LAMPUNG SELATAN) Abdulsyani ,; Pairulsyah ,; Suwarno ,; Anita Damayantie
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 1 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v22i1.50

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik perilaku nilai kearifan lokal Sakai-Sambayan, dan berbagai faktor penghambat dalam pelaksanaan dan pelestariannya dalam kehidupan masyarakat adat sehari-hari di Desa Maja, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dianggap sebagai cara yang relevan untuk memperoleh informasi yang valid, khususnya tentang realitas praktik perilaku kearifan lokal Sakai-Sambayan dalam kehidupan masyarakat adat sehari-hari pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitan ini diketahui bahwa pelaksanaan tradisi Sakai-Sambayan dalam kehidupan masyarakat adat di lingkungan Desa Maja masih berjalan dalam batas waktu dan tempat yang tidak mengikat peluang warga untuk kepentingan memenuhi kebutuhan internal keluarga. Secara umum diketahui ada 3 (tiga) faktor penghambat pelaksanaan dan pelestarian kegiatan Sakai-Sambayan yaitu faktor pertambahan penduduk, perubahan pola pikir warga dan kurangnya frekuensi sosialisasi terhadap keluarga dan warga pada umumnya.
STRATEGI PELESTARIAN MAKNA DAN FUNGSI KEARIFAN LOKAL NENGAH-NYAPPUR PADA MASYARAKAT ADAT MARGA LEGUN PAKSI BULOK, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Damar Wibisono; Anita Damayantie; Pairul Syah; Suwarno Suwarno; Abdul Syani
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 23 No 2 (2021): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v23i2.162

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelestarian makna dan fungsi kearifan lokal nengah-nyappur pada masyarakat adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif ini dalam prakteknya akan berusaha memahami dan menafsirkan interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tetentu yang mengutamakan penghayatan (verstehen). Tujuannya adalah untuk membuat sebuah gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Metode ini cukup relevan untuk diterapkan dalam memperoleh gambaran mengenai nilai kearifan lokal nengah-nyappur latar, makna dan fungsi nengah-nyappur dalam kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Di samping untuk dapat menggali lebih dalam tentang realitas sikap perilaku kearifan lokal nengah-nyappur dalam masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelestarian makna dan fungsi kearifan lokal nengah-nyappur pada masyarakat adat Marga Legun Paksi Bulok, Kalianda, Lampung Selatan dapat dilakukan dengan cara: membuat sanggar budaya, membuat lembaga penyibang adat, dan memperkuat sumber daya masyarakat. Kata Kunci: Nengah-Nyappur, Makna dan Fungsi Kearifan Lokal, Masyarakat Adat
PENDEKATAN SISTEMIK UNTUK ANALISIS DAN TRANSFORMASI KONFLIK: STUDI KASUS KONFLIK SOSIAL DI DESA BALINURAGA Susetyo Susetyo; Ikram Ikram; Anita Damayantie
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan pemahaman konflik yang lebih dalam dengan menggunakan teori kompleksitas dan transformasi konflik sebagai panduan teoritis, dan juga mengajukan cara hipotetis untuk memulai usaha peace building menurut teori transformasi konflik. Jenis penelitian yang akan diterapkan yaitu penelitian kualitatif eksploratif berdasarkan studi kasus ilustratif tunggal. Penelitian ini akan bergantung sepenuhnya pada data sekunder. Pendekatan analisis sistemik terdiri dari dua bagian; salah satunya adalah pemetaan konflik, atau analisis konflik itu sendiri, dan yang kedua menggunakan analisis ini untuk menyusun strategi proses transformasi merupakan lensa dalam penelitian ini. Analisis sistemik, sebuah metode yang menekankan pentingnya hubungan dan efek yang dimiliki masing-masing pihak terhadap semua subsistem yang berbeda. Studi ini telah menunjukkan analisis tentang multiple sistem mengenai konflik di Balinuraga melalui lensa transformasi konflik dan teori kompleksitas. Temuan-temuan menunjukkan bahwa transformasi konflik dapat membawa suatu wilayah, kelompok menjadi maju, menuju demokrasi, pembangunan dan perdamaian. Ini membutuhkan implementasi yang hati-hati dan pemantauan sistematis serta komitmen dari semua pemangku kepentingan yang berkonflik dan bantuan eksternal potensial. Transformasi konflik, termasuk rekonsiliasi, perubahan tata kelola, transformasi sikap dan perilaku serta pembangunan kepercayaan adalah proses untuk mengungkap dalam waktu yang cukup lama, bahkan puluhan tahun dan orang seharusnya tidak mengharapkan hasil segera.
INTERVENSI KEBENCANAAN MELALUI KELEMBAGAAN LOKAL: Pengalaman Dari Desa Wilayah Pesisir Lampung Ikram Ikram; Usman Raidar; Anita Damayantie; Zikri Zikri
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i2.858

Abstract

This paper describes interventions in disaster management through the role of local institutions. The focus of the intervention is on the knowledge and skills capacity of coastal villagers in disaster management. The analysis is conducted on the role of the local disaster institution Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) initiated by the Indonesian Red Cross (PMI) and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of South Lampung District. Qualitative research methods were used to explore the role of SIBAT and the parties in the effort to increase disaster knowledge and disaster preparedness skills and sensitivities. Data collected through in-depth interviews and observations. Interviews involved 14 informants with the main criteria as disaster social activists. Case study conducted in Way Muli Timur Village, Rajabasa District, South Lampung Regency. The forms of capacity building activities identified are natural disaster socialization, training in natural disaster prevention and natural disaster risk reduction, natural area vulnerability mapping, natural disaster management training, organizational and network development, preparation of Standard Operating Procedures (SOPs), and disaster simulations. The results showed that increasing the capacity of community knowledge and skills in preventing and coping with disasters can be done through the participatory village assessment method.
ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN PASIR SAKTI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM Amriwan, Azis; Damayantie, Anita; Baadila, Ikram; Hartoyo, Hartoyo; Putra, Fikri Isnaini
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.33577

Abstract

Perubahan iklim berimplikasi pada kerentanan masyarakat pesisir terhadap kemiskinan. Kondisi ini terjadi karena ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sektor kelautan dan perikanan serta minimnya pengetahuan dan keterampilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana masyarakat pesisir beradaptasi terhadap perubahan iklim. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kondensasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keseharian masyarakat terjadi atas dasar kemampuan pemahaman dan keterampilan yang dimiliki. Semakin besar kemampuan tersebut, maka masyarakat dapat menghadapi perubahan iklim dengan baik. Sementara itu, masyarakat yang kurang memiliki pemahaman dan keterampilan melahirkan maladaptasi dalam menghadapi perubahan iklim. Hal ini menunjukkan poin penting dari kepemilikan sumber daya, karena semakin tebal, maka semakin besar pula kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Untuk itu, pendampingan dan pemberdayaan oleh pemerintah daerah atau pemangku kepentingan tetap diperlukan untuk memitigasi dampak perubahan iklim secara efektif. Upaya tersebut merupakan bagian integral dari strategi masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim agar tidak rentan terhadap kemiskinan.