Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN (Studi pada Puskesmas Segala Mider Kelurahan Segala Mider Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung) Ranti, Yunita Fitri; Ikram, Ikram
SOCIOLOGIE Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : SOCIOLOGIE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health problems is a national problem that needs to be given priority, especially for pregnant women. The gestation period is a dangerous time for babies / toddlers because there is a higher risk of infection during this process, and its best to do a pregnancy since the mother was pregnant. In addition, a good knowledge and attitudes that support is one of the factors related to behavior, to perform routine antenatal visits. The study aims to look at the relationship of knowledge and attitudes towards the behavior of pregnant women prenatal care visits. The hypothesis proposed is that the relationship between knowledge and attitude towards the behavior of pregnant women prenatal visit. This research is explanatory. Explanatory research intends to highlight the relationship between the study variables and test hypotheses that have been formulated previously. This study aims to investigate what happened and looking back on things that have been and to determine the factors that can lead to the onset of an event. analysis of the data used is quantitative data analysis. Quantitative data analysis is a type of data that can be measured directly or can be calculated more precisely. Subsequent to the processing of data, the analysis used is to use a cross tables. The statistical test used in this study is to look at the relationship between two independent and dependent variables using simple linear regression hypothesis and multiple linear regression. From the results of the study showed that the relationship There Maternal Knowledge and Attitudes Toward Pregnancy inspection visits.Keywords: Maternal knowledge, behavior, pregnant women, prenatal 
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI PENGGARAP PASCA PENGGUSURAN (Studi Pada Lokasi Pembangunan Kota Baru Lampung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan) Ersan, Mares; Ikram, Ikram
SOCIOLOGIE Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : SOCIOLOGIE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type of research used in this research is descriptive qualitative in-depth interviews. Based on the research and discussion by the author, the strategy undertaken by the tenants after the eviction Who was affluent, has a steady job working the land, they will have to suffer a very difficult psychological pressure was also how they feel. Survival strategies he’s do very diverse, from catfish cultivation, labor, selling pecel even to sell the items they have. Most of all informants who work the land Eks-LIPI lost their jobs. It can be concluded reasons sharecroppers Land Eks-LIPI InJatiAgungto switch jobs after the eviction. Economic insistence, to provide for the family, do not have more arable land, less income and do not have a job. In addition, how to work the land sharecroppers Eks-LIPI In JatiAgungafter the eviction carried out by rate commute every day, come home once a week, came home a few weeks, once a month and returned home a few months. As most of the location/work many peasants away or are outside the district/area. The government is expected prior to implementing development programs should be thoroughly reviewing the program carefully so as not to cause adverse effects on society. So also with the community, it should not be too quick to be arrogant that emphasizes emotional moment that could trigger riots, lets think wise, act wisely, increase levels of intellect, in this way is expected to create a harmonious relationship, harmony, secure, peaceful and dignified . Conflicts between people with the government that exists between the existing tenants JatiAgung, Lampung Selatan is one example of conflict caused by arable land confiscation by the government will conduct the Kota Barudevelopment projects Lampung. Which compensation or rope asihnya not comply with community expectations. Hopefully in the future, social conflicts of this kind are no longer appearing in life because it will be detrimental to all parties. The government should really can protect the public and the public must adhere to the government so that harmony can be created.Keywords: Strategy, survival, sharecroppers, post eviction
DAMPAK KEBERADAAN PROSTITUSI BAGI MASYARAKAT (Studi Pada Cafe-Cafe di Daerah Panjang Kota Bandar Lampung) Jayanthi, Mutia Irna; Ikram, Ikram
SOCIOLOGIE Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SOCIOLOGIE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prostitution as a social problem as is seen from the relation of cause and effect and its origin can not be known with certainty, but to brothels mation encountered in everyday life, therefore, the public in general will condemn the practice of prostitution should do actions to stop or at least be aware and inform the public impact that will arise from the practice of prostitution. The length of the harbor area is an area in which we have encountered many cafes that operate at night, these cafes provide plenty of entertainment for the guests who come, therefore most of the people living in the area have experienced their impact on everyday life to-day. The formulation of the problem in this research is the social impact of the existence of the cafes in the area long. Type of research used in this study is a qualitative in-depth interviews. Based on the research and discussion by the author it could be concluded that, the limited interaction between community, community was disturbed by the cafes is due to the strains of loud music coming from the cafe and public perception outside the Long bahwasannya their place is a place of prostitutionKeywords: Prostitution, cafes
PROSES DAN MEKANISME PERGERAKAN MASSA PADA KEJADIAN KONFLIK SOSIAL BALINURAGA Ikram ,; Susetyo ,; Anita Damayantie; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.35

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini dilakukan analisis konflik dengan melihat pembentukan aktor sebelum terjadinya konflik dan penyerangan dan menganalisis mekanisme pergerakan massa dalam menyerang dan atau saling menyerang pada saat terjadi konflik. Studi kasus menjadi pilihan dalam mendalami permasalahan ini mengingat kompleksitas permasalahan yang akan diteliti. Lokasi atau setting yang diambil berada pada Desa Agom dan Balinuraga, Kabupaten Lampung Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kekerasan selalu dianalogikan sebagai dangkal. Rangkaian model analisis ini, pada akhirnya bermuara pada pengabaian bahwa terdapat proses yang kompleks didalam kasus kekerasan. Memandang kekerasan sebagai suatu pristiwa dirasa kurang tepat dikarenakan kekerasan sesungguhnya adalah konsekuensi dari suatu proses yang kompleks. Demikian juga dengan mudahnya pergerakkan massa dikarenakan banyaknya bermunculan atau dimunculkan orang kuat desa yang mampu mempengaruhi banyak orang untuk memenuhi kepentingan orang kuat desa.
KONFLIK ANTARWARGA DESA: Analisis Simon Fisher Melalui Studi Kasus Benjamin ,; Ikram ,; Susetyo ,; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 1 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i1.39

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penulisan ini dari beberapa kejadian konflik di Kabupaten Lampung Selatan dimana penyebab konfliknya, yaitu adanya perseteruan antar siswa SMA, seorang pelajar SMP ditusuk di tempat organ tunggal, memperebutkan lahan parkir di pasar dan pelecehan sexual. Tujuan penulisan ini hendak mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan konflik yang terjadi antar pihak-pihak yang berkonflik. Penulis menggunakan perspektif teoritis Simon Fisher tentang tahapan konflik, dan teori Johan Galtung tentang segitiga konflik sebagai landasan teoritis terkait proses tahap krisis, dimana sikap dipersepsikan oleh pihak-pihak berkonflik tentang isu pelecehan seksual. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus di mana informan-informan ditentukan dengan purposive teknik sampling yang meliputi tokoh formal, tokoh informal dan anggota masyarakat dari kedua belah pihak yang berkonflik. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi. Kesimpulan, bahwa konflik kekerasan sebagai insiden konflik yang tergolong besar terjadi antar warga dan antar desa di wilayah perdesaan yang hidup bertetangga antara warga Desa Agom Kecamatan Kalianda dengan warga Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, dimana pihak warga Desa Agom dengan massa pendukungnya yang merasa sebatin, spontanitas berusaha menyerang dan menghancurkan pihak warga Desa Balinurga dan digambarkan berdasarkan skala waktu, urut-urutan kejadian konflik dan pemetaan konflik, serta adanya upaya penyelesaian konflik oleh kedua belah pihak yang berkonflik maupun oleh pihak ketiga yang memiliki otoritas dengan melalui: membangkitkan kepercayaan bagi para warga kedua belah pihak yang berkonflik, memfasilitasi dialog oleh pemerintah daerah, negosiasi, mediasi dan arbitrasi, ada deklarasi perdamaian pada tahap akibat serta pada tahap pascakonflik dilaksanakan sosialisasi maklumat perjanjian perdamaian.
PERAN KOMISI PENYIARAN DAERAH (KPID) PROVINSI LAMPUNG DALAM PENGAWASAN LEMBAGA PENYIARAN DI PROVINSI LAMPUNG Susetyo ,; Ikram ,; Handi Mulyaningsih; Usman Raidar; Benjamin ,; Yuni Ratnasari
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 21 No 2 (2019): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v21i2.40

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan KPID Provinsi Lampung dalam Pengawasan Lembaga Penyiaran di Provinsi Lampung. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai peranan KPID Provinsi Lampung dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap Lembaga Penyiaran yang pada prinsipnya meliputi dua bidang yaitu pengawasan terhadap isi siaran dan pengawasan di bidang perizinan. Dibidang isi siaran, KPID melakukan pembinaan/pengawasan lembaga penyiaran, monitoring lembaga penyiaran, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi serta melakukan penertiban pengaduan masyarakat. Sedangkan dibidang perizinan, KPID melakukan berbagai kegiatan antara lain pengembangan komunikasi dan informasi, Evaluasi Dengar Pendapat (EDP), Forum Rapat Bersama (FRB) dan Penilaian Uji Coba Siara Lembaga Penyiaran
KAPASITAS EKONOMI MASYARAKAT PETANI KORBAN GUSURAN PT BNIL TULANG BAWANG DALAM PERSPEKTIF SUSTAINABLE LIVELIHOOD Anita Damayantie; Ikram ,; Usman Raidar; Handi Mulyaningsih
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 1 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v22i1.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini hendak menggambarkan kondisi sosial-ekonomi komunitas petani korban gusuran PT BNIL di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian dilakukan dengan kerangka pemikiran ekonomi politik agraria dan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian akan dilakukan pada sample satu desa yang penduduknya korban gusuran PT BNIL serta menjadi pusat pengorganisiran serikat petani yakni desa Bujuk Agung. Kajian akademik dan laporan jurnalistik tentang konflik agraria yang melibatkan petani Tulang Bawang dan PT BNIL sudah banyak dihasilkan namun hampir seluruhnya membahas aspek konflik. Catatan rinci tentang kondisi sosial-ekonomi apalagi struktur agraria komunitas petani yang berkonflik itu belum tersedia. Padahal, tanpa adanya gambaran rinci tentang kondisi sosial-ekonomi komunitas petani tergusur, sulit untuk mengetahui seperti apa konsekuensi dari dan bagaimana proses penggusuran berdampak pada komunitas petani setempatan. Informasi rinci tentang kondisi sosial-ekonomi juga dapat digunakan dalam konteks penguatan kelembagaan organisasi petani untuk mendukung pelaksanaan reforma agraria dari “bawah” yang didorong oleh rakyat. Penelitian ini akan menghasilkan laporan tentang kondisi sosial-ekonomi sebagai dasar informasi guna menggambarkan stuktur agraria di wilayah konflik di Tulang Bawang.
PENDEKATAN SISTEMIK UNTUK ANALISIS DAN TRANSFORMASI KONFLIK: STUDI KASUS KONFLIK SOSIAL DI DESA BALINURAGA Susetyo Susetyo; Ikram Ikram; Anita Damayantie
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan pemahaman konflik yang lebih dalam dengan menggunakan teori kompleksitas dan transformasi konflik sebagai panduan teoritis, dan juga mengajukan cara hipotetis untuk memulai usaha peace building menurut teori transformasi konflik. Jenis penelitian yang akan diterapkan yaitu penelitian kualitatif eksploratif berdasarkan studi kasus ilustratif tunggal. Penelitian ini akan bergantung sepenuhnya pada data sekunder. Pendekatan analisis sistemik terdiri dari dua bagian; salah satunya adalah pemetaan konflik, atau analisis konflik itu sendiri, dan yang kedua menggunakan analisis ini untuk menyusun strategi proses transformasi merupakan lensa dalam penelitian ini. Analisis sistemik, sebuah metode yang menekankan pentingnya hubungan dan efek yang dimiliki masing-masing pihak terhadap semua subsistem yang berbeda. Studi ini telah menunjukkan analisis tentang multiple sistem mengenai konflik di Balinuraga melalui lensa transformasi konflik dan teori kompleksitas. Temuan-temuan menunjukkan bahwa transformasi konflik dapat membawa suatu wilayah, kelompok menjadi maju, menuju demokrasi, pembangunan dan perdamaian. Ini membutuhkan implementasi yang hati-hati dan pemantauan sistematis serta komitmen dari semua pemangku kepentingan yang berkonflik dan bantuan eksternal potensial. Transformasi konflik, termasuk rekonsiliasi, perubahan tata kelola, transformasi sikap dan perilaku serta pembangunan kepercayaan adalah proses untuk mengungkap dalam waktu yang cukup lama, bahkan puluhan tahun dan orang seharusnya tidak mengharapkan hasil segera.
ANATOMI KONFLIK SOSIAL DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PROVINSI LAMPUNG (Suatu Recall Pemetaan Konflik-konflik di Lampung Selatan) Ikram Ikram; Susetyo Susetyo; Usman Raidar
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 2 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v22i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang anatomi konflik, dan untuk mengidentifikasi pola sebaran konflik menurut wilayah, dampak konflik, dan langkah penanganan pasca konflik dalam konteks pembangunan infrastruktur. Kajian ini menggunakan gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model gabungan dua pendekatan dengan satu pendekatan dominan secara metodologi ini merujuk kepada model yang disebut dominant-less dominant design of mixed-methodology. Penelitian dilakukan di Kecamatan Way Panji, Natar, Jati Agung, dan Tanjung Sari, mengingat konflik-konflik yang pernah terjadi sebelumnya sudah dapat diselesaikan namun masih dapat dikenang dan berujung pada konflik selanjutnya. Selain itu, setiap kecamatan memiliki klasifikasi konflik yang berbeda (suku, agama, pemerintah, perusahaan, dan dampak pembangunan infrastruktur). Studi ini menemukan bahwa konflik sosial di Kabupaten Lampung Selatan disebabkan oleh kebijakan pembangunan yang mengabaikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat setempat. Mekanisme penanganan konflik seringkali kehilangan akar penyebab perselisihan, sehingga sulit untuk diselesaikan. Konflik dapat terjadi dari setidaknya empat sumber: berdasarkan hubungan pribadi, kepentingan ekonomi, perbedaan nilai (misalnya, keyakinan agama, etnis), dan faktor struktural. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik sosial berbeda-beda, tergantung dari perilaku para aktor yang terlibat. Terkadang konflik antar individu atau kelompok kecil berkembang menjadi konflik antar kelompok yang lebih besar. Kualitas masalah yang dihadapi terkadang dapat menimbulkan konflik antar kelompok. Ini dapat dipicu oleh masalah yang sederhana dan tidak realistis, atau oleh masalah yang lebih realistis dan mendasar. Ketika mencoba menyelesaikan konflik sosial, penting untuk mengikuti prinsip musyawarah dan mufakat. Hal ini dapat dilakukan melalui mediasi. Pemrosesan difokuskan pada penyelesaian konflik yang belum terselesaikan.
INTERVENSI KEBENCANAAN MELALUI KELEMBAGAAN LOKAL: Pengalaman Dari Desa Wilayah Pesisir Lampung Ikram Ikram; Usman Raidar; Anita Damayantie; Zikri Zikri
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 2 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i2.858

Abstract

This paper describes interventions in disaster management through the role of local institutions. The focus of the intervention is on the knowledge and skills capacity of coastal villagers in disaster management. The analysis is conducted on the role of the local disaster institution Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) initiated by the Indonesian Red Cross (PMI) and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of South Lampung District. Qualitative research methods were used to explore the role of SIBAT and the parties in the effort to increase disaster knowledge and disaster preparedness skills and sensitivities. Data collected through in-depth interviews and observations. Interviews involved 14 informants with the main criteria as disaster social activists. Case study conducted in Way Muli Timur Village, Rajabasa District, South Lampung Regency. The forms of capacity building activities identified are natural disaster socialization, training in natural disaster prevention and natural disaster risk reduction, natural area vulnerability mapping, natural disaster management training, organizational and network development, preparation of Standard Operating Procedures (SOPs), and disaster simulations. The results showed that increasing the capacity of community knowledge and skills in preventing and coping with disasters can be done through the participatory village assessment method.