Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resilience of Rainfed Lowland Farming Communities on the Threat of Food Insecurity due to Climate Change (A Case in South Lampung) Mariyani, Siti; Pandjaitan, Nurmala K; Sihaloho, Martua
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 3 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.865 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v7i3.27390

Abstract

Rain-fed lowland has a risk of drought, flooding, nutrient imbalance, and increasing pest and weed disturbance. These conditions will get worse when experiencing climate change. This can cause a decrease in production, so the community needs to develop strategies to survive in facing the threat of food insecurity. The purpose of this study was to analyze the resilience of rain-fed farming communities against the threat of food insecurity due to climate change. The study was conducted in the Marga Kaya Village, Lampung Province. Data was collected using a survey method by taking 100 respondents with simple random sampling. The results showed that the rain-fed farming community has been resilient to face the threat of food insecurity due to climate change. Rain-fed farming community through a network of adaptive capacity, especially social capital and manage available resources can maintain the existence of institutional barns to face the threat of food insecurity.
PARTISIPASI PETANI DALAM PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA JAMUR MERANG DI KABUPATEN KARAWANG Lestari, Ani; Mariyani, Siti; Setiawati, Tia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27539

Abstract

Abstrak: Jamur merang merupakan hasil produksi pertanian yang mengalami peningkatan permintaan untuk dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk olahan. Meningkatnya permintaan jamur merang belum terpenuhi ketersediannya dari hasil budidaya petani. Jerami padi sebagai salah satu bahan baku budidaya jamur merang semakin terbatas karena kesadaran petani untuk memanfaatkan jerami masih rendah dan banyak jerami yang dibakar. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan jerami untuk budidaya jamur merang adalah dengan memberikan pelatihan teknik budidaya jamur merang. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani melalui partisipasi petani dalam pelatihan teknik budidaya jamur merang. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah metode partisipasi melalui penyuluhan kepada petani yang terintegrasi dengan kegiatan KKN mahasiswa. Mitra kegiatan adalah petani di Desa Kiara yaitu 30 petani. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan teknis budidaya jamur merang menggunakan skala likert Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi petani dalam mengikuti pelatihan teknis budidaya jamur merang termasuk kategori tinggi yaitu 69.78 %. Hal ini dilihat dari kehadiran, keikutsertaan petani dan keaktifan petani yang terlibat dalam kegiatan diskusi. Abstract: Straw mushrooms are an agricultural product that is experiencing increasing demand for direct consumption and in processed form. The availability of farmers' cultivation has not met the increasing demand for straw mushrooms. Rice straw as a raw material for mushroom cultivation is increasingly limited because farmers' awareness of using straw is still low, and much of the straw is burned. One effort to optimize the use of straw for cultivating straw mushrooms is to provide training on cultivation techniques. The service activity aims to increase farmers' knowledge through farmer participation in training on straw mushroom cultivation techniques. Community service is the participation method through farmer outreach, integrated with student KKN activities. The activity partners are farmers in Kiara Village, namely 30 farmers. The evaluation measured farmer participation in implementing technical training activities for straw mushroom cultivation using a Likert scale. The activity results showed that farmer participation in technical training for straw mushroom cultivation was in the high category, namely 69.78%. This can be seen from the presence and participation of farmers and the activeness of farmers involved in discussion activities.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PANGAN MELALUI PENERAPAN MEREK DAN PEMASARAN DIGITAL PRODUK BERAS PADA LPM SARITANI Mariyani, Siti; Yusiana, Ekalia; Nurhanifah, Afifa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34436

Abstract

Abstrak: Kebutuhan beras yang semakin meningkat menjadi peluang bagi LPM Saritani dalam melakukan usaha dan produksi beras. Akan tetapi, LPM mamiliki beberapa permasalahan utama yaitu manajemen produksi dan pemasaran hasil produk beras. Kegiatan PkM bertujun untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kolompok LPM Saritani melalui penerapan merek dan pemasaran digital produksi beras untuk meningkatkan kemandirian pangan di Desa Sarijaya. PKM menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA) dan dilaksanakan pada Agustus 2025 dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa, serta mitra PKM yaitu LPM Saritani dengan jumlah anggota 25 petani. Evaluasi kegiatan PKM dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra dengan pretest dan postest menggunakan skala likert. Hasil kegiatan PKM yaitu telah terlaksana sosialisasi, penyuluhan tentang pemasaran digital produk beras berupa website serta praktik pengemasan beras merek lumbung Saritani. Hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pemasaran digital dari 74% menjadi 88%, serta pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengemasan produk yang menarik dari 76% menjadi 87%.Abstract: The increasing demand for rice has created a business opportunity for LPM Saritani in rice production. However, LPM faces major challenges in production management and marketing. This PkM activity aims to improve the skills and knowledge of the LPM Saritani group through branding and digital marketing strategies to increase food independence in Sarijaya Village. PKM used the Participatory Learning and Action (PLA) method and took place in August 2025, involving lecturers, students, and PKM partners, including LPM Saritani's 25 farmer members. Evaluation of PKM activities is conducted to assess the level of knowledge and skills of partners using pretests and posttests, which are administered on a Likert scale. The results included socialization sessions, counseling about digital marketing using a website, and practical training in packaging rice under the Saritani barn brand. Evaluation showed increases in partner knowledge and skills in digital marketing from 74% to 88% and in attractive packaging from 76% to 87%.