Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA (POWERPOINT) TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR (Studi Eksperimen pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SDN Nangela) Ramadhan, Gilang Mas
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran adalah salah satu hal yang penting, guna menciptakan efektifitas serta efisiensi pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas, maka untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya pemanfaatan media ajar secara optimal terutama yang berbasis multimedia, karena penggunaan multimedia ini belum mendapatkan perhatian lebih dari para pendidik,  dengan berbagai alasan. misalnya saja terbatasnya waktu untuk menyiapkannya, sulit mencari media yang tepat, dan juga tidak tersedianya cukup dana. Adapun Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia berbasis powerpoint terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN Nangela kab. sukabumi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan design penelitian One- Group Pretest-Posttest Design. dengan Sampel penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran angket, Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan multimedia dalam pelaksanaan pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik, hal ini ditunjukan dari nilai rata-rata yang didapat siswa sebelum diberikan treatment sebesar 54, dan nilai rata-rata setelah diberikan treatment sebesar 80. Dari data hasil uji t menunjukan bahwa nilai t sebesar 40,307 Sig 0,000 lebih kecil < 0,05. Dengan demikian maka dapat disimpulan bahwa penggunaan multimedia berbasis powerpoint ini memberikan pengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN Nangela.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR Abidin, Zenal; Ramadhan, Gilang Mas; Kusniawati, Rinda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 5 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Word Square. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimen desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa SDN Supratman Sukabumi, dengan sampel penelitian sebannyak dua kelas yang terdiri dari 43 siswa, kelas III A terdiri dari 22 Siswa dan Kelas III B berjumlah 21 siswa. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Adapun hasil penelitian yang didapat adalah sebelum diterapkannya model pembelajaran Word Square yaitu skor rerata pretes pada kelas eksperimen sebesar 37,27 sedangkan pada kelas kontrol 34,29. Kemudian setelah dilakukan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Word Square pada kelas eksperimen diperoleh postes 70,23 dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol diperoleh postes 52,86. Selanjutnya Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari uji N-gain pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Independent Sample Test, hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan ternyata terdapat perbedaan yang bersignifikan dapat dilihat dari sig (2-tailed) pada kelompok eksperimen sebesar 0,000 yang berarti < 0,05 dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima dan sig (2-tailed) pada kelompok kontrol sebesar 0,000 berarti < 0,05, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh sehingga terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar IPS siswa setelah digunakannya model pembelajaran Word Square dan siswa dengan pembelajaran Konvensional.
ANALISIS SOAL TIPE HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) PADA SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) TEMATIK GANJIL KELAS V SDN SELAKASO TAHUN AJARAN 2020/2021 Erni Nurjanah; Gilang Mas Ramadhan; Lesti Diana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian salah satu aspek yang mengalami perkembangan dalam penyempurnaan dan pembaharuan kurikulum 2013 yang standar penilaiannya pada aspek berpikir tingkat tinggi, maka untuk itu pengembangan bentuk soal berdasarkan pada berpikir tingkat tinggi untuk siswa mulai sejak SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori butir soal penilaian akhir semester (PAS) Tematik Ganjil pada kelas V SDN Selakaso apakah sudah sesuai dengan tipe soal high order thinking skill. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif jenis analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis, kemampuan berpikir pada naskah soal penilaian akhir semester tematik ganjil kelas V SDN Selakaso terdapat 3 kategori. Yaitu, kategori berpikir tingkat rendah/ LOTS terdapat 14 soal untuk soal pilihan ganda dan 42 soal untuk soal uraian, kategori berpikir tingkat menengah/ MOTS terdapat 77 soal untuk soal pilihan ganda dan 2 soal untuk soal uraian, dan berpikir tingkat tinggi/ HOTS 9 soal untuk soal pilihan ganda dan 6 soal untuk soal uraian. Semua hasil analisis ini diambil dari 150 soal dari tema 1-5 pada soal penilaian akhir semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 kelas V SD
PENGARUH KOMPETENSI LITERASI DIGITAL MAHASISWA PGSD DALAM MEMANFAATKAN GOOGLE APPS TERHADAP PERILAKU CONTEN EVALUATION Gilang Mas Ramadhan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan IPTEK yang berkembang pesat telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas manusia pada umumnya. teknologi informasi memberikan dampak bagi tersedianya berbagai sumber daya informasi yang diperoleh secara digital (digital native). Literasi media digital merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Namun hal tersebut belum terlalu dimanfatkan secara maksimal oleh mahasiswa PGSD STKIP Bina Mutiara dalam usahanya untuk memiliki kompetensi literasi digital. Terlebih pada asepk kurangnya kemampuan dalam mengakses informasi, pemahaman yang kurang mengenai konten suatu website, kurangnya kemampuan membuktikan kebenaran berita yang beredar di internet, serta kurangnya menyusun pengetahuan baru dengan informasi yang didapatkan melalui internet. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi literasi digital mahasiswa dalam memanfaatan google apps terhadap perilaku conten evaluation. Dalam konteks literasi digital, setiap orang dituntut memiliki kemampuan untuk bisa mengakses, menganalis, mencipta, melakukan refleksi, dan bertindak menggunakan beraneka ragam perangkat digital, berbagai bentuk ekspresi, dan strategi dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah Subjek penelitian adalah 59 orang mahasiswa, Instrumen yang digunakan berupa angket kompetensi literasi digital dan kuesioner perilaku conten evaluation. Dengan teknik analisis data menggunakan regresi korelasional. Adapun data hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan kompetensi literasi digital mahasiswa dalam memanfaatan google apps terhadap perilaku conten evaluation.
PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD Muhamad Furqon Al Hadiq; Gilang Mas Ramadhan; Devi Sri Rahayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif bagi siswa saat ini merupakan kebutuhan demi menjawab tuntutan dinamika di abadi 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan model project-based learning pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis pre-experimental dengan desain one group pretest-postest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar berjumlah 26 orang. Hasil menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan model project-based learning memiliki nilai rata- rata 60,96, kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan model project-based learning memiliki nilai rata- rata sebesar 85,38. Penelitan ini berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan anatara kemampuan berpikir kreatif siswa setelah model project-based learning. 
PENGEMBANGAN SIKAP ECOPRENEURSHIP PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEDIA SISTEM AQUAPONIK MELALUI PROJECT BASED LEARNING Erni Nurjanah; Gilang Mas Ramadhan; Zenal Abidin; Rafdlal Saeful Bakhri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 5 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran yang masih tekstual sedikit banyak menghambat tercapainya tujuan pembelajaran yang komprehensif, untuk itu pembelajaran idealnya harus mengarah pada pembelajaran kontekstual guna membangun karakter peserta didik terlebih karakter entrepreneur yang dipadupadankan dengan sikap peduli lingkungan yang dapat menghasilkan suatu produktifitas yang teraktualisasi dalam perilaku manusia yang melek lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sikap Ecopreneurship Mahasiswa PGSD pada pembelajaran IPS dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui Project Based Learning (Sistem tanam Aquaponik). Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain metode kuasi eksperimen pretest-postest one group test design. Jumlah Subjek penelitian adalah 20 orang mahasiswa PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi. Instrumen yang digunakan berupa angket indicator pernyataan ecopreneurship dan angket ecopreneur dengan tahapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Adapun data hasil penelitian dari angket 1 menunjukan skor rata-rata pada pretest 50 dan 73 pada posttest  dan pada instrumen ecopreneurship dengan Tahapan PjBLnya didapat skor rata-rata 37,65 pada pretest dan 55,65 pada posttest, dengan masing-masing nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, atau terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) melalui system aquaponik yang diintegrasikam dengan pelaksanaan mata kuliah pembelajaran IPS di SD terhadap sikap ecopreneurship mahasiswa PGSD STKIP Bina Mutiara Sukabumi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPEAKING MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI MASA PANDEMI COVID 19 Usman Diennur; Gilang Mas Ramadhan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i6.14561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa E-modul Berbasis Flipbook Maker pada materi pembelajaran Speaking dengan menggunakan e-modul diharapkan dapat memudahkan peserta didik untuk memperoleh informasi tanpa waktu yang lama dan bersifat fleksible agar tercipta pembelajaran yang efektif, efisien berdaya guna, dan menarik. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian R&D (Research and Development) model yang dikembangkan oleh Plomp terdiri tiga tahapan yaitu fase analisis pendahuluan (Preliminary Research), fase pengembangan atau pembuatan prototype (Development or Prototyping Phase), dan fase penilaian (Assessment Phase). dilaksanakan di STKIP Bina Mutiara dengan 56 orang mahasiswa yang merupakan subjek dari uji coba pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut, Berdasarkan hasil validasi ahli, maka diperoleh hasil masing-masing rerata di atas 86 % dengan kategori sangat layak dari ahli media, bahasa dan materi Pada tahapan selanjutnya setelah dilakukannya penilaian oleh ahli maka masuk ke tahap uji coba produk di lapangan. yakni efektifitas penggunaan produk serta implikasi terhadap hasil belajar siswa tahap uji coba, yang pertama adalah Uji coba prototipe bahan secara perseorangan (one to one trying out) yang terdiri dari 56 mahasiswa sebagai subject penelitian, dari 21 Pernyataan tentang efektifitas produk berupa emodule dan aplikasi pembelajaran yang dibuat didapati hasil skor total 213,95 dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,8 dengan kategori “Layak” sementara itu pada uji coba hasil belajar berupa pemberian soal-soal untuk mengetahui peningkatan keterampilan speaking mahasiswa ini dengan beberapa metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan test terakait dengan tipologi keterampilan berbicara berikut antara lain look listen and repeat, listen and participate, memori game, dramatitation, dialoguie and roleplay,  maka didapati hasil sebagai berikut skor total pada pretest sebesar 3390 dan 4985 pada skor posttest dengan total gain 70,2. Data skor rata-rata yang diperoleh adalah 60 pretest dan 89 pada skor posttest. Berdasarkan hasil perhitungan uji N-Gain Score tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata adalah 70,2% termasuk ke dalam kategori Efektif,maka dapat disimpulan penggunaan e-module pada materi speaking ini mampu memberikan dampak positif serta meningkatkan efektifitas serta efisiensi pembelajaran di kelas.
Articulate storyline dan powerpoint sebagai media pembelajaran inovatif berbasis ICT untuk meningkatkan keterampilan sosial Gilang Mas Ramadhan; M Furqon Alhadiq
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat dalam rangka upaya untuk menstimulus peningkatan keterampilan social pada siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Plom, yang terdiri dari lima tahap utama, yaitu Prelimenary Investigations, Design, Realization/Contruction, Tes, Evaluation and Revision, dan Implementation. Instrumen penelitian terdiri dari: (1) lembar validasi modul berdasarkan ahli media, (2) ahli materi, (3) lembar validasi tes kemampuan pemahaman siswa, (5) angket respon siswa. Data kevalidan produk dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif dan hasil dari Preetes &Postes. Data kepraktisan terdiri dari data penilaian kepraktisan e-modul melalui angket respon siswa yang dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif skala lima, kemudian ditentukan ditentukan persentase jumlah kepraktisan berdasarkan penilaian absolut. Melalui proses pengembangan telah dihasilkan: (1) Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat (2) instrument tes. Uji coba dilakukan pada kelas IV SD Negeri Nangela Sukabumi. Berdasarkan analisis data uji coba menunjukkan bahwa modul interaktif pada masalah social dilingkungan setemapat. Kriteria kevalidan terlihat dari hasil analisis modul yang memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan ahli materi dengan persentase sebesesar 86% dan memenuhi kriteria valid berdasarkan ahli media dengan persentase sebesar 80%. Kriteria kepraktisan terlihat dari analisis respon siswa dengan persentase 85% dan telah memenuhi kriteria praktis. Kriteria keefektifan terlihat dari analisis uji N-Gain dari tes kemampuan pemahaman matematis siswa dimana hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata nilai 80 atau berada diatas KKM 75 dengan skor Ngain 0,98 atau 98%
Penerapan model pembelajaran contextual teaching learning (CTL) berbantuan e-module untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di sekolah dasar Gilang Mas Ramadhan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.22125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPS serta kegiatan proses pembelajaran di kelas yang cenderung pasif dan kurang terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, sehingga berdampak pada efektifitas dan efisiensi pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Nangela yang berjumlah 23 siswa. penelitian terdiri dari dua siklus masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan bersama dengan pelaksanaan penelitian pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual teaching learning pada pembelajaran IPS berbantuan e-module dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Nangela. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme yang tinggi dan aktivitas siswa yang semakin aktif dalam pembelajaran siswa mau bertanya, berdiskusi, mengajukan gagasan, serta melakukan refleksi mandiri dibantu oleh guru selaku fasilitator, dalam menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pra-siklus terdapat 7 orang siswa yang masuk kriteria tuntas dan 16 orang tidak tuntas. Siklus I terdapat 10 orang siswa tuntas dan 13 orang siswa tidak tuntas. Sedangkan pada siklus 2, 23 siswa yang masuk dalam kriteria tuntas, target ketuntasan belajar dalam penelitian ini adalah mencapai 80%. Adapun persentase ketuntasan belajar pada pra-siklus hanya mencapai 30,43%, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 56,52%. Angka tersebut kembali meningkat pada siklus II menjadi 100% melebihi target yang telah ditetapkan, yakni 80%. Dengan demikian, penerapan penggunaan model pembelajaran Contextual teaching learning (CTL) pada pelajaran IPS berbantuan e-module dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nangela. Kata Kunci: Model Contextual teaching learning, E-module, Pembelajaran IPS