Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Push And Pull Factor dalam Proses Habitat Selection Akibat Keberadaan Kegiatan Pendidikan Tinggi di Kawasan Perumahan Siwalankerto, Kota Surabaya, Jawa Timur (Habitat Selection Process Due to Exixtence of Higher Education Activities Siwalankerto Housing Area, Surabaya City, East Java) Anindita Ramadhani; Annisa B. Tribhuwaneswari
Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/psnkb.v1i1.2897

Abstract

Kehadiran sebuah perguruan tinggi di sebuah kawasan mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap perkembangan sebuah kota, baik secara fisik maupun non fisik. Kawasan Siwalankerto adalah kawasan yang terdampak oleh keberadaan Universitas Kristen Petra Surabaya. Komunitas pendatang (mahasiswa dan pegawai) yang masuk menyebabkan perubahan terhadap kecenderungan penggunaan lahan dari perumahan ke perdagangan dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa.Berdasarkan data profil kependudukan Kelurahan Siwalankerto, terjadi penurunan jumlah penduduk dari tahun 2010-2014 dan peningkatan tingkat migrasi keluar sebesar 4,7%. Hal ini mengindikasikan terjadinyaproses habitat selection yang berpengaruh pada push and pull factor yang menyebabkan masuk dan keluarnya komunitas pada kawasan, salah satunya pada Perumahan Siwalankerto Permai. Pergeseran komunitas dari penghuni tetap menjadi komunitas penghuni musiman bertentangan dengan prinsipkomunitas berkelanjutan dalam SDGs. Maka, diperlukan pemahaman terkait push and pull factor apakah yang menyebabkan terjadinya perpindahan komunitas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pushand pull factor dalam proses habitat selection akibat keberadaan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis character appraisal dalam menilai dan mengelompokkan lingkungan perumahan serta metode wawancara dan pengamatan untukmenngidentifkasikan faktornya. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya Push and pull factor pada kawasan studi. Push factor yang diidentifikasi adalah faktor lokasi dan ekonomi, sedangkan pull factoryang diidentifikasi adalah faktor lokasi, ekonomi, sarana dan prasarana, dan sosial.Kata Kunci : habitat selection, komunitas, kawasan perumahan, push factor, pull factor
Optimalisasi Pemilahan Sampah Organik Dan Unorganik Dalam Skala Rumah Tangga Di Desa Candiwatu Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v4.i2.a2430

Abstract

Desa Candiwatu digolongkan kawasan pedesaan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. permasalahan di kawasan pedesaan termasuk Desa Candiwatu yaitu pada pola pikir hidup masyarakatnya dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Candiwatu salah satunya adalah persampahan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi pentingnya proses pemilahan sampah organic-unorganik serta pemberian sampah berdasarkan jenis sampahnya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui presentase pengetahuan masyarakat tentang optimalisasi sampah organic-unorganik skala rumah tangga. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi dan pemberian tempat sampah sebagai alat untuk proses pemilahan sampah. Hasil dari sosialisasi dapat diketahui bahwa pengetahuan masyarakat dalam pemilahan sampah mengalami kenaikan yang awalnya 25,6 % menjadi 65,6 %. Kata kunci: organic, Pemilahan sampah,unorganik Abstract Candiwatu village categorized as rural area at Pacet subdistrict Mojokerto Regency that has issues such as their mindset of life towards environmental problems. One particular matter was waste management. The service execution team gave solution such as advocation to the community in the consequential value in managing waste as organic and inorganic based on the waste type. The purpose of the service programme implementation was to gauge the percentage of the community knowledge about organic-inorganic waste optimalization in household scale. Methods that are utilized was socialization and giving the tools such as customized garbage disposal as a way to manage waste manually. The results of the programme was the community knowledge in managing waste went up from 25,6 % to 65,6%. Keywords: organic, waste management, unorganic
PENGUATAN PROMOSI DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN DI DESA PUJON KABUPATEN MALANG Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2426

Abstract

Abstract Tourism village is largely based in local wisdom is a form of integrated activities between attractions, accommodation, supporting facilities and additional facilities in the form of village management presented in the structure of community life that is bound by traditional procedures and norms that apply in the village. The development of sustainable tourism villages reguires the participation of local communities in all phases of development starting from the planning, implementation and supervision and control stages. Pujon Kidul Village in Pujon subdistrict, Malang regency is one of the tourist villages developed by the village community, which has tourism potential from the agriculture, livestock and small to mediun industries which is supported by the geographical and climatological conditions of the region. The purpose of this activity is to strengthen the promotion of village teourism based in local wisdom by identifying the potential of the Pujon Kidul village tourism area. Approach to the implementation of community service using the Rural Appraisal Approach (RAA) through a Group Discussion Forum (FGD) between the Pujon Kidul village apparatus, the Tourism Awarness Group (Pokdarwis) and the representatives of the village community. The results of this activity are strengthening promotion through a catalog of tourism village potentials and understanding of village afficials, the community and the private sector in planning the development of tourism villages through the utilization of the potential of geography, agriculture, animal husbandry and plantations in the tourism village of Pujon Kidul District of Pujon Malang Regency which begore socialization and counselling was 32% to 96%.. Keyword : Local Wisdom, Tourism Potentials, Tourism Village Abstrak Desa wisata sebagaian besar berbasis pada kearifan lokal desa adalah bentuk kegiatan terintegrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung dan fasilitas tambahan berupa manajemen desa yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang terikat dengan prosedur tradisi dan norma yang berlaku di desa. Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam seluruh fase pengembangan mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan pengawasan serta pengendalian. Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu desa wisata yang dikembangkan oleh masyarakat desa, memiliki potensi wisata dari sector pertanian, peternakan dan industry kecil ke menengah yang didukung kondisi geografi dan klimatologi wilayahnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan promosi desa wisata yang berbasis kearifan lokal dengan mengidentifikasi potensi kawasan wisata desa Pujon Kidul. Pendekatan – pendekatan pelaksanaan pengabdian dengan menggunakan metode Rural Appraisal Approach (RAA) melalui Forum Group Diskusi (FGD) antara aparatur desa Pujon Kidul, Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan perwakilan masyakat desa. Hasil dari kegiatan ini adalah penguatan promosi melalui katalog potensi desa wisata dan pemahaman aparatur desa, masyarakat dan pihak swasta dalam perencanaan pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan potensi geografi, pertanian, peternakan dan perkebunan di desa wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang sebelum sosialisasi dan penyuluhan sebesar 32% menjadi 96%. Kata kunci : Desa Wisata, Potensi wisata, Kearifan Lokal.
PENERAPAN UTILITAS SOLAR CELL SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KOTA SURABAYA Moch Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Suning Suning; A.A. Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4184

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal merupakan sebuah wilayah yang memiliki posisi perbatasan antara Kota Surabya dengan Sidoarjo ini menjadi destinasi favorit para masyarakat desa yang ingin memperbaiki kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berbagai fasilitas pendukung tentunya juga disiapkan untuk menunjang kondisi perkembangan kawasan perkotaan tersebut. Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan program PKM ini adalah melakukan sosialisasi terkait penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu ada pengetahuan yang meningkat bagi masyarakat terhadap pengetahuannya mengenai utilitas solar cell khususnya terkait pertanyaan pengenalan solar cell, fungsi solar cell, dan manfaat solar cell yaitu meningkat sebesar 50 %, namun pada pertanyaan kebijakan pemerintah dan sosialisasi dari instansi lain hasilnya stagnan tidak ada perubahan atau peningkatan persentase jawaban dari responden.
PENGARUH FAKTOR PLACE ATTACHMENT PADA PROSES ADAPTASI HABITAT DI PERMUKIMAN PETEMON, SURABAYA Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Anindita Ramadhani; Rizky Darmadi
WAKTU Vol 17 No 1 (2019): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v17i1.1913

Abstract

Proses adaptasi habitat merupakan cerminan adanya faktor keterikatan masyarakatterhadap suatu kawasan kota, yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan non fisik. PermukimanPetemon merupakan permukiman yang berumur cukup tua di kota Surabaya. Kawasan ini dikenalpula sebagai kawasan yang terdampak cukup berat ketika musim hujan di Surabaya dikarenakanbanjir. Namun, berdasarkan data profil kependudukan kelurahan Petemon, terjadi peningkatanjumlah penduduk dari tahun 2014-2016 dari dari 291 jiwa/hektare menjadi 306 jiwa/hektare. Halini terjadi dikarenakan adanya proses adaptasi habitat pada cara bermukim masyarakat akibatkeberadaan faktor keterikatan yang menjadi penyebab bertahannya penguni di kawasanpermukiman Petemon. Maka, diperlukan kajian terkait faktor place attachment yang terjadi padakawasan permukiman ini yang menyebabkan proses adaptasi habitat. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi faktor place attachment dalam adaptasi habitat di PermukimanPetemon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisadengan teknik analisis character appraisal dalam menilai dan mengelompokkan lingkunganpermukiman serta metode wawancara dan pengamatan untuk menngidentifkasikan faktornya.Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor place attachment pada kawasan studi.Faktor place attachment yang teridentifikasi adalah faktor fisik, sosial, kultural, individu,pengalaman, fasilitas sosial, kepuasan akan suatu tempat.
Penguatan Kapasitas Desa Melalui Penyusunan Masterplan Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa B Tribhuwaneswari
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Masterplan Desa Bligo sebagai pedoman dalam penyusunan pembangunan desa yang mencakup seluruh kebutuhan pembangunan dan penataan ruang desa mengacu pada orientasi masa depan desa. Produk Masterplan desa yang diharapkan berupa Profil Desa peta dan data spasial, Desain tata desa, Program desa, Branding dan Festival, Peraturan Desa, Gambar kerja desa dan juga E – desa. Penyusunan masterplan desa melalui pendekatan penentuan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan tahapan yang akan dilakukan sehingga dengan begitu dapat memilih arah terbaik dan langkah terbaik dalam memajukan desa. Proses penyusunan masterplan desa di mulai dengan survey dan verifikasi kondisi kewilayahan desa dengan berbagai pengambilan data, Penyusunan rencana strategis pembangunan desa, koridor desa, potensi desa dan visi misi dari masterplan serta rembug desa melalui musyawarah dengan masyarakat desa
PENERAPAN BUDIKDAMBER DALAM UPAYA KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI ERA PANDEMI COVID –19 Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; suning suning; linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i01.a5348

Abstract

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penularan virus Covid – 19 mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat. Penetapan kebijakan berupa pengurangan kegiatan masyarakat menimbulkan beberapa kekhawatiran, yaitu kelangkaan bahan pangan dan harga pangan yang tinggi. Kelurahan Dukuh Menanggal, salah satu kelurahan di kota Surabaya yang berdampak dengan adanya PSBB. Sebagian besar jenis mata pencaharian masyarakat kelurahan adalah dibidang jasa yaitu membuka rumah kost – kostan (untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan warung makanan serta minuman. Program Work from Home (WFH) dan Study From Home (SFH) menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak lagi kost sehingga pendapatan masyarakat turun secara signifikan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan penerapan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) dalam upaya ketahanan pangan keluarga di era Pandemi Covid – 19. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sempitnya lahan pekarang setiap rumah yang ada di kelurahan Dukuh Menangga. Terdapat beberapa permasalahan dihadapi terkait penerapan Budikdamber, yaitu sebagian besar masyarakat belum mengerti tentang pembuatan budikdamber dan proses penerapan Budikdamber. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terhadap perwakilan masyarakat sebagai pilot project pengabdian. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat adalah masyarakat di Kelurahan Dukuh Menanggal bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan akan pangan sehingga terbentuk ketahanan pangan di masa Pandemi Covid 19
Pemanfaatan Sistem Informasi Spasial untuk Pengelolaan Aset di Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Suning Suning; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 2, No 4 (2022): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i4.239

Abstract

Bligo Village is a village located in Candi District, Sidoarjo Regency. Utilization of the village spatial information system is highly expected for the realization of village asset data collection that is able to support the Bligo Village Government which is good governance and competitive. The purpose of this study is to provide training on Village Spatial Information Systems for Village Asset Management. The method used is divided into two stages of data collection, namely primary data collection consisting of observation and documentation. Subsequent data collection is carried out on a secondary basis by being obliged to fill in the data that has been distributed into the questionnaire. As a result, it is known that the SWOT value in this analysis is located in quadrant I, meaning that it is able to improve the quality of human resources in village officials regarding the use of spatial information systems for asset management in Bligo Village, Candi District, Sidoarjo Regency.
Rancangan Taman Rekreasi Dan Olahraga Di Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Siti Nuurlaily Rukmana Rukmana; Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari1; Suning Suning; linda Dwi Rohmadiani
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i02.a6029

Abstract

Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo diketahui bahwa fasilitas umum berupa ruang publik/taman kota belum dimiliki oleh desa Bligo. Namun untuk lapangan olahraga telah dituliskan sebesar 2,94 Ha dan keberadaannya saat ini juga belum optimal. Hal ini tentu menjadi tugas Bersama baik aparatur desa dan masyarakat untuk membangung ruang public yang ada di desa tersebut. Sesuai dengan peraturan PU No 5 Tahun 2008 fasilitas umum berupa taman rekreasi dan olahraga bagian dari RTH yang harus dimiliki di perkotaan dengan presentase 20% ruang terbuka publik dan 10% ruang terbuka privat. Tujuan dari PKM ini adalah pembuatan rancangan siteplan taman rekriasi dan olahraga di desa Bligo. Solusi yang ditawarkan adalah sosialisasi perancangan siteplan taman rekreasi dan olahraga di Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Hasil yang dicapai dari PkM ini adalah tersedianya gambar rancangan siteplan Taman Rekreasi dan Olahraga di Desa Bligo. Pemahaman masyarakat dan apparat Desa juga meningkat khususnya pentingnya keberadaan RTH serta metode pembuatan rancangan siteplan taman rekreasi dan olahraga di desa Bligo, yaitu dari 30% menjadi 70% Kata Kunci: Desain, Ruang Terbuka Hijau, Taman Olahraga Bligo Village, Candi District, Sidoarjo Regency has not had public facilities in the form of public spaces/city parks. However, this village has a sports field of 2.94 hectares and its current existence is also not optimal. This is of course the duty of the village apparatus and the community to build public spaces in the village. Under PU regulation No. 5 of 2008, public facilities in the form of recreation and sports parks are part of the green open space that must be owned in urban areas with a percentage of 20% public open space and 10% private open space. This PKM aims to design a recreational and sports park site plan in Bligo village. The solution offered is the socialization of the design of the recreation and sports park site plan in Bligo Village, Candi District, Sidoarjo Regency. The results achieved from this PKM are the availability of a design drawing of the Recreation and Sports Park site plan in Bligo Village. The understanding of the community and village officials has also increased, especially the importance of the existence of green open space and the method of designing a recreation and sports park site plan in Bligo village, from 30% to 70%. Keywords: Design, Public space, Sport Parks
PERUBAHAN ATURAN DAN BATASAN LOKAL PADA MORFOLOGI RUANG KAMPUNG TUA DI KOTA SURABAYA MELALUI PEMBACAAN SECARA SINKRONIK DAN DIAKRONIK Annisa B Tribhuwaneswari; Moch. Shofwan; Rizky Darmadi
Jurnal Plano Buana Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v3i2.6989

Abstract

Studi terkait perubahan aturan dan batasan lokal pada morfologi ruang kampung tua di Kota Surabaya, Kampung Surabayan, melalui pembacaan secara sinkronik dan diakronik telah dilakukan. Terdapat perubahan tipologi/aturan lokal yang terjadi di perimeter segmen yaitu, hunian asli dengan arsitektur Kolonial Belanda, pengembangan bangunan asli menjadi komersial dan pemerintahan terutama berupa perubahan bentuk serta ukuran kavling. Adapula pembentukan tipe jalan yang muncul akibat perubahan pola bermukim yaitu, jalan utama (lokal) kampung (terbuka), cul de sac, dan jalan pertolongan. Perubahan aturan dan batasan lokal tersebut merupakan perwujudan dari berkembangnya pola sosial, ekonomi, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi morfologi dengan melakukan analisis eksploratif melalui perspektif masa lampau sehingga diketahui titik kritis yang membentuk pola penggunaan ruang, struktur kota, elemen - elemen pembentuk kota serta implikasi sosial maupun faktor pengaruh lainnya yang mempengaruhi bentuk kota. Alat untuk melakukan identifikasi perubahan pola dan struktur kampung adalah pembacaan secara sinkronik dan diakronik. Pada pembacaan secara sinkronik, aspek ciri suatu kota (arsitektur kota), keterkaitan (interweaving) antara bangunan dan ruang luar (figure and ground) diamati. Kemudian dalam pembacaan diakronik menggunakan dimensi fisik-spasial kota serta struktur ruang kota yang terbentuk dalam perkembangannya masa ke masa (layer by layer).