Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGUATAN PROMOSI DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN DI DESA PUJON KABUPATEN MALANG Siti Nuurlaily; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2426

Abstract

Abstract Tourism village is largely based in local wisdom is a form of integrated activities between attractions, accommodation, supporting facilities and additional facilities in the form of village management presented in the structure of community life that is bound by traditional procedures and norms that apply in the village. The development of sustainable tourism villages reguires the participation of local communities in all phases of development starting from the planning, implementation and supervision and control stages. Pujon Kidul Village in Pujon subdistrict, Malang regency is one of the tourist villages developed by the village community, which has tourism potential from the agriculture, livestock and small to mediun industries which is supported by the geographical and climatological conditions of the region. The purpose of this activity is to strengthen the promotion of village teourism based in local wisdom by identifying the potential of the Pujon Kidul village tourism area. Approach to the implementation of community service using the Rural Appraisal Approach (RAA) through a Group Discussion Forum (FGD) between the Pujon Kidul village apparatus, the Tourism Awarness Group (Pokdarwis) and the representatives of the village community. The results of this activity are strengthening promotion through a catalog of tourism village potentials and understanding of village afficials, the community and the private sector in planning the development of tourism villages through the utilization of the potential of geography, agriculture, animal husbandry and plantations in the tourism village of Pujon Kidul District of Pujon Malang Regency which begore socialization and counselling was 32% to 96%.. Keyword : Local Wisdom, Tourism Potentials, Tourism Village Abstrak Desa wisata sebagaian besar berbasis pada kearifan lokal desa adalah bentuk kegiatan terintegrasi antara atraksi, akomodasi, fasilitas pendukung dan fasilitas tambahan berupa manajemen desa yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang terikat dengan prosedur tradisi dan norma yang berlaku di desa. Pengembangan desa wisata yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam seluruh fase pengembangan mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan pengawasan serta pengendalian. Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang merupakan salah satu desa wisata yang dikembangkan oleh masyarakat desa, memiliki potensi wisata dari sector pertanian, peternakan dan industry kecil ke menengah yang didukung kondisi geografi dan klimatologi wilayahnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan promosi desa wisata yang berbasis kearifan lokal dengan mengidentifikasi potensi kawasan wisata desa Pujon Kidul. Pendekatan – pendekatan pelaksanaan pengabdian dengan menggunakan metode Rural Appraisal Approach (RAA) melalui Forum Group Diskusi (FGD) antara aparatur desa Pujon Kidul, Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan perwakilan masyakat desa. Hasil dari kegiatan ini adalah penguatan promosi melalui katalog potensi desa wisata dan pemahaman aparatur desa, masyarakat dan pihak swasta dalam perencanaan pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan potensi geografi, pertanian, peternakan dan perkebunan di desa wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang sebelum sosialisasi dan penyuluhan sebesar 32% menjadi 96%. Kata kunci : Desa Wisata, Potensi wisata, Kearifan Lokal.
PENERAPAN UTILITAS SOLAR CELL SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KOTA SURABAYA Moch Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Suning Suning; A.A. Sagung Alit Widyastuty; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no02.a4184

Abstract

Kelurahan Dukuh Menanggal merupakan sebuah wilayah yang memiliki posisi perbatasan antara Kota Surabya dengan Sidoarjo ini menjadi destinasi favorit para masyarakat desa yang ingin memperbaiki kehidupannya dari segi ekonomi, pendidikan maupun sosial. Berbagai fasilitas pendukung tentunya juga disiapkan untuk menunjang kondisi perkembangan kawasan perkotaan tersebut. Sehingga berdasarkan isu ini, maka dibutuhkan penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan program PKM ini adalah melakukan sosialisasi terkait penerapan utilitas solar cell sebagai pendukung konsep smart city di Kelurahan Dukuh Menanggal Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu ada pengetahuan yang meningkat bagi masyarakat terhadap pengetahuannya mengenai utilitas solar cell khususnya terkait pertanyaan pengenalan solar cell, fungsi solar cell, dan manfaat solar cell yaitu meningkat sebesar 50 %, namun pada pertanyaan kebijakan pemerintah dan sosialisasi dari instansi lain hasilnya stagnan tidak ada perubahan atau peningkatan persentase jawaban dari responden.
PENGARUH FAKTOR PLACE ATTACHMENT PADA PROSES ADAPTASI HABITAT DI PERMUKIMAN PETEMON, SURABAYA Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Anindita Ramadhani; Rizky Darmadi
WAKTU Vol 17 No 1 (2019): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v17i1.1913

Abstract

Proses adaptasi habitat merupakan cerminan adanya faktor keterikatan masyarakatterhadap suatu kawasan kota, yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan non fisik. PermukimanPetemon merupakan permukiman yang berumur cukup tua di kota Surabaya. Kawasan ini dikenalpula sebagai kawasan yang terdampak cukup berat ketika musim hujan di Surabaya dikarenakanbanjir. Namun, berdasarkan data profil kependudukan kelurahan Petemon, terjadi peningkatanjumlah penduduk dari tahun 2014-2016 dari dari 291 jiwa/hektare menjadi 306 jiwa/hektare. Halini terjadi dikarenakan adanya proses adaptasi habitat pada cara bermukim masyarakat akibatkeberadaan faktor keterikatan yang menjadi penyebab bertahannya penguni di kawasanpermukiman Petemon. Maka, diperlukan kajian terkait faktor place attachment yang terjadi padakawasan permukiman ini yang menyebabkan proses adaptasi habitat. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi faktor place attachment dalam adaptasi habitat di PermukimanPetemon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisadengan teknik analisis character appraisal dalam menilai dan mengelompokkan lingkunganpermukiman serta metode wawancara dan pengamatan untuk menngidentifkasikan faktornya.Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor place attachment pada kawasan studi.Faktor place attachment yang teridentifikasi adalah faktor fisik, sosial, kultural, individu,pengalaman, fasilitas sosial, kepuasan akan suatu tempat.
Penguatan Kapasitas Desa Melalui Penyusunan Masterplan Desa Bligo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Suning Suning; Linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa B Tribhuwaneswari
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan Masterplan Desa Bligo sebagai pedoman dalam penyusunan pembangunan desa yang mencakup seluruh kebutuhan pembangunan dan penataan ruang desa mengacu pada orientasi masa depan desa. Produk Masterplan desa yang diharapkan berupa Profil Desa peta dan data spasial, Desain tata desa, Program desa, Branding dan Festival, Peraturan Desa, Gambar kerja desa dan juga E – desa. Penyusunan masterplan desa melalui pendekatan penentuan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan tahapan yang akan dilakukan sehingga dengan begitu dapat memilih arah terbaik dan langkah terbaik dalam memajukan desa. Proses penyusunan masterplan desa di mulai dengan survey dan verifikasi kondisi kewilayahan desa dengan berbagai pengambilan data, Penyusunan rencana strategis pembangunan desa, koridor desa, potensi desa dan visi misi dari masterplan serta rembug desa melalui musyawarah dengan masyarakat desa
PENERAPAN BUDIKDAMBER DALAM UPAYA KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI ERA PANDEMI COVID –19 Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; suning suning; linda Dwi Rohmadiani; Siti Nuurlaily Rukmana; Moch. Shofwan; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v6.i01.a5348

Abstract

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penularan virus Covid – 19 mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat. Penetapan kebijakan berupa pengurangan kegiatan masyarakat menimbulkan beberapa kekhawatiran, yaitu kelangkaan bahan pangan dan harga pangan yang tinggi. Kelurahan Dukuh Menanggal, salah satu kelurahan di kota Surabaya yang berdampak dengan adanya PSBB. Sebagian besar jenis mata pencaharian masyarakat kelurahan adalah dibidang jasa yaitu membuka rumah kost – kostan (untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan warung makanan serta minuman. Program Work from Home (WFH) dan Study From Home (SFH) menyebabkan banyak mahasiswa yang tidak lagi kost sehingga pendapatan masyarakat turun secara signifikan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan penerapan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) dalam upaya ketahanan pangan keluarga di era Pandemi Covid – 19. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sempitnya lahan pekarang setiap rumah yang ada di kelurahan Dukuh Menangga. Terdapat beberapa permasalahan dihadapi terkait penerapan Budikdamber, yaitu sebagian besar masyarakat belum mengerti tentang pembuatan budikdamber dan proses penerapan Budikdamber. Metode pelaksanaan pengabdian ini berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan terhadap perwakilan masyarakat sebagai pilot project pengabdian. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat adalah masyarakat di Kelurahan Dukuh Menanggal bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan akan pangan sehingga terbentuk ketahanan pangan di masa Pandemi Covid 19
PERUBAHAN ATURAN DAN BATASAN LOKAL PADA MORFOLOGI RUANG KAMPUNG TUA DI KOTA SURABAYA MELALUI PEMBACAAN SECARA SINKRONIK DAN DIAKRONIK Annisa B Tribhuwaneswari; Moch. Shofwan; Rizky Darmadi
Jurnal Plano Buana Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2023)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v3i2.6989

Abstract

Studi terkait perubahan aturan dan batasan lokal pada morfologi ruang kampung tua di Kota Surabaya, Kampung Surabayan, melalui pembacaan secara sinkronik dan diakronik telah dilakukan. Terdapat perubahan tipologi/aturan lokal yang terjadi di perimeter segmen yaitu, hunian asli dengan arsitektur Kolonial Belanda, pengembangan bangunan asli menjadi komersial dan pemerintahan terutama berupa perubahan bentuk serta ukuran kavling. Adapula pembentukan tipe jalan yang muncul akibat perubahan pola bermukim yaitu, jalan utama (lokal) kampung (terbuka), cul de sac, dan jalan pertolongan. Perubahan aturan dan batasan lokal tersebut merupakan perwujudan dari berkembangnya pola sosial, ekonomi, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi morfologi dengan melakukan analisis eksploratif melalui perspektif masa lampau sehingga diketahui titik kritis yang membentuk pola penggunaan ruang, struktur kota, elemen - elemen pembentuk kota serta implikasi sosial maupun faktor pengaruh lainnya yang mempengaruhi bentuk kota. Alat untuk melakukan identifikasi perubahan pola dan struktur kampung adalah pembacaan secara sinkronik dan diakronik. Pada pembacaan secara sinkronik, aspek ciri suatu kota (arsitektur kota), keterkaitan (interweaving) antara bangunan dan ruang luar (figure and ground) diamati. Kemudian dalam pembacaan diakronik menggunakan dimensi fisik-spasial kota serta struktur ruang kota yang terbentuk dalam perkembangannya masa ke masa (layer by layer).
Implementasi Implementasi Materi Pengenalan Buah Untuk Kemampuan Kreatif Kognitif Siswa TK Dharma Wanita Persatuan Desa Prambon: Implementasi Materi Pengenalan Buah Untuk Kemampuan Kreatif Kognitif Siswa TK Ismi Khoirunnisa; Annisa B Tribhuwaneswari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1576

Abstract

Bermain merupakan salah satu cara bagi anak untuk belajar di jenjang pendidikan anak usia dini. Anak lebih banyak belajar melalui bermain dengan melakukan eksplorasi terhadap objek-objek di sekitarnya. Dengan pengalaman tersebut anak dapat mengembangkan dan membangun pengetahuannya sendiri dalam menumbuhkan potensi pada diri mereka masing - masing. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak agar dapat memecahkan permasalahan dengan cara yang menyenangkan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dengan melakukan pengajaran dan Materi Pengenalan Buah untuk kemampuan Kreatif Kognitif. Dengan terlaksananya kegiatan ini, kegiatan belajar di kelas terasa menjadi lebih menyenangkan dan penuh semangat.
PEMBANGUNAN TAMAN BACA KUTU BUKU SISWA (KUBUS) UNTUK MEMBANGUN MINAT LITERASI ANAK DI DESA BUNCITAN SEDATI Tasya Maulidiawati; Setya F. D. W. Wardhana; Aisyah Dinda Rachmalia; Sri Winengsih Siahaan; Nur Julia Rahmawati; Dwi Resti Yunindasari; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun Cipta, Rasa, & Karsa Vol 2, No 1 (2023): Jurnal PKM Batasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/pkmbatasa.v2i1.1680

Abstract

Budaya literasi perlu ditingkatkan seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi. Sasaran utama pelaksanaan kegiatan ini adalah anak usia TK, SD serta semua pelajar di Desa Buncitan Sedati Sidoarjo. Membaca merupakan modal utama untuk kemajuan semua pelajar, oleh karena itu hobi membaca perlu dikembangkan dalam masyarakat sejak dini, mengingat perkembangan teknologi mulai menimbulkan distrupsi terhadap minat baca. Taman Baca merupakan wadah atau tempat yang ideal sebagai wahana bermain, belajar, serta untuk mengembangkan kecintaannya terhadap membaca. Oleh karena itu, pembangunan Taman Baca di Desa Buncitan diharapkan dapat membangun budaya literasi untuk anak - anak. Metode yang digunakan untuk pembangunan taman baca ini yaitu dengan menggunakan metode sosialisasi kepada perangkat desa dan juga kepada masyarakat di desa Buncitan Sedati dengan dibantu oleh karang taruna.
Analysis of Settlement Availability at Manyar Economic District Strategic Area of Gresik Regency Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari; Lutfi Zulkarnain
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.63397

Abstract

 Rapid development and increasing population density have created challenge for many regions to provide settlement spaces. The demand for settlement requires analysis that can forecast on the availability of space and the growth of settlement. Such a challenge is faced by Manyar sub-district of Gresik regency. Since it became an Economic Strategic District Area in the agroindustry area in Gresik Regency, the demand for settlement at Manyar increased following the 2017 population boom. Manyar is recorded as the third maximum growth in Gresik regency with numbers of 114.056 inhabitant living in 9.542 acre. This study aims to examine the facilities and infrastructure, as well as the availability of residential land in the next 20 years. This study uses quantitative technique that includes projections of settlement demand. Data collection methods takes the form of field observations and surveys of related agencies. The analytical technique utilized was backlog and scalogram study regarding the availability of settlement, facilities and infrastructure support. As the result, this paper found that the population growth rate of Manyar sub-district reaches 0.1% every year. Consequently, the settlement and supporting infrastructures required at the year 2039 increase massively since 2019 consists of housing facilities, education, health facilities, worship facilities, commerce and services facilities, and green open spaces. The land required for the development of the facility is 269.1 acre. Based on the level of need for residential facilities and infrastructure in the next 20 years in Manyar sub-district, further research is needed to anticipate the phenomenon of pond land conversion by maintaining land functions.
Sosialisasi Peran Aparat Desa Buncitan dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang Sidoarjo Linda Dwi Rohmadiani; Suning Suning; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Moch Shofwan; Siti Nuurlaily Rukmana; Annisa Budhiyani Tribhuwaneswari
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: June 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i1.19206

Abstract

Buncitan village has an area of 145.9 hectares with a population of 4,976 people and 1,981 households. The function and role of Sedati Sub-district according to Sidoarjo Regency Regional Regulation No. 9 of 2009 concerning the Regional Spatial Plan of Sidoarjo Regency 2009-2029 is as a settlement, industry and trade on a local, regional and international scale. The issuance of the Job Creation Law and Government Regulation on the Implementation of Spatial Planning that changes the authority of local governments in district or city spatial planning needs to be socialized to village officials, so that they are expected to increase their participation in supporting spatial planning. The method of implementing the activity uses a socialization method that begins with distributing a pre-test and ends with a post-test regarding understanding in the implementation of spatial planning. The results obtained were the initial condition of the level of understanding of village officials about their role in the implementation of spatial planning of 78% while post-socialization increased to 100%. The findings of community service that can be input for the local government are the need for socialization and ease of accessing the district spatial plan regional regulation document for the Buncitan Village community.