Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGGUNAAN REAKTOR BIOFILTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LIMBAH CAIR DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA Suhariyono, Suhariyono; Asmoro, Pungut
WAKTU Vol 13 No 1 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i1.45

Abstract

Limbah cair yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air. Hal ini disebabkan karena limbah cair rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi dan mengandung senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Limbah cair rumah sakit mengandung zat pencemar organik maupun anorgnik seperti COD dan BOD, zat padat tersuspensi yaitu TSS dan nutrient seperti Phosfat (PO4). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penurunan kandungan TSS, BOD, COD, PO4 pada limbah cair IPAL Sentral RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan reaktor biofilter yang membandingkan 3 buah reaktor. Reaktor pertama menggunakan media pasir silika (diameter 2-5 mm) dan kerikil (diameter 2-3 cm), reaktor kedua menggunakan media bioball (diameter 4 cm) dan reaktor ketiga menggunakan gabungan media pasir silika-kerikil dan media bioball. Proses penelitian ini meliputi proses pembiakan bakteri dengan merendam di IPAL selama 15 hari, dilanjutkan dengan aklimatisasi selama 2 hari dengan arah aliran up flow dan debit aliran rata-rata pada reaktor I adalah 1,06 ml/dt, reaktor II adalah 0,83 ml/dt dan reactor III adalah 0,85 ml/dt. Hasil penelitian diperoleh bahwa reaktor biofilter I menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 57 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 71 %, efisiensi penurunan kandungan COD sebesar 67 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 12 %. Reaktor biofilter ke II menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 46 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 62 %, efisiensi penurunkan kandungan COD sebesar 55 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 12 %. Untuk reaktor biofilter ke III menghasilkan efisiensi penurunan kandungan TSS sebesar 74 %, efisiensi penurunan kandungan BOD5 sebesar 73 %, efisiensi penurunan kandungan COD sebesar 70 % dan efisiensi penurunan kandungan Phospat (PO4) sebesar 14 %.Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka ketiga reaktor yang diteliti mampu menurunkan parameter TSS, BOD, COD dan PO4, tetapi nilai tersebut sebagian masih di atas baku mutu berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Kata Kunci : IPAL Biofilter, limbah cair rumah sakit, kandungan TSS, BOD5, COD dan PO4, Media Pasir, Media Kerikil dan Media Bioball
ARANG AKTIF AMPAS TEBU SEBAGAI MEDIA ADSORPSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR SUMUR GALI hayati, Indah Nur; Sutrisno, Joko; Asmoro, Pungut; Sembodo, Budi Prijo
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v13i2.61

Abstract

Penelitian ini tentang pemanfaatan karbon aktif ampas tebu sebagai media adsorpsi untuk menurunkan kandungan zat besi dan kesadahan pada air sumur gali. Tujuan penelitian untuk menentukan suhu karbonasi dan konsentrasi CaCO yang paling optimum untuk pembuatan karbon aktif serta mengkaji efektifitasnya dalam menurunkan kadar logam Fe dan kesadahan. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, tahap pertama menentukan kondisi optimum karbon aktif berdasarkan SNI 06-3730-1995 yang didasarkan pada suhu karbonasi dan konsentrasi CaCO3 tahap kedua penggunaan karbon aktif dalam penyerapan logam Fe dan kesadahan berdasarkan ketinggian media. Pengukuran kadar Fe3+ menggunakan spektrofotometer, sedangkan pengukuran kesadahan dengan menggunakan titrimeteri EDTA. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi CaCO3 5,5.10-5 M dan suhu karbonasi 3500C paling optimum untuk menghasilkan karbon aktif paling sesusai SNI 06-3730-1995. Serapan optimum pada waktu operasi 2 jam pada media karbonaktif ampas tebu dengan tinggi 60 cm dapat menurunkan Fe sebesar 88% dan kesadahan 60%. Kata Kunci : Adsorpsi, Ampas Tebu, Besi, Karbon Aktif, Kesadahan.
PEMANFAATAN PARIT DRAINASE SEBAGAI WETLAND UNTUK MENDEGRADASI CEMARAN AIR LIMBAH DOMESTIK Asmoro, Pungut; Al Kholif, Muhammad
WAKTU Vol 14 No 1 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i1.99

Abstract

Area suatu komplek atau suatu kawasan hunian, pada umumnya memiliki sistem pematusan yang telah sistematis. Sistem pematusan tersebut biasanya diwujudkan dalam suatu jaringan sistem saluran terbuka yang berbentuk selokan. Selokan berfungsi untuk menjadi kumpulan timbulan drainase dari sumber-sumber timbulan, baik oleh limpasan hujan maupun limbah domestik yang selanjutnya disalurkan ke saluran confeyor. Jika hanya sekedar menampung dan menyalurkan limpasan hujan, maka saluran tersebut pasti sudah dirancang sedemikian baik,  namun jika dialiri oleh limbah domestik menuju ke badan air umum, maka sesungguhnya saluran drainase tersebut dapat didayagunakan sebagai pengolah cemaran limbah cair domestik dengan menambahkan konstruksi wetland yang berbentuk rawa buatan memanjang pada dasar bangunan drainase sepanjang yang dibutuhkan. Disekitar kampus universitas PGRI Adi Buana Surabaya di DukuhMenanggal Surabaya drainase utamanya berada pada sisi luar area lahanya. Oleh karenanya menampung seluruh limbah cair yang dikeluarkan oleh pengguna kampus tersebut. Sebelum limbah cair meninggalkan area kampus untuk selanjutnya masuk di badan air drainase perkotaan, maka pada dasar parit drainase tersebut diperlakukan bangunan wetland untuk mengolah limbah domestik. Hasil perlakuan terhadap limbah cair yang dilewatkan wetland pada aliran drainase tersebut mampu menurunkan kandungan cemaran limbah cair untuk parameter BOD dengan efisiensi  52,33%, parameter COD dengan efisiensi 57,88%, dan parameter Detergen dengan efisiensi 72,50%.
PENERAPAN PRODUKSI BERSIH SEBAGAI STRATEGI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR BERSIH DI PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA Kholif, Muhammad Al; Asmoro, Pungut
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.136

Abstract

Puskesmas Pucang Sewu merupakan puskesmas perawatan. Observasi awal yang telah dilakukan pada Puskesmas yaitu mengamati kondisi dari masing-masing unit terkait dengan penggunaan kebutuhan air bersih. Kebutuhan air bersih akan berpengaruh terhadap volume limbah yang dihasilkan. Semakin besar kebutuhan air bersihnya, maka semakin banyak limbah cair yang dihasilkan. Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Masalah dari penelitian ini adalah berapa besar efisiensi penggunaan air bersih pada unit-unit yang ada di Puskesmas Pucang Sewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode survey lapangan dengan menganalisis seluruh kebutuhan air bersih pada seluruh aktivitas di Puskesmas Pucang Sewu dan analisis sampel inlet dan outlet air limbah puskesmas. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah kebutuhan air bersih secara keseluruhan yang ada pada Puskesmas Pucang Sewu terbilang cukup besar yaitu mencapai 4,48 m3 /hari. Hal ini jelas melampaui jumlah kebutuhan air bersih untuk sektor puskesmas yang hanya mencapai 2 m3 /hari. Kapasitas limbah cair yang dihasilkan cukup besar yaitu sebesar 3,58 m3 /hari. Parameter limbah cair yang dianalisis masih memenuhi baku mutu limbah cair yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur no 72 tahun 2013 terutama parameter BOD dan COD.
APLIKASI TEKNOLOGI FILTRASI MENUJU DESA MANDIRI AIR BERSIH DI SUMBERWUDI KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN Sugito, Sugito; Asmoro, Pungut
WAKTU Vol 10 No 1 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v10i1.802

Abstract

Wilayah desa Sumberwudi Karanggeneng Lamongan secara geografis termasuk daerahrawan air bersih. Kualitas air sumur payau terlebih pada musim kemarau.Usaha penyediaan airbersih menggunakan air sungai hanya dilakukan dengan pengendapan sederhana, sehinggakandungan lumpurnya tinggi dan berwarna kecoklatan. Kondisi air tidak memenuhi standarkesehatan. Pemerintah desa belum berupaya untuk menyediakan sarana air bersih baik aspekkuantitas, kualitas maupun kontinuitas.Untuk itu dilaksanakan penerapan teknologi filtrasi secaralengkap untuk mengolah air sungai menjadi air bersih yang layak konsumsi. Melalui program inidapat menghasilkan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan, memberdayakan masyarakatdalam sistem produksi dan pengelolaannya secara mandiri, membantu pemerintah untukmeningkatkan derajat ekonomi dan kesehatan masyarakat.Program diawali dengan prosessosialisasi kepada masyarakat. Penetapan lahan instalasi air bersih ditetapkan melalui koordinasidengan pemerintah desa. Masyarakat terlibat langsung melalui proses pembelajaran danpemberdayaan tentang proses penjernihan air. Proses pendampingan dilakukan agar masyarakatmampu melakukan proses produksi, pemeliharaan instalasi, dan mengelola menjadi usahakoperasi air bersih. Hasil program adalah sebuah instalasi penjernih air berupa bangunan utamabak sedimentasi dengan volume 20 m3, bak roughing filter volume 8 m3, bak filtrasi volume 4 m3,dan bak penampungan akhir volume 12 m3. Waktu tinggal air pada bak sedimentasi 4 jammenghasilkan air bersih 72 m3/hari dengan kualitas yang memenuhi syarat untuk melayani 150KK.
MODIFIKASI GENERATOR LISTRIK (GENSET) MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIOGAS UNTUK PENERANGAN LAMPU JALAN Asmoro, Pungut; Dominggos, Dominggos
WAKTU Vol 10 No 1 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v10i1.812

Abstract

Biogas sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Dengan melakukan modifikasi mesin bensin atau diesel ternyata biogas dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar bensin dan solar. Mesin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator listrik. Perubahan biogas menjadi energi listrik dilakukan dengan memasukan gas dalam tabung penampungan kemudian masuk ke konversion kit yang berfungsi menurunkan tekanan gas dari tabung sesuai dengan tekanan operasional mesin dan mengatur debit gas yang bercampur dengan udara didalam mixer, dari mixer bahan bakar bersama dengan udara masuk kedalam mesin dan terjadilah pembakaran yang akan menghasilkan daya untuk mengerakan generator yang menghasilkan energi listrik.
REMOVAL CEMARAN BOD, COD, PHOSPHAT (PO4) DAN DETERGEN MENGGUNAKAN TANAMAN MELATI AIR SEBAGAI METODE CONSTRUCTED WETLAND DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH Sri Sukmawati, I Wayan; Asmoro, Pungut
WAKTU Vol 12 No 1 (2014): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v12i1.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa removal cemaran dan efisiensi penurunan cemaran kandungan BOD, COD, Phosphat (PO4) dan Detergen pada sistem contructed wetland dengan System Sub – Surface Flow Constructed Wetland dengan alirandibawah permukaan, dengan variasi media pasir kasar dan pecahan genting denganmenggunakan tanamam melati air. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabayadengan pertimbangan untuk mendapatkan air limbah yang banyak mengandung polutan terutamadari air limbah bekas pencucian linen yang banyak mengandung BOD, COD, Phospat (PO4) danDetergen. Untuk mengetahui removal cemaran BOD, COD, Phospat (PO4) dan Detergen tersebutdigunakan 2 reaktor dengan variasi media yaitu pasir kasar dan pecahan genting yang sama –sama ditamani dengan tanaman melati air, dengan debit aliran yang tidak kontinyu dan waktutinggal selama 2 hari. Dalam hasil penelitian ditunjukkan bahwa pada reaktor dengan media pasir,untuk kandungan BOD terjadi penurunan sebesar 654 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 59 %) sedangkan pada reaktor media pecahan genting terjadi penurunan kandungan BOD sebesar 680 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 61 %). Untuk kandungan COD pada reaktor media pasir terjadipenurunan sebesar 307 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 56 %), sedangkan pada reaktor mediapecahan genting terjadi penurunan kandungan COD sebesar 322 mg/l (efisiensi penurunansebesar 59 %). Untuk kandungan Phospat (PO4) pada reaktor media pasir terjadi penurunansebesar 8 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 32 %), sedangkan pada media pecahan gentingkandungan Phospat (PO4) terjadi penurunan sebesar 10 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 40 %). Sedangkan untuk kandungan Detergen pada reaktor media pasir terjadi penurunan sebesar 27mg/l (efisiensi penurunan sebesar 48 %), sedangkan pada reaktor pecahan genting terjadipenurunan kandungan Detergen sebesar 31 mg/l (efisiensi penurunan sebesar 56 %). Pada duareaktor dengan media yang berbeda yaitu media pasir dan pecahan genting sama – samamenunjukkan penurunan kandungan BOD, COD, Phospat (PO4) dan Detergen namun padareaktor yang berisi media pecahan genting efisiensi penurunan kandungan semua parameter yangditeliti lebih tinggi dibandingkan dengan reaktor dengan media pasir.
PENGARUH ARTIFICIAL RECHARGE MELALUI LOBANG RESAP BIOPORI TERHADAP MUKA AIR TANAH Asmoro, Pungut; Widyastuti, Sri
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.835

Abstract

Berubahnya tata guna lahan dari areal terbuka yang permukaannya ditutupi oleh vegetasimenjadi areal terbangun yang permukaan tanahnya dilapisi oleh penutup kedap air seperti atapbangunan, perkerasan jalan aspal maupun pemasangan lapisan beton menjadikan volume airlimpasan hujan sangat sedikit yang meresap ke dalam lapisan tanah. Oleh karena itu makakeberadaan air tanah menjadi sangat berkurang volume cadangannya. Hal ini berlangsung secarameningkat sehingga level muka air tanah semakin dalam dari muka tanah. Dalam kondisi sepertiitu diperlukan metode penggantian proses infiltrasi air limpasan hujan ke dalam lapisan tanah.Beberapa metode imbuhan buatan (artificial recharge) telah diterapkan dibeberapa tempat sepertimetode danau buatan, kolam resapan, parit resap, dan sumur resapan. Maka lubang resap bioporiperlu dikaji keandalannya di dalam membantu proses infiltrasi air limpasan hujan sehinggaberdampak terhadap deposit air tanah.Dalam penelitian ini penerapan biopori pada seluasan areal telah terbukti memiliki peranyang cukup signifikan, bahwa biopori juga mampu meresapkan air ke dalam tanah. Indikasi darimanfaat biopori ini dapat dilihat adanya perbedaan ketinggian muka air tanah pada areal yangdiberi terapan biopori dibandingkan pada areal yang tidak diberi terapan biopori. Selain itu,kecepatan pertambahan level muka air tanah juga terlihat secara nyata bahwa pada areal bioporilebih cepat.
PENURUNAN KADAR BOD DAN COD AIR LIMBAH UPT PUSKESMAS JANTI KOTA MALANG DENGAN METODE CONTRUCTED WETLAND Sasono, Endro; Asmara, Pungut
WAKTU Vol 11 No 1 (2013): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v11i1.869

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dan efisiensi tanaman air, yaitu melati air ( Echinodorus palaefolius ) dan bambu air ( Equisetum hymale ) dalam menurunkan kandungan BOD dan COD pada air limbah puskesmas. Untuk mengetahuikemampuan tanaman air dalam mendegradasi polutan digunakan sistem sunsurface contructed wetland yang terdiri atas 2 ( dua ) reaktor. Reaktor I berisi media tanam dan tanaman air yaitu melati air ( Echinodorus palaefolius ) , reaktor II berisi media tanam dantanaman air yaitu bambu air ( Equisetum hymale ). Air limbah puskesmas yang akan diuji dialirkan secara tidak kontinyu. Sampel air limbah diambil dari outlet masing-masing reaktor setiap 2 (dua) hari sebanyak 3 (tiga) kali dan dianalisa kandungan BOD dan CODnya.Hasil penelitian menunjukkan melati air lebih efektif dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada air limbah puskesmas. Tanaman melati air memiliki efisiensi penurunan kadar BOD rata-rata 92% dan COD rata-rata 92%. Tanaman bambu air memiliki efisiensi penurunan kadar BOD rata-rata 86% dan COD rata-rata 84%. Kesimpulannya bahwa melati air lebih efisien dalam menurunkan kadar BOD dan COD dibanding bambu air
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PABRIK TEMPE DENGAN BIOFILTER Nurhayati, Indah; Asmoro, Pungut; Sugito, Sugito
WAKTU Vol 9 No 2 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v9i2.917

Abstract

Industri tempe Bapak Karipan di Desa Sedenganmijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur merupakan home industri dengan teknologi yang sangat sederhana. Air limbah yang dihasilkan langsung dibuang ke sungai. Kedaan ini akan sangat mengganggu kesehatan lingkungan sekitar yang pada akhirnya akan mengganggu kesehatan masyarakat pengguna air sungai tersebut. Untuk mengatasi masalah lingkungan di lokasi industri tempe Bapak Karipan, maka tim dosen Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya melalukan pengabdian kepada masyarakat melalui program VUCER dari DP2M DIKTI Depdiknas. Program yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun instalasi penglah air limbah (IPAL) dengan proses biofilter di industri tempe P. Karipan. Tujuan dari pengadaan IPAL adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan produksi, meningkatkan kualitas produk (tempe) industri tempe sehingga hygienis, meningkatkan kesejahteraan pengusaha mitra dan kenyamanan masyarakat sekitar dari gangguan cemaran akibat proses produksi industri tempe,meningkatkan rasa aman pengusaha mitra dari segala bentuk komplain (protes) masyarakat dan pihak berwenang terkait dengan pencemaran lingkungan akibat limbah cair industri tempe tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama penyebaran angket, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak air limbah pabrik tempe terhadap lingkungan sekitar. Tahap kedua pembangunan IPAL. Tahap ke tiga penyebaran angket dengan tujuan untuk mengetahui dampak limbah industri tempe terhadap lingkungan sekitar setelah dibangun instalasi pengolah air limbah. Pelaksanaan pegabdian masyarakat di pabrik tempe memberikan hasil sebagai berikut : Sebelum dilakukan pengolahan limbah cair industri tempe menggangu lingkungan sekitar, terutama menyebabkan bau busuk dan pencemaran air sungai, pengolahan limbah industri tempe milik bapak Karipan yang berada di Desa Sedengan Mijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo setelah diolah dengan biofilter diperoleh hasil yang sangat memuaskan dengan efisiensi penurunan rata-rata 98 %, untuk parameter BOD, COD, TSS, sehingga efluen yang dibuang ke sungai sudah memenuhi baku mutu sesuai dengan SK. Gub. Jatim No. 136 tahun 1994, Tentang Baku Mutu Limbah Cair Industri, dengan dibangunnya IPAL untuk mengolah limbah cair industri tempe Bapak Karipan menjadikan lingkungan sekitar industri menjadi lebih baik,pemilik industri tempe merasa aman dari ancaman protes masyarakat terkait karena limbah cair industrinya sudah tidak mengganggu lingkungan sekitar.