Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FLEXIBLE HOUSING SCHEMES ON HOUSING TYPE 36 IN YOGYAKARTA Hendra Frisky; Diananta Pramitasari
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 48 No. 2 (2021): DECEMBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.614 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.48.2.97-108

Abstract

Flexible housing has the potential to be applied in housing type 36 in Indonesia, especially with a focus on the modeling of the flexible housing scheme. But beforehand, potential redundancies and trend patterns of occupant needs must be identified. The research stages are spaciousness, spatial complexity using statistics, and perceptual clarity using repeated modeling and evaluation. There are 28 research data samples taken from type 36 housing developed by Perum perumnas Regional V of Yogyakarta branches i.e. Perumnas Minomartani, Perumnas Condong Catur, Perumnas Guwosari, and Perumnas Trimulyo. The results of the research are change of rooms needs for the inhabitant, transformation of tipology from the house layout, the priority setting of rooms for the inhabitants, linkage among rooms that is efficient for the inhabitant, limitations of flexible housing, and flexible housing schemes.
Fleksibilitas Penghuni dalam Beradaptasi terhadap Ruang Hunian Terbatas di Kampung Pringgolayan Yovie Zulaikha Gultom; Diananta Pramitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1812

Abstract

Permukiman sebagai ruang hidup manusia senantiasa mengalami penyesuaian terhadap keterbatasan fisik dan perubahan lingkungan. Kampung Pringgolayan Eks HP 10 (menggunakan bekas hak pakai nomor 10) yang semula merupakan kawasan kumuh telah ditata melalui program perbaikan infrastruktur, namun keterbatasan lahan hunian berukuran rata-rata 20 m² dengan dua lantai mendorong penghuni melakukan strategi adaptasi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi adaptasi yang diterapkan penghuni serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika ruang hunian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap penghuni untuk menggali perubahan fisik bangunan, fungsi ruang, dan aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan dalam bentuk adaptation by reaction berupa perubahan fisik bangunan dan penambahan elemen, adaptation by adjustment berupa penyesuaian fungsi ruang, serta adaptation by withdrawl berupa perpindahan ruang atau aktivitas ke tempat lain. Dari 12-unit rumah yang diamati, bentuk strategi adaptasi yang paling dominan pada hunian adalah by reaction + by adjustment, yang menunjukkan upaya aktif penghuni dalam menyesuaikan diri terhadap keterbatasan lahan melalui perubahan fisik dan penataan fungsi ruang. Pola ini mencerminkan fleksibilitas tinggi serta kreativitas penghuni dalam mengoptimalkan ruang, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan perumahan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan dan perilaku adaptif masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan lahan mendorong penghuni untuk mengembangkan strategi adaptasi fleksibel dan multifungsi, yang tidak hanya memperlihatkan dinamika interaksi antara ruang dan aktivitas, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi perencanaan perumahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan penghuni.
Perilaku Pemilihan Tempat Duduk Pada Perpustakaan Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada Dian Perwita Sari; Diananta Pramitasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 1, Nomor 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v1i1.3

Abstract

Fenomena konsep perilaku berupa privasi, teritori dan ruang personal hadir pada ruang baca perpustakaan Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada. Pola tempat duduk yang diatur secara linear memudahkan view pengunjung untuk melihat buku-buku yang dipajang. Selain banyaknya bacaan dan literatur pola pemilihan dan peletakkan tempat duduk sangat berpengaruh bagi jumlah pengunjung untuk mengunjungi perpustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecendrungan pemilihan tempat duduk di perpustakaan Jurusan Teknik Arsitektur UGM dan 2) mendeskripsikan fenomena perilaku pemilihan tempat duduk pada ruang baca perpustakaan ini. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatitif. Pendekatan deskriptif kualitatif bertujuan menggambarkan keadaan yang sedang berlangsung saat ini yang untuk mengidentifikasi kondisi eksisting dengan cara pemetaan perilaku berdasarkan place centered mapping. Hasil penelitian ini adalah faktor kesamaan secara grup/program studi dan usia yang sama, faktor tingkat privasi, faktortingkat pencahayaan di dalam ruang, dan faktor berdasarkan teritori rak buku.
PRODUKSI RUANG DALAM HOME-BASED ENTERPRISE BATIK DI KAMPUNG KAUMAN, KOTA PEKALONGAN Atsiruddin Priza Aufar; Diananta Pramitasari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 2: December 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i2.11397

Abstract

Fenomena home-based enterprise (HBE) muncul sebagai strategi adaptif masyarakat perkotaan dalam menghadapi keterbatasan lahan sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi. Kampung Kauman di Kota Pekalongan merupakan contoh penting di mana rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang produksi batik yang intensif. Pemanfaatan ruang domestik untuk aktivitas ekonomi menciptakan konfigurasi ruang multifungsi yang unik, sering kali menimbulkan negosiasi antara kebutuhan privat dan tuntutan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi ruang dalam HBE batik dengan menggunakan kerangka teori production of space dari (Henri Lefebvre, 1991). Teori ini memandang ruang sebagai produk sosial yang terbentuk melalui tiga dimensi: conceived space (ruang yang dirancang atau direncanakan), perceived space (praktik spasial yang dialami sehari-hari), dan lived space (ruang yang dimaknai secara simbolis dan kultural). Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus kualitatif pada empat rumah produksi batik di Kampung Kauman. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik dan pekerja, serta analisis denah rumah untuk memahami transformasi ruang domestik menjadi ruang produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ruang di HBE batik terbentuk melalui praktik adaptasi yang fleksibel, meliputi sharing space (ruang dipakai bersama untuk fungsi domestik dan produksi), extending space (perluasan ruang melalui bangunan tambahan), dan shifting space (perubahan fungsi ruang berdasarkan waktu). Temuan ini menegaskan bahwa ruang HBE batik di kawasan padat adalah hasil negosiasi sosial-ekonomi yang terus berlangsung, sekaligus mencerminkan identitas budaya masyarakat Pekalongan.
Peran fasilitas tempat duduk ruang luar bagi lansia di permukiman padat Kota Yogyakarta Diananta Pramitasari; Ulfaizah Sahril; Ahmad Sarwadi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 6 No 1 (2021): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2021 ~ April 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v6i1.565

Abstract

The environmental amenities of areas with a high elderly population need to be adjusted to support their lives and ensure they experience a healthy aging process. Therefore, this research examines the role of residential areas in providing support to the daily activities of the elderly for their optimal and everyday use of available outdoor seating facilities. Data were obtained from 25 outdoor seating facilities in a densely populated environment in Yogyakarta City center through observations, interviews, and person-centered mapping of the elderly as respondents. The results showed that the elderly utilize outdoor seating for social, recreation, rest, shelter, and household activities. Therefore, it is still necessary to improve the physical quality of seating in these facilities to ensure that they are maximally utilized by the elderly. The important aspect in establishing these criteria are as follows: (1) dimensions, (2) protection, (3) material, (4) Form, and (5) comfort.