Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

River Mitigation as a Form of Elderly-Nature Interaction in Densely Populated Settlement in Yogyakarta Muhammad Aldi Rahmatul Hakim; Diananta Pramitasari
Jurnal Kawistara Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.63738

Abstract

High population density has been associated with disease susceptibility. To address this problem many suggest that the negative effects of population density can be reduced by interacting with nature as a restorative activity. This study aims to determine how the elderly in the residential areas on the banks of the Winongo river, Ngampilan District, Yogyakarta City with high population density interact with nature in the riverside environment, and what form of space is needed. This study uses a deductive exploratory method with elderly respondents who are active on the riverbank. The results showed that the riverside space which is used as a space for interaction between the elderly and nature is a room with sitting facilities, walls that are not closed, and shade that is not too tight. Interactions with nature that occur can be in the form of physical restoration, recreation, domestic, and mitigation activities. The activity of seeing water levels as flood mitigation is the most dominant form. Physical limitations make elderly people more aware of disasters along the riverbanks. A space that makes it easier for the elderly to do disaster anticipation activities needs to be prepared for long-term planning.
FLEXIBLE HOUSING SCHEMES ON HOUSING TYPE 36 IN YOGYAKARTA Hendra Frisky; Diananta Pramitasari
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 48 No. 2 (2021): DECEMBER 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.614 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.48.2.97-108

Abstract

Flexible housing has the potential to be applied in housing type 36 in Indonesia, especially with a focus on the modeling of the flexible housing scheme. But beforehand, potential redundancies and trend patterns of occupant needs must be identified. The research stages are spaciousness, spatial complexity using statistics, and perceptual clarity using repeated modeling and evaluation. There are 28 research data samples taken from type 36 housing developed by Perum perumnas Regional V of Yogyakarta branches i.e. Perumnas Minomartani, Perumnas Condong Catur, Perumnas Guwosari, and Perumnas Trimulyo. The results of the research are change of rooms needs for the inhabitant, transformation of tipology from the house layout, the priority setting of rooms for the inhabitants, linkage among rooms that is efficient for the inhabitant, limitations of flexible housing, and flexible housing schemes.
Fleksibilitas Penghuni dalam Beradaptasi terhadap Ruang Hunian Terbatas di Kampung Pringgolayan Yovie Zulaikha Gultom; Diananta Pramitasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1812

Abstract

Permukiman sebagai ruang hidup manusia senantiasa mengalami penyesuaian terhadap keterbatasan fisik dan perubahan lingkungan. Kampung Pringgolayan Eks HP 10 (menggunakan bekas hak pakai nomor 10) yang semula merupakan kawasan kumuh telah ditata melalui program perbaikan infrastruktur, namun keterbatasan lahan hunian berukuran rata-rata 20 m² dengan dua lantai mendorong penghuni melakukan strategi adaptasi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk strategi adaptasi yang diterapkan penghuni serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika ruang hunian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap penghuni untuk menggali perubahan fisik bangunan, fungsi ruang, dan aktivitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi dilakukan dalam bentuk adaptation by reaction berupa perubahan fisik bangunan dan penambahan elemen, adaptation by adjustment berupa penyesuaian fungsi ruang, serta adaptation by withdrawl berupa perpindahan ruang atau aktivitas ke tempat lain. Dari 12-unit rumah yang diamati, bentuk strategi adaptasi yang paling dominan pada hunian adalah by reaction + by adjustment, yang menunjukkan upaya aktif penghuni dalam menyesuaikan diri terhadap keterbatasan lahan melalui perubahan fisik dan penataan fungsi ruang. Pola ini mencerminkan fleksibilitas tinggi serta kreativitas penghuni dalam mengoptimalkan ruang, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan perumahan yang mampu mengakomodasi dinamika kebutuhan dan perilaku adaptif masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan lahan mendorong penghuni untuk mengembangkan strategi adaptasi fleksibel dan multifungsi, yang tidak hanya memperlihatkan dinamika interaksi antara ruang dan aktivitas, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi perencanaan perumahan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan penghuni.