Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Self Assessment Pemantauan Gerak Janin Pada Ibu Hamil Novita Triyuliandari; Dian Roza Adila; Dewi Kurnia Putri
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.939 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2860

Abstract

Self assessment merupakan penilaian diri dalam proses memandang diri sendiri. Dalam pemantauan gerakkan janin, self assessment penting dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan janin, sehingga dapat menurunkan kejadian IUFD. Perlu adanya peran tenaga kesehatan dalam memotivasi ibu hamil untuk mendeteksi gerakan janin agar tidak terjadi komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 ibu hamil trimester III yang berada di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di uji dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 44 responden (56,4%) memiliki peran tenaga kesehatan yang baik dan 48 responden (61,5%) memiliki self assessment yang baik dalam pemantauan gerakkan janin. Terdapat hubungan antara peran terana kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil dengan nilai P value 0,011 (<0,05). Semakin baik peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi terkait pemantauan gerakkan janin maka semakin baik self assessment pemantauan gerakkan janin pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil dapat mempertahankan self assessment pemantauan gerakkan janin dirumah.
The Effectiveness of Celengan Rindu in Monitoring Fetal Movement in Third-Trimester Mothers Dian Roza Adila; Vella Yovinna Tobing; Mardeni Mardeni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i2.498

Abstract

Aims:  Neonatal mortality ranks fifth among the top ten causes of death in the world, including neonatal conditions. Early detection measures, such as assessing the well-being of the fetus during the womb through monitoring Fetal Movements (FM), can help to reduce the incidence of IUFD. Monitoring FM aims to determine fetus well-being. Celengan Rindu application was created with the goal of making it easier for mothers to monitor FM daily. This study to determine the efficacy of Celengan Rindu in monitoring FM in third-trimester mothers at the Sidomulyo Inpatient Health Center. Methods:  This study was carried out quantitatively on Celengan Rindu using a quasi-experimental design and FM monitoring. This study's sample included up to 30 pregnant women in their third trimester. The sampling technique used was accidental sampling with a questionnaire designed by the researcher himself regarding monitoring FM. The Wilcoxon test was used to analyze the data in this study. Results:   Most of the pregnant women 66.7%, were in their early adulthood and had gravida status, with the majority being primigravida, 63.3%. Only 16.7% of respondents monitored FM according to the results of the pretest before using the Celengan Rindu. The post-test showed that 25 people monitoring fetal movements out of 30 respondents. The P-value was 0.001, it means Celengan Rindu was effective to monitor FM.  Conclusions: Celengan Rindu can be used to prevent IUFD and provide the results of a successful pregnancy, allowing the mother to proceed with the expected delivery process.
SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.