Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Self Assessment Pemantauan Gerak Janin Pada Ibu Hamil Novita Triyuliandari; Dian Roza Adila; Dewi Kurnia Putri
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.939 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2860

Abstract

Self assessment merupakan penilaian diri dalam proses memandang diri sendiri. Dalam pemantauan gerakkan janin, self assessment penting dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan janin, sehingga dapat menurunkan kejadian IUFD. Perlu adanya peran tenaga kesehatan dalam memotivasi ibu hamil untuk mendeteksi gerakan janin agar tidak terjadi komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 ibu hamil trimester III yang berada di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di uji dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 44 responden (56,4%) memiliki peran tenaga kesehatan yang baik dan 48 responden (61,5%) memiliki self assessment yang baik dalam pemantauan gerakkan janin. Terdapat hubungan antara peran terana kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil dengan nilai P value 0,011 (<0,05). Semakin baik peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi terkait pemantauan gerakkan janin maka semakin baik self assessment pemantauan gerakkan janin pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil dapat mempertahankan self assessment pemantauan gerakkan janin dirumah.
The Effectiveness of Celengan Rindu in Monitoring Fetal Movement in Third-Trimester Mothers Dian Roza Adila; Vella Yovinna Tobing; Mardeni Mardeni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i2.498

Abstract

Aims:  Neonatal mortality ranks fifth among the top ten causes of death in the world, including neonatal conditions. Early detection measures, such as assessing the well-being of the fetus during the womb through monitoring Fetal Movements (FM), can help to reduce the incidence of IUFD. Monitoring FM aims to determine fetus well-being. Celengan Rindu application was created with the goal of making it easier for mothers to monitor FM daily. This study to determine the efficacy of Celengan Rindu in monitoring FM in third-trimester mothers at the Sidomulyo Inpatient Health Center. Methods:  This study was carried out quantitatively on Celengan Rindu using a quasi-experimental design and FM monitoring. This study's sample included up to 30 pregnant women in their third trimester. The sampling technique used was accidental sampling with a questionnaire designed by the researcher himself regarding monitoring FM. The Wilcoxon test was used to analyze the data in this study. Results:   Most of the pregnant women 66.7%, were in their early adulthood and had gravida status, with the majority being primigravida, 63.3%. Only 16.7% of respondents monitored FM according to the results of the pretest before using the Celengan Rindu. The post-test showed that 25 people monitoring fetal movements out of 30 respondents. The P-value was 0.001, it means Celengan Rindu was effective to monitor FM.  Conclusions: Celengan Rindu can be used to prevent IUFD and provide the results of a successful pregnancy, allowing the mother to proceed with the expected delivery process.
SIKAP IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK BALITA Yuni Hermanita; Dian Roza Adila; Raja Fitrina Lestari; Agnita Utami
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 11 No 2 (2022): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v11i2.2309

Abstract

Diare menjadi urutan kedelapan penyebab kematian terbesar bagi balita di dunia juga di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan seriusnya dampak akibat diare yang terjadi, seperti adanya dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian, sehingga penanganan diare harus menjadi penentu keberhasilan pencegahan pertumbuhan kasus, penting bagi ibu dalam memberikan tanggung jawab dan perhatian terhadap balita dalam sikap penanganan diare. Tujuan ini penelitian ini mengetahui gambaran sikap ibu dalam penanganan diare pada anak balita di Puskesmas Harapan Raya. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 85 responden, dari jumlah populasi sebanyak 107 orang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala likert dengan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki sikap positif dalam penanganan diare sebanyak 46 orang (54,1%), namun dilihat dari karakteristik responden berdasarkan sikap mayoritas ibu dengan usia dewasa awal (21- 35 tahun) sebanyak 23 orang (27,1%) memiliki sikap negatif, mayoritas ibu berpendidikan tinggi Diploma hingga Sarjana sebanyak 37 orang (43,5%) memiliki sikap negatif, sedangkan pekerjaan IRT sebanyak 23 orang (27,1%) ibu bersikap positif dan negatif sama banyak. Alasan ibu memiliki sikap positif dikarenakan, Ibu sangat setuju penanganan diare pada balita untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti, Puskesmas dan Rumah Sakit, sedangkan ibu bersikap negatif dikarenakan, ibu sangat tidak setuju menghentikan pemberian makanan pada balita dan lebih banyak memberikan asupan air saja. Berdasarkan sikap yang digambarkan menandakan bahwasanya ibu harus lebih aktif untuk mencari informasi dalam memilih penanganan diare secara baik pada balita, dan pihak Puskesmas Harapan Raya dapat melakukan promosi kesehatan terkait penanganan diare pada balita.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Pemantauan Gerakan Janin Pada Ibu Hamil Dian Roza Adila; Vella Yovinna; Asfeni Asfeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2153

Abstract

Kematian janin dalam kandungan atau disebut juga dengan Intrauterine Fetal Death (IUFD) adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan > 20 minggu dan janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih. Untuk Mencegah terjadinya IUFD, salah satu cara yang bisa dilakukaan adalah pemantauan janin atau Fetal Movement Count. Kesadaran ibu dalam memantau gerakan janin dipengaruhi oleh pengetahuan. Pengetahuan ibu yang baik tentang Gerakan janin akan berpengaruh pada kesehatanan janin selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian cros sectional dengan teknik pengumpulan data accidental sampling pada 51 responden di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga. Hasil Analisa univariat didapatkan bahwa responden berada pada kelompok dewasa awal yaitu sebanyak 42 (82,4%) responden, menurut status pendidikan mayoritas responden adalah tingkat pendidikan menengah yaitu sebanyak 30 (58,8%) responden,menurut karakteristik responden untuk pekerjaan adalah IRT (ibu rumah tangga) yaitu sebanyak 44 (86,3%) responden, menurut jumlah anak yang lahir mayoritas adalah multigravida sebanyak 26 (51%) responden dan menurut karakteristik sumber informasi mayoritas adalah dari tenaga Kesehatan yaitu 47 (92,2%). Mayoritas renponden 23 (45,1%) responden memiliki pengetahuan cukup. Pada variabel Pemantauan gerak janin pada ibu hamil terdapat 30 (58,8%) responden melakukan pemantauan gerak janin pada masa kehamilan. Hasil uji statsistik dengan chi square didapatkan bahwa nilai P value 0,102 >0,005, yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Disarankan untuk tetap memberikan informasi terkait kehamilan, karena dengan informasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu terkait proses kehamilan.
Penyuluhan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja SMP Dian Roza Adila; Vella Yovinna Tobing; Dapia Perski; Deti Inra Wahyini
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.664

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek krusial dari kesehatan umum yang mempengaruhi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Masa remaja ditandai dengan perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang signifikan, yang memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang memadai untuk memastikan perkembangan yang sehat. Pengabdian masyarakat ini menyoroti pentingnya penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja, khususnya siswa SMP, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka mengenai anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, pubertas, perilaku seksual yang sehat, serta pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari identifikasi kebutuhan, perencanan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan umpan balik, penyusunan laporan dan publikasi. Dari 64 peserta ketika melaksanakan pre test didapatkan hasil rata-rata nilai 6,73 % berarti rata-rata peserta belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi. Adapun dari hasil post test didapatkan rata-rata nilai peserta yaitu 9,34% terlihat bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dilakukan.
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Self Assessment Pemantauan Gerak Janin Pada Ibu Hamil Novita Triyuliandari; Dian Roza Adila; Dewi Kurnia Putri
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2860

Abstract

Self assessment merupakan penilaian diri dalam proses memandang diri sendiri. Dalam pemantauan gerakkan janin, self assessment penting dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan janin, sehingga dapat menurunkan kejadian IUFD. Perlu adanya peran tenaga kesehatan dalam memotivasi ibu hamil untuk mendeteksi gerakan janin agar tidak terjadi komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatakan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 78 ibu hamil trimester III yang berada di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dengan teknik sampel yaitu accidental sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di uji dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 44 responden (56,4%) memiliki peran tenaga kesehatan yang baik dan 48 responden (61,5%) memiliki self assessment yang baik dalam pemantauan gerakkan janin. Terdapat hubungan antara peran terana kesehatan terhadap self assessment pemantauan gerak janin pada ibu hamil dengan nilai P value 0,011 (<0,05). Semakin baik peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi terkait pemantauan gerakkan janin maka semakin baik self assessment pemantauan gerakkan janin pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil dapat mempertahankan self assessment pemantauan gerakkan janin dirumah.
Pengaruh Storytelling Digital Kartun Terhadap Kecemasan Anak Yang Mendapatkan Tindakan Invasif Aditya Rahman; Riau Roslita; Dian Roza Adila; Agnita Utami; Asfeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1976

Abstract

Tindakan invasif pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis serta tingkat kerja sama anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah storytelling digital kartun sebagai bentuk terapi bermain dengan pendekatan distraksi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling digital kartun terhadap tingkat kecemasan anak yang mendapatkan tindakan invasif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group design. Sampel berjumlah 30 anak usia 3–12 tahun yang menjalani tindakan invasif di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan nilai minimum, maksimum, mean, dan median serta analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak pada kelompok intervensi berada pada kategori tidak cemas hingga cemas ringan, sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cemas sedang hingga sangat cemas. Uji statistik menunjukkan nilai p value = 0.001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan storytelling digital kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa storytelling digital kartun efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi bermain nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas asuhan keperawatan anak. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan anak serta dikembangkan melalui penelitian dengan sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat.