Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERANAN GURU PKN DALAM PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MAN MALANG 1 Kurniati Kurniati; Rohmad Widodo; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i2.8657

Abstract

ABSTRAKSekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan komponen yang sangat penting dalam mengembangkan sikap disiplin siswa. Karena disekolah siswa dibelajarkan tentang tata tertib dan kedisiplinan, aturan atau tata tertib sekolah berfungsi supaya siswa menjadi disiplin. Secara sederhana disiplin dapat diartikan sebagai sikap patuh, tata dan tertib terhadap peraturan yang berlaku disekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif yang membahas tentang peranan Guru PKn dalam membina kedisiplinan siswa. Peran disiplin memang sangat penting bagi setiap individu, apalagi bagi peserta didik. Karena sikap disiplin yang muncul dari kesadaran diri seorang anak akan mengantarkan kepada kesuksesan belajar dan tentunya sikap disiplin itu didukung oleh kesadaran mentaati aturan, norma-norma dan tata tertib yang berlaku agar siswa menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin dalam berbagai hal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan peranan Guru PKn dalam membina kedisiplinan siswa, (2) Mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh Guru PKn dalam membina kedisiplinan siswa, (3) Mendeskripsikan solusi yang dilakukan oleh Guru PKn dalam mengatasi pelanggaran kedisiplinan siswa. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan yaitu: (1) Guru PKn MAN Malang 1 telah membina kedisiplinan siswa dengan baik, (2) Kendala dari pelaksanaan disiplin sekolah kurang disadari oleh siswa dan cenderung melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan kurang adanya komunikasi antara pihak sekolahdanguru-guru dengan orang tua siswa terhadap masalah kedisiplinan siswa tetapi hanya sebagian dari guru-guru saja. (3) Solusi yang dilakukan dalam mengatasi kedisiplinan siswa, Guru PKn tetap melakukan pengawasan dan selalu mencaritahu permasalahan yang ada pada diri peserta didik dan tentunya pihak sekolah jugaserta guru-guru dan karyawan yang ada di MAN Malang 1 berupaya agar saling kerjasama dalam membina kedisiplinan siswa.Oleh karena itu, tidak hanya petugas tatib saja yang membina kedisiplinan siswa tetapi semua civitas akademik yang ada di MAN Malang 1 harus menyadarinya serta ikut bertanggung jawab yang berkaitan dengan kedisiplinan siswa. Maka dari itu pihak sekolah harus lebih mengefektifkan peraturan tata tertib lebih baik lagi dengan memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan pelanggaran agar siswa tidak melanggar peraturan tata-tertib sekolah.Kata kunci : Guru, Siswa, Kedisiplinan.ABSTRACTSchool is formal education institution which is a very important component in developing the students discipline. Since in school the students are taught about the order and discipline, rules or school rules which still work in order to make the students being discipline. Simply discipline can be interpreted as a submissive attitude, order and discipline of the school regulations.This study used a qualitative descriptive approach which discusses about the role of Citizenship teachers in building students discipline. The role of discipline is very important for each individual, especially for the learners. Because of the discipline which appear from a child’s self-awareness will lead to the success of learning and actually discipline was supported by awareness obey the rules, norms and rules that applied in order to make the students become individuals who orderly, organized and discipline in various ways. The purpose of this study were:(1) Describing the role of Citizenship teachers in building the students discipline, (2) Describing the constraints faced by Citizenship teachers in building the students discipline, (3) Describing the solution that applied by Citizenship teachers in addressing violations of the student discipline.From this study we can concluded that: (1) Citizenship teachers at MAN Malang 1 has been built the students with good discipline, (2) The problems in the implementation of school discipline neglected by students and tend to commit violations of school rules and lack of communication among the school and teachers the teacher with students parents on disciplinary problems but only several teachers. (3) The solution was done in addressing student discipline; Citizenship teachers remain to observe and always seek out the existing problems in self-learners and actually also the school and the teachers and employees in MAN Malang 1 should do mutual cooperation in student discipline. Therefore, not only the Rule officer who build the students discipline but all the academic community in Malang MAN 1 should be aware of and take responsibility related to students discipline. Thus the school should streamline further about the disciplinary rules by giving sanction to the student who commits an offense so the students do not violate the rules of school discipline.Keywords : Teacher, Students, Discipline.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI MAN LANGKE REMBONG RUTENG NUSA TENGGARA TIMUR Muhammad Nasrullah; Budiono Budiono; Agus Tinus
Jurnal Civic Hukum Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i2.8661

Abstract

ABSTRAKPembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraann merupakan pelajaran yang diajarkan pada setiap tingkat pendidikan, oleh karana itu berdasarkan uraian dan judul skripsi ini peneliti tertarik menggali informasi dengan judul peneliti. Adapun informasi yang perlu digali informasinya adalah Kepalah Sekolah MAN Langke Rembong Ruteng Nusa Tenggara Timur, Guru PPKn, Siswa dan Siswi MAN Langke Rembong Ruteng. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bentuk nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di MAN Langke Rembong Ruteng NTT. 2. Untuk mengetahui bagaimana implementasi nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di MAN Langke Rembong Ruteng NTT. 3. Untuk mengetahui bagaimana guru mengatasi hambatan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tentang materi nilai-nilai demokrasi di Man Langke Rembong Ruteng NTT. Metode Penelitian adalah mengunakan penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Hasil Penelitian adalah 1. Bentuk Nilai-Nilai Demokrasi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di MAN Langke Rembong Ruteng NTT yakni Pembentukan nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan pengetahuan mencakup tentang kebebasan, serta membangun jiwa-jiwa nasionalisme, siswa dapat membentukan nilai-nilai demokrasi dalam dirinya, sekaligus menerapkannya. 2. Implementasi nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di MAN Langke Rembong Ruteng NTT yakni mengembangkan kebebasan dalam berpendapat, yang harus ditegakkan oleh setiap siswa dan siswi MAN Langke Rembong Ruteng NTT. 3. Guru mengatasi hambatan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tentang materi milai-nilai demokrasi di MAN Langke Rembong Ruteng NTT yakni mengembangkan gagasan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang focus pada materi nilai-nilai demokrasi di sekolah, dan perludipersiapkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan.Kata Kunci: Implementasi, Nilai-nilai Demokrasi, Pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.ABSTRACTLearning Pancasila and Civics Education is a lesson taught at every level of education. Based on the description and title of this thesis, the researcher were interested in digging up information with the current research title. Also, there are some information needed to be explored which were the Head of Islamic High School in Langke Rembong Ruteng, East Nusa Tenggara, Civic Teachers, and Students of the from the school.The purpose of this research are: 1. to identify the forms of democratic values in learning Pancasila and Civic Education in Islamic High School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara. 2. To identify how the implementation of democratic values in learning Pancasila and Civic Education in Islamic High School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara. 3. To identify how the teachers overcome the obstacle in teaching Pancasila and Civic Education with the material democratic values in Islamic High School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara.The Research Method used the descriptive research and more of analysis. Processes and meanings are more highlighted in qualitative research. The theoretical foundation was applied as a guide to make a focus of the research in which accordance with the facts in the field. Besides that the theoretical basis is also useful to provide an overview of the research setting and as a material for discussion of research results.Research Results are 1. Forms of Democratic Values in Learning Pancasila and Civic Education in Islamic School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara were the Establishment of democratic values in the learning of Pancasila and Civic education that states this is knowledge about freedom, and building the nationalism, students can form democratic values within theriself and also implement them. 2. Implementation of Democratic Values in Learning Pancasila and Civic Education in Islamic High School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara is the development freedom of expression, which must be upheld by every student in IslamicHigh School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara. 3. Teachers overcome obstacle to teach Pancasila and Civic Education on Democratic Values Material in Islamic High School at Langke Rembong Ruteng in East Nusa Tenggara is the development of the idea of Pancasila education and civic that focus on the material of democratic values in schools. Also the ability of teachers and educators should be prepared.Keywords: Implementation, Democratic Values, Learning, Pancasila and Civic Education
ANALISIS KEDUDUKAN FUNGSI LEGISLASI ANGGOTA DPRD PEREMPUAN DALAM PENENTUAN KEBIJAKAN PUBLIK DI DPRD KOTA BATU PERIODE 2014-2019 Triana Kurnia Putri; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i2.9160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kedudukan fungsi legislasi anggota perempuan di DPRD Kota Batu Periode 2014-2019 dalam penentuan kebijakan publik; (2) Faktor yang mengahmbat pelaksanaan fungsi legislasi perempuan di DPRD Kota Batu Periode 2014-2019 dalam penentuan kebijakan publik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang dilakukan di DPRD Kota Batu pada bulan April sampai dengan bulain Mei 2019. Subjek penelitian antara lain seluruh anggota legislatif perempuan DPRD Kota Batu periode 2014-2019. Pengumpulan dilakukan melalui observasi langsung, mendokumentasikan kegiatan serta melakukan wawancara dengan informan. Prosedur analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Teknik keabsahan data menggunakan prosedur tringangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan: (1) anggota perempuan di DPRD Kota Batu periode 2014-2019 memiliki kedudukan yang sama dengan anggota dewan laki-laki, hal demikian terlihat dalam melaksanakan fungsi legislasi antara perempuan dan laki-laki memiliki keterlibatan yang sama atas kedudukan serta peran yang sama dalam keterlibatan menyuarakan pendapat. (2) Faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi legislasi yakni adanya kesalah pahaman antara anggota dewan dengan masyarakat terkait isi dari konten perda, kesalahpahaman antara anggota legislatif dengan anggota eksekutif, kendala waktu, serta kepentingan politik yang sangat menonjol antar anggota dewan.
PEMBINAAN KESISWAAN UNTUK PENUMBUHAN DAN PENGUATAN KARAKTER KEPEMIMPINAN MELALUI KEGIATAN OSIS Siti Hajar; Agus Tinus; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i1.9889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) desain kegiatan untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter kepemimpinan; (2) pelaksanaan kegiatan OSIS yang merupakan salah satu kegiatan pembinaan kesiswaan di SMK Negeri 2 Blitar; (3) dampak terhadap penumbuhan dan penguatan karakter kepemimpinan karena program kegiatan OSIS untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter kepemimpinan tidak tersusun secara terstruktur dan kurang nampak yang disebabkan kegiatan di SMK lebih banyak praktik sesuai dengan program keahlian masing-masing dan waktu untuk kegiatan organisasi tidak maksimal. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMK Negeri 2 Blitar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Desain yang diterapkan untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan adalah personal development, desain untuk menguatkan karakter kepemimpinan adalah melalui pelaksanaan kegiatan yang masuk dalam rencana kerja OSIS. (2) Pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan telah dilakukan dengan baik sesuai dengan desainyang telah dibuat. (3) Dampak terhadap penumbuhan dan penguatan karakter kepemimpinan bersifat positif tercermin dengan munculnya karakter integritas yang merupakan ciri seorangpemimpin ideal
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM MEMBENTUK GOOD CITIZEN PADA ERA MILENIAL Mitra Permatasari; Trisakti Handayani; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 4 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v4i1.9893

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai pendidikan antikorupsidalam membentuk good citizen pada era milenial di Universitas Muhammadiyah Malang (2) implementasi nilai-nilai pendidikan antikorupsi (3) serta kendala dan solusi untuk mengatasinya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam kepada tujuh belas informan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif terdiri dari empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan, serta tahapan terakhir ialah keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam membentuk good citizen pada era milenial di Universitas Muhammadiyah Malang khususnya pada setiap Program Studi di Lingkungan FKIP terintegrasi melalui mata kuliah PKn sesuai dengan RPS, terkecuali pada Program Studi PPKn khusus berdiri sendiri sebagai mata kuliahPendidikan Antikorupsi. Selain itu, melalui pembinaan-pembinaan pada kegiatan organisasi maupun di luar organisasi seperti pembinaan dibidang PKM dan Kewirausahaan, melalui MKU, AIK, dan nilai-nilai Islam (2) Implementasi nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam membentuk good citizen pada era milenial di Universitas Muhammadiyah Malang telah sesuai dengan nilai-nilai pendidikan antikorupsi, namun masih terdapat beberapa nilai yang belum terimplementasi dengan baik seperti nilai kedisiplinan. Sementara nilai-nilai yang lain telah melekat dalam diri mahasiswa dan terimplementasi dengan baik (3) Kendala serta solusi dari implementasi nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam membentuk good citizen pada era milenial di Universitas Muhammadiyah Malang yakni kendalanya pada mahasiswa yang memiliki karakteristik, keragaman, dan latar belakang yang berbeda-beda, untuk solusinya berupa pembinaan-pembinaan secara keberlanjutan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA RELIGIUS Aris Sahruli; Rohmad Widodo; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i1.9898

Abstract

This research was conducted at SMP Muhammadiyah 2 Batu, with the aim of (1) to fnd out and describe the implementation of character education based on religious culture in SMP Muhammadiyah 2 Batu; (2) to fnd out and describe the enabling and inhibiting factors in the implementation of character education based on religious culture in SMP Muhammadiyah 2 Batu; (3) to describe the solutions taken in addressing the problems that arise in the implementation of character education based on religious culture in SMP Muhammadiyah2 Batu.This study uses qualitative research techniques. Where researchers plunge directly to obtain information related to the title of this research. The collection of data obtained from interview techniques, observation, and documentation. The informant that needs to be explored include, the principal of SMP Muhammadiyah 2 Batu, vice of the student , vice of sarpras, PPKn teachers, religious teachers, and students of class VII, VIII, and IX. Then the data were analyzed by descriptive qualitative. The results showed that the implementation of character education based on religious culture in SMP Muhammadiyah 2 Batu, implemented through collaboration between the KTSP curriculum with the curriculum of Primary and Secondary Education Muhammadiyah assemblies and their development become specifc policies that have been agreed upon by the school. The development is carried out through habituation or cultural activities in schools are routinely carried out, namely: Culture 5S, Kultum and Duha prayer, Quranic Literacy (BTA), afternoon prayers in congregation , Fridayprayers, empathy (caring), study end-run council/IPM, and the Great Day of Islam (PHBI). Religious culture based on character education is very important in shaping the character and morals of students that possess akhlakul karimah corresponding to 18 values rooted in religious character, Pancasila, cultural, and educational purposes. Supporting factors in the implementation of character education based on religious culture in SMP Muhammadiyah 2 Batu is a curriculum, agreements, teachers (human resource) that support, facilities andinfrastructure (Mosque) in the school, the program, control of community (community participation). Inhibiting factor is student input that are heterogeneous and plural so it can not evenly distributed, the external factors (social environment or community), the limitations of the existing facilities at the school, the programs are less agreed, student awareness is still low. The solution is the school needs to improve, and always keep the communication and cooperation with parents, provide insight to the child, parents, and related institutions, develop and optimizing potentials, as well as tighter regulations in the character formation of students.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN POSITIVE CHARACTER CAMP (PCC) Ramadhani Andarus Abbas; M Mansur; Budiono Budiono
Jurnal Civic Hukum Vol. 2 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v2i1.9900

Abstract

The imbalance of early goal of the education has made students increased their negative behaviors that lead to moral degradation in the world of education. The circumstances that encourage SMAN 4 Malang to instill good character education through formal and nonformal education. One of the non-formal education programs are through school activities, namely Character Camp (PCC). The purpose of this study to determine: (1) the background and objectives of the program Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (2) the backgroundand objectives of the program Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (3) effort to plant character values and the values of any character instilled in students through a program called Character Camp (PCC) at SMAN 4 Malang; (4) the effectiveness of the program Character Camp (PCC) in instilling character values in SMAN 4 Malang.This research was conducted at SMAN 4 Malang. The method in this study was using a qualitative approach with descriptiveresearch and ex-post facto research. Where it can facilitate researchers in collecting data and searching for information that is descriptive with interviews about events that have occurred and collection of the existing documentation. The collection of data obtained are through interview techniques and the technique of documentation. Data validity technique is by using credibility, transferability, dependability and confrmability.The results show that thebackground and objectives of the program called Character Camp (PCC) is the concern by the school SMAN 4 Malang see the development of more advanced age, but many have a negative impact for students. so as to develop a positive character for the students of SMAN 4 Malang undertaking the training of character formation program that is realized in the form Character Camp (PCC). Many positive activities of the student during the execution of Character Camp (PCC) such as: outbound, mental strengthening, hypnotherapy and socialassistance (BAKSOS). Implementation of this program is made to be interesting, fun but still contains the values of the characters in it. The values of the characters in such activities as: environmental care, social care, religious, hardworking, independent, discipline and communicative. Effectiveness of the program Character Camp (PCC) in instilling character values to students only 80%, but it goes through the school rules and regulations the charactervalues will be maintained and even developed.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BIDANG STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Muhammad Yunan Suhardiyansyah; Budiono Budiono; Rohmad Widodo
Jurnal Civic Hukum Vol. 1 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v1i1.10457

Abstract

Research conducted at SMAN 9 Malang about, (1) Implementation of CharacterEducation by Study of Citizenship, (2) Describe the constraints faced, (3) Describe solution made in the implementation of Character Education by Study Of Citizenship. This research uses the nearing of qualitative research. Where researchers directly to collecting information related to the title of the study. The collection of data obtained from observation, interview, and documentation. As for the target of information are principal, waka kurikulum, waka student, teacher Citizenship Education, and the student of SMAN 9 Malang. Indicate thatthe results of research in Citizenship Education in SMAN 9 Malang loading about Character Education and devolep values’s character that exist in the state ideology that is Pancasila, strategic Citizenship Education teachers of SMAN 9 Malang are with model. Habituation or reinforcement. Evaluation is conducted by the Citizenship Education teacher at SMAN 9 are cognitive, affective and psychomotor student. Values in Citizenship Education also developed in school extracurriculier activities such as extracurricular activities paskibra in SMAN 9 Malang which also inserts character education such as discipline, responbility,independence, and nationalist. It’s just that in practice there are still constraints such as there are still a few of student who make mischief in school, many teacher and students who come school late. From the times or the impact that the school conducted globalisasi. The solution of the schools that model, an awareness of the self, the role of parents.
Pengaruh Budaya Semi Militer Terhadap Wawasan Kebangsaan Siswa Di SMK Negeri 2 Turen Budiono Budiono; Moh. Wahyu Kurniawan; Sokhifah Nikmah Maulidah
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i2.22738

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui praktik budaya semi militer di SMKN 2 Turen (2) untuk mengetahui pengetahuan kebangsaan siswa di SMKN 2 Turen (3) untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya semi militer terhadap pengetahuan Wawasan kebangsaan siswa SMKN 2 Turen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa SMKN 2 Turen dengan jumlah sampel 60 orang dengan menggunakan metode purposive random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, penyebaran angket yang telah diujicobakan kepada seluruh siswa kelas XII, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji normalitas, uji linieritas, regresi linier sederhana, dan uji korelasi dengan product moment. Hasil penelitian ini adalah (1) budaya semi militer yang diterapkan di SMKN 2 Turen berpengaruh signifikan dengan nilai efisiensi sebesar 2.739 (2) pengetahuan kebangsaan di SMKN 2 Turen berpengaruh signifikan dengan efisiensi sebesar 0,898 (3) ada pengaruh antara budaya semi militer terhadap pengetahuan  wawasan kebangsaan siswa SMKN 2 Turen dengan koefisien dan korelasi sebesar 0,930 dan kontribusi yang diberikan sebesar 86,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara budaya semi militer terhadap pengetahuan kebangsaan di SMKN 2 Turen.
Pengenalan Konsep IPA Pembiasan Cahaya dan Pencerminan dengan menggunakan Cermin dan Lensa Suwarsono; Budiono; Ary Dwi Astuti; Khusnul Hadi; Mila Malna Solikha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5279

Abstract

Pendidikan anak pada usia dini memerlukan kreativitas pendidik dalam menyampaikan materi. Proses pembelajaran harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan bagi anak karena pada masa ini, pendidikan ditanamkan melalui pengalaman anak. Dari pengalaman, mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bermakna. Anak-anak cenderung senang belajar melalui pengamatan, eksplorasi, dan berimajinasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Peningkatan pengalaman belajar di usia ini bisa dilakukan dengan mengenalkan konsep-konsep ilmu baru pada anak agar mereka bisa mengenal lingkungan dan alam sekitarnya. Peran guru dalam menyampaikan pengalaman belajar dalam proses pembelajaran ini sangat penting karena guru berperan sebagai pemimpin belajar, fasilitator, moderator, motivator dan evaluator. Pemanfaatan media pembelajaran yang tepat diharapkan bisa membantu peserta didik belajar sesuai dengan minat dan karakteristik mereka dan membantu guru untuk memberikan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran merupakan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru sebagai wujud kreativitasnya dalam pembelajaran. Media pembelajaran juga bisa membantu siswa untuk mengenal konsep baru ilmu pengetahuan yang dikenalkan oleh guru di dalam kelas. Kegiatan pengabdian pada pemanfaatan lensa dan cermin sebagai pengenalan konsep IPA pembiasan cahaya dan pantulan cermin ini mencakup implementasi media pembelajaran untuk anak Taman 'Aisyiyah Bustanul Athfal 18 Dau di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Malang. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar pada siswa dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya