Darjito Darjito
Department of Chemistry, Brawijaya University, Jl. Veteran 169 Malang 65145

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Adsorpsi Seng(II) Menggunakan Biomassa Azolla microphylla Diesterifikasi dengan Asam Sitrat Indriana, Mega Dona; Purwonugroho, Danar; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.909 KB)

Abstract

Penelitian tentang adsorpsi seng(II) menggunakan biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan suatu kondisi optimum adsorpsi seng(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang telah diesterifikasi dengan asam sitrat dan kapasitas adsorpsi biomassa hasil esterifikasi terhadap seng(II). Esterifikasi biomassa Azolla microphylla dilakukan dengan  mensuspensikan 5 g biomassa dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M kemudian dikeringkan dalam oven pada 60 oC. Setelah itu, suspensi kering dipanaskan pada 120oC selama 3,5 jam. Percobaan  adsorpsi menggunakan sistem batch pada biomassa kering dengan ukuran 120-150 mesh dengan variasi pH, waktu kontak, dan variasi konsentrasi. Kemudian konsentrasi seng(II) setelah adsorpsi ditentukan menggunakan SSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum terjadi pada pH 6 dan waktu kontak 45 menit. Berdasarkan persamaan adsorpsi isotermis Langmuir dapat diperoleh informasi bahwa kapasitas adsorpsi (Qmax) biomassa yang diesterifikasi (21,09 mg/g) memiliki nilai relatif sama dengan kapasitas adsorpsi biomassa yang tidak diesterifikasi (21,14 mg/g).
ADSORPSI SENG(II) OLEH BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN DESORPSI MENGGUNAKAN LARUTAN HCl Sinaga, Ria Septiani; Purwonugroho, Danar; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.882 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang desorpsi seng(II) yang terikat oleh biomassa Azolla microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat menggunakan agen pendesorpsi larutan HCl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum desorpsi seng(II). Esterifikasi dilakukan dengan menambahkan 5 gram biomassa kering Azolla microphylla berukuran 120-150 mesh ke dalam 50 mL asam sitrat 0,8 M dan diaduk selama 2 jam. Campuran biomassa-sitrat dikeringkan pada suhu 60oC hingga kering dan dilanjutkan dengan pemanasan selama 3,5 jam pada suhu 120oC. Percobaan adsorpsi dilakukan dengan menambahkan adsorben ke dalam 25 mL larutan seng(II) 100 mg/L pH 6 dan dikocok selama 45 menit. selanjutnya dilakukan percobaan desorpsi dengan menambahkan adsorben kering yang telah mengikat seng(II) kedalam larutan HCl sebanyak 25 mL dengan variasi konsentrasi larutan HCl(0,1M;0,5M;1,0M;1,5M;2,0M) dan waktu kontak(30;45;60;75;90 menit). Konsentrasi seng(II) yang terdesorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum desorpsi seng(II) terjadi pada penggunaan larutan HCl 1,0 M dan waktu kontak 45 menit dengan persentase desorpsi sebesar 97,78%.
PENGARUH pH DAN LAMA KONTAK PADA ADSORPSI ION LOGAM Cu2+ MENGGUNAKAN KITIN TERIKAT SILANG GLUTARALDEHID Asto, Eko Susanto; Darjito, Darjito; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.564 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pH dan lama kontak pada adsorpsi ion logam Cu2+ menggunakan kitin terikat silang glutaraldehid. Penelitian ini diawali dengan pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Hasil pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid diidentifikasi gugus fungsionalnya dengan FT-IR serta dihitung derajat deasetilasinya dan dilakukan SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dari kitin terikat silang glutaraldehid. Penentuan kondisi pH dilakukan melalui variasi pH 2, 3, 4, 5, dan 6, dan lama kontak 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Nilai derajat deasetilasi kitin terikat silang glutaraldehid sebesar 11,85%. Hasil identifikasi dengan SEM-EDX menunjukkan bahwa morfologi kitin terikat silang glutaraldehid lebih tertata rapi dengan pengikat prosentase C dari 33% menjadi sebesar 50%. Kondisi optimum adsorpsi terjadi pada pH 4 dengan prosentase adsorpsi 66,24%, dan lama kontak terjadi pada menit ke-100 dengan prosentase adsorpsi 90,19%. Kata kunci : adsorpsi, Cu2+, derajat deasetilasi, kitin terikat silang glutaraldehid
PENGARUH AKTIVASI KIMIA DAN PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND PUTIH PADA ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR Sarosa, Yoang Enggaling; Wardhani, Sri; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.001 KB)

Abstract

Penyumbang polusi udara berupa gas CO,CO2 dan hidrokarbon paling besar ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini memanfaatkan zeolit alam sebagai adsorben untuk mengurangi emisi gas CO, CO2 dan hidrokarbon dari kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan zeolit alam tanpa perlakuan aktivasi dan zeolit alam perlakuan aktivasi kimia dan fisik. Perlakuan aktivasi menggunakan HCl 0,4M dan kalsinasi suhu 500oC. Adsorben zeolit alam dengan semen portland putih dibuat dengan komposisi perbandingan (100:0 dan 87,5:12,5). Hasil penelitian uji daya serap gas menggunakan stargas D 898 OTC menunjukkan kemampuan daya serap zeolit alam aktivasi terhadap gas hidrokarbon dan karbondioksida lebih tinggi daripada zeolit alam tanpa aktivasi. Tetapi kemampuan daya serap zeolit alam aktivasi terhadap gas karbonmonoksida lebih rendah daripada zeolit alam tanpa aktivasi. Penambahan semen portland putih pada adsorben menyebabkan penurunan daya serap gas tetapi meningkatkan kekuatan tekan adsorben. Kesetimbangan daya serap gas hidrokarbon, gas karbondioksida dan gas karbonmonoksida berturut-turut pada zeolit alam tanpa aktivasi mempunyai efisiensi sebesar 37,83%, 39,95% dan 45,53%, sedangkan pada zeolit alam aktivasi sebesar 43,7%, 46,58% dan 43,64%. Kata kunci : aktivasi, daya serap, emisi gas buang, semen portland putih, zeolit alam.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN H2O2 TERHADAP DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-N Permatasari, Oda Silvia; Wardhani, Sri; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan H2O2 30% terhadap degradasi zat warna methyl orange 10 mg/L menggunakan fotokatalis TiO2-N. Sintesis fotokatalis TiO2-N dilakukan dengan perbandingan mol TiO2:urea 10:1,5. Karakterisasi fotokatalis dilakukan dengan menggunakan UV Visible Difuse Reflactance, dan Particle Size Analyzer.  Larutan 25 mL methyl orange 10 mg/L ditambahkan 80 mg TiO2-N dan H2O2 30% 0; 0,25; 0,5; 0,75, 1,0 mL disinari pada kondisi sinar matahari dan sinar UV (352 nm) selama 0, 30, 60, 90, 120, 150, 180, dan 240 menit.  Hasil karakterisasi menunjukkan penambahan dopan N menyebabkan peningkatan ukuran partikel dan penurunan band gap TiO2 sebesar 0,014 eV. Hasil penelitian menunjukkan volume penambahan H2O2 optimum adalah 0,75 mL dengan peningkatan degradasi dari 69,57 % menjadi 82,76%. Fotodegradasi methyl orange meningkat seiring dengan bertambahnya lama penyinaran. Kata kunci : fotokatalis, matahari, methyl orange, TiO2-N
Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Zn(II) Menggunakan Kitin Terikat Silang Glutaraldehid Pratama, Oky Yoga; Darjito, Darjito; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.355 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi Zn(II) menggunakan kitin terikat silang glutaraldehid. Penelitian diawali dengan pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan SEM-EDX untuk mengetahui gugus-gugus fungsional dan bentuk morfologi pada kitin yang terikat silang glutaraldehid. Penentuan pH optimum dilakukan  pada variasi pH 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Penentuan lama kontak optimum dilakukan dengan variasi lama waktu kontak 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan bentuk morfologi permukaan yang lebih rapat, meningkatnya persentase unsur karbon, munculnya serapan gugus C=N pada bilangan gelombang 1627,81 cm-1 dan menurunnya nilai derajat deasetilasi dari 35,34% menjadi 24,05%. Kondisi optimum adsorpsi Zn(II) terjadi pada pH 6 dengan persen Zn(II) teradsorpsi sebesar 86,61% dan waktu kontak 100 menit dengan persen Zn(II) teradsorpsi sebesar 86,22%.   Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Zn(II) ABSTRACT Research about the effect of pH and contact time on the adsorption of Zn(II) using chitin cross-linked glutaraldehyde has done. This research was started by making chitin cross-linked glutaraldehyde. Chitin was characterized using FT-IR and SEM-EDX to determine functional group and morphology of chitin cross-linked glutaraldehyde. Determining pH has done in variation pH 2, 3, 4, 5, 6, and 7. Determining optimum time has done in variation contact time 20, 40, 60, 80, 100, and 120 minute. The results of characterization chitin cross-linked glutaraldehyde showed that the surface morphology more dense, the increased percentage of carbon, appeared absorption of C=N at waves number 1627.81 cm-1 and decreased the value of deacetylation degree from 35.34% to 24.05%. The optimum condition of adsorption Zn(II) happened at pH 6 with percent adsorption 86.61 % and contact time optimum at 100 minute with percent adsorption 86.22 %.   Keywords : chitin cross-linked glutaraldehyde, adsorption, ion Zn(II)
Pengaruh pH dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Ion Logam Cd2+ Menggunakan Adsorben Kitin Terikat Silang Glutaraldehid Abdillah, Akhmad Isa; Darjito, Darjito; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.531 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dibahas tentang pengaruh pH dan waktu kontak pada adsorpsi ion logam Cd2+ menggunakan adsorben kitin terikat silang glutaraldehid. Kitin yang digunakan berasal dari kulit udang dibuat melalui proses deproteinasi dan demineralisasi. Penambahan NaOH, NaCl dan glutaraldehid dilakukan pada proses pembuatan kitin terikat silang glutaraldehid. Karakterisasi kitin dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FTIR, kemudian dilakukan SEM-EDX. Spektra FTIR digunakan untuk menentukan derajat deasetilasi dan gugus fungsi dari kitin terikat silang glutaraldehid. Adsorpsi ion logam Cd2+ oleh kitin terikat silang glutaraldehid dilakukan pada variasi pH 2, 3, 4, 5, dan 6, serta variasi waktu 20, 40, 60, 80, 100, dan 120 menit. Hasil karakterisasi kitin terikat silang glutaraldehid menunjukkan penurunan derajat deasetilasi dari 35,35% menjadi 8,7294%, dan bentuk morfologi lebih rapat dibandingkan dengan bentuk morfologi kitin kulit udang biasa. Kondisi optimum dari proses adsorpsi terjadi pada pH 4 dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,75% dan waktu kontak 120 menit dengan prosentase adsorpsi sebesar 91,64%.   Kata kunci : kitin terikat silang glutaraldehid, adsorpsi, ion logam Cd2+ 
The Adsorption of Cr(VI) Using Chitosan-Alumina Adsorbent Darjito, Darjito; Purwonugroho, Danar; Ningsih, Rumiati
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.921 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpacr.%y.03.02.139

Abstract

Chitosan as adsorbent has been used widely, however it was not effective yet for metal ions adsorption in industrial scale. In acidic condition, chitosan’s active site tends to decrease. This drawback can was solved by coating of chitosan active site on alumina. This paper discloses to overcome that limitation. The charateristic of the active side was analysed by FTIR spectrometry toward vibration N-H group at 1679.15 cm-1, C=O group of oxalate at 1703.30 cm-1, and Al-O group of alumina at 924.07 cm-1. The adsorption capacity of the developed adsorbent was tester to adsorb Cr(VI) ions under various of pH value such as 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7. The contact time affect toward the adsorption was also reported in 20, 30, 40 50, 60, 70, and 80 minute. In addition, the concentration effects (100, 200, 300, 400, 500, and 600 ppm) was also studied. Chromium (VI) was measured using spectronic-20. Adsorption capacity was obtained at 66.90 mg/g under optimum conditions pH 2, and contact time 60 minute, respectively.
Phosphate Accumulation Using MgO-Fe3O4/Agarose/Oxalic Acid Gel as a Diffusive Gradient in Thin Films (DGT) Binding Layer Dinira, Layta; Rafif, Sullahudin Ahmad; Ulayya, Salwa; Rumhayati, Barlah; Darjito, Darjito; Sabarudin, Akhmad
EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Department of Chemistr Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/educhemia.v10i1.29113

Abstract

Monitoring phosphate concentration in waters is critical because excessive phosphate can lead to the death of aquatic organisms. Phosphate can be monitored via a passive sampler called Diffusion Gradient in Thin Films (DGT). This study combines MgO and Fe3O4 impregnated in agarose crosslinked with oxalic acid to accumulate phosphate from the solution as a DGT binding gel. The parameters observed in this study were MgO/Fe3O4 mass ratio (1:3, 1:1, 3:1), accumulation time (20, 40, 60, 120, 240, and 1440 min), phosphate concentration (0.2, 0.4, 0.6, 0.8, and 1 mg/L) and pH (4, 5, 6, 7, and 8) on phosphate accumulation. XRD pattern confirmed that the adsorbents used were MgO and Fe3O4. SEM analysis showed that the gel had an average pore size of 31.78 μm, and the adsorbents were evenly distributed. Gel with MgO/Fe3O4 mass ratio 3:1 can adsorb phosphate up to 97.19 ± 0.36%. The phosphate accumulation reached optimum after a minimum adsorption time of 4 hours and when the phosphate concentration in the solution was 0.4 mg/L. The solution's pH had no significant effect on phosphate accumulation. This study shows that MgO-Fe3O4/agarose/oxalic acid gel is an excellent binding gel to accumulate phosphate from water.