Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Deiksis

Citra Perempuan Berdasarkan Aspek Sosial pada Tiga Tokoh Berbeda Generasi dalam Novel Sunyi di Dada Sumirah Karya Artie Ahmad Cici Tri Eni; Tri Pujiati
Deiksis Vol 13, No 1 (2021): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.051 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v13i1.5643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra tokoh perempuan secara sosial dalam novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad. Metode penelitian deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi digunakan untuk citra perempuan secara psiskis dan sosial pada tokoh yang tergambar dalam novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) citra sosial dalam masyarakat pada tokoh Suntini yaitu di pandang sebelah mata, suka menolong, tertindas, dan menjunjung adat istiadat; adapun citra sosial dalam masyarakat pada tokoh Sunyi yaitu mendapatkan pelecehan; sedangkan tokoh Sumirah yaitu dipandang sebelah mata; (2) citra sosial dalam keluarga pada tokoh Suntini yaitu pekerja keras, dan ibu yang penuh kasih sayang; citra sosial dalam keluarga pada tokoh Sumirah yaitu pantang menyerah dan menyayangi anaknya; sedangkan tokoh Sunyi yaitu anak yang berbakti.
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film 3 Dara Asnat Riwu; Tri Pujiati
Deiksis Vol 10, No 03 (2018): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.178 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v10i03.2809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan wujud makna denotasi, makna konotasi, dan mitos yang terdapat film 3 Dara. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada film 3 Dara menemukan temuan-temuan sebagai berikut: (1) Makna denotasi dan konotasi pada film ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa pentingnya bersikap sopan dan menghargai seorang perempuan dan kepada siapapun. Karena apapun yang kita tabur di dunia ini, baik itu perkataan, sikap baik dan buruk kepada sesama, kita akan menuainya suatu hari nanti. (2) Mitos yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah di saat Affandy, Jay, dan Richard mendatagi seorang psikolog dan psikolog tersebut mengklaim bahwa mereka mengalami Gender Diasyphora Syndrome yaitu sebuah gejala dimana seorang pria secara perlahan memiliki perubahan sikap dan perilaku sebagai seorang wanita.Kata kunci: Film, Semiotika Roland Barthes 
Gangguan Berbicara pada Penyandang Tunarungu di Cinere Depok (Kajian Psikolinguistik) Mardiana Mardiana; Tri Pujiati
Deiksis Vol 10, No 02 (2018): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.689 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v10i02.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tuturan fonologi pada penyandang tunarungu di Cinere Depok (2) mendeskripsikan bentuk bahasa isyarat pada penyandang tunarungu di Cinere Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yaitu subjek tunggal usia 22 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek tunggal usia 22 tahun yang juga mengalami gangguan berbicara dan seorang penyandang tunarungu mampu melafalkan huruf vokal dengan baik, meskipun pada huruf konsonan ada beberapa huruf yang dilafalkan berubah seperti huruf B berubah menjadi P, E berubah menjadi R, G berubah menjadi E, K berubah menjadi A, Q berubah menjadi U, R berubah menjadi L, V berubah menjadi P, W berubah menjadi V, dan X berubah menjadi S. Pada wawancara ada huruf yang dilafalkan berubah seperti E, S, R, K, dan A serta hilang huruf seperti K, O, N, H, G, R, E, S, Y, B, A, I, dan T. Sedangkan pada bahasa isyarat dari subjek tunggal ini sudah sesuai dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).  Kata kunci: Psikolinguistik, Gangguan Berbicara, Tunarungu, Fonologi, dan Bahasa Isyarat
Implikatur Percakapan dalam Film "The Gift" Karya Hanung Bramantyo Dhea Aisyah Rahmah; Tri Pujiati
Deiksis Vol 14, No 2 (2022): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.099 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v14i2.10534

Abstract

Implikatur percakapan dalam sebuah film sering kali ditemukan, sehingga menarik untuk dikaji dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis implikatur percakapan dalam film “The Gift” karya Hanung Bramantyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diambil dari film “The Gift” yang diproduksi pada tahun 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa implikatur percakapan yang mengacu pada teori dari Yule dapat diaplikasikan dalam penggunaan implikatur di dalam sebuah film. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implikatur percakapan umum diperoleh sebanyak 11 data atau sekitar 29,00%, (2) implikatur percakapan khusus diperoleh sebanyak 17 data atau sekitar 45,00%, (3) implikatur percakapan berskala diperoleh sebanyak 10 data atau sekitar 26,00%. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa implikatur sering terjadi dalam proses percakapan antara mitra tutur dan penutur walaupun hanya dengan kalimat singkat.