Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Internal dan Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja pada PT. Citra Prisma Mandiri Jakarta Naira Selvi Mervia; Gatot Kusjono
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Internal dan Work-LifeBalance terhadap Kepuasan Kerja pada PT. Citra Prisma Mandiri Jakarta. Metode penelitianyang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang diolah melalui SPSSversi 25. Populasi penelitian ini adalah 58 orang, pengambilan sampel menggunakansampling jenuh, maka sampel adalah seluruh karyawan sebanyak 58 orang. Analisis datamenggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana, ujiregresi linear berganda, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Komunikasi Internal berpengaruh terhadapKepuasan Kerja dengan memperoleh nilai t-hitung 2,860 > t-tabel 2,004 dan sig 0,006 <0,05. (2) Work-Life Balance berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja dengan memperoleh nilait-hitung 3,103 > t-tabel 2,004 dan sig 0,003 < 0,05. (3) Komunikasi Internal dan Work-LifeBalance berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja denganmemperoleh persamaan regresi yaitu Y = 14,495 + 0,407X1 + 0,384X2 + e. Hasil analisisregresi ini menunjukkan koefisien dari masing-masing variabel bertanda positif yang artinyasemakin baik Komunikasi Internal dan Work-Life Balance maka Kepuasan Kerja akansemakin meningkat. Hasil dari hipotesis diperoleh nilai Fhitung 60,872 > Ftabel 3,16 atauprobabilitas sig 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan hipotesisyang diajukan menetapkan terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-samaantara Komunikasi Internal dan Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja pada PT CitraPrisma Mandiri Jakarta.
Pengaruh Keterikatan dan Ketahanan Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Sarimelati Kencana (Pizza Hut Delivery) Area Sigit Pria Utama Wilayah Jabodetabek Safitri Nur Aidah; Gatot Kusjono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan pada enam gerai Pizza Hut Delivery PT Sarimelati Kencana Tbk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 73 karyawan pada enam gerai PHD, yaitu Pondok Indah, Fatmawati, Ciputat, Gandul, Seskoal Ciledug Raya, dan Pondok Labu. Kuesioner disebarkan kepada seluruh populasi melalui teknik sampel jenuh, dengan 63 respons lengkap yang dapat digunakan sebagai sampel analisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,386, nilai t hitung sebesar 5,435, dan signifikansi kurang dari 0,001. Ketahanan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,637, nilai t hitung sebesar 9,658, dan signifikansi kurang dari 0,001. Secara simultan, keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai F hitung sebesar 717,351 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,960 menunjukkan bahwa keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan secara bersama-sama mampu menjelaskan 96,0% variasi kinerja berkelanjutan karyawan. Ketahanan karyawan memiliki pengaruh relatif lebih dominan dibandingkan keterikatan karyawan.