Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Adiarsa Timur, Kabupaten Karawang, umumnya menghadapi kendala mendasar dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih bersifat informal, mengandalkan hubungan kekeluargaan, serta minim perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manajerial serta mendampingi pelaku UMKM dalam merumuskan pemetaan kompetensi dan perencanaan tenaga kerja yang terarah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif deskriptif kualitatif yang melibatkan delapan (8) UMKM mitra dari sektor kuliner, konveksi, perdagangan, dan jasa pada Juli 2026. Evaluasi keberhasilan pendampingan dilakukan secara spesifik menggunakan instrumen lembar kerja pemetaan kompetensi (competency mapping worksheets), observasi partisipatif langsung di lokasi usaha, serta analisis perubahan orientasi melalui diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata pada seluruh UMKM mitra, ditandai dengan terbangunnya kesadaran terhadap kesenjangan keterampilan kerja (skills gap), tersusunnya dokumen pemetaan kompetensi mandiri, serta terumuskannya draf pembagian tugas dan uraian peran kerja secara tertulis yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penerapan model pendampingan adaptif yang menyelaraskan kerangka kompetensi formal dengan karakteristik usaha tradisional keluarga, memberikan kontribusi praktis sebagai instrumen transisi tata kelola SDM dari sistem spontan menuju pengelolaan berbasis kompetensi yang aplikatif dan mudah direplikasi bagi UMKM berskala mikro.