Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DESAIN LANSKAP PERTANIAN TERPADU SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN DAN WISATA PERTANIAN Eduwin Eko Franjaya; Andi Gunawan; Wahju Qamara Mugnisjah
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 5 No. 1 (2013): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.2013.5.1.%p

Abstract

ABSTRACTAgriculture is the one of the important sector that contributes the economic growth in Indonesia. But, now the economic growth is not in line with the agricultural land growth and the prosperity of the farmer. The effort to develop the agricultural sector which engage the farmer is the one thing that we can do to increase the prosperity of the farmer. Integrated farming give us the big opportunity to increase the farmer’s income in the village. Basically, the integrated farming is the agricultural system which characterized with the interaction and synergy dependability between various agricultural activities. The methode of this research is descriptive methode, using various reference books to get information about integrated farming. Then, applying the information to concept and concept development. Activity base is the main concept of this research, and the result of this research is integrated farming landscape.Keywords : agricultural landscape, agricultural tourism, desain, education, integrated farming
Perencanaan dan Desain Lanskap Embung Mekar Sari Kabupaten Tulang Bawang Barat berbasis budaya Lampung Eduwin Eko Franjaya
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.216 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i2.1438

Abstract

Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) merupakan kabupaten baru pengembangan dari Kabupaten Tulang Bawang. Kabupaten ini diresmikan pada tahun 2008. Dengan status kabupaten baru, Tulang Bawang Barat perlu melakukan penataan ruang dan wilayahnya agar dapat mendukung sosial perekonomian daerah. Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 2 tahun 2012 tentang tata ruang, salah satu yang dikembangkan adalah kawasan wisata, baik wisata buatan, alam maupun budaya. Keberadaan beberapa embung yang ada di daerah ini turut menjadi fokus pengembangan obyek wisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan merancang Site Plan dan desain kawasan wisata Embung Mekar Sari Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan mengambil ciri budaya Provinsi Lampung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan perancangan arsitektur lanskap. Hasil dari penelitian ini berupa gambar rancangan Site Plan kawasan Wisata embung secara umum, 3D desain dan Video Animasi kawasan wisata Embung Mekar Sari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Desain Taman Pepadun Rajabasa Berbasis Pocket Park Dengan Motif Budaya Lampung Eduwin Eko Franjaya; Ika Kustiani; Panji Kurniawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.381

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini belum banyak menyasar infrastruktur berbasis lingkungan, salah satunya taman sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan, luasan RTH berkurang dari tahun ke tahun. Dalam rentang 2009-2012 saja terdapat penurunan 304,21 ha pada lahan RTH di Kota Bandar Lampung. Padahal, keberadaan RTH diharapkan dapat mencegah perubahan temperatur ekstrem yang diproyeksikan meningkat dari tahun 2013 hingga 2% pada 2100. Provinsi Lampung adalah satu dari tujuh wilayah di Indonesia yang diprediksi akan menghadapi suhu ekstrem pada 2021-2050. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah di atas adalah dengan mengembangkan Pocket Park. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membangun Taman Pepadun Rajabasa berbasis Pocket Park dengan menerapkan motif budaya Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan desain lanskap. Hasil dari penelitian ini adalah desain visualisasi 3D Taman Pepadun Rajabasa yang menerapkan motif budaya Lampung. Komponen Siger Pepadun, Kain Tapis sebagai kain adat, payung adat, dan warna khas Lampung menjadi unsur yang diterapkan pada tapak. Keberadaan taman diharapkan menjadi bagian destinasi wisata yang dapat mendorong ekonomi Bandar Lampung pasca pandemi.
Budaya Pepadun dan Saibatin dalam Rencana Pengembangan Taman di Kota Bandar Lampung Franjaya, Eduwin Eko; Sitompul, Rabita Akbari; Satria, Widi Dwi; Wijaya, PG Wisnu; Hesty, Rein Susinda
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i1.40539

Abstract

Pengembangan taman saat ini begitu masif di Indonesia. Namun, pengembangan tersebut baru dari segi kuantitas, belum banyak di kualitas dan identitas. Banyak taman yang mengadopsi desain, bentukan, dan nilai-nilai dari taman yang sudah ada di daerah lain bahkan di luar negeri. Padahal, Indonesia dengan suku bangsa yang besar memiliki kekayaan budaya lokal yang dapat menjadi keunikan dan identitas tersendiri dalam pengembangan taman di wilayah Indonesia, termasuk Budaya Pepadun dan Saibatin di Lampung. Pepadun dan Saibatin merupakan dua kelompok masyarakat adat di Lampung yang memiliki beberapa motif dan unsur budaya yang berbeda. Masyarakat adat Pepadun juga cenderung mendiami area daratan sedangkan Masyarakat adat Saibatin cenderung tinggal di area pesisir Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan rencana pengembangan taman di Kota Bandar Lampung berdasarkan area geografis dan unsur penciri masyarakat adat lampung Pepadun dan Saibatin. Metode penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif melalui kajian data sejarah-budaya dan observasi lapang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peninggalan budaya masyarakat adat Lampung berupa motif dan unsur identitas budaya lainnya dapat diintegrasikan dan diterapkan dengan rencana pengembangan taman. Peta geografis masyarakat adat Lampung di Kota Bandar Lampung menjadi salah satu penemuan dari penelitian ini.
Redesign Tigaraksa City Forest Lake's Tourism Landscape in Tangerang Regency Using Sustainable Tourism Approach Wistoro, Luthfie Adli; Hutriani, Ina Winiastuti; Franjaya, Eduwin Eko
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v8i1.27765

Abstract

Tigaraksa Urban Forest is a city forest located in the Tangerang Regency Government Center Area with an area of 8.5 hectares. Based on the Tangerang Regency RTRW 2011-2031, Tigaraksa Urban Forest is planned as a lake tourism area. And the Banten Province RIPPDA 2018-2025 has a vision of "Making Banten a World-Class Destination that is Competitive and Sustainable". Tigaraksa Urban Forest needs to be aligned with the Tangerang Regency RTRW and the Banten Province RIPPDA to make the city forest a lake tourism area with sustainable tourism. The objectives of the study (1) identify problems and potential redesign of the Tigaraksa Urban Forest landscape as a lake tourism area with a sustainable tourism approach in Tangerang Regency (2) provide recommendations for redesigning the Tigaraksa Urban Forest landscape as a lake tourism area with a sustainable tourism approach in Tangerang Regency. The research method uses a mixed method with design stages based on LaGro (2008). The results of the study (1) the physical landscape conditions of the city forest are quite suitable for lake tourism, (2) the socio-culture is suitable for both activities and regional regulations as lake tourism, (3) the concept of "TRISAKATARA" recommends city forests as sustainable lake tourism from environmental, socio cultural and economic aspects. The concept is applied to create city forests as sustainable lake tourism by paying attention to environmental, socio-cultural, and economic aspects with the output of site plans, enlargements, and 3D visualizations.
The Design Concept of Road Median Based on Lampung Culture Satria, Widi Dwi; Franjaya, Eduwin Eko; Sitompul, Rabita Akbari
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol. 7 No. 2 (2024): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v7i2.3387

Abstract

The road median is a supporting feature in the road environment, where it can be used as a landscape design medium to construct an image of the city and express a certain aesthetic experience in addition to serving as a traffic barrier. To have a value and message transmitted in a design, the road median requires a mature concept. Sultan Agung Street is a major thoroughfare in the city of Bandar Lampung, with a large volume of traffic. The government has not completely regulated the two-lane roadways with a median road on Sultan Agung Street. The road median of Sultan Agung Street, which is positioned in a prominent location Bandar Lampung's city, should be able to convey local culture. However, based on the existing state of the road median, no median layout or design that depicts Lampung culture has been discovered. The goal of this research was to examine and determine the Lampung culture notion that may be used to Sultan Agung Street's median. The descriptive qualitative research approach was utilized to identify the size of the site and the cultural themes that will be converted into design concepts by collecting field data. The study's findings are presented in the form of thoughts and sketches for the physical architecture of Sultan Agung Street's median, which incorporates local cultural philosophy. The tapis motif, the construction of the siger, as well as the idea of sailing ships and Lampung ethnic dances are all incorporated into the design.
Lubuk Pahoman Streetscape Design Based on Lampung Saibatin Tribe Cultural Motifs Priantara, Noviandes Dinasti; Franjaya, Eduwin Eko; Hutriani, Ina Winiastuti
RUSTIC Vol 6 No 1 (2026): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v6i1.3174

Abstract

Since the Dutch East Indies colonial period, Teluk Betung Sub-district has played a significant role as an economic center and has been recognized as a historic old town in Lampung. In line with Sustainable Development Goal (SDG) 11.4 and Bandar Lampung City Regional Regulation No. 2 of 2019, preserving the historical character of the old city amid rapid modernization requires a culturally grounded streetscape design as a key expression of urban identity. Despite this potential, Teluk Betung faces several challenges, including the erosion of Lampung cultural identity due to transmigration, as well as disorganized spatial conditions such as street vendors occupying sidewalks and illegal parking along traffic lanes. This study aims to identify existing potentials and problems and to develop a culture-based streetscape design. The research adopts the landscape planning method proposed by LaGro (2008), encompassing the stages of preparation, inventory, analysis, synthesis, and concept development. The design proposal focuses on Way Lubuk Pahoman Street, where cultural principles are translated into a streetscape landscape concept, resulting in a site plan and three-dimensional visualization incorporating Lampung Saibatin cultural motifs.