Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Architectural Design and Development (JAD)

PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN KONSEP ECO-CULTURE DI KAWASAN KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA Fadilla Rahcmadani Muhammad; Shendi Anugrah Oktariyanto; Fetty Jihan Maharani; Rian Adetiya Pratiwi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 4 No 1 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i1.7648

Abstract

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang berlokasi di Lampung Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi negeri baru di Provinsi Lampung. Saat ini ITERA memiliki 40 program studi yang terbagi atas 3 penjurusan berdasarkan bidang keprofesian dengan total mahasiswa mencapai 15.164 jiwa di semester gasal tahun 2022. ITERA memiliki fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran di dalam kawasan kampus serta area ruang terbuka di sebagian besar area kampus. Tujuan perencanaan ini adalah menghasilkan sebuah perencanaan lanskap untuk pemanfaatan kebutuhan ruang yang saat ini belum terbangun dengan acuan masterplan ITERA 2020-2027. Proses perencanaan meliputi persiapan pengumpulan data, analisis dan sintesis, konsep, rancangan masterplan, dan visualisasi. Analisis tapak menggunakan pendekatan ekologi dan budaya terhadap komponen fisik dan biofisik dengan mempertahankan elemen edukasi di dalamnya. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi konsep utama perencanaan ini dengan daya tarik eco-culture berdasarkan keberagaman status sosial dan budaya civitas akademika ITERA. Perencanaan RTH dibalut dengan konsep kebudayaan memberikan peluang baru dalam mempromosikan keragaman budaya Sumatera kepada masyarakat luas dan menambah minat mahasiswa dalam mengenal dan berinteraksi terhadap keragaman tersebut. Dalam studi ini, analisis kebutuhan ruang pada tapak menjadi faktor penting yang mempengaruhi penyusunan dan pengembangan rencana tapak.
PERENCANAAN LANSKAP DENGAN PENDEKATAN COMMUNITY BASED TOURISM PADA KAWASAN DERMAGA KETAPANG Naafil Wihandono; Rian Adetiya Pratiwi; Ina Winiastuti Hutriani
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v5i1.8306

Abstract

Dermaga Ketapang in Dusun Ketapang Barat, with a land area of 10 hectares and a population of 438 people, has a significant tourism potential. It serves as an important transit point for tourists heading to Pahawang Island and other islands in Pesawaran Regency. Dusun Ketapang Barat has potential in community-based tourism due to its majority of residents working in the tourism sector and has several active local communitiesinvolved in tourism activities. The Pesawaran Regency Government has designated this area as a coastal, culinary, and creative economy-based tourism zone. However, these potentials are faced with challenges such as inadequate infrastructure, disorganized spatial planning, and a lack of distinctive characteristics for Dusun Ketapang Barat as a tourism area. To address these issues, a landscape planning with community based tourism needs to be conducted. This research aims to identify potentials and problems as well as develop a community-based tourism landscape planning approach for Dermaga Ketapang area. This research used the Gold method, consisting of preparation, site data collecting, site data analysis, planning principles, and a masterplan. Identification and analysis of potentials and issues results in five planning principles: infrastructure improvement, small-scale economic zone creation, development of existing areas with community-based tourism principles, training for the local tourism community, and the development of distinctive products. These principles developed into development plans resulting in a masterplan and 3D visualization of the landscape planning for the Dermaga Ketapang area in Dusun Ketapang Barat.
FLEKSIBILITAS RUANG TERBUKA PUBLIK HIJAU DI LAPANGAN KALPATARU PASCA PANDEMI COVID-19 Septi Maulidyah; Rian Adetiya Pratiwi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v4i2.8616

Abstract

Kebutuhan ruang publik sebagai sarana beraktivitas masyarakat, penanggulangan bencana, dan pencegahan penyebaran wabah menjadi semakin penting mendekati era pasca pandemi COVID-19. Berdasarkan pedoman dari UN-Habitat tentang ruang publik yang responsif terhadap situasi COVID-19, terdapat fokus penting yang harus diperhatikan untuk menciptakan ruang publik yang efektif menciptakan ketahanan terhadap penyebaran virus COVID-19, di antaranya menekankan pada ruang publik yang fleksibel. Ketersediaan ruang yang fleksibel mengutamakan tercapainya fungsi ruang publik yang dapat memfasilitasi semua kebutuhan pengguna dari semua golongan untuk fungsi sosial, ekonomi, budaya, kesehatan, dan fasilitas temporal di dalam situasi darurat terutama dalam kondisi saat bencana yang membutuhkan respon cepat. Lapangan Kalpataru sebagai salah satu ruang publik yang menampung kegiatan masyarakat yang bervariasi di kota Bandar Lampung diambil sebagai studi kasus untuk menguji kelayakan ruang publik yang fleksibel yang dapat mendukung prinsip tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan membuat analisis kelayakan ruang publik Lapangan Kalpataru dengan membandingkan fasilitas dan kondisi yang ada terhadap syarat ideal ruang publik yang fleksibel yang tanggap terhadap penyebaran wabah penyakit. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Lapangan Kalpataru merupakan taman kota yang potensial untuk menjadi percontohan sebagai ruang publik yang adaptif terhadap penyebaran penyakit tetapi fleksibilitasnya perlu ditingkatkan melalui aksesibilitas yang lebih mudah serta desain yang lebih baik dengan perencanaan yang lebih terintegrasi.