Hasan Bisri
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pengelolaan Wakaf Tunai untuk Kesejahteraan Ekonomi Umat dalam Distribusi Kekayaan: Telaah Surat Al-Hasyr Ayat 7 Neni Hardiati; Hasan Bisri
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 1 No 5 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v1i5.84

Abstract

Konsep pengeloaan wakaf yang baik adalah meiliki tujuan untuk mensejahterakan perekonomian umat terkhusus dalam pedistribusian wakaf tunai sesuai yang terkandung dalam al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7 bahwa harta itu boleh beredar pada orang kaya saja melainkan harus distribusikan kepada orang-orang miskin, anak -anak yatim serta ibnu sabil  atau orang sedang dalam perjalanan di jalan Allah yang kehabisan bekalnya dalam mewujudkan suatu keadilan. Metode penelitian yang digunakan pada arikel ini adalah telaah literture melalui studi pustaka yakni menelaah tentang wakaf tunai sebagai distribusi kekayaan sesuai yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 7. Wakaf tunai merupakan pendistribusian harta yang berbentuk secara tunai atau cash. Sistem ekonomi yang berbasis Islam menghendaki bahwa dalam perihal pendistribusian wajib bersumber pada 2 sendi, yaitu sendi kebebasan dalam mengeluarkan harta serta keadilan dalam kepemilikan. Di era modern seperti sekarang ini, pendistribusian harta tidak menyeluruh sehingga terjalin kesenjangan sosial yang kronis. Perkara semacam ini salah satunya bisa diatasi dengan membagikan peluang kerja secara mandiri lewat wirausaha usaha kecil- kecilan melalui modal yang dikumpulkan dari wakaf tunai, dimana melalui metode ini diharapkan bisa menghasilkan lapangan kerja serta kurangi kesenjangan sosial. Sebab wakaf tunai ini jika dikelola dengan baik oleh lembaga wakaf secara tidak langsung akan menurunkan angka kemiskinan maupun pengangguran negeri ini.
Contracts as the Main Legal Basis in Islamic Economic Disputes: A Juridical-Empirical Study of Lawlessness in Religious Courts Chandra Chandra; Beni Ahmad Saebani; Ija Suntana; Hasan Bisri
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 13, No 1 (2026): January-June
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v13i1.10669

Abstract

Despite the growing body of literature on Islamic economic dispute resolution, no study has systematically reconstructed the conceptual boundary between unlawful acts (perbuatan melawan hukum) and contractual default (wanprestasi) within the framework of sharia contract law. This gap produces legal inconsistency and undermines substantive justice in Indonesian Religious Courts. This study critically examines and reconceptualizes the application of unlawful act doctrine in sharia economic disputes, proposing a contract-centered legal reasoning model integrated with maqāṣid al-sharī'ah as a normative corrective framework. A juridical-empirical approach with qualitative case study design was employed. Data were drawn from Religious Court decisions on sharia economic disputes, supplemented by in-depth interviews with judicial officials and systematic documentary analysis of the Compilation of Sharia Economic Law (KHES) and DSN-MUI fatwas. Inductive thematic analysis followed the Miles and Huberman interactive model, with source and method triangulation to ensure validity. Judges consistently accepted unlawful act claims in contract-originated disputes without adequately examining the contractual structure as the primary legal foundation. References to KHES and DSN-MUI fatwas were marginal and non-systemic, resulting in significant inter-decision inconsistency across cases with substantively similar fact patterns. Practical flexibility in evidentiary standards emerged as a key driver of this misqualification. This study is the first to offer a conceptual reconstruction of unlawful act doctrine within sharia economic dispute law by positioning the contract as the primary analytical anchor and unlawful acts as a residual legal regime, applicable only when the disputed conduct falls entirely outside the contractual relationship. Unlike prior work focused on institutional or procedural dimensions, this study integrates modern contract law theory, socio-legal analysis, and maqāṣid al-sharī'ah into a coherent normative framework for religious court adjudication. The findings provide actionable guidance for judges, policymakers, and the Supreme Court in developing interpretive standards that strengthen legal certainty and sharia compliance in Islamic economic justice