Articles
PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN TREFFINGER DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING
iis nursilawati;
iik nurhikmayati;
erik santoso
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.48 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v5i1.2088
Pembelajaran matematika adalah salah satu pembelajaran yang mengharuskan siswanya untuk berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan hal baru yang beda dari biasanya dan memerlukan tingkat kemampuan berpikir tinggi untuk memperoleh suatu hal baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran model treffinger dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran model creative problem solving. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan the pretest post-test two treatment desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Leuwimunding. Sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan jumlah 33 siswa kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen 1 dan 33 siswa kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen 2. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal uraian dan instrumen non tes berupa lembar observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif pretes dan postes dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa antara siswa yang mendapatkan pembelajaran model treffinger dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran model Creative Problem Solving
PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.303 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v1i1.292
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan tujuanmengkaji masalah peningkatan kemampuan penalaranmatematis siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Selain itu penelitian ini juga mengkaji sikap/respon siswa terhadap matematika dan pendekatan pembelajaran metaphorical thinking. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 3 Lembang Provinsi Jawa Barat dengan Sampel 37 siswa kelas VIIIA sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas VIIIB sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel didasarkan kepada teknik purposive sampling. Instrumen terdiri dari pretes dan postes serta skala sikap. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test serta Mann-Whitney Test,sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui pendekatan metaphorical thinking lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvenisonal. Analisis data angket skala sikap memperlihatkan bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika dan pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Kata kunci:Metaphorical Thinking, Kemampuan Penalaran Matematis.
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Matematika Dasar
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.656 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v2i1.576
Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Disisi lain mata kuliah Matematika Dasar sendiri merupakan titik awal perjalanan panjang mahasiswa untuk menguasai keseluruhan konsep matematika sebagai calon guru matematika. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar mahasiswa adalah faktor intern yakni adanya kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terkait materi pada mata kuliah Matematika Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kesulitan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menyelesaikan soal pada Mata Kuliah Matematika Dasar; dan (2) Mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika semester II kelas A Universitas Majalengka Tahun Ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes UAS mata kuliah Matematika Dasar dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pada mata kuliah Matematika Dasar diantaranya kesulitan pada penggunaan konsep dan prinsip matematika, dan (2) faktor penyebab kesulitan mahasiswa tersebut berasal dari faktor intern yang berkaitan dengan individu masing-masing. Kata kunci: Analisis Kesulitan, Belajar Matematika, Matematika dasar.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.94 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v3i2.1171
Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas bahan ajar berbasis scientific terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palasah Tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas VIII sebagai kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis scientific dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific). Uji one sample test digunakan untuk menguji efektivitas kedua bahan ajar. Analisis multivariate dengan Wilks’lambda digunakan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan efektivitas kedua bahan ajar. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua bahan ajar, maka dilakukan uji lanjutan dengan analisis uji efektifitas univariat yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif di antara kedua bahan ajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahan ajar berbasis scientific dan bahan ajar biasa sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,2) terdapat perbedaan keefektifan antara kedua bahan ajar, dan 3) penggunaan bahan ajar berbasis scientific lebih efektif dibandingkan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci: bahan ajar, scientific, kemampuan berpikir kritis
Pengaruh Model Two Stay Two Stray Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.505 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v3i1.895
Abstrak—Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswaserta mendeskripsikan respon siswa terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran two stay two stray yang diterapkan. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen.Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palasah Kabupaten Majalengka Tahun ajaran 2016/2017.Adapun Sampelnya yaitu 26 mahasiswa kelompok eksperimen dan 26 mahasiswa kelompok kontrol berdasarkan teknik purposive sampling.Analisis kuantitatif menggunakan Independent Sample t-test, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh positif pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis angket skala sikap memperlihatkansikap positif siswa terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran two stay two stray yang diterapkan. Kata kunci: Pemecahan Masalah, Two Stay Two Stray.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC BASED TEACHING MATERIAL TO IMPROVE ABILITY OF STUDENT'S CRITICAL THINKING)
Iik Nurhikmayati
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.922 KB)
|
DOI: 10.31949/th.v3i2.1186
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas bahan ajar berbasis scientific terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palasah Tahun ajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak. Adapun kelas yang diperoleh adalah kelas VIII sebagai kelas eksperimen yang menggunakan bahan ajar berbasis scientific dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific). Uji one sample test digunakan untuk menguji efektivitas kedua bahan ajar. Analisis multivariate dengan Wilks’lambda digunakan untuk mengetahui terdapatnya perbedaan efektivitas kedua bahan ajar. Dikarenakan terdapat perbedaan efektivitas antara kedua bahan ajar, maka dilakukan uji lanjutan dengan analisis uji efektifitas univariat yang digunakan untuk menentukan mana yang lebih efektif di antara kedua bahan ajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan bahan ajar berbasis scientific dan bahan ajar biasa sama-sama efektif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa,2) terdapat perbedaan keefektifan antara kedua bahan ajar, dan 3) penggunaan bahan ajar berbasis scientific lebih efektif dibandingkan bahan ajar biasa (tidak berbasis scientific) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci: bahan ajar, scientific, kemampuan berpikir kritisABSTRACTThis study aims to examine the effectiveness of scientific-based teaching material on students' mathematical critical thinking abilities. The research design used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest non equivalent group design. This study used two research groups namely the experimental class and the control class. The population in this study was all eighth grade students of National Palasah 1 Junior High School 2018/2019. The study sample consisted of two classes taken randomly. The class obtained is class VIII as an experimental class that uses scientific based teaching material and class VIII D as a control class that uses ordinary teaching material (not scientific based). One sample test is used to test the effectiveness of both teaching material. Multivariate analysis with Wilks'lambda was used to determine the differences in the effectiveness of the two teaching material. Because there are differences in effectiveness between the two teaching material, then a further test is carried out with a univariate effectiveness test analysis that is used to determine which is more effective between the two teaching material towards students' critical thinking abilities. The results showed that: 1) the use of scientific-based teaching material and ordinary teaching material was equally effective against students' critical thinking skills, 2) there were differences in effectiveness between the two teaching material, and 3) the use of scientific-based teaching material was more effective than ordinary teaching material (not scientific based) on students' critical thinking skills.Keywords: textbooks, scientific, critical thinking skills
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Scientific yang Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa
Iik Nurhikmayati;
M Gilar Jatisunda
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1809.835 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.385
AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar matematika berbasis scientific untuk siswa SMP yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development, R&D) menurut Borg & Gall yang terdiri atas tiga langkah utama yaitu studi pendahuluan, desain produk serta pengembangan dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Palasah dengan Instrumen berupa instrumen tes kemampuan berpikir kritis, lembar validasi para ahli, lembar penilaian kepraktisan dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar matematika berbasis scientific yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis. Uji perbedaan keefektifan ini menggunakan uji multivariat Hotteling’s Trace dan uji perbandingan keefektifan menggunakan uji statistik univariat between group yang menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis scientific yang digunakan kelas uji coba lebih efektif dibandingkan bahan ajar buku paket biasa yang digunakan pada kelas kontrol. Development of Mathematic Teaching Material Based on Scientific Oriented to the Mathematical Critical Thinking Ability of StudentAbstractThis study aims to produce scientific-based mathematics worksheets for junior high school students that meet the criteria of valid, practical, and effective oriented mathematical critical thinking skills. This is a research and development (R & D) according to Borg & Gall which consists of three main steps, namely preliminary study, product design and development and evaluation. The subjects of this study were the eighth grade students of SMPN 1 Palasah with instruments in the form of critical thinking ability tests, expert validation sheets, practicality assessment sheets and student response questionnaires. The effectiveness of teaching materials is shown based on the percentage of the number of students who are at least in the good category at 95.8% and this effectivesness test uses multivariate Hotteling’s Trace test adn comparison of effectiveness test using univariate statistical test between groups and the result show that the teaching materials of scientific-based worksheets are more effective than teaching materials for general textbooks.
Pengembangan Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemandirian Belajar
Iik Nurhikmayati;
Aep Sunendar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1874.979 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.604
AbstrakPenurunan minat peserta didik terhadap keanekaragaman budaya menjadi semakin besar, terutama di kalangan remaja. Penyebabnya adalah globalisasi yang dengan cepat menggeser nilai-nilai kebudayaan bangsa. Pengembangan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal (KA) merupakan upaya meningkatkan minat peserta didik pada pelestarian budaya melalui pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan model pembelajaran matematika PjBL-KA berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar yang ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Sampel penelitian yaitu mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Majalengka 2018/2019. Penelitian pengembangan (R&D) yang mengadopsi model 4D yaitu Define, Design, Development dan Dissemination. Hasil penelitian adalah Model PjBL-KA telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif, serta terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Development of Project-Based Learning Based on Lokal Wisdom Model-Oriented in Creative Thinking Ability and Learning Independence AbstractDecreased student interest in cultural diversity is becoming increasingly large, especially among teenagers. The Reason is globalization which is rapidly shifting the nation’s cultural values. The development of Project-Based Learning models (PjBL) based on Lokal Wisdom (LW) is one of the efforts to increase students' interest in cultural preservation through learning. This study aims to produce a PjBL-LW mathematical learning model that is oriented towards improving creative thinking abilities and self-regulated learning in terms of validity, practicality, and effectiveness. This research was conducted on the second-semester students of the Mathematics Education Study Program Majalengka University Academic Year 2018/2019. This research is a Research and Development (R&D) model, namely Determine, Design, Development, and Dissemination. The results showed that: (1) The PjBL-LW model developed has fulfilled valid criteria, practice and effective for creative thinking abilities, and (2) There is a significant positive effect between self-regulated learning and mathematical creative thinking ability.
Pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa calon guru sekolah dasar(Studi pada mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar Universitas Majalengka tahun ajaran 2015/2016)
Iik Nurhikmayati
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jp3m.v2i2.167
This study aims to assess the problems of improving the ability of mathematical understanding and interaction between factors of learning and factors of early mathematical ability (subgroups of high, medium and low) to increase the ability of mathematical understanding through cooperative learning type group investigation. This study is a quasi-experimental research. The population is all students of the fifth-semester faculty PGSD primary and secondary education, Majalengka University 2015/2016. This study is a quasi-experimental research with the aim of reviewing the problems increase student’s mathematical reasoning abilities through learning with metaphorical thinking approach. In addition, this study also reviewing attitudes or responses of students to math and learning with metaphorical thinking approach. The populations of this study are all of the elementary school of class VIII students SMP Negeri 3 Lembang West Java province with a sample of 37 students of class VIIIA as the experimental group and 36 students of class VIIIB as the control group. The sampling was based on a purposive sampling technique. The research instrument consisted of pretest and posttest and attitude scale. The quantitative analysis using independent sample t-test and mann-witney test, while the qualitative analysis using was done descriptively. The results showed that increase in mathematical reasoning abilities students who received a learning with metaphorical thinking approach better than students who received a conventional learning. Analysis of the attitude scale questionnaire data showed that students have positive attitudes toward math and learning with metaphorical thinking approach.
The Practice of Reflection Based on Didactical Design Research: An Analysis of the Geometry Transformation Material
Iik Nurhikmayati;
Mohamad Gilar Jatisunda;
Nunuy Ratnawulan
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 6, No 3 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jtam.v6i3.8441
This study aims to identify the possibility of learning obstacles in the concept of Geometric Transformation based on the meaning of the Geometric Transformation concept that students have regarding their experience in obtaining the definition of the Geometric Transformation concept. This study uses a qualitative method and Didactical Design Research for methodological framework that contains three stages of analysis: prospective, metapedadidactic, and retrospective. Teachers who will carry out the learning reflection process based on didactical design research were chosen through purposive sampling as research participants. Forty-eight students took the written test, and then six students were selected by purposive sampling to participate in in-depth interviews. Data analysis was carried out descriptively by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The result indicates that the meaning of the concept of Geometry Transformation, according to students, was the mapping of points in a plane to a set of points in the same plane; the existence of inconsistencies and ambiguity of meaning, and the emergence of the findings of other meaning units of Geometric Transformation concepts. The experience of student meaning shows a tendency for students to get a sense from what is taught by teachers and books with more procedurally oriented concept meanings. Based on the purpose and experience of students' definition, there are learning obstacles in the Geometric Transformation concept, including ontogenic obstacles, epistemological obstacles, and didactical obstacles. These learning obstacles can be a valuable consideration for improving and developing learning designs related to the concept of Geometric Transformation.