Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami Anemia Siti Fatimah; Siti Rohmah; Sri Heryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.355

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko kompilikasi selama kehamilan ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Kekurangan zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil dapat menghambat proses tumbuh kembang janin, baik selama kehamilan maupun setelah lahir. Kondisi ini membawa dampak negatif tidak hanya bagi kesehatan ibu, tetapi juga bagi janin yang sedang dikandung. Seorang ibu hamil diklasifikasikan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya berada di bawah 11 g/dL. Risiko anemia pada kehamilan tidak hanya mengancam keselamatan ibu, tetapi juga dapat membahayakan kelangsungan hidup dan kesehatan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Sukamulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data sekunder dari rekam medis ibu hamil tahun 2025. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami anemia. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling Sampel pada penelitian ini 60 orang ibu hamil. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu hamil dengan anemia berada pada rentang usia 20–35 tahun 54 responden (90%) berpendidikan terakhir SD/SMP 30 orang responden (50%), tidak bekerja (IRT) sebanyak 58 orang (96,7%), berada pada usia kehamilan trimester II (13-28 minggu) sebanyak 32 responden (53,3%), dan belum pernah melahirkan sebanyak 28 orang (46,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil muda dengan latar belakang pendidikan rendah dan belum memiliki pengalaman melahirkan cenderung lebih berisiko mengalami anemia. Keterbatasan penelitian ini adalah data yang hanya bersumber dari satu fasilitas kesehatan sehingga hasil belum dapat digeneralisasikan secara luas. Disarankan adanya peningkatan penyuluhan dan pemantauan rutin terhadap ibu hamil terutama pada usia kehamilan trimester II untuk mencegah dan menangani anemia lebih awal.
Inovasi Edukasi Berbasis WhatsApp sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana yang Berwawasan Budaya Lokal dan Konservasi Sosial di Desa Sukamulya Siti Rohmah Rohmah; Sri Heryani; Siti Fatimah; Deassy Ratna Juwita Sari
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22386

Abstract

Program pengabdian masyarakat dengan judul “Inovasi Edukasi Berbasis WhatsApp sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana yang Berwawasan Budaya Lokal dan Konservasi Sosial di Desa Sukamulya”  di Desa Sukamulya berfokus pada peningkatan partisipasi program KB melalui edukasi digital berbasis WhatsApp. Survei awal mengungkap hambatan utama berupa pandangan konservatif, keterbatasan informasi, dan minimnya pendampingan langsung. Implementasi grup WhatsApp yang melibatkan kader, tokoh masyarakat, dan keluarga muda memungkinkan penyampaian materi interaktif yang disesuaikan dengan budaya lokal. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 48% menjadi 78% (kenaikan 30%) serta meningkatnya akses informasi dan komunikasi dengan tenaga kesehatan. Pelaksanaan program menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses teknologi bagi sebagian warga, perbedaan tingkat pemahaman yang menyebabkan penyerapan materi kurang merata, kesibukan peserta yang mengurangi konsistensi keikutsertaan, serta keterbatasan kapasitas kader dalam menangani pertanyaan kompleks. Meski demikian, program terbantu oleh dukungan pemerintah desa dan tenaga kesehatan, antusiasme masyarakat, ketersediaan teknologi bagi mayoritas warga, serta keterlibatan aktif kader dan tokoh masyarakat yang memperkuat kepercayaan dan mempermudah adopsi edukasi digital. Secara keseluruhan, inovasi berbasis WhatsApp terbukti efektif dalam memperluas jangkauan edukasi KB dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menerima informasi kesehatan reproduksi.
Pelatihan Gizi dan Pembibitan Tanaman Rumah Tangga untuk Peningkatan Kualitas Gizi Keluarga Yudita Ingga Hindiarti; Arifah Septiane Mukti; Siti Fatimah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.651

Abstract

Introduction: The stunting rate in West Java Province is higher than the national average and the highest of the 14 existing regions. Ciamis Regency, particularly Sindangkasih District, is among the highest (Health Office, West Java Province 2021). The process of stunting has been lasting since the pregnancy and it gets worse if it cannot be treated (catch-up growth) within the first 1000 days of life (1000 HPK). Low family awareness of nutrition will have an impact on the health and nutritional status of toddlers. Based on the research result related to stunting, knowledge-raising intervention for health cadres related to nutrition is very effective in increasing the practice of mentoring mothers of under-five toddlers. Therefore, it is necessary to increase cadres’ knowledge and understanding of locus stunting through nutrition training strategies and home plant cultivation as a preventive measure for the nutritional adequacy of under-five toddlers in 1000 HPK. Community service activities aim to realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food. The targets in this community service are cadres and mothers of under-five toddlers. Objective: The purpose of this service was realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food Method: The method of this community service uses nutrition training to increase the knowledge, capacity, and ability of village cadres and mothers of under-five toddlers regarding food diversification which is nutritious, balanced, and safe to consume as home plants. At the beginning of the activity, a pretest was carried out followed by the delivery of material, cooking demonstrations, and a post-test. Result: The results showed that there was a significant increase in mothers’ knowledge of under-five toddlers and cadres about the importance of nutrition in 1000 HPK. Conclusion: Nutrition training is a promotive activity, a basis for implementing other nutrition intervention programs, and a basis for a person's behavior.
Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia melalui Edukasi Audio-Visual dan Pendampingan Berbasis WhatsApp Group Siti Fatimah; Siti Rohmah; Sri Heryani
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.853

Abstract

Introduction: Anemia in pregnant women is a common health problem that can increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. The low level of knowledge among pregnant women regarding the causes, prevention, and management of anemia is a key issue that requires attention. This community service program was carried out in Sukamulya Village, Baregbeg District, Ciamis Regency, as an effort to improve pregnant women’s knowledge and awareness through engaging and easy-to-understand educational activities. Objective: The purpose of this community service activity was to increase pregnant women’s knowledge and awareness of anemia prevention through audio-visual health education and continuous mentoring via a WhatsApp Group in Sukamulya Village Method: This community service activity was conducted in Sukamulya Village through structured education using audio-visual media, followed by interactive mentoring sessions through a WhatsApp Group. Participants were pregnant women from the partner village, and the improvement in knowledge was measured using pre-test and post-test questionnaires. Result: The implementation of the program in Sukamulya Village showed a significant improvement in participants' knowledge. The average pre-test score of 50 increased to 80 in the post-test, resulting in a 48% improvement. Participants also reported a better understanding of anemia risk factors, prevention strategies, and the importance of consuming Iron-Folic Acid (IFA) tablets. Mentoring through the WhatsApp Group enhanced participant engagement and facilitated continuous consultation. Conclusion: The community service program in Sukamulya Village successfully improved pregnant women’s knowledge regarding anemia prevention. The combination of audio-visual education and online mentoring proved to be an effective strategy for community-based health promotion.