Aji Suseno
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Musik Gereja bagi Pertumbuhan Iman Jemaat: Sebuah Studi di Gereja Kristen Jawa Celengan, Klasis Tuntang Barat, Pepanthan Verry Willyam; Aji Suseno
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2: Juni 2023
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v4i2.72

Abstract

The presence of music in Christianity is not only a gift but an extraordinary divine blessing. Every believer is led to feel God's presence through instrumental and contemporary music tones in his presence in the church. Focusing on reformed church music which tends to use hymn and instrumental music, is self-awareness that every church music has almost the same spiritual level if the goal and focus are God, inseparable from the meaning of the Gospel that will be conveyed. This study uses a qualitative method, in which the author is a sympathizer of the Javanese Christian Church in Celengan, West Tuntang Class, to interpret the congregation's spirituality through church music, which is an integral part of worship and has roots since Christianity arrived from Europe. The form and meaning of church music remain centered on Christ, but Locus prioritizes the culture and traditions of the church.  AbstrakKehadiran musik di dalam Kekristenan bukan saja merupakan anugerah melaikan berkat ilahi yang luar biasa. Setiap orang percaya dituntun dalam merasakan hadirat Tuhan melalui nada-nada musik instrumetal dan musik kontemporer dalam keberadaannya di dalam gereja. Memfokuskan diri dalam musik gereja reforms yang lebih cenderung menggunakan musik hymne dan instrumental menjadi sebuah kesadaran sendiri bahwa setiap musik gerejawi memiliki kadar kerohanian yang hampir sama. Tujuan utama kajian ini ialah menemukan makna spiritual di dalam ibadah musik bagi pertumbuhan iman jemaat dan tentu tidak terlepas dari makna Injil yang akan disampaikan di dalam ibadah. Dalam paper ini metode yang diggunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan langsung ke jemaat, guna memaknai spiritualitas jemaat lewat musik gereja yang menjadi bagian penting dalam ibadah dan sudah berakar dari sejak kekristenan masuk dari eropa. Bentuk dan makna musik gereja tetap berpusat kepada Kristus, namun Locus lebih mengutamakan culture dan tradisi gereja berada.   
Pelayanan Misi bagi Anak di Era Digital: Sebuah Pemetaan Urgensitas Yulius Wijaya; Aji Suseno
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i1.145

Abstract

In evangelizing, we need to pay attention to who we will evangelize and what factors influence, such as mindset, culture, and habits and characters. Today, evangelism has its challenges in evangelizing the generation of children who live in the Industrial Revolution 4.0 and 5.0 era with all the increasingly sophisticated technological developments. If the methods and ways of evangelism still use traditional forms, then the current generation of children will need to understand the salvation carried out by evangelists. This research uses a qualitative description approach by examining library sources. This research aims to find the urgency of finding the principles of effective evangelism to children, namely the doctrine of the Bible and salvation, which must still be the main part for children, as well as the creativity and integrity of the evangelist. While the content principles of effective evangelism relevant to children in the digital age are following Jesus, the best "attachment" commitment, Jesus must be known through intimacy and experience, and not mere knowledge; binding friendship with Jesus is the best decision.  AbstrakDalam melakukan penginjilan kita perlu memperhatikan siapa yang akan kita injili, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi, seperti pola pikir, kebudayaan, bagaimana kebiasaan dan karakter masing-masing. Saat ini penginjilan memiliki tantangan tersendiri tentang bagaimana menginjili anak yang hidup di zaman revolusi industri 4.0 dan 5.0 dengan segala perkembangan teknologi yang semakin canggih. Bila metode dan cara penginjilan yang dipakai masih memakai bentuk tradisional, maka generasi anak sekarang kurang memahami keselamatan yang dilakukan oleh para penginjil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi dengan meneliti sumber-sumber pustaka. Penelitian ini bertujuan menunjukkan urgensinya mencari prinsip-prinsip penginjilan kepada anak-anak dengan efektif, yaitu doktrin mengenai Alkitab dan keselamatan tetap harus menjadi bagian yang utama untuk anak, kreativitas dan integritas dari pemberita Injil. Keputusan menjadi pengikut Kristus sedini mungkin merupakan pondasi yang sangat penting bagi anak di zaman revolusi indurstri dan era digital sangat diperlukan untuk membangun pondasi iman yang kuat.  
Paradigma Misi dalam Syair Lagu Kolose Terhadap Pluralisme Keallahan Postmodern Nathalia Kenny Merian Mamonto; Aji Suseno
APOSTOLOS Vol 2 No 1 (2022): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v2i1.94

Abstract

: Great Commission that should be the responsibility of believers becomes irrelevant in the midst of the challenges of post-modern era where everything is relative. The mission paradigm in this era began to shift, which all were motivated by post-modern culture. In this relative era, digital acceleration can directly make Christians facing global culture of the world that focuses on the universal view which state that Jesus is not the only way to salvation but one of the ways to salvation. This is because the post-modern paradigm of thinking concerning religion is no longer talking about truth but about what does someone want. Of course this is contrary to Christianity which states that Jesus is the final and the only way of salvation. This study uses a qualitative research with a descriptive approach to find out the truth in Paul’s writings in the Colossian Song which describe the pre-existence of Christ. In Paul’s writings especially in Colossians 1:15-20, is a quote from the early church confession that Paul took and used it to show about Christ who is the only God.