Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

SIKAP KERJA DENGAN UNSAFE ACTION PADA KARYAWAN DI PT. BUMI PERSADA KARYA Tavida, Felicia Rizki; Mindiharto, Sestiono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i2.31067

Abstract

Kecelakaan kerja pada pekerja satu diantara penyebab utamanya adalah tindakan tidak aman (unsafe action), isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sering kali kurang mendapat perhatian, terbukti dari meningkatnya angka kecelakaan di tempat kerja yang terjadi di Indonesia memiliki dampak negatif yang signifikan. Faktor utama dalam unsafe action adalah sikap. Kebaruan penelitian ini meneliti unsafe action pada pekerja. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan antara sikap dengan tindakan tidak aman (unsafe action) di PT. Bumi Persada Karya. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini ialah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 130 pekerja, dan sampel yang diambil sebanyak 99 pekerja menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yang diadopsi ialah kuesioner, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil membuktikan bahwasannya mayoritas pekerja mempunyai sikap negatif, dengan kategori tindakan tidak aman berisiko lebih banyak, yaitu 83%, dibandingkan dengan pekerja yang memiliki sikap negatif namun tidak berisiko, yaitu 55%. Uji Chi Square, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan tidak aman dengan P-value 0,009 (0,05), terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan tidak aman di PT. Bumi Persada Karya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tindakan tidak aman disebabkan oleh sikap negatif pekerja. Kata kunci: Kecelakaan kerja; Sikap; Unsafe action.
LITERASI KESEHATAN DIGITAL DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: ANALISIS DARI PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Rupa Anjeli, A. Maya; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca; Inayah, Zufra; Mindiharto, Sestiono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 10, No 1 (2026): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMM
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v10i1.37088

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengakses informasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, namun di sisi lain meningkatkan risiko paparan misinformasi yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, literasi kesehatan digital menjadi kompetensi penting yang menentukan kemampuan remaja dalam memahami dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menempatkan literasi kesehatan digital sebagai determinan perilaku kesehatan reproduksi remaja dalam konteks daerah, khususnya di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan penetrasi digital tinggi namun masih menghadapi permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan digital dan perilaku kesehatan reproduksi remaja menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada 420 remaja usia 15–19 tahun yang dipilih melalui multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terstruktur menggunakan adaptasi eHealth Literacy Scale (eHEALS) dan instrumen perilaku kesehatan reproduksi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital rendah hingga sedang dan lebih dari sepertiga menunjukkan perilaku kesehatan reproduksi kurang baik; remaja dengan literasi kesehatan digital rendah memiliki risiko perilaku berisiko yang lebih tinggi (PR = 1,840; CI 95%: 1,320–2,560; p = 0,001). Kesimpulannya, literasi kesehatan digital berperan signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan reproduksi remaja, sehingga penguatan literasi digital melalui sekolah, keluarga, dan media kredibel perlu dikembangkan secara berkelanjutan.