Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG Yuliati Amperaningsih; Nurul Fathia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.277 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1306

Abstract

Asupan gizi yang tidak ade kuat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi pada kebanyakan remaja putri. Berhubungan dengan menstruasi jumlah wanita anovulasi akan meningkat apabila berat badannya mengalami perubahan (meningkat atau menurun). Presurvey yang dilakukan pada siswi disalah satu MAN di Bandar Lampung didapatkan 4 (40%) siswi yang mengalami siklus menstruasi teratur dengan status gizi normal dan 6 (60%) siswi mengalami siklus menstruasi tidak teratur, 3 (30%) siswi diantaranya mengalami status gizi kurang dan 3 (30%) siswi lainnya mengalami status gizi lebih (obesitas). Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Crosss Sectional.Jumlah populasi 161,menggunakan teknikproportional random sampling dengan cara simple random sampling, didapatkan sampel 62 responden. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan lembar kuesioner, menggunakan metode analisa chi square.Hasil penelitian dari 62 orang responden, diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu 38 responden (61,3%) dan mengalami siklus menstruasi teratur sebanyak 39 responden (62,9%). Hasil uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan (CI) 95% dan nilai α (0,05) didapatkan hasil perhitungan ρ value (0,01) < α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja di Bandar Lampung. Disarankan untuk dilakukan penyuluhan pada para remaja putri untuk lebih menjaga status gizinya agar memiliki siklus menstruasi yang teratur.
Family Therapy Improves the Coping and Behavior of Imprisoned Children and Family Idawati Manurung; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.14 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1587

Abstract

Recovery of imprisoned children can be reached by improving the coping of families and children during detention. Good coping will improve the behavior of children and families and prevent children from becoming recidivists. The purpose of the study was to compare the differences in coping and behavior of families and children after attending family therapy in Children Prison. This research is a quantitative study, quasi-experimental research design with a pre-test-post-test approach, the respondents have imprisoned children and their families, location is children's prison di Lampung. The results showed an increasing the positive coping of children and families The child's and family's coping and behavior improved due to the intervention of family therapy. This change occurred because the content of the seminar materials and activities at the time of family therapy remained based on the principles of grieving theory and family therapy and increasing the good behavior of both children and families when they were interacting during and after all therapies, family therapy is good for children and also families. In conclusion, family therapy increased positive coping and behavior when interacting with family. Coping and behavior that children and families change for more positive to accept reality. family therapy has not shown changes in both child and family coping but changes the behavior of children and families when they interact. Suggestions, family therapy are continued staff of the prison, by further increasing programs, facilities and infrastructure for family therapy. Abstrak: Pemulihan anak-anak yang dipenjara dapat dicapai dengan meningkatkan koping keluarga dan anak-anak selama penahanan. Koping yang baik akan meningkatkan perilaku anak dan keluarga serta mencegah anak menjadi residivis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan perbedaan koping dan perilaku keluarga dan anak-anak setelah menghadiri terapi keluarga di Penjara Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, rancangan penelitian kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test-post-test, responden adalah anak-anak yang dipenjara dan keluarganya, lokasinya adalah anak-anak penjara di Lampung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan koping positif anak dan keluarga Koping dan perilaku anak dan keluarga membaik karena intervensi terapi keluarga. Perubahan ini terjadi karena isi materi seminar dan kegiatan pada saat terapi keluarga tetap didasarkan pada prinsip-prinsip teori berduka dan terapi keluarga serta meningkatkan perilaku baik anak maupun keluarga ketika mereka berinteraksi selama dan setelah semua terapi, terapi keluarga baik untuk anak-anak dan juga keluarga. Kesimpulan, terapi keluarga mampu meningkatkan koping dan perilaku positif ketika berinteraksi dengan keluarga. Koping dan perilaku yang diubah anak-anak dan keluarga menjadi lebih positif untuk menerima kenyataan. Terapi keluarga belum menunjukkan perubahan pada koping anak dan keluarga tetapi mengubah perilaku anak dan keluarga ketika mereka berinteraksi terapi keluarga, terapi keluarga belum menunjukkan perubahan dalam koping anak dan keluarga tetapi mengubah perilaku anak-anak dan keluarga ketika mereka berinteraksi. Saran, terapi keluarga dilanjutkan dengan meningkatkan program, sarana dan prasarana terapi keluarga.