frahma Sekarningsih
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TARI TOPENG KLANA UDHENG SEBAGAI MATERI AWAL PEMBELAJARAN TARI TOPENG DI SANGGAR MULYA BHAKTI nana miyagi sadili; frahma Sekarningsih; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 1 (2022): Februari, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i1.44421

Abstract

Sanggar Mulya Bhakti memiliki tujuan mulia yaitu melestarikan kesenian Indramayu melalui pendidikan non formal. Mulanya Sanggar Mulya Bhakti mengajarkan nyantrik kepada masyarakat sekitar sanggar seiring berjalannya waktu Sanggar Mulya Bhakti memulai untuk mengajarkan Tari Topeng Indramayu gaya Wangi Indriya. Hal ini mendorong peneliti untuk membahas dan memahami tentang pembelajaran yang ada di Sanggar Mulya Bhakti. khususnya pembelajaran Tari Topeng Klana Udheng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan tari topeng Klana Udheng menjadi materi awal dalam pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti, mendeskripsikan metode yang digunakan pembelajaran tari Topeng Klana Udheng dan mendeskripsikan sistem evaluasi tari Topeng Klana Udheng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari Topeng Klana Udheng dipilih sebagai materi awal pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti karena memiliki gerak yang simple dan enerjik cocok untuk peserta didik yang baru belajar tari Topeng yang umumnya berusia kanak-kanak. Metode pembelajaran yang digunakan berupa metode demostrasi, ceramah, peniruan (imitatif), dan latihan (drill). Evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiap pertemuan dan pada ujian tari dengan aspek yang dinilai berupa wiraga, wirasa dan wirahma.
Model Wisata Pendidikan Seni Tari Berbasis Literasi Website frahma sekarningsih; agus budiman; Heny Rohayani
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 1, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2843.134 KB)

Abstract

Perkembangan informasi dan teknologi saat ini sudah berkembang semakin maju dan modern. Keberadaannya sudah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebagai sumber literasi berbasis teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengembangkan website tari sebagai model wisata pendidikan seni tari dalam pembelajaran seni tari berbasis teknologi digital. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sumber bahan ajar khususnya dalam pembelajaran seni tari. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian berbasis desain (DBR). Data diperoleh dari hasil studi literature dan studi dokumentasi dalam proses pengembangan website tari untuk kebutuhan sumber literasi dalam pembelajaran seni tari. Proses pengembangan website ini melibatkan expert di bidang IT untuk memberikan masukan dan saran terhadap kualitas website yang dikembangkan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa desain website tari yang dikembangkan menggunakan program WIX.com dengan materi yang dikembangkan karya-karya tari baik tari tradisional dan tari kreasi daerah setempat, modern serta mancanegara. Website ini menjadi literasi digital teknologi yang dimanfaatkan mahasiswa dalam memperoleh informasi tambahan terkait dengan materi perkuliahan. Kesimpulan penelitian yang dilakukan adalah pengembanan inovasi literasi berbasis website perlu dikembangkan lebih banyak lagi untuk memberikan alternative sumber materi pengetahuan yang diperlukan dalam setiap pembelajaran seni khsusunya dalam pembelajaran tari di sekolah dan di perguruan tinggi.
PENINGKATAN SELF CONFIDANCE SISWA DALAM PEMBELAJARAN TARI DI SDN LEMBANG CILILIN Ismi Laila anugrah; frahma Sekarningsih; beben Barnas
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.51971

Abstract

Berkaitan dengan pendidikan karakter Self Cofidance memberikan pengaruh bagi individu atau peserta didik pada pembelajaran, dimana peserta didik akan memperjuangkan keinginannya dalam meraih prestasi dan ini mempengaruhi keberhasilan belajar. Penulisan artikel ini betujuan untuk memperoleh data hasil penelitian mengenai implementasi model index card match untuk meningkatkan self confidence peserta didik dalam pembelajaran tari di kelas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan kuantitaif. Jenis pre-eksperimental yang digunakan pada penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group Pretest-posttest Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu peserta didik di SDN Lembang Cililin berjumlah 41 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya peningkatan self confidence peseta didik dibandingkan sebelum diterapkannya model index card match, berdasarkan hasil penilaian peserta didik antara pretest dan posttes. Hasil analisis yang dilakukan melalui uji hipotesis, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata Self Confidance peserta didik meningkat, yaitu nilai rata-rata siswa pada saat pretest adalah 73 dan nilai rata-rata siswa pada saat setelah posttest menjadi 83. Maka, berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai t hitung yang didapatkan adalah 9,63. Dilakukan dengan membandingkan bahwa t hitung dari t table atau 9,63 1,684. Maka, Ha diterima dengan arti implementasi model index card match dapat meningkatkan self confidance peserta didik dalam pembelajaran tari.
Pelatihan seni tari tradisional berbasis pendidikan karakter bagi guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Serang Banten Heny Rohayani; Frahma Sekarningsih; Agus Budiman; Sri Dinar Munsan
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38813

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar, khususnya seni tari, materi yang diberikan hendaknya bepijak dari seni tari tradisional yang berbasis pendidikan karakter untuk menumbuhkan dan mengembangkan karakter siswa. Pembelajaran seni tari harus mencakup indikator yang melingkupi aspek psikomotor, afektif dan kognitif. Pada kenyataannya guru Sekolah Dasar yang mengajar seni budaya mayoritas bukan berlatar pendidikan S1 dari disiplin pendidikan ilmu seni, tetapi hampir semuanya lulusan PGSD yang secara khusus melahirkan calon guru SD, di mana kedudukan guru Sekolah dituntut untuk mengajar dalam berbagai disiplin bidang ilmu. Kondisi ini terjadi pada pembelajaran seni budaya pada tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Serang Banten. Mengamati realitas pelaksanaan pendidikan tersebut menunjukkan betapa prihatinnya kondisi pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar. Padahal tuntutan kurikulum, semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran seni tari mesti dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tuntutan tujuan pendidikan Nasional. Bercermin pada kondisi masalah yang digambarkan di atas, sangat penting dilakukannya penanganan pembelajaran seni budaya khususnya seni tari di SD wilayah Kabupaten Serang Banten melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan yang secara khusus untuk mengembangkan kompetensi akademik dan skill para guru di SD agar siap sebagai pengajar seni tari di sekolahnya. Untuk menunjang keterlaksanaan pembelajaran tersebut dibutuhkan adanya bimbingan tentang cara-cara mengatasi kesulitan mengajar di kelas, dalam hal menentukan materi dan mengembangkan bahan ajar, pembinaan secara praktik tentang mewujudkan pembelajaran seni tari yang kreatif, inovatif, produktif dan rekreatif sesuai dengan karakteristik dan perkembangan peserta didik tingkat sekolah dasar. Melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan seni tari tradisional terhadap guru-guru seni di SD diharapkan dapat mengatasi permasalahan guru-guru seni budaya di SD dalam mengajar seni budaya khususnya seni tari, agar peserta didik/siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan yang memadai dalam pembelajaran seni tari.