Heny Rohayani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBELAJARAN TARI SISINGAAN: PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN SUBANG Fitri Soleha; Heny Rohayani; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 1 (2022): Februari, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i1.37326

Abstract

AbstrakArtikel ini berdasarkan pengamatan peneliti bahwa pembelajaran Tari Sisingaan yang diberikan kepada anak-anak oleh Sanggar Seni Sisingaan  di Tresnawangi Kabupaten Subang, merupakan salah satu bentuk pendidikan nonfromal berbasis masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan konsep pembelajaran tari sisingaan dan proses pembelajaran tari sisingaan di Sanggar Seni Sisingaan Tresnawangi. Metode dalam penelitia ini menggunakan metode desktiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obeservasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembelajaran Tari Sisingaan di Sanggar Seni Sisingaan Tresnawangi memiliki Konsep pembelajaran tari dengan tujuan untuk menekankan dan memfokuskan peserta belajar pada materi pembelajaran mengenai tari, hal tersebut agar peserta belajar menguasai teknik dan gerak dalam suatu tarian. Proses pembelajaran Tari Sisingaan dalam menyampaikan materi menggunakan beberapa metode pembelajaran diantaranya metode ceramah, demontrasi, imitasi, dan drill/latihan. 
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Active Dabate Tari Melalui Blended Learning Cepi Supriatna; Heny Rohayani; Ria Sabaria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i3.37342

Abstract

Keaktifan belajar siswa tentunya suatu tujuan dalam pembelajaran aktif dikelas, peneliti mengamati proses dan hasil pembelajaran seni budaya di SMPN 1 Margaasih dengan pembelajarannya siswa terlihat aktif menciptakan proses pembelajaran. hal tersebut pembelajaran yang diterapkan oleh guru memicu siswa agar aktif dan meningkatkan berkomunikasi secara baik. Model yang diterapkan guru seni budaya merupakan model stundent active dabate yang melatih siswa dalam mengemukakan pendapatnya yang disertai alasan serta belajar dalam menghargai perbedaan pendapat, pembelajaran tersebut diterapkan melalui blended learning. Tujuan dalam penelitian ini meningkatkan daya fikir dan keaktifan belajar siswa dalam mata pembelajaran seni budaya serta diharapkan dalam pembelajaran melalui blended learning siswa mampu mencari sumber referensi di internet untuk meningkatkan pengetahuaannya. Studi yang dilakukan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui proses dan hasil yang diimplementasikan oleh guru di SMPN 1 Margaasih. Temuan dalam penelitian ini menunjukan optimalnya kekatifan belajar siswa dalam materi yang disampaikan oleh guru seni budaya dan strategi cara mengajar guru mampu mengasah kemampuan analisa siswa dan berbica melalui perdebatan yang bersifat konstruktif tentang suatu topik atau masalah dengan aturan dan prosedur yang mendorongnya untuk memberikan pendapat terhadapnya terhadap argumen-argumen dengan kelompok yang dikemas dalam diskusi bersama melalui blended learning. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi dan alternatif untuk guru dalam menggunakan model pembelajaran untuk menciptakan kekatifan pembelajaran peserta didik dalam menggunakan informasi dan komunikasi dalam strategi pembelajarannya. dan sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar.
PEMBELAJARAN TARI KREASI BARU DI SMA PASUNDAN 2 BANDUNG Endah Resnayanti; Heny Rohayani; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32154

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai proses pembelajaran dan hasil pembelajaran  tari kreasi baru  pada kelas XI MIPA 3 di SMA Pasundan 2 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu  observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil dari penelitian ini menunjukan proses pembelajaran tari kreasi  yang terbagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, selama proses penelitian siswa diarahkan agar membuat sebuah tari kreasi selama empat pertemuan, pertemuan pertama menjelaskan hakikat tari kreasi baru dan perbedaan tari kreasi dengan tari tradisional lainnya, pertemuan kedua menjelaskan mengenai gerak dasar tari kreasi serta  penciptaan karya tari melalui apresiasi, pertemuan ketiga siswa mulai eksploragi gerak yang kemudian akan dipresentasikan pada pertemuan ke empat. hasil pembelajaran tari kreasi ini menunjukan perolehan nilai dengan aspek kognitif afektif dan psikomotor, di akhir kegiatan perolehan niai psikomotor siswa lebih besar dibandingkan perolehan nilai kognitif dan afektif hal tersebut menjunjukan tingkat antusiasme siswa lebih tinggi saat mengikuti pembelajaran tari dengan materi tari kreasi.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemanfaatan Media Audio Visual : Studi Eksperimen Dalam Pembelajaran Tari Yoyoh Siti Mariyah; Agus Budiman; Heny Rohayani; Winda Dewi Audina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 2 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.391 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i2.778

Abstract

This study aims to see the influence of audio-visual media in dance learning to increase the learning motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya. The research method used is the pre-experimental method with the design of The One Group Pretest-Posttest. Data collection techniques using observation techniques, literature studies, interviews and documentation studies. The results showed that there was no significant effect of audio-visual media in increasing the motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya, seen from the analysis results showed that the t value was 0.015˃0.05 and the t value was 2,600˂ t table 2.042, the results of this analysis showed that dance learning with the application of audio-visual media has no effect in increasing student learning motivation, so the hypothesis decision is that it can be concluded that H1 does not have a significant effect on the variable X1 on Y. Accepting H1 or which means there is no significant difference between the pretest and posttest scores. The conclusion is that the audio-visual media applied in dance learning does not have a significant effect on increasing the motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya
Model Home Industri Seni : Studi Hasil Pelatihan Pembuatan Busana Tari Dalam Membantu Kemandirian Ekonomi Keluarga Dewi Karyati; Agus Budiman; Heny Rohayani; Ayo - Sunaryo
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.613 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i2.395

Abstract

The development of the creative home industry in the art sector in Indonesia shows promising growth for those who do it. In its development, many art home industries have grown and developed in the community that have been able to show their independence in supporting the nation's economy. Home Art industries that are currently developing in society include: traditional crafts, traditional musical instrument craftsmen, fashion and dance accessories craftsmen, and so on. The purpose of this study was to determine the model of the art home industry through training programs for making clothes and traditional dance accessories in an effort to empower the potential of housewives as the main actors to help support the family's economic independence. The concept of the art home industry is one of the approaches to the creative industry program in the arts developed by the government. The creative industry is an economic concept in the new era that intensifies information and creativity by relying on ideas and stock of knowledge from human resources (HR) as the main production factors. This training program is carried out in three stages of activity, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. Training activity data were obtained from unstructured interviews, observation and activity evaluation questionnaires to measure the accuracy of the training program. The data were analyzed based on a qualitative approach. The results showed that there is a strategic role of dance clothing training activities in an effort to develop the art home industry to empower the potential of housewives in strengthening the resilience of family economic independence.
Pelatihan Pemanfaatan Mobile Aplikasi Edmodo Pada Guru Seni Budaya Heny Rohayani; Agus Budiman; Trianti Nugraheni
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 2 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.508 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i2.775

Abstract

The purpose of this study was to determine the results of online learning training for art teachers in Pandeglang-Banten through Edmodo Mobile-Application to be applied in art learning in schools. This qualitative study used a research sample of 40 training participants with a purposive sampling technique. The research data were obtained from the results of questionnaires and observations. The results showed that the mobile-application edomodo is one of the applications that can be accessed via smartphones or other technological devices such as laptops and computers, which can be used as a forum or means of art learning by both teachers and students through several features that can be used as access to learning media taught by students and teachers. The results of this training are able to improve the pedagogical ability and professionalism of teachers in implementing technology-based art learning. The conclusion of this study is that the skills of teachers in using technology in art learning in the industrial era 4.0 need to be improved as an effort to adapt to various technological and information developments that must be utilized in art education.
PEMBELAJARAN TARI JAIPONG PADA ANAK USIA 7-9 TAHUN Heny Rohayani; Ashri Rahmawati
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 1, No 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.699 KB)

Abstract

Pembalajaran tari yang terjadi di lembaga pendidikan nonformal yaitu sanggar tari sangat berpengaruh pada perkembangan motorik, khusunya pada anak usia 7-9 tahun. Pembelajaran tari jaipong pada anak usia 7-9 tahun yang berada di Sanggar Tari Supukaba banyak melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang baik dalam tingkat nasional ataupun internasional. Tujuan dari penelitian iini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran yang terjadi di sanggar tersebut dan hasil pembelajaran tari jaipong Tanjung Baru pada anak usia 7-9 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan terbagi menjadi 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan akhir. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dapat mendeskripsikan mengenai bagaimana konsep pembelajaran yang digunakan pada anak usia 7-9 tahun, lalu proses pembelajaran tari Tanjung Baru pada anak usia 7-9 tahun dan hasil pembelajaran tari jaipong pada anak usia 7-9 tahun dengan materi yang harus dikuasai yaitu 13 ragam gerak pokok. Pembelajaran yang dilakukan di sanggar tersebut disesuaikan dengan karakteristik anak usia 7-9 tahun, sehingga anak tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi tari Tanjung Baru. Adapun kriteria penilaian yang dilakukan oleh instruktu terdiri dari 3 aspek yaitu Wiraga, Wirahma dan Wirasa.
Model Wisata Pendidikan Seni Tari Berbasis Literasi Website frahma sekarningsih; agus budiman; Heny Rohayani
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 1, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2843.134 KB)

Abstract

Perkembangan informasi dan teknologi saat ini sudah berkembang semakin maju dan modern. Keberadaannya sudah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebagai sumber literasi berbasis teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengembangkan website tari sebagai model wisata pendidikan seni tari dalam pembelajaran seni tari berbasis teknologi digital. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sumber bahan ajar khususnya dalam pembelajaran seni tari. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian berbasis desain (DBR). Data diperoleh dari hasil studi literature dan studi dokumentasi dalam proses pengembangan website tari untuk kebutuhan sumber literasi dalam pembelajaran seni tari. Proses pengembangan website ini melibatkan expert di bidang IT untuk memberikan masukan dan saran terhadap kualitas website yang dikembangkan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa desain website tari yang dikembangkan menggunakan program WIX.com dengan materi yang dikembangkan karya-karya tari baik tari tradisional dan tari kreasi daerah setempat, modern serta mancanegara. Website ini menjadi literasi digital teknologi yang dimanfaatkan mahasiswa dalam memperoleh informasi tambahan terkait dengan materi perkuliahan. Kesimpulan penelitian yang dilakukan adalah pengembanan inovasi literasi berbasis website perlu dikembangkan lebih banyak lagi untuk memberikan alternative sumber materi pengetahuan yang diperlukan dalam setiap pembelajaran seni khsusunya dalam pembelajaran tari di sekolah dan di perguruan tinggi.
DODOGERAN DANCE LEARNING Dhea Muthia; Heny Rohayani; Agus Budiman
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 2, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.8 KB)

Abstract

This research is about learning planning, the learning process and the evaluation of learning the Dodogeran Dance which has agile, cheerful, and funny movements, so that this dance can be performed in general by participants studying SD-SMA at the Sinar Seli Asih Studio, Bekasi City. The purpose of writing this article is to describe how to plan the learning of Dodogeran Dance at the Sinar Seli Asih Studio, to describe the learning process of Dodogeran Dance at the Sinar Seli Asih Studio, and to describe the evaluation of learning the Sinar Seli Asih Dodogeran Dance in Bekasi City. This qualitative research uses descriptive analysis method.The participants in this study were Eem Biliyanti as the creator and trainer of the Dodogeran Dance, Sukarsa as the leader of the Sinar Seli Asih Studio and the participants in the study of the Sinar Seli Asih Studio.The technique used in data collection is observation, interview, documentation, and literature study. The learning process for the Dodogeran dance material is approximately six months, after which a studio evaluation is held every six months. The learning methods used in the Sinar Seli Asih Studio are lecture, demonstration, imitative (imitation), and drill (practice) methods. The trainer provides an explanation of the material to be delivered orally, after that provides the basic techniques, participants learn to imitate the movements made by the trainer, then participants learn to do exercises continuously. The results of the research obtained in learning the Dodogeran dance are learning plans at the Sinar Seli Asih Studio, which are not written as in the case of lesson plans
PEMBELAJARAN TARI DENGAN STIMULUS LAGU CANGKURILEUNG PADA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SDN KARTAWIJAYA KABUPATEN SUBANG . wandani; Heny Rohayani; Ria Sabaria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.37314

Abstract

Kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Salah satunya melalui stimulus lagu cangkurileung siswa diarahkan untuk dapat mengembangkan kemampuan kreativitas gerak melalui stimulus music atau lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pembelajaran tari untuk meningkatkan kreativitas siswa di SD Negeri Kartawijaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain Siklus hoppkins yaitu dengan empat tahapan (Planning, Acting, Observing, Reflecting) yang diulang terus menerus sampai hasil yang diinginkan tercapai dengan baik. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Partisipan Penelitian ini yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 29 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparataif dengan membandingkan hasil antar siklus. Melalui stimulus lagu cangkurileung yang akan menjadi bahan pembelajaran. Peneliti mengharapkan siswa mampu memperbaiki proses pembelajaran tari menjadi lebih variatif dan menyenangkan. Penelitian ini melakukan Siklus sebanyak 2 kali dengan Jumlah rata-rata nilai pada siklus awal adalah indikator kelancaran 78,4, keluwesan 79,6 keaslian 79,2 elaborasi. Pada siklus terakhir (siklus II) mengalami peningkatan sangat baik dimana dengan nilai rata-rata indikator tertinggi iyalah keaslian dan dengan perolehan rata-rata 90. Maka dapat disimpulkan jika penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pembelajaran tari untuk meningkatkan kreativitas siswa ini cocok dalam pembelajaran tari, serta stimulus diyakini dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas IV di SD Negeri kartawijaya kabupaten subang