Claim Missing Document
Check
Articles

Entrepreneurship and Art Education Tourism: A Study on Results of Management Skills Training Program for Students Nugraheni, Trianti; Budiman, Agus; Sukmayadi, Yudi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 19, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v19i2.22674

Abstract

Entrepreneurship, in the context of the development of art education tourism programs in higher education, is regarded as a serious concern in reflecting the role of universities in developing the tourism industry. This is considered as the universities’ efforts of innovation and creativity to improve the competitiveness of higher education goals through the development of entrepreneurship in the field of educational tourism. This paper discusses the role of tertiary institutions in developing educational tourism entrepreneurship, which in its implementation empowers potential students by providing entrepreneurship training for them to be able to manage art education tourism program events. The data were obtained by test and questionnaire were given to 30 students at Universitas Pendidikan Indonesia who were involved in the activities of entrepreneurial training programs in the management of tourism education through the art business. The program was established by cooperating with universities, the local government, as well as non-governmental institutions.
Local Wisdom-based Dance Learning: Teaching Characters to Children through Movements Rosala, Dedi; Budiman, Agus
Mimbar Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/mimbar-sd.v7i3.28185

Abstract

The character education implementation in every school becomes a program of national education system policy in Indonesia. Its orientation is more focused on advancing national character development based on local wisdom and unique culture in Indonesia. The authority of the Indonesian education system policy program in strengthening character education covers religiousness, nationalism, independency, mutual cooperation, and integrity with the development of local wisdom-based learning materials. The purpose of this research is to discover the process of dance learning implementation in students’ character education development. This research employs quantitative with descriptive statistics data analysis. The data were collected through an observation of 22 primary school students during a dance learning process and in-depth interviews to two dance teachers to obtain data regarding local wisdom-based dance learning implementation to develop students’ characters. The findings show that character education developed in local wisdom-based dance learning can be done through various learning activities such as appreciation and introduction of traditional dance materials, instilling values, independent and group study to build independency and mutual cooperation, and familiarize students to pray before and after learning. These are to plant local wisdom values through dance movement learning.
TARI TOPENG KLANA UDHENG SEBAGAI MATERI AWAL PEMBELAJARAN TARI TOPENG DI SANGGAR MULYA BHAKTI nana miyagi sadili; frahma Sekarningsih; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 1 (2022): Februari, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i1.44421

Abstract

Sanggar Mulya Bhakti memiliki tujuan mulia yaitu melestarikan kesenian Indramayu melalui pendidikan non formal. Mulanya Sanggar Mulya Bhakti mengajarkan nyantrik kepada masyarakat sekitar sanggar seiring berjalannya waktu Sanggar Mulya Bhakti memulai untuk mengajarkan Tari Topeng Indramayu gaya Wangi Indriya. Hal ini mendorong peneliti untuk membahas dan memahami tentang pembelajaran yang ada di Sanggar Mulya Bhakti. khususnya pembelajaran Tari Topeng Klana Udheng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan tari topeng Klana Udheng menjadi materi awal dalam pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti, mendeskripsikan metode yang digunakan pembelajaran tari Topeng Klana Udheng dan mendeskripsikan sistem evaluasi tari Topeng Klana Udheng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari Topeng Klana Udheng dipilih sebagai materi awal pembelajaran di Sanggar Mulya Bhakti karena memiliki gerak yang simple dan enerjik cocok untuk peserta didik yang baru belajar tari Topeng yang umumnya berusia kanak-kanak. Metode pembelajaran yang digunakan berupa metode demostrasi, ceramah, peniruan (imitatif), dan latihan (drill). Evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiap pertemuan dan pada ujian tari dengan aspek yang dinilai berupa wiraga, wirasa dan wirahma.
TARI OYAG KARYA ANJAR PURWANI DI SANGGAR SENI KUSUMA KECAMATAN TARUMA JAYA KABUPATEN BEKASI Peppy Irmaniar Rahman; tati narawati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i2.35865

Abstract

Tari Oyag merupakan jenis tari kreasi baru. Tari Oyag di Sanggar Seni Kusuma Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang diciptakan untuk merespon permasalahan yang terjadi dalam ranah berkesenian. Dalam penelitian ini, fokus utama terletak pada koreografi, rias dan busana serta properti yang digunakan dalam tarian tersebut untuk dideskripsikan, sehingga diperoleh suatu hasil kajian yang ilmiah dan empirik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koreografi didominasi oleh gerak pencak silat, jaipong dan mengambil dari intisari kesenian sisingaan. Rias dan busana pada Tari Oyag menonjolkan karakter laki-laki dalam tarian, seperti iket kepala, kaos, baju kampret, celana pangsi dan sarung.
PEMBELAJARAN TARI SISINGAAN: PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN SUBANG Fitri Soleha; Heny Rohayani; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 1 (2022): Februari, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i1.37326

Abstract

AbstrakArtikel ini berdasarkan pengamatan peneliti bahwa pembelajaran Tari Sisingaan yang diberikan kepada anak-anak oleh Sanggar Seni Sisingaan  di Tresnawangi Kabupaten Subang, merupakan salah satu bentuk pendidikan nonfromal berbasis masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan konsep pembelajaran tari sisingaan dan proses pembelajaran tari sisingaan di Sanggar Seni Sisingaan Tresnawangi. Metode dalam penelitia ini menggunakan metode desktiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obeservasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembelajaran Tari Sisingaan di Sanggar Seni Sisingaan Tresnawangi memiliki Konsep pembelajaran tari dengan tujuan untuk menekankan dan memfokuskan peserta belajar pada materi pembelajaran mengenai tari, hal tersebut agar peserta belajar menguasai teknik dan gerak dalam suatu tarian. Proses pembelajaran Tari Sisingaan dalam menyampaikan materi menggunakan beberapa metode pembelajaran diantaranya metode ceramah, demontrasi, imitasi, dan drill/latihan. 
FUNGSI TARI MALAM TABUR DI SANGGAR KEMUNING BELINYU Metha Liantina Eka Putri; Tati Narawati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32139

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi Tari Malam Tabur di Sanggar Kemuning Belinyu Kabupaten Bangka.Tari Malam Tabur ini merupakan salah satu tari kreasi baru yang ada di Sanggar Kemuning.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis.Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data dengan menyeleksi data-data yang telah didapatkan oleh peneliti secara lansung terjun kelapangan.Berdasarkan hasil analisis peneliti bahwa Tari Malam Tabur diangkat dari cerita ritual Suku Lom yang dilakukan oleh ketua adat setiap satu tahun sekali sebelum pesta Nuju Jerami atau setelah masa panen diselenggarakan. Tari Malam Tabur mengalami perubahan fungsi pada tahun 2013 sebagai pertunjukan dan di tahun 2014 hingga saat ini berfungsi sarana hiburan.
STUDI KASUS PEMBELAJARAN TARI MELALUI DARING DI SEKOLAH INDONESIA KOTA KINABALU MALAYSIA Sofa Nurhikmah Tesa; Heni Komalasari; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pelaksanaan pembelajaran daring berdasarkan himbauan dari pemerintah pusat dalam melaksanakan pendidikan antisipatif sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka penyebaran pandemi Covid-19. Pembelajaran daring yang dilaksanakan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Malaysia memanfaatkan aplikasi internet sebagai media untuk saling berinteraksi dan pemberian tugas. Dengan adanya perubahan yang cukup besar dalam implementasi pembelajaran memberikan pengaruh yang cukup besar kepada peserta didik dan tenaga kependidikan yang harus beradaptasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Seni Tari. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan rancangan pembelajaran daring pada mata pelajaran tari di SIKK; 2) mendapatkan informasi bagaimana peroses pembelajaran daring pada mata pelajaran tari di SIKK; 3) mengetahui hasil dari pembelajaran daring pada mata pelajaran tari di SIKK. Temuan dalam penelitian ini yaitu 1) Rancangan pembelajaran daring pada mata pelajaran tari ini cenderung sama dengan pembelajaran konvensional; 2) Proses pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan platform digital seperti aplikasi Whatsapp Group, Zoom, serta Google Classroom. 3) Hasil pembelajaran siswa dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran tari cenderung meningkat, dilihat dari persentase hasil belajar siswa yang meningkat sebanyak 13% dari pembelajaran konvensional. Sedangkan kendala dalam proses pembelajaran daring ini adalah sulitnya akses internet yang dialami oleh peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA Morina Wahyuning Retno Sari; Dewi Karyati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i2.35863

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah, yakni rendahnya kecerdasan interpersonal siswa khususnya dalam pembelajaran tari. Rumusan masalah yang ingin ditemukan jawabannya, meliputi 1) bagaimana kecerdasan interpersonal siswa sebelum diterapkannya model kolaboratif tipe STAD, 2) bagaimana proses penerapan model kolaboratif tipe STAD, dan 3) bagaimana pengaruh model kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa pada pembelajaran tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pre-experimental design dengan pola one-group pretest-posttest, peneliti menggunakan 16 siswa dalam satu kelas sebagai sampel dalam penelitiannya dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik studi literatur. Hasil penelitian ini dapat dibuktikan dengan menggunakan uji paired sample t-test dengan alat bantu program SPSS versi 22.0, dimana thitung ttabel, yaitu dengan nilai thitung = 32, 384 dan ttabel = 2,131. Kesimpulan penelitian ini, penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD pada pembelajaran seni tari dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 4 Bandung.
PEMBELAJARAN TARI KREASI BARU DI SMA PASUNDAN 2 BANDUNG Endah Resnayanti; Heny Rohayani; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 1 (2021): Februari, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i1.32154

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai proses pembelajaran dan hasil pembelajaran  tari kreasi baru  pada kelas XI MIPA 3 di SMA Pasundan 2 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu  observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil dari penelitian ini menunjukan proses pembelajaran tari kreasi  yang terbagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, selama proses penelitian siswa diarahkan agar membuat sebuah tari kreasi selama empat pertemuan, pertemuan pertama menjelaskan hakikat tari kreasi baru dan perbedaan tari kreasi dengan tari tradisional lainnya, pertemuan kedua menjelaskan mengenai gerak dasar tari kreasi serta  penciptaan karya tari melalui apresiasi, pertemuan ketiga siswa mulai eksploragi gerak yang kemudian akan dipresentasikan pada pertemuan ke empat. hasil pembelajaran tari kreasi ini menunjukan perolehan nilai dengan aspek kognitif afektif dan psikomotor, di akhir kegiatan perolehan niai psikomotor siswa lebih besar dibandingkan perolehan nilai kognitif dan afektif hal tersebut menjunjukan tingkat antusiasme siswa lebih tinggi saat mengikuti pembelajaran tari dengan materi tari kreasi.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pemanfaatan Media Audio Visual : Studi Eksperimen Dalam Pembelajaran Tari Yoyoh Siti Mariyah; Agus Budiman; Heny Rohayani; Winda Dewi Audina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 4, No 2 (2021): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.391 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v4i2.778

Abstract

This study aims to see the influence of audio-visual media in dance learning to increase the learning motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya. The research method used is the pre-experimental method with the design of The One Group Pretest-Posttest. Data collection techniques using observation techniques, literature studies, interviews and documentation studies. The results showed that there was no significant effect of audio-visual media in increasing the motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya, seen from the analysis results showed that the t value was 0.015˃0.05 and the t value was 2,600˂ t table 2.042, the results of this analysis showed that dance learning with the application of audio-visual media has no effect in increasing student learning motivation, so the hypothesis decision is that it can be concluded that H1 does not have a significant effect on the variable X1 on Y. Accepting H1 or which means there is no significant difference between the pretest and posttest scores. The conclusion is that the audio-visual media applied in dance learning does not have a significant effect on increasing the motivation of class VII-A students at SMPN 1 Mangunjaya