Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Strategi Coping Stress pada Ibu Hamil di Masa Pendemi Covid 19 Isnaeni Rofiqoch; Sawitri Dewi; Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.155 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol8.iss2.141

Abstract

Pregnancy is a time of determining the welfare and development of the fetus in the womb. During pregnancy many women experience psychological changes, so a method is needed to reduce the problems that arise during the pregnancy process, this method is called a coping strategy. The purpose of this study was to identify coping strategies for stress in pregnant women during the COVID-19 pandemic in the South Purwokerto Community Health Center, Banyumas Regency. This research is a qualitative research with a phenomenological approach. The data collection method in this research is carried out by in-depth interviews. This research is expected to be able to dig up information about what psychological problems are faced by pregnant women and how they solve the problems faced during the covid 19 pandemic. The main informant in the meantime is mother pregnant, supporting informants are midwives and family members (husband, mother or sibling) as triangulation. The results of this study stress coping strategies during pregnancy are needed to reduce problems during pregnancy. This strategy for coping with stress during pregnancy during the COVID-19 pandemic is carried out with the mechanism of Emotional Focused Coping and Problem Facus Coping. Although the Emotional Focused Coping mechanism is more dominantly used by pregnant women because pregnant women are women where women prioritize feelings over logic.
Gambaran Pelaksanaan Peer Assesment terhadap Perilaku Profesional Mahasiswa pada Pembelajaran Skill di Laboratorium Isnaeni Rofiqoch; Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.31 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol9.iss1.173

Abstract

Professional behavior in midwifery students is one of the competencies that must be possessed, because later midwifery students when they enter the field of work will face patients. Assessment of professional behavior can be assessed by Peers/fellow friends not only by lecturers or Clinical Instructor (CI). The purpose of this study was to determine the description of the implementation of Peer Assessment on the professional behavior of midwifery students in learning skills in the laboratory. The results showed that the indicators for assessing professional behavior obtained results including: responsibility indicators 93.69%, discipline indicators 81.71%, teamwork indicators 97.84%, indicators 97.84%, and indicators 97.77%, while the average percentage of all indicators 1-5 is 93.77%, this value is considered high because it exceeds 90% of 100%. The conclusion of this study is that the assessment of student professional behavior can be carried out by friends using the Peer Assessment method, Peer Assessment can also make students to be more responsible and take it as self-reflection material to see the weaknesses and strengths of the students.
STUDI KUALITATIF: PERAN BIDAN DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 8: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.86 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i8.2026

Abstract

Deteksi Dini Tumbuh Kembang merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup anak. Penelitian ini menguraikan penyebab kurangnya cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak pada kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan dan pelaksanaan peran bidan merupakan penanggung jawab program. Penelitian kualitatif ini berlokasi di Kabupaten Pekalongan. Data penelitian ini meliputi kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan, peran tenaga kesehatan ( bidan ), hambatan – hambatan dan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya. Sumber data dari pandangan informan pada implementasi program. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan / triangulasi. Analisis data meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Peran bidan sudah dilakukan secara optimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang telah ditetapkan, kurangnya cakupan karena belum optimalnya kerjasama lintas program dan masih kurangnya peran pihak – pihak terkait serta beban kerja. Pemerintah daerah mengambil kebijakan dengan melaksanakan pelatihan, pemeriksaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak, penyediaan APE, dan mengoptimalkan buku KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak ) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga
EDUKASI DETEKSI DINI DAN MANAJEMEN AWAL KEGWATDARURATAN MATERNAL DI RANTING AISYIYAH TANJUNG PURWOKERTO SELATAN Diah Atmarina Yuliani; Ikhwan Mukminah; Isnaeni Rofiqoch
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 5: Mei 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.582 KB)

Abstract

Kematian ibu juga dipengaruhi oleh penyebab langsung maupun tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu terbesar adalah komplikasi obstetrik (90 %) yang dikenal dengan Trias Klasik seperti Pre eklampsia, perdarahan, dan penyakit yang menyertai, atau komplikasi pada saat kehamilan, kelahiran dan selama nifas yang belum tertangani dengan baik dan belum optimal. Tujuan pengabdian adalah pemahaman dan kemampuan ibu hamil serta keluarga dalam mengenal lebih dini tanda bahaya kehamilan, kehamilan resiko tinggi serta kegawatdaruratan pada ibu hamil dalam rangka meningkatan kesadaran dan motivasi keluarga. Pentingnya pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatnya pemahaman ibu dan keluarga mengenai deteksi dini serta manajemen awal kegawatdaruratan maternal.
HUBUNGAN MENSTRUASI DENGAN PERUBAHAN EMOSIONAL PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIRTO I Diah Atmarina Yuliani; Sudirman; Arin Farhana Izzati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 3 No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.212 KB)

Abstract

Sekitar 85% wanita di Indonesia mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa menstruasi ataupun saat mentruasi, selain Pre Menstrual Syndrome (PMS) terdapat sebagian wanita mengalami nyeri haid (dysmenore). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran menstruasi terhadap Wanita Usia Subur (WUS), mengetahui gambaran perubahan psikologi emosional yang terjadi saat menstruasi pada Wanita Usia Subur (WUS), mengidentifikasi hubungan menstruasi dengan perubahan emosional pada Wanita Usia Subur (WUS). Desain penelitian menggunakan desain korelasi deskriptif. Populasi yang digunakan adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang ada di 6 desa di wilayah kerja Puskesmas Tirto I. Sampel propotional sampling. Analisa data menggunakan uji Spearmen’s rho. Hasil penelitian ada hubungan menstruasi dengan perubahan emosional pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Tirto I (r=0,000). Berdasarkan hasil penelitian bidan terkait kejadian menstruasi dengan siklus normal dan menstruasi dengan siklus tidak normal pada Wanita Usia Subur (WUS) perlu memberikan pendidikan kesehatan pada wanita usia subur tentang faktor yang dapat mempengaruhi siklus dalam menstruasi. Wanita Usia Subur (WUS) dapat mencatat keluhan yang dirasakannya dalam sebuah diary yang disebut PMS diary, dengan adanya catatan tersebut dapat menegakkan diagnosa serta pengobatan.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN IBU BERSALIN DALAM ASUHAN PERSALINAN NORMAL DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Diah Atmarina Yuliani Yuliani
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 7 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.501 KB)

Abstract

This therapeutic communication aims to reduce the burden of feelings and fears that exist in the patient, reduce the patients doubts and can affect other people, the environment and himself. This study aims to determine the description of maternal satisfaction, to identify the realtinship between the midwifes therapeutic communication and the level of satisfaction of the mother in childbirth care. The research design used a descriptive correlation design. The population in this study were all mothers who gave birth normally at the Kraton Hospital, Pekalongan regency. Determination of the sample using total sampling. Data anlysis using Spearmen’s rho test. Based on bivariate anylisi with Spearman rank statistical test, it was obtained a significance value (r) which was 0.0001 compared to =0.05, so r ( 0,001 < 0,05 ) so that Ho was rejected, which means that there is a relationship between the midwifes therapeutic communication with the mothers level of satisfaction giving birth in normal delivery care at the Kraton Hospotal pekalongan Regency. Based on the results of the study, maternity mothers pay more attention to information or advice given by midwives and improve good relations with health workers. For midwives to further improve therapeutic communication skills so that the provision of information can be accepted by patients and their families and further im prove the quality of delivery services.
Efektivitas Pemberian Air Jahe Merah Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Putri Isti Karomah; Diah Atmarina Yuliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.779

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea results from an excessive amount of prostaglandins. The chemical content of gingerol in red ginger can block prostaglandins to reduce pain at the time of menstruation. Aims: To analyze the effectiveness of giving red ginger water in reducing the intensity of dysmenorrhea pain in young women. Metode: Quantitative research method- pre-experiment design, One Group Pretest Posttest Design. The sample uses a non-probability sampling technique with a purposive sampling method. The instrument uses a Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire. Meanwhile, data analysis used the Wilcoxon test with a confidence level of α = 0.05. Results: Showed that there was effectiveness between red ginger water and dysmenorrhoea where p-value = 0.0001. Conclusion: There is effectiveness between red ginger water and dysmenorrhoea. It is suggested that the findings of this study can be a solution to overcoming dysmenorrhoea by using a type of non-pharmacological therapy, namely the administration of red ginger water.
UPAYA PEMBERDAYAAN PANGAN MEWUJUDKAN GENERASI SADAR GIZI BEBAS STUNTING DENGAN KEGIATAN 1000 HPK DI RANTING AISYIYAH TANJUNG PURWOKERTO SELATAN Diah Atmarina Yuliani; Wulan Margiana; Isnaneni Rofiqoch
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.594 KB)

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) 2018 prevalensi balita stunting di dunia pada tahun 2017 sebesar 151 juta (22%), Indonesia sendiri menempati posisi ketiga di kawasan Asia Tenggara sebesar (36,4%). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 12.780 jiwa (42,6 %), sedangkan WHOmemberikan batasan untuk stunting adalah < 20%. Sehubungan dengan faktor-faktor penyebab stunting tersebut,pemerintah berupaya untuk menurunkan angka stunting diIndonesia melalui program gerakan Seribu Hari PertamaKehidupan yang mencakup upaya spesifik maupun sensitif. Memberikan pengetahuan pada para ibu Ranting Aisyiyah Tanjung Purwokerto Selatan tentang stunting. Memberikan pengetahuan pada para ibu Ranting AisyiyahTanjung Purwokerto Selatan tentang gizi pada stunting. Memberikan pelatihan pada para ibu Ranting AisyiyahTanjung Purwokerto Selatan tentang pemberdayan pengolahan bahan pangan untuk MP – ASI. Follow up kegiatandilakukan pada bulan keempat kegiatan dengan hasil monitoring ibu –ibu mengerti dan memamahami tentang stunting dan gizi stunting serta pembuata MP P SI yang benar. Pentingnya pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan ibu – ibu tentang stunting, gizi stunting dan pembuatan MP - ASI yang benar.
EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DALAM RANGKA PELAKSANAAN GERMAS Isnaeni Rofiqoch; Diah Atmarina Yuliani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.639 KB)

Abstract

Usia Reproduktif merupakan usia dimana manusia mampu bekerja dan menghasilkan sesuatu dengan kreatifitas yang tinggi. Penduduk usia produktif dengan jumlah besar seharusnya mampu memberikan kontribusi pada pembangunan, akan tetapi di indonesia usia-usia reproduktif banyak yang terancam kesehatannya karena terganggu oleh penyakit tidak menular (PTM) dan perilaku yang tidak sehat. Tujuan pelaksanaan IbM adalahmemberikan pendidikan kesehatan tentang faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dan melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Metode pendekatan yang digunakan pada IbM ini adalah melakukan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan serta dilaksanakan evaluasi dengan metode pre tes dan post tes untuk mengetahui aspek pengetahuan dan pemahaman (knowledge). Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Rerata peningkatan pengetahuan sebesar 32 % hal ini dapat dihitung dengan jalan membandingkan antara nilai rata rata pre tes sebesar 6,30 dan hasil rata-rata post tes sebesar 8,30. Pelakasanaan edukasi penyakit tidak menular (PTM) dalam rangka pelaksanaan Germas mampu meningkatkan pengetahuan kelompok Aisyiyah Ranting Ledug sehingga ibu-ibu kader ‘Aisyiyah Ledug untuk memiliki keinginan mencegah dan mengurangi faktor penyebab terjadinya penyakit tidak menular (PTM) serta memiliki Itikad untuk menginformasikanpengetahuan tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada Keluarga, Kerabat dan Masyarakat.
PENDIDIKAN KESEHATAN SCREENING DAN TINDAKAN PREVENTIF KANKER SERVIKS DI AISYIYAH RANTING LEDUG KEMBARAN Diah Atmarina Yuliani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.004 KB)

Abstract

Angka kejadian kanker didunia memasuki masa kritis, dimana setiap tahun angka kejadian kanker semakin meningkat. Terdapat banyak jenis kanker yang ada di dunia salah satunya adalah kanker serviks. Hingga saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak penyakit kanker di negara berkembang. Angka kejadian penyakit ini rendah pada wanita berumur dibawah 25 tahun, namun insidens meningkat pada wanita berumur 35 sampai 40 tahun dan mencapai titik maksimum pada usia 50-an.Tujuan kegiatan adalah Meningkatkan pengetahuan ibu tentang screening dan bahaya kanker serviks. Tahap-tahap kegiatan diawali survey ke kelompok sasaran, koordinasi dan pengurusan ijin dengan instansi terkait, serta persiapan bahan dan peralatan. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian pendidikan kesehatan tentang bahaya kanker serviks untuk meningkatkan kesehatan bayi. Screening tanda kanker serviks. Follow up kegiatan dilakukan pada bulan keempat kegiatan dengan hasil monitoring ibu –ibu mengerti dan memamahami tanda bahaya dan screening kanker serviks. Pentingnya pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan ibu – ibu tentang tanda bahaya dan screening kanker serviks.