Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Pre Anestesi Spinal Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit TK III Salak Bogor Ucup Suryana; Indri Heri Susanti; Suci Khasanah
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16 / Nomor 02 /MARET/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.874

Abstract

Background: Surgery and anesthesia are actions that bring stress, because there is a threat to the integrity of one's body and soul. The existence of this stress can cause an anxiety condition. Patients who will undergo surgery will experience preoperative and pre-anesthesia anxiety in various levels. Purpose: The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge level and pre spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea surgery at TK III Salak Hospital, Bogor. Methods: The research design used was descriptive correlational with a cross sectional approach. The population in this study were patients who were about to give birth by sectio caesarea at the TK III Salak Hospital, Bogor. The sampling technique used was purposive sampling using the Slovin formula so that 53 respondents were obtained according to the inclusion and exclusion criteria. The analysis used is spearman rank correlation. Results: Most of the respondents had sufficient knowledge of 28 people (52.8%) and 23 people (43.4%). The results of the statistical test showed a significant relationship (p value = 0.006) between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety with the Spearman correlation value of 0.370. Conclusion: There is a relationship between knowledge and pre-spinal anesthesia anxiety in sectio caesarea patients at TK III Salak Hospital, Bogor
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Nyeri Post Operatif Sectio Caesarea Teknik Anestesi Spinal Yeli Saputra; Tri Sumarni; Suci Khasanah
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16 / Nomor 02 /MARET/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.915

Abstract

Surgical procedures will cause feelings of anxiety for the patient and will also have an impact on the patient's pain intensity after sectio caesarea. The aim of this study was to determine the relationship between anxiety levels and pain levels in postoperative sectio caesarea using spinal anesthesia. This research method is quantitative with a descriptive correlation type with a cross sectional design. The number of samples in this study were 33 respondents with a total sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed univariately with frequency distribution and bivariately using the Spearman correlation test. The results showed that the majority of postoperative sectio caesarea patients experienced moderate anxiety as many as 17 respondents (51.5%) and moderate pain levels as many as 23 respondents (69.7%). The results of the Spearman correlation test showed that there was a significant correlation between the scores of preoperative anxiety levels and the pain level of postoperative sectio caesarea spinal anesthesia technique with a p-value of 0.002 (p<0.05). This study concludes that there is a relationship between the level of anxiety and the level of pain in postoperative sectio caesarea using spinal anesthesia at RSUD dr. Zubir Mahmud, East Aceh Regency.
Study Pola Makan Pasien Hipertensi Literature Review Novi Purwati; Thopan Heri Wibowo; Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.686 KB)

Abstract

Seiring bertambahnya usia kejadian hipertensi semakin meningkat. Resiko hipertensi jika tidak dikontrol bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya, misalnya komplikasi serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kerusakan penglihatan. Diet yang tinggi daging merah, makanan instan, makanan mengandung lemak dan makanan manis (dessert) dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kebiasaan pola makan pada pasien hipertensi. Metode penelitian ini adalah literature review. Memperhatikan hal yang berkaitan dengan objektivitas, kemurnian tulisan, dan terhadap kontribusinya penelitian dilakukan untuk pemilihan sumber data. Pertanyaan dalam penelitian berikut dirancang dengan pendekatan Populasi, Intervensi, Bandingkan, Hasil (PICO). Artikel penelitian yang sesuai dikumpulkan dengan kriteria inklusi selanjutnya dijadikan ringkasan artikel yang mencakup nama peneliti, jumlah responden, tahun terbit, tujuan penelitian, metode, judul penelitian, dan hasil ringkasa. Berdasarkan hasil review lietarure dari 10 jurnal, hasil review yang penulis lakukan menemukan bahwa penderita hipertensi perlu memperhatikan pola makan agar dapat menjaga tekanan darah pada penderita hipertensi. Pola makan penderita hipertensi harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi yaitu rendah garam. Maka dari itu saat mengatasi orang pada hipertensi akan sangat penting untuk mengontrol pola makan supaya bisa dilakukan pengelolaan hipertensi yang maksimal.
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kestabilan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di UPTD Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas Abdurrosidi Abdurrosidi; Dwi Novitasari; Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.585 KB)

Abstract

Kestabilan tekanan darah adalah keadaan tekanan darah yang berada dalam kondisi terkontrol dan normal, selain mudah berubah-ubah tekanan darah juga sulit untuk diprediksi sehingga sebagian besar kasus banyak pasien tidak merasakan perubahan tekanan darah yang telah meningkat. Tekanan darah perlu dijaga agar tetap stabil, untuk menjaga kestabilan tekanan darah penderita hipertensi perlu menjaga pola hidup sehat salah satunya dengan melakukan aktifitas fisik secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 58 responden dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kuesioner aktifitas fisik dilakukan setiap sore selama 6 hari berturut-turut dengan pengamatan tekanan darah setiap hari. Analisis yang digunakan adalah uji univariat dan uji Spearmean Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 44 responden memiliki tekanan darah tidak stabil (75,9%). Sebagian besar responden dengan tingkat aktifitas fisik ringan yang memiliki tekanan darah tidak stabil sebanyak 39 responden (67,3%) 0,000. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tekanan darah yang tidak stabil selama 6 hari pengamatan dan ada hubungan antara aktifitas fisik dengan kestabilan tekanan darah.
Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. I dengan Stroke Non Hemoragik di Ruang Anggrek RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Eni Tri Astuti; Suci Khasanah; Tophan Heri Wibowo
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.607 KB)

Abstract

ABSTRAK Stroke Non Hemoragik adalah terhentinya beberapa atau semua aliran darah ke otak karena terhambatnya pembuluh darah otak. Gangguan aliran darah otak akibat stroke dapat merusak jalur motorik system saraf sehingga menyebabkan pasien stroke mengalami disfungsi motorik hemiplegia (paralisis pada salah satu sisi tubuh) atau hemiparesis (kelemahan yang terjadi pada satu sisi tubuh). Metode pelaksanaan dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penatalaksanaan pasien dengan masalah hambatan mobilitas fisik adalah dengan pemberian latihan pergerakan sendi Range of Motion (ROM). ROM adalah salah satu dari intrvensi yang dilakukan perawat dalam meningkatkan mutu hidup pasien yang terkena stroke. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan asuhan keperawatan pasien Stroke Non Hemoragik dengan hambatan mobilitas fisik. Subjek yang digunakan yaitu satu orang pasien stroke di ruang Anggrek RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga selama 3hari. Hasil studi melaporkan bahwa setelah dilakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah hambatan mobilitas fisik setelah dilakukan tindakan keperawatan ROM 1x sehari saat pagi selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil belum ada perubahan kekuatan otot, kekuatan otot anggota gerak kiri atas dan bawah masih bernilai 3. Pasien stroke dengan ganguan mobilitas fisik jika melakukan latihan gerak rom secara rutin selama beberapa minggu akan lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan otot.
Perbandingan Efektivitas Buteyko dengan Teknik Nafas Dalam terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Asma di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas 2021 Siti Robi'ah Yuniatun; Wilis Sukmaningtyas; Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.803 KB)

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran nafas dengan manifestasi klinis batuk, mengik dan sesak nafas. Penderita asma di Jawa Tengah untuk semua umur sekitar 2 %, sebagian besar adalah perempuan (2,5%) sedangakan laki-laki (2,3%). Prosentase kekambuhan pada penderita asma untuk semua umur dalam rentang 12 bulan terakhir di provinsi Jawa Tengah mencapai 57,5% (Kemenkes, 2018). Data Riskesdas (2018), prevalensi penyakit asma di Kabupaten Banyumas sebanyak 4436 jiwa. Sedangkan data entry Standar Informasi Managemen Rumah Sakit (SIM RS) RSUD Ajibarang penderita asma pada bulan Januari sampai dengan September 2020 sebanyak 1.572 kasus di Instalasi Rawat Jalan. Penderita asma sering mengalami penurunan saturasi oksigen yang disebabkan oleh penyempitan dan sumbatan di saluran nafas. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara buteyko dengan teknik nafas dalam terhadap saturasi oksigen pada pasien asma. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan two group pre-test and post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 responden, meliputi kelompok intervensi buteyko dan kelompok kontrol teknik nafas dalam. Masing-masing sampel dilakukan tindakan sebanyak 5 siklus dengan dengan 2 menit istirahat dan diukur saturasi oksigen sebelum dan sesaat setelah selesai terapi. Hasil uji statistik sebelum dilakukan buteyko dan teknik nafas dalam didapatkan asym. sign. 0,857 < 0,05 dan sesaat setelah diberikan terapi dengan asym. Sign. 0,000 < 0,05, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara buteyko dengan teknik nafas dalam terhadap peningkatan saturasi oksigen pada penderita asma.
Studi Kasus pada Tn. R Post Operasi Apendektomi dengan Nyeri Akut di Ruang Edelweis RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sekar Pertiwi; Wilis Sukmaningtyas; Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.982 KB)

Abstract

Apendektomi adalah operasi pengangkatan apendik yang meradang (apendisitis), terdapat dua teknik apendektomi yaitu konvensional dan laparaskopi. Penatalaksanaan pasien dengan masalah nyeri akut adalah dengan manajemen farmakologi dan manajemen non farmakologi. Manajemen farmakologi dilakukan antara dokter dan perawat, yang menekankan pada pemberian obat yang mampu menghilangkan rasa nyeri, sedangkan manajemen non farmakologi yaitu teknik yang dilakukan dengan cara pemberian teknik relaksasi, imajinasi terbimbing, distraksi, terapi music dan massage yang dapat membuat nyaman karena akan merelaksasikan otot-otot sehingga sangat efektik untuk meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyeri pada pasien post operasi apendektomi. Subjek studi kasus ini adalah satu orang pasien yang mengalami nyeri akut pada post operasi apendektomi di ruang Edelweis RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga selama 3 hari pengelolaan asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien post operasi Apendektomi dengan masalah nyeri akut yang dilakukan tindakan keperawatan manajemen farmakologi dan non farmakologi selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan hasil teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Tn. A dengan Post Operasi Fraktur Digiti 3 dan 4 Manus Dextra di Ruang IGD RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Ema Hikmatul Fitri; Suci Khasanah; Tophan Heri Wibowo
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.61 KB)

Abstract

Fraktur adalah kontinuitas tulang atau kesatuan struktur tulang terputus yang dapat menyebabkan retak, remah, atau bagian korteks pecah, yang disebabkan oleh peristiwa trauma seperti kecelakaan lalu lintas maupun non-lalu lintas. Metode ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tindakan yang diberikan pada pasien nyeri akut seperti manajemen farmakologi dengan pemberian obat dan manajemen non farmakologi yaitu dengan teknik relaksasi nafas dalam dan imajinasi terbimbing. Tujuannya yaitu untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien post operasi fraktur dengan nyeri akut. Subjek kasus ini yaitu satu orang pasien yang mengalami nyeri akut pada post operasi fraktur Digiti 3 dan 4 Manus Dextra di IGD RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga selama 3 hari pengelolaan asuhan keperawatan. Hasil studi ini didapatkan bahwa pasien post operasi fraktur Digiti 3 dan 4 Manus Dextra yang diberikan tindakan keperawatan manajemen farmakologi dan non farmakologi dengan hasil masalah teratasi dengan nyeri berkurang dari skala 7 sampai skala 3. Rekomendasi tindakan manajemen non farmakologi dilakukan pada pasien post operasi fraktur dengan masalah nyeri akut jika dilakukan rutin selama setiap hari.
Gambaran Pasien Kerusakan Integritas Jaringan Ny. S dengan Ulkus Diabetes di Ruang Edelweis RSUD R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Yusi Amelia; Prasanti Adriani; Suci Khasanah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.432 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemakdan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangren, dimana kulit dan jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Prinsip dalam pengelolaan kaki diabetik adalah pengelolaan yang holistik, menurunkan tekanan, kontrol infeksi, revaskularisasi, dan debridement. Tujuan penelitian yaitu mampu melakukan asuhan keperawatan kerusakan integritas jaringan pada Ny.S dengan diabetes melitus diRuang Edelwais RSUD Prof R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah Ny S dengan masalah utama erusakan integritas jaringan pada Ny.S dengan diabetes melitus. Pengumpulan data dimulai dari anamnesa, Dokumentasi dan Observasi. Hasil menunjukan bahwa penulis membuat perencanaan asuhan keperawatan pada Ny S yang mencakup NIC. Evaluasi setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan, dilakukan evaluasi untuk mengetahui dan memantau perkembangan dan menilai seberapa tingkat keberhasilan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada Ny S. Evaluasi asuhan keperawatan yang diberikan selama 3 hari masalah keperawatan kerusakan Integritas jaringan berhubungan dengan gangguan metabolisme teratasi sebagian.
Perbedaan Efektifitas Pendekatan Spiritual Dzikir Doa dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra General Anestesi di IBS RSUD Cilacap Soeh Purwanto; Suci Khasanah; Atun Raudotul M.
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.75 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1075

Abstract

Efek kecemasan pada pasien pre operasi berdampak pada jalannya operasi. Kecemasan dapat menggangu dalam proses preanestesi maupun durante anestesi. Respon fisiologis yang berlebihan cenderung menyulitkan dan mempengaruhi tindakan anestesi. Salah satu teknik non farmakologis untuk menurunkan kecemasan yaitu pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pra general anestesi di IBS RSUD Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan jenis quasy experimen dengan desain non randomized pre test-post test design with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling melibatkan 58 responden, terbagi menjadi 29 responden kelompok intervensi dan 29 responden kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Instrumen kecemasan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 di Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Hasil penelitian menunjukan tingkat kecemasan sebelum pendekatan spiritual dzikir doa sebagian besar mengalami kecemasan berat, sedangkan setelahnya mengalami kecemasan ringan dengan nilai p-value = 0,000 (p-value<0,05). Kesimpulan penelitian menunjukan ada perbedaan efektivitas pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pra general anestesi di IBS RSUD Cilacap.