Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Sensitvitas, Spesifisitas dan Akurasi Rumus Chula Formula Intubasi Nasotrakeal Tube terhadap Ketepatan Kedalaman Endotrakeal Tube di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang Surian Surian; Suci Khasanah; Maya Safitri
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.464 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1079

Abstract

Rumus chula formula intubasi naso trakeal tube adalah rumus yang digunakan sebelum intubasi nasal untuk memperediksi kedalaman ETT. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana sensitivitas, spesitifitas serta akurasi penggunaan chula formula intubasi nasotracheal tube dibandingkan dengan FOB sebagai gold standar dalam penentuan kedalaman posisi ETT. Jenis penelitian ini menggunakan pengujian diagnostic, dengan pendekatan prospektif studi. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pasien yang dilakukan anestesi umum dengan intubasi nasotracheal tube di RSUD dr.Agoesdjam Ketapang. Teknik penentuan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 subyek sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan uji diagnostic dengan keluaran sensitivitas. Hasil peelitian menunjukan sensitivitas penggunaan chula formula sebesar 95%, spesifisitas penggunaan chula formula sebesar 70% dan akurasi penggunaan chula formula sebesar 85,71%. Oleh karena itu rumus chula formula intubasi nasotrakeal tube dapat dijadikan salah satu cara untuk menentukan ketepatan kedalaman ETT.
Penerapan Range of Motion (ROM) pada Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Stroke Hemoragik Didik Prapto Sasongko; Suci Khasanah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 4 (2023): November 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i4.1738

Abstract

Stroke ialah kondisi neurologis yang ditandai dengan onset mendadak dari manifestasi klinis fokal atau global yang bertahan selama lebih dari 24 jam (kecuali ada intervensi bedah atau kematian), dan tidak disebabkan oleh penyebab non-vaskular seperti perdarahan subarachnoid, perdarahan intraserebral, iskemia, atau infark serebral. Tujuan dari studi kasus khusus ini ialah untuk menyelidiki dampak penerapan Range Of Motion (ROM) pada gangguan mobilitas fisik yang dialami oleh individu yang menderita stroke. Metodologi yang dipakai memerlukan kerangka studi kasus yang mengintegrasikan wawancara, observasi, terapi ROM, dan analisis dokumentasi. Peserta yang dipilih untuk penelitian ini mencakup individu yang diidentifikasi sebagai Mr. E, dan mobilitas fisiknya terganggu. Proses analisis data dipakai untuk mengevaluasi keefektifan terapi ROM dengan melakukan penilaian sebelum dan sesudah implementasi. Setelah penerapan administrasi Read-Only Memory (ROM), pasien menunjukkan peningkatan kekuatan otot ekstremitas yang nyata. Temuan investigasi ini membuktikan bahwa melakukan latihan ROM bisa bermanfaat dalam meningkatkan kekuatan otot, mempertahankan fungsi kardiovaskular, dan memfasilitasi pelatihan pernapasan, sehingga mencegah timbulnya kontraktur dan kekakuan sendi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN RISIKO JATUH PASIEN DEWASA DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) MORSE FALL SCALE DI RSUD PREMBUN Arie Pahlawan; Amin Susanto; Suci Khasanah; Made Suandika
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.216

Abstract

Pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu fokus perhatian perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dalam pelaksanaannya dimulai dari awal pasien masuk sampai dilakukan perawatan di ruang rawat diantaranya menggunakan asesmen risiko jatuh morse fall scale. Hal yang berpengaruh dalam pelaksanaan pencegahan risiko jatuh pasien dewasa adalah tingkat pengetahuan yang didasari oleh pendidikan, usia dan pengalaman kerja. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat pelaksana di bangsal rawat inap dewasa dengan menggunakan teknik total sampling, analisis data dengan uji spearman rank. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner pengetahuan perawat dengan pelaksanaan prosedur pasien risiko jatuh dan lembar observasi pelaksanaan SPO Morse Fall Scale. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik perawat lebih dari separuh responden memiliki usia dewasa awal (26-35 tahun) (58.1%), sebagian besar memiliki tingkat pendidikan DIII Keperawatan (76.7%), dan hampir separuh memiliki pengalaman kerja > 4 tahun (44.2%). Adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun dengan nilai p value sebesar 0.000 (p value < 0.05). Kata kunci: pengetahuan; risiko jatuh; morse fall scale
THE APPLICATION OF FOOT MASSAGE IN NURSING CARE OF ACUTE PAIN IN POST SECTIO CAESAREA (SC) PATIENTS: THE APPLICATION OF FOOT MASSAGE IN NURSING CARE OF ACUTE PAIN IN POST SECTIO CAESAREA (SC) PATIENTS Nurmalita Ayu Savitri; Suci Khasanah; Agustina Desy Putri
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.236

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah Nyeri akut post sectio caesarea pada ibu, dapat mengganggu aktivitas ibu dan juga proses pemberian asi pada bayi. Keluhan yang dirasakan ibu yaitu nyeri yang berasal dari insisi abdomen, ada berbagai macam penatalaksanaan nyeri yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Tujuan: penelitian ini untuk menggambarakan penerapan foot massage terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea (SC). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan terhadap 1 partisipan. Foot massage diberikan selama 30 menit setelah 1 jam pemberian analgetik selama 2 hari. Hasil: setelah dilakukan intervensi pemberian foot massage nyeri menurun dari 6 menjadi 4. Kesimpulan: penerapan foot massage membantu menurunkan nyeri post SC. Kata kunci : post sectio caesarea (sc), foot massage, asuhan keperawatan.
The article PENERAPAN BATUK EFEKTIF DAN POSISI SEMI FOWLER PADA ASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS PASIEN TUBERKULOSISI Dwi Rizki Ramadina Putri; Suci Khasanah; Teguh Supriyatno
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.242

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagai besar basiil tuberkulosis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection, penyakit ini dapat menular. Tujuan: penelitian ini untuk menggambarakan penerapan batuk efektif dan posisi semi fowler terhadap pasien tuberkulosis paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dan subjek yang di gunakan adalah pasien TB paru yang di rawat di Ruang Rosella RSUD Kardinah Tegal dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Hasil penelitian ini di lakukan dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: setelah dilakukan intervensi pemberian batuk efektif dan posisi semi fowler hasil menunjukan bahwa setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 3x24 jam menunjukan bahwa pasien dapat mengeluarkan sputum, frekuensi pernafasan menurun menjadi 22x/menit. Kesimpulan: penerapan batuk efektif dan posisi semi fowler dapat mengeluarkan sputum dan menurunkan frekuansi napas pasien.
GAMBARAN PERILAKU PERAWATAN DIRI PADA PASIEN HIPERTENSI DERAJAT 1 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMABRAN 1 KABUPATEN BANYUMAS Didik Prapto Sasongko; Suci Khasanah; Amin Susanto
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 4: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i4.2787

Abstract

Hipertensi ialah penyakit yang prevalensinya kerap meningkat per tahunnya. Mengontrol tekanan darah bagi pasien hipertensi selain rutin minum obat harus dibarengi dengan merubah gaya hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku perawatan diri pada pasien hipertensi derajat 1. Model penelitian survei studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi derajat I yang tercatat sebagai peserta Prolanis di Puskesmas Kembaran I yaitu sebanyak 34 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan alat pengukuran tekanan darah dan kuesioner Hypertension Self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Analisis data menggunakan uji somers’d. Hasil penelitian menunjukkan perilaku perawatan diri pada pasien hipertensi derajat 1 sebagian besar baik (67.6%). Hasil dari uji somers’d diperoleh hasil nilai p-value sebesar 0.729 (p-value > α).
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT, KONTROL TEKANAN DARAH, DAN LAMA SAKIT PADA PASIEN HIPERTENSI DERAJAT I Diah Soniawati; Suci Khasanah; Danang Tri Yudono
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 4: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i4.2790

Abstract

Tata laksana hipertensi penting dilakukan sejak pertama kali seseorang didiagnosa hipertensi derajat I. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan banyaknya pasien hipertensi yang tidak patuh terhadap pengobatan. Berdasarkan data, penderita hipertensi di Indonesia yang melakukan kontrol tekanan darah secara teratur di Puskesmas hanya sebesar 22,8%. Terdapat sebuah penelitian yang menjelaskan semakin lama seseorang menderita hipertensi maka tingkat kepatuhannya semakin rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor kepatuhan minum obat, kontrol tekanan darah, dan lama sakit pada pasien hipertensi derajat I di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan teknik sampling ialah purposive sampling. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil sebagai sampel yakni sejumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi derajat 1 di Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto ialah pada kategori rendah (64,7%), kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi derajat 1 di Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto ialah sebagian tidak patuh (76,5%), dan lama sakit pada pasien hipertensi derajat 1 di Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto ialah sebagian besar pada kategori kronis atau ≥ 6 bulan (73,5%).
Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Persiapan Kehamilan Yang Sehat Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri; Tin Utami -; Etika Dewi Cahyaningrum; Suci Khasanah -; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.4013

Abstract

One of the health indicators in a country can be seen from the prevalence of maternal mortality (MMR). The maternal mortality rate in Indonesia has experienced a drastic increase. In 2019 the maternal mortality rate reached 4,221 people and increased in 2021 to reach 7/389 people. This condition is not in line with the global maternal mortality rate target of less than 70 per 100,000 live births in 2023. So an effort is needed to reduce MMR, prevent the risk of emergency pregnancy and provide reproductive education. The purpose of community service activities is to increase mother's knowledge to maintain women's health so that it can reduce maternal mortality. The target of the activity is mothers or women of childbearing age totaling 17 people. The activity was carried out at the Permata Harmoni Residential PKK Association, Ledug, Banyumas, Central Java. The activity will be carried out in March 2023. The activity method is carried out with the stages of preparation, implementation, evaluation and making a follow-up plan. The results of community service activities found an increase in mother's knowledge regarding reproductive health, from 47.0% before being given education to 70.6% after getting education. This activity was concluded to be able to increase mother's knowledge so that it is recommended for health service providers to routinely carry out health promotion, especially in terms of maternal reproductive health so as to prevent higher maternal mortality rates
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny. P dengan Post Open Reduction Internal Fixation di Ruang As Sakinah Rumah Sakit Islam Purwokerto Indra Dwi Verawati; Suci Khasanah; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1196

Abstract

Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, baik yang bersifat total maupun sebagaian, biasaya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Fraktur membutuhkan tindakan pembedahan salah satunya dengan Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Pasien post ORIF akan mengalami nyeri akut akibat luka insisi, pemasangan plate atau screw. Manajemen nyeri yang dilakukan yaitu dengan analgesic, serta teknik relaksasi nafas dalam. Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien post op fraktur hari ke-1 di Ruang As-Sakinah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini yaitu metode deskriptif dengan melakukan studi dokumentasi pada rekam medis. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan tindakan manajemen nyeri teknik nafas dalam dan kolaborasi pemberian analgetik selama 3 x 24 jam didapatkan hasil nyeri menurun dari skala 7 menjadi skala 4. Diharapkan dapat perawat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap acuan terkini sehingga dapat lebih optimal dalam memberikan asuhan keperawatan pasien post ORIF.
Perawatan Luka Pada Pasien Ulkus Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Islam Purwokerto Jaya Setianingrum; Suci Khasanah; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1200

Abstract

Ulkus Diabetes mellitus adalah adanya penyumbatan pada pembuluh darah di tungkai dan neuropati perifer akibat kadar gula yang tinggi dan menjadi luka. Diagnosis keperawatan yang dapat muncul adalah gangguan integritas kulit. Bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan integritas kulit pada pasien ulkus diabetes mellitus di Ruang As-Sakinah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode yang digunakan metode deskriptif dengan satu orang partisipan dengan gangguan integritas kulit pada Ny.N berusia 47 tahun dan diberikan asuhan keperawatan selama 3 hari menggunakan pendekatan proses keperawatan. Diagnosis keperawatan gangguan integritas kulit berhubungan dengan neuropati perifer dan perubahan sirkulasi ditandai dengan pasien mengeluh terdapat nyeri dan luka pada telapak kaki kanan bagian plantar fascia. Rencana intervensi yang ditetapkan integritas kulit dan jaringan dengan luaran keluhan kerusakan jaringan, kerusakan lapisan kulit, nyeri, perderahan, kemerahan, suhu kulit menurun. Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan perawatan luka meliputi memonitor karakteristik luka, mengganti balut dan mengkolaborasi pemberfian analgetic ketorolac. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam hasil masalah keperawatan gangguan integritas kulit belum teratasi. Diharapkan lebih memperhatikan tentang perawatan luka pada pasien ulkus diabetes mellitus.