Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ QURAN DI MASA PEMBELAJARAN PANDEMI COVID-19 Wahyu Nurrohman; Andi Prastowo
Jurnal PAI Raden Fatah Vol 4 No 1 (2022): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v4i1.9063

Abstract

The Covid-19 virus pandemic that has shaken the world has affected all aspects of life, whether political, economic, social, and educational. During this Pandemic, many schools were forced to close and forced to go online. In the new order era, several pesantren were opened and learning was conducted offline (outside the network). One of them is Pesantren Tahfiz Daarul Quran Takhasus II Cikarang. Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Qur'an Takhasus II Cikarang is an Islamic boarding school whose focus of learning is memorizing the Qur'an. At the beginning of the pandemic, Islamic boarding schools adopted a policy of repatriating their students as an effort to prevent the spread of the virus and carry out online learning (on the network). The result of this study is that learning tahfiz during the pandemic, both offline and online, is carried out using the sorogan and sima'i techniques. The difference is when online, the allocation of study time is reduced to 2 meetings via WhatsApp Video Call. And when offline learning, tahfiz returns to 4-5 meetings with students using masks and health protocols. The conclusion of this study is that offline Tahfiz learning is more effective than online Tahfiz learning, this can be seen based on the quantity of memorization and student learning motivation which is better when learning Tahfiz face-to-face or offline.
Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Perencanaan Pembelajaran di SLB Kasih Ibu Dolok Masihul Aulia Rika Harahap; Andi Prastowo
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.6 KB) | DOI: 10.56832/edu.v1i2.41

Abstract

Proses menyusun rencana pembelajaran adalah tugas wajib guru agar pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan pembelajaran yang akan terjadi. Penelitian ini berupaya menggambarkan kemampuan guru dalam menyusun dan perencanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran di SLB Kasih Ibu Dolok Masihul. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam metode penelitian deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari narasumber yang telah di wawancara, sedangkan sumber data adalah guru-guru kelas yang berada di SLB Kasih Ibu Dolok Masihul. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik daftar cek (Check List), wawancara dan dokumentasi. Teknik wawancara yang dilakukan adalah wawancara semi  terstruktur. Berdasarkan analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: ketika akan menyusun perencanaan pembelajaran guru akan: (1) menjadikan silabus sebagai pedoman dalam merancang RPP, (2) guru harus memiliki 4 kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik yaitu kemampuan dalam mengembangkan dan menyusun perencanaan pembelajaran, dan (3) menyusun RPP sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Simpulan penelitian ini adalah kompetensi guru di SLB Kasih Ibu Dolok Masihul dalam perencanaan pembelajaran, sudah terlihat dari cara guru merencanakan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan dengan memperlihatkan kompetensi sebagai seorang guru yang khususnya memiliki kompetensi pedagogik dalam merencanakan pembelajaran di sekolah.
Relevansi Kebijakan Literasi Dengan Penguatan Pendidikan Karakter Pada Materi Pokok Madrasah Ibtidaiyah fifi aris wulandari12; Andi Prastowo
Indonesian Journal of Behavioral Studies Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Behavioral Studies
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.033 KB) | DOI: 10.19109/ijobs.v2i1.8459

Abstract

The problem of education is one of the fields which is considered to be very important in the field of government. One of the problems of education is the decline in the quality of reading in students due to lack of literacy that is applied in schools. This article discusses educational policy using literary study methods that use several sources of articles, research and others related to this article that aims to explore the problems and what policies the government is doing to foster literacy at the elementary school level. Ministry of Education and Culture through Minister of Education and Culture Regulation No. 23 of 2015 launched an education policy. This educational policy is in the form of a National Literacy Movement which has 3 domains, one of which is the School Literacy Movement which is used in shaping good moral behavior towards students with language or literacy which is the first step to creating a culture of literacy and the desire to read to students. The School Literacy Movement does not only understand reading and writing skills, but also includes the ability and thoughtfulness of thinking in accordance with the components and stages in literacy. The school literacy movement is expected to be able to bring change both in terms of behavior, attitudes and responsibilities as well as instilling and growing student character values ​​early on, namely the value of independence, nationalism, religious mutual cooperation, and integrity in elementary school students. The character values ​​are also stated in Perpres No. 87 of 2017 concerning Strengthening Character Education (PPK). The National Literacy Movement and the School Literacy Movement are very closely related to the Strengthening of Character Education, because to implement the School Literacy Movement that is in schools and the Strengthening of Character Education can not be said to run optimally but can run when the school institutions and students are active.
APLIKASI KAHOOT SEBAGAI MEDIA PENILAIAN KOGNITIF BERBASIS HOTS DI SEKOLAH DASAR Fatonah Salfadilah; Andi Prastowo; Yusuf Rendi Wibowo
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 6, No 1: APRIL 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v6i1.9791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan aplikasi kahoot dalam penilaian ranah kognitif peserta didik terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan aplikasi kahoot pada penilaian kognitif berbasis HOTS dapat menjadi salah satu alternatif mempermudah pendidik dalam mengukur tingkat kognitif peserta didik. Aplikasi kahoot memiliki beberapa peranan penting, yaitu aplikasi kahoot menyediakan hasil kuis dengan komprehensif, dan aplikasi kahoot dapat mengukur tingkat kognitif dengan soal HOTS serta inovasi dalam penilaian kognitif berbasis HOTS. Aplikasi kahoot memiliki kelebihan dan kelemahan saat digunakan dalam penilaian kognitif berbasis HOTS. Adapun Kelebihan kahoot ialah peserta didik lebih memerhatikan pendidik saat menyampaikan materi agar bisa menjawab soal menggunakan aplikasi Kahoot, menimbulkan sikap kompetitif dalam kelas, pembatasan waktu sehingga membuat peserta didik bersungguh-sungguh dalam mengerjakan soal, serta pendidik dipermudah mendapatkan hasil pengerjaan peserta didik. Kelamahan pada aplikasi kahoot ialah sarana dan prasana menjadi salah satu kekurangan utama dalam penggunaan aplikasi kahoot sebagai penilaian kognitif berbasis HOTS, kahoot dibatasi 120 karakter dalam kalimat di soal, dan kolom jawaban sebanyak 75 karakter dan aplikasi kahoot berbayar untuk berlangganan fitur premium.
Implementasi Aplikasi Kahoot Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Era Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar Irfan Irfan; Andi Prastowo; Kharisma Romadhon
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.026 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.4867

Abstract

Abstrak Pembelajaran daring dengan menggunakan media monoton setiap hari dapat mengakibatkan menurunnya tingkat pemahaman siswa karena mengalami kejenuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi aplikasi kahoot dalam meningkatkan pemahaman siswa di era pandemi covid-19 di SD Islam Al-Fahd. Metode yang digunakan ialah kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen dengan teknik analisa melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan data. Hasil penelitian ketika diterapkan aplikasi berbasis kuis tersebut anak-anak semakin antusias baik didalam menyimak materinya ataupun didalam mengerjakan latihan. Dengan demikian bahwa ketercapaian tentang meningkatnya pemahaman siswa itu dapat tercapai dengan baik. Hal ini menunjang proses pembelajaran dengan hadirnya aplikasi tersebut dapat meningkatnya ketercapaian kompetensi-kompetensi yang hendak dicapai. Terjadi perbedaan yang signifikan dengan hadirnya aplikasi tersebut terhadap peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan sebelum menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini dapat terlihat pada nilai-nilai yang dihasilkan sebelum dan sesudah memakai aplikasi kahoot. Hal lain yang mempengaruhi semangat peserta didik tersebut adalah perolehan rangking nilai tertinggi jadi peserta didik berlomba-lomba untuk dapat memperoleh hasil/nilai yang memuaskan. Adapun kendala yang dihadapi oleh beberapa siswa ialah sinyal yang kurang stabil, PC yang meminta upgrade agar fungsi-fungsi dari PC tersebut berjalan dengan baik dan kurangnya pemahaman orang tua berkenaan dengan penggunaan aplikasi tersebut. Kata Kunci: Implementasi, Aplikasi Kahoot, Era Pandemi
Drill and Practice Berbasis Video terhadap Efektivitas Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar Negeri 15 Palembang Siti Aisyah; Muhammad Najib; B. Nuraulia Rahmanita; Andi Prastowo
AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v7i1.6063

Abstract

The purpose of this study is to determine the differences in the application of video-based drill and practice learning models to student mathematics learning outcomes in fractional materials. The research method used is an experiment in the form of pre-test and post-test group. The subjects involved were 20 students of State Elementary School 15 Palembang. The data collection technique used is in the form of a multiple-choice test of 20 questions. Tests are conducted before and after the learning process. The Paired Test T-Test sample shows that the signification (2-tailed) of the Pre-Test and Post-Test is 0.000<0.005 of the results stated Ha is accepted with the meaning that there are differences in mathematics learning outcomes in students using a video-based drill and practice learning model in grade IV. So it can be concluded that the video-based drill and practice learning model has significant learning outcomes after and before the application of the learning model.
Media Pembelajaran Audio Visual untuk Meningkatkan Akhlak Sopan Santun Siswa Sekolah Dasar M Hulkin; Andi Prastowo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i3.5027

Abstract

Pendidikan karakter dalam sistem pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk akhlak yang baik dan sopan santun pada siswa. Proses pembentukan akhlak siswa dimulai di Sekolah Dasar, siswa perlu memahami nilai-nilai moral dan perilaku yang positif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai moral dan perilaku sopan santun. Melalui media ini, siswa lebih mudah memahami konsep-konsep terkait akhlak sopan santun dan diperkenalkan pada contoh-contoh nyata serta situasi yang menunjukkan perilaku sopan santun dalam berbagai konteks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada guru di Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menghasilkan perubahan positif dalam perilaku siswa. Mereka dapat mengidentifikasi contoh perilaku sopan santun dalam berbagai situasi. Penggunaan media ini juga meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu mereka dalam menerapkan nilai-nilai sopan santun secara lebih baik. Respons siswa terhadap media ini sangat positif karena membantu pemahaman dan mengingat nilai-nilai sopan santun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang akhlak sopan santun dan perilaku positif mereka. Impilkasi penelitian ini guru di Sekolah Dasar direkomendasikan untuk menggunakan media pembelajaran audio visual guna meningkatkan pemahaman siswa tentang akhlak sopan santun serta membantu mereka dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dengan lebih baik
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK PADA RANAH PSIKOMOTORIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH DASAR Peni Nur Syamsiah; Andi Prastowo
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v5i2.2204

Abstract

The symptoms that have occurred so far are of the view that PAI teachers in the assessment only focus on affective and cognitive aspects, this causes the psychomotor domain to be ignored so that special attention needs to be given. Assessment for the psychomotor domain is basically one of the important aspects of the skills that are required to be evaluated in the learning process. This study aims to examine the implementation of authentic assessment in the psychomotor domain contained in PAI learning at SDN 01 Ujan Mas, Kepahiang Bengkulu Regency. The approach used in this research is descriptive qualitative with the type of research used is field research with research located at SDN 01 Ujan Mas, Kepahiang Regency, Bengkulu. The informants in this study were PAI teachers at SDN 01 Ujan Mas, Kepahiang Regency, Bengkulu. In relation to the data collection method, in this study the researchers used the interview, observation and documentation methods. In this study, the data analysis technique used by the researcher is reduction, data display and conclusion drawing and for the validity of the data using triangulation techniques. The result of this study is that the implementation of authentic assessment in the psychomotor domain in PAI learning, which is divided into PAI assessment planning for the psychomotor domain, has been carried out well. The implementation of the assessment in the psychomotor domain uses various techniques including practical techniques, for example in discussing the subject matter of worship related to prayer as well as for the instruments used in the assessment that are relevant to what has been designed. For processing the assessment is carried out in the form of numbers which is then followed up on the value obtained in the form of remedial for students who have not completed.
Pemanfaatan Aplikasi YouTube Berbasis Model Simulasi untuk Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Vega Bintang Rizky; Rizky Rahayu; Andi Prastowo
At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 2 (2023): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v7i2.1299

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi YouTube berbasis simulasi untuk meningkatkan berpikir kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, subjek penelitiannya adalah wali kelas IV B di SD Lematang Lestari. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memanfaatkan YouTube sebagai media dalam Pembelajaran IPA berbasis simulasi dapat membantu siswa berpikir lebih kreatif. Peningkatan kreativitas siswa dapat dilihat oleh penyampaian beberapa siswa yang mana mereka mempraktekkan sendiri pelajaran yang mereka diperoleh di sekolah, contohnya pada materi perubahan wujud benda. Indikator berpikir kreatif terdiri dari (a) Kemampuan berpikir cepat (thinking quickly); (b) Fleksibilitas berpikir (fleksibilitas); (c) Elaborasi (elaboration); dan Originalitas (originalitas). Hasil analisis materi penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran setelah menggunakan Model simulasi berbantuan YouTube siswa jadi lebih semangat dan lebih antusias.Abstract: This study aims to determine how a simulation-based YouTube application can improve students' creative thinking in science learning. This study used a qualitative approach with a qualitative descriptive method. The research subject was the homeroom teacher for class IV B at Lematang Lestari Elementary School. Collecting data in this study through interviews and documentation. The results showed that using YouTube as a medium in simulation-based science learning can help students think more creatively. The increase in student creativity can be seen in the delivery of some students who practice their lessons at school, for example, by changing the shape of objects. Creative thinking indicators consist of (a) the ability to think quickly (thinking quickly), (b) Flexibility of thinking (flexibility), (c) Elaboration, and Originality (originality). The results of the analysis of research material and discussion show that learning after using the YouTube-assisted simulation model, students become more enthusiastic and enthusiastic.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Berbasis Riset di Yayasan Madrasah Pendidikan Islam (YMPI) Tanjung Balai Aliva Humairah Br. Ginting; Andi Prastowo
PEMA (JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.114 KB) | DOI: 10.56832/pema.v1i1.51

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi tertinggalnya pengembangan riset di Indonesia disebabkan oleh kurangnya penerapan iklim pengembangan riset pada lembaga pendidikan, khususnya di bidang keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan, bentuk, faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Berbasis Riset. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik pemerolehan data, yaitu wawancara, pengamatan, dan analisis dokumen. Selanjutnya data dianalisa melalui teknik reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YMPI (Yayasan Madrasah Pendidikan Islam) melakukan tahap-tahap untuk pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam berbasis riset, secara umum masih terkesan sama dengan tahapan yang ada pada Kurikulum 2013. Riset YMPI Tanjung Balai diwujudkan dalam bentuk matapelajaran, berupa model pembelajaran riset pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Faktor pendukung pengembangan kurikulum seperti dukungan dari kepala madrasah, kemauan peserta didik untuk belajar, SDM tenaga pendidik yang berkualitas, sarana-prasarana yang mencukupi. Adapun faktor penghambatnya meliputi biaya yang cukup besar dan waktu yang terbatas dalam melaksanakan riset. Kata kunci: Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Riset.