Sitti Bulkis
Department Of Agricultural Socio-economics, Faculty Of Agriculture, Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, South Sulawesi, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Masyarakat Tani Masa Depan: Perbenturan Budaya Lokal Dan Global Darmawan Salman; Sitti Bulkis; Arifin Sallatang
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol 2, No 2 (2001): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v2i2.4960

Abstract

A number of external and internal phenomena indicate that how weak the position of our agriculture in facing the globalization in the same time, wich far away the extent of the paesant’s local culture can be stood on the clash of capitalism global culture, becoming a question. In this respect, there are two forms of cultural clash that can be occurred, those are cultural hybridization and cultural underdevelopment. Ideally, the peasant community in the future is a result of the "cultural hybridization, a marriage between native local culture element and outside global culture element, so that it is going on a so called globalisation. This direction will be attained when the peasant has a powerness social-economically, because by the social economically powerness it is the local cultural element possesses a power or strength to marry with the global culture.Keywords: peasant community, local and global cultures, cultural hybridization.
Intercropping Farming System and Farmers Income Muhammad Arsyad; Yusmiati Sabang; Nurariaty Agus; Sitti Bulkis; Yoshio Kawamura
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 42, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v42i2.2724

Abstract

Agriculture cultivation systems and farmer’s income are the crucial issues in many agriculture-based developing countries. Our previous study proved that the polyculture system positively affects land productivity and land-use efficiency. This research investigated the relationship between intercropping farming systems and farmer’s income. We hypothesized that the intercropping farming system increases farmer’s income compared to monoculture. The farming income analysis was carried out using Microsoft Excel and STATA software. The results showed that the farmer’s income derived from the intercropping farming system differs from monoculture. Based on the T-test, the intercropping farming system provided a higher income. Intercropping farming systems that have higher plant diversity, contributed to higher farmer income from different plant yields. Farmers that applied the intercropping system would harvest of 2-3 different plants from one cultivated land at the same time with regular planting distance. These indicated that the intercropping farming system reduces the risk of loss due to price fluctuations of products and the higher input costs during the production process.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Produk Frozen Food selama Masa Pandemi COVID-19 di Kota Makassar Aulia Kyntani; Rahmawaty A. Nadja; Mahyuddin; Sitti Bulkis; Rasyidah Bakri; Muhammad Thamrin
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.648 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i10.168

Abstract

Persediaan bahan pangan ditingkat rumah tangga mulai bergeser dari semua menggunakan bahan pangan segar beralih sebagian menjadi pangan beku. Perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan gaya hidup. Selain itu kondisi pandemi saat ini juga menjadi salah satu alasan masyarakat mengkonsumsi frozen food. Tujuan kajian ini guna melihat tahapan pengambilan keputusan pembelian produk frozen food pada konsumen di Kota Makassar. serta mengetahui faktor yang mempengaruhinya dan juga melihat sejauh mana tingkat kepuasan pelanggan atas produk frozen food di Kota Makassar. Analisis yang dipakai pada kajian ini yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda, dan CSI. Hasil kajian ini, pada proses pengambilan keputusan pembelian produk frozen food di Kota Makassar terdiri atas lima tahap. Hasil analisis regresi linier berganda, didapati bahwa variabel pendidikan, pendapatan, keluarga, jarak, harga, rasa, kemasan, daya tahan, dan praktis berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian produk frozen food. Tetapi secara parsial, hanya variabel harga, kemasan, daya tahan, dan praktis yang berdampak besar atas pengambilan keputusan pembelian produk frozen food di Kota Makassar. Dan hasil perhitungan CSI, kepuasan pelanggan terhadap atribut produk frozen food yang di konsumsinya sebesar 81,94%, artinya konsumen merasa sangat puas.
PERENCANAAN PROGRAM KERJA PERSPEKTIF GENDER: Studi Kasus Bidang Pengolahan Hasil, Pasca Panen, Penyebaran Informasi dan Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Fadilah Nurdin; Daeva Mubarika Raisa; Mirnatul Qinayah; Ahfandi Ahmad; Sitti Bulkis; Rahmadanih
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 1 No. 02 (2021): VOLUME 1, NOMOR 02, DESEMBER 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.243 KB) | DOI: 10.47030/tadj.v1i2.299

Abstract

Dalam kedudukan sebagai subjek pembangunan pria dan wanita mempunyai peranan yang sama dalam merencanakan, melaksanakan dan memantau hasil pembangunan, namun ternyata dalam hal pelaksanaannya masih banyak terjadi kesenjangan-kesenjangan. Gender Analisis Pathway (GAP) merupakan alat untuk mengetahui kesenjangan gender dalam program-program pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan program kerja responsif gender dan menganalisis hubungan antara perencanaan dengan indikator kesetaraan dan keadilan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Bidang Pengolahan Hasil, Pasca Panen, Penyebaran Informasi dan Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi bahasa/pernyataan Kebijakan/Program/Kegiatan dan Output masih netral gender yaitu belum menunjukkan adanya keberpihakan kepada laki-laki dan perempuan, tetapi pada saat pelaksanaan kegiatan sudah terlihat laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam kegiatan. Adanya kesenjangan dalam peran kontrol khususnya kegiatan yang melibatkan kelompok tani. Laki-laki/suami dianggap sudah mewakili posisi perempuan atau istrinya dalam berbagai kegiatan. Faktor sosial seperti perempuan kebanyakan diam di rumah menjadi ibu rumah tangga sehingga rasa malas mengikuti organisasi timbul dikalangan perempuan. Adapun faktor ekonomi ada sebagian ibu-ibu yang berdagang di rumahnya memungkinkan untuk tidak mengikuti kegiatan khususnya keterlibatan dalam kelompok tani.