Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemaknaan Kontekstual Syukur Dan Relevansinya Bagi Pembentukan Karakter Generasi Alpha : (Studi Kontekstual QS. Luqman Ayat 12) Arlis Karlina; Komarudin Sassi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.7710

Abstract

Generation Alpha, born since 2010, grows up in a rapidly evolving digital environment, requiring a character education approach that aligns with contemporary challenges. This study aims to explore the meaning of gratitude (shukr) in Surah Luqman verse 12 through a thematic (maudhu’i) and contextual interpretation, drawing on the insights of M. Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. The findings reveal that gratitude is not limited to verbal acknowledgment, but represents active awareness in utilizing blessings responsibly for social good. The values of gratitude include awareness of blessings, recognition of Allah as their source, and constructive application of those blessings. These values significantly contribute to the development of spiritual and social character in Generation Alpha. Theoretically, this study enriches the contextual interpretation of the Qur’an, and practically, it provides a foundation for developing Islamic character education models that are adaptive, integrative, and relevant to the digital era
Menumbuhkan Minat Bakat Dengan Metode Deep Learning Terhadap Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di SMPN 3 Tanah Abang Arlis karlina; Masnila, Masnila; Eva Sunarya; Dwi Noviani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2356

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, telah membuka peluang baru dalam inovasi pendidikan Islam, termasuk dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Pembelajaran literasi Al-Qur’an tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis kitab suci, tetapi juga menjadi sarana pembentukan spiritualitas, moralitas, dan karakter peserta didik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan rendahnya motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran ini akibat metode konvensional yang kurang adaptif terhadap kebutuhan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode deep learning dalam menumbuhkan minat dan bakat siswa pada pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di SMPN 3 Tanah Abang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain eksperimen, melalui observasi, wawancara, dan tes sebelum serta sesudah penerapan deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini secara signifikan meningkatkan motivasi belajar, kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, serta mendorong pengembangan bakat siswa secara lebih terarah dan personal. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi deep learning tidak hanya efektif sebagai strategi pembelajaran, tetapi juga berpotensi memperkuat kualitas pendidikan Islam di era digital.
The Development of Mental Discipline Theory in Islamic Religious Education Learning Arlis Karlina; Komarudin Sassi
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 2 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i2.2003

Abstract

Islamic religious education plays a crucial role in shaping students’ character, particularly when introduced at an early age, a developmental stage in which children learn by observing and imitating those around them. This study employs a qualitative research method, focusing on descriptive analysis of written sources. The primary approach used is library research, involving the review, examination, and interpretation of books and scholarly writings relevant to Islamic character formation in educational settings. The findings indicate that character development aligned with Islamic values—such as religiosity, honesty, discipline, independence, and responsibility—is essential for preparing students to become individuals who contribute positively to society, the nation, and the state. The study reveals that instilling Islamic character values early in a child’s life significantly influences their moral, behavioral, and social development in later years. Early exposure provides a strong foundation for internalizing ethical principles, promoting consistent moral behavior, and supporting the formation of a well-rounded Muslim identity. Overall, this research underscores the importance of early Islamic character education as a transformative effort that impacts students’ long-term development. It highlights the need for structured, value-based educational practices to cultivate future generations with strong moral integrity and social responsibility.
Revitalisasi Akhlak Anak: Membangun Eksistensi Diri yang Sehat Mental di Tengah Toksisitas Digital Masnila; Arlis Karlina; Dwi Noviani
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/p665av50

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial dan pembentukan identitas diri manusia modern. Di satu sisi, dunia digital memberikan ruang ekspresi dan kreativitas tanpa batas, namun di sisi lain menghadirkan tantangan serius berupa degradasi moral, krisis identitas, dan gangguan kesehatan mental akibat paparan toksisitas digital seperti ujaran kebencian, perundungan daring, serta budaya hedonisme virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi revitalisasi akhlak sebagai upaya membangun eksistensi diri yang sehat secara mental di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual dan etis dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan digital dan tanggung jawab moral. Revitalisasi akhlak, khususnya nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan kontrol diri, menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter digital yang beretika. Dengan demikian, penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam di era digital merupakan langkah strategis untuk membangun eksistensi diri yang bermartabat dan memiliki kesehatan mental yang stabil di tengah fenomena toksisitas digital.
Peran Lembaga Pendidikan Islam Sebagai Pranata Sosial Dalam Masyarakat Kontemporer: (Studi Kasus Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Yosowinangun Oku Timur) Burniat; Birru Ninda Hamdi; Arlis Karlina; Hilmin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.674

Abstract

Penelitian ini membahas peran lembaga pendidikan Islam, khususnya MI Nurul Ulum Yosowinangun, dalam menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi digital, dan krisis nilai. Lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai agen sosialisasi nilai, pengendali sosial, serta pembentuk karakter generasi muda dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran siswa dan interaksi sosial di madrasah. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru, kepala madrasah, siswa untuk menggali masalah akhlak yang dihadapi siswa. Selain itu, wawancara dengan tokoh agama, masyarakat, dan orang tua siswa dilakukan untuk memahami persepsi mereka terhadap lembaga pendidikan ini. Analisis dokumen kesiswaan juga digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Nurul Ulum Yosowinangun memiliki peran penting dalam penguatan nilai sosial dan agama melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan yang sistematis. Lembaga ini juga beradaptasi dengan perkembangan digital dengan mengintegrasikan media digital dalam pembelajaran. Fungsi kontrol sosial diterapkan melalui pengawasan perilaku siswa, kerja sama antara guru dan orang tua, serta penerapan tata tertib yang mendidik. Selain itu, internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pengajaran nilai- nilai moral dalam mata pelajaran agama dan umum. Madrasah ini juga memiliki kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan keagamaan dan sosial.