Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Modernisasi Dampak Diskriminasi Status Sosial dalam Pendidikan Tingkat Madrasah Ibtidaiyah Burniat; Komarudin Sassi
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi: Desember
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/qr707m32

Abstract

Modernisasi merupakan sebuah proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dengan seluruh aspeknya dari yang tradisional ke modern. Modernisasi selain berdampak positif ternyata bisa juga memiliki dampak negatif yang salah satunya berdampak pada perilaku siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Dampak tersebut dapat terjadi apabila kita tidak bisa menyaring modernisasi tersebut. Oleh karena itu sebagai guru kita harus bisa untuk meminimalisasi munculnya dampak negatif yang akan membahayakan pada pembentukan karakter siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah. Hal ini dibuktikan dengan perilaku negatif yang sering dilihat seperti, tawuran, pergaulan bebas, penyalahgunaan internet dan handphone yang menyebabkan siswa menjadi mudah marah dan kurang bersosialisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur ke beberapa jurnal yang terakreditasi sesuai dengan pembahasan penelitian. Penelitian ini bertujuan agar pembaca mengetahui dampak modernisasi terhadap perilaku siswa di Madrasah Ibtidaiyah serta guru dapat meminimalisasi dampak negatif yang akan terjadi pada siswa.
Peran Lembaga Pendidikan Islam Sebagai Pranata Sosial Dalam Masyarakat Kontemporer: (Studi Kasus Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Yosowinangun Oku Timur) Burniat; Birru Ninda Hamdi; Arlis Karlina; Hilmin
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.674

Abstract

Penelitian ini membahas peran lembaga pendidikan Islam, khususnya MI Nurul Ulum Yosowinangun, dalam menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi digital, dan krisis nilai. Lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai agen sosialisasi nilai, pengendali sosial, serta pembentuk karakter generasi muda dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran siswa dan interaksi sosial di madrasah. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru, kepala madrasah, siswa untuk menggali masalah akhlak yang dihadapi siswa. Selain itu, wawancara dengan tokoh agama, masyarakat, dan orang tua siswa dilakukan untuk memahami persepsi mereka terhadap lembaga pendidikan ini. Analisis dokumen kesiswaan juga digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Nurul Ulum Yosowinangun memiliki peran penting dalam penguatan nilai sosial dan agama melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan yang sistematis. Lembaga ini juga beradaptasi dengan perkembangan digital dengan mengintegrasikan media digital dalam pembelajaran. Fungsi kontrol sosial diterapkan melalui pengawasan perilaku siswa, kerja sama antara guru dan orang tua, serta penerapan tata tertib yang mendidik. Selain itu, internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pengajaran nilai- nilai moral dalam mata pelajaran agama dan umum. Madrasah ini juga memiliki kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Reorientasi Paradigma Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Kesadaran Transendental Peserta Didik SDN 01 Meluai Kec. Cempaka Lindayati, Eka; Hasan Asy’ari; Burniat; Dwi Noviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena degradasi spiritual dan krisis nilai moral di kalangan peserta didik menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan reorientasi paradigma Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini, praktik pembelajaran PAI lebih berfokus pada aspek kognitif dan normatif, sementara dimensi transcendental yakni kesadaran hubungan vertikal manusia dengan Tuhan sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah baru paradigma PAI dalam membangun kesadaran transendental peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI harus mengalami pergeseran paradigma dari pola indoktrinatif menuju model pembelajaran reflektif, dialogis, dan transformatif yang menekankan integrasi antara akal, hati, dan tindakan moral. Reorientasi ini diperlukan agar pendidikan Islam mampu membentuk manusia beriman yang tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menghayatinya sebagai kesadaran spiritual yang hidup dalam realitas sosial.