Penelitian ini membahas peran lembaga pendidikan Islam, khususnya MI Nurul Ulum Yosowinangun, dalam menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi digital, dan krisis nilai. Lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai agen sosialisasi nilai, pengendali sosial, serta pembentuk karakter generasi muda dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran siswa dan interaksi sosial di madrasah. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru, kepala madrasah, siswa untuk menggali masalah akhlak yang dihadapi siswa. Selain itu, wawancara dengan tokoh agama, masyarakat, dan orang tua siswa dilakukan untuk memahami persepsi mereka terhadap lembaga pendidikan ini. Analisis dokumen kesiswaan juga digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Nurul Ulum Yosowinangun memiliki peran penting dalam penguatan nilai sosial dan agama melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan yang sistematis. Lembaga ini juga beradaptasi dengan perkembangan digital dengan mengintegrasikan media digital dalam pembelajaran. Fungsi kontrol sosial diterapkan melalui pengawasan perilaku siswa, kerja sama antara guru dan orang tua, serta penerapan tata tertib yang mendidik. Selain itu, internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pengajaran nilai- nilai moral dalam mata pelajaran agama dan umum. Madrasah ini juga memiliki kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan keagamaan dan sosial.