Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The model of character teacher: Phenomenology at Daruttaqwa Gresik Islamic Boarding School Muhammad Anas Ma'arif; Muhammad Husnur Rofiq
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.02 KB) | DOI: 10.18326/attarbiyah.v3i2.131-152

Abstract

The importance of shaping the character of children in order to carry out ethical values consciously and sincerely becomes a separate problem for all educators. Educator's personality is needed so that children can imitate the ways of educators in carrying out various daily activities. Set an example is one powerful way to give children an example and do good so that it becomes a character or an intact character. Children prefer to be given examples of behavioral examples directly rather than just giving orders. Purposes-This study aims to describe patterns of character educator models with Amali Sufism bases. Design/methodology /approach- This study uses a qualitative approach to the type of phenomenology which captures the behavior of educators who experience and teach exemplary behavior at the Daruttaqwa Islamic Boarding School. Findings- Exemplary actions taken by educators in Pesantren Daruttaqwa through attitudes, thoughts and behaviors that are consistently based on religious values such as, ikhlas, tawaduk, zuhud, destiny for teachers, loving teachers and piety to Allah.  Originality- Sufism-based modeling ranging from thinking, attitudes and behavior exemplified externally and internally both (spontaneously directly) or indirectly exemplified by educators with habituation strategies.
INTERNALISASI KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMA NEGERI 1 GONDANG Siti Ichsanul Hamidah; Muhammad Husnur Rofiq
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internalisasi merupakan proses dimana seseorang menanamkan atau memperoleh suatu nilai, norma, keyakinan atau sikap yang kemudian menjadi bagian dari dirinya sendiri. Karakter religius merupakan watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk melalui internalisasi dari berbagai kebijakan yang berlandaskan pada ajaran-ajaran agama. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, merupakan salah satu cara agar karakter religius dapat diinternalisasikan, sehingga peserta didik dapat terbiasa dengan nilai-nilai karakter yang telah tertaman dan menjadi bagian dari dirinya. Penelitian ini berfokus pada proses internalisasi dan nilai-nilai karakter religius yang diinternalisasikan melalui kegiatan keagamaan di SMA Negeri 1 Gondang. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian pada analisis data peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Selanjutnya peneliti melakukan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses internalisasi karakter religus peserta didik di SMA Negeri 1 Gondang melibatkan empat bentuk kegiatan keagamaan, yaitu harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Tahap tranformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi telah tercermin dalam proses tersebut, sehingga mampu membantu peserta didik dalam menginternalisasikan karakter religius dan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Adapun dengan melalui kegiatan keagamaan mampu membantu pembiasaan yang baik bagi peserta didik, sehingga tercerminlah sikap seperti kejujuran, sopan santun, kasih sayang, empati, kesabaran dan ketekunan dalam tindakan dan perilaku sehari-harinya.
Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Kegiatan Literasi Digital Bersama Dosen: Meningkatkan Kompetensi Digital Sivitas Akademika Moh. Solehuddin; Ansori; Bernardus Agus Rukiyanto; Ali Impron; Muhammad Husnur Rofiq
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5520

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi digital yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi digital sivitas akademika. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan dan analisis kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi dan pengenalan program, pelatihan dan pendampingan intensif, implementasi, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi digital sivitas akademika. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai makna dan peran strategis teknologi dalam pembelajaran dan penelitian, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih kritis, reflektif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Peningkatan keterampilan praktis terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengelola, serta memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung aktivitas akademik, yang turut diiringi dengan tumbuhnya rasa percaya diri dalam menggunakan teknologi. Selain itu, proses pendampingan mendorong kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, memilih sumber yang kredibel, serta menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas. Interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa juga menjadi lebih aktif dan partisipatif melalui pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk kebiasaan positif dalam penggunaan teknologi serta mendorong terciptanya budaya akademik yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika era digital.