Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Studi Penerapan Sistem Pencahayaan pada Desain Interior Apartemen “No Name” Atmadi, Tunjung
International Journal of Community Service Learning Vol 5, No 2 (2021): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i2.33657

Abstract

Penerapan sistem pencahayaan pada interior Apartemen merupakan suatu keharusan agar dapat melakukan aktivitas dengan baik serta untuk menciptakan kenyamanan visual didalam ruang. Bahkan sampai saat ini, sebagian besar kebutuhan apartement akan pencahayaan sebenarnya dapat dipenuhi oleh pencahayaan alami jika bangunan apartement dirancang dengan tepat. Namun, pencahayaan buatan dengan listrik tidak dapat dihindari pada saat cahaya alami tidak tersedia di bangunan apartement, atau pada interior ruangan apartement  tanpa akses ke pencahayaan alami. Desain sistem pencahayaan yang cermat, perlengkapan yang efisien dan kontrol yang baik memiliki potensi untuk menghemat energi pencahayaan serta sekaligus meningkatkan kenyamanan visual pada desain interior apartement.  Tatanan interior di dalam ruangan apartement pun sangat bergantung dengan sistem pencahayaan alami dan buatan yang digunakan. Secermat apapun menata ruangan apartement, kesatuan perancangan desain interior secara matang belum bisa tampil utuh tanpa adanya sistem pencahayaan alami dan buatan yang baik dan optimal. Metode penelitian yang digunakan dalam mengungkapkan kajian penelitian  ini adalah metode deskriptif kualitatif  dan temuan yang didapatkan pada kajian ini  adalah tercukupinya kebutuhan cahaya pencahayaan alami melalui bukaan jendela dan efisensi daya lampu dan jumlah titik lampu pada pencahayaan buatan yang digunakan di unit apatement tersebut berdasarkan perhitngan yang direkomendasikan Panduan Peraturan Pemerintah dan SNI yang ditetapkan. Hasil yang yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah terpublikasikannya hasil penelitian dan pengembangan melalui Jurnal Nasional terakreditasi sinta 3 serta menyampaikan hasil riset kepada Pusat Penelitian Universitas Mercu Buana.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK JAKARTA Lelo Lelo; Maulana Agung Laksono
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RingkasanSelain sebagai tempat rekreasi, museum berguna juga sebagai sarana edukasi atau sebagai wadah tempat pembelajaran dan pengetahuan. Museum menurut batasan yang dikeluarkan oleh Internasional Council of Museum (ICOM) adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.Museum Seni Rupa dan Keramik dirancang untuk menarik minat masyarakat agar mengunjungi serta mempelajari peninggalan sejarah yang ada di museum dengan menggunakan fasilitas yang modern sebagai sarana pemberi informasi dan edukasi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Desain interior yang sesuai dapat menciptakan suasana yang mendukung tujuan tersebut. Sesuai dengan lokasi berdirinya Museum Seni Rupa dan Keramik, yakni di kawasan Kota Tua Batavia, Jakarta, konsep desain interior yang diterapkan pada museum ini mengangkat tema, “Modern Education And Ethnic Betawi”. Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya sekitar dan meningkatkan kepedulian masyarakat agar dapat melestarikan peninggalan-peninggalan karya pada zaman dahulu.Kata Kunci : Museum, Seni Rupa dan Keramik, Modern Education, Etnik BetawiAbstractOther than its function as a recreational place, museum also poses as an educational place. According to The International Council of Museums (ICOM), museum is a fixed and non-profit institution that serve the society and open to the public, with the main task to obtain, maintain, link, and display artifacts of the human identity and environment for educational and recreational purposes.The Museum of Fine Arts and Ceramics is designed to attract the public to visit and study the historical heritage by using modern facilities as a means of providing information and education that can be accepted by the community. A suitable interior design can create an ambience to increase its attractiveness and support its educational function. In relevance to its location in The Old City of Batavia, Jakarta, the design concept for the interior of art museum and ceramics is "Modern Education And Ethnic Betawi”. The application of this theme also aims to preserve the surrounding culture and increase public awareness in order to preserve the historical relics.Keywords: Museum, Fine Arts and Ceramics, Modern Education, Ethnic Betawi
Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Material Produk Hiasan bagi Lulusan SMA di Kota Tangerang Ali Ramadhan; Lelo Lelo; Ridwan Rasyid
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 5, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v5i1.3083

Abstract

Nowadays, waste is one of the environmental problems, because plastic waste is known to have a long life to decompose in the soil. Ornamental products are one of the products that have good value and can be placed freely. This activity aims to develop knowledge in terms of making decorative products using plastic waste. Participants are high school graduates in Tangerang. By using training methods, ornamental products can be developed using basic plastic waste materials that have gone through the pre-processing stage. The training stage includes presentation, material selection, design, material processing, review, and display. The implementation of this activity, it was found that the use of plastic waste which is used as a base material for ornamental products can provide additional knowledge to high school graduates as well as increase the ability to practice in making design works. Participants had the opportunity to have income from the sale of the product design of the waste processing. How to cite:Ramadhan, A., Lelo, L., Rasyid, R. (2020). Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Material Produk Hiasan bagi Lulusan SMA di Kota Tangerang. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 5(1), 1-17.DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i1.3083
Implementasi Material Berkelanjutan pada Interior Gedung Bina Graha Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Selatan) Harahap, Rachmita Maun; Lelo, Lelo; Basyiroh, Anis Ainissyifa Wardatul
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 2 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i2.13371

Abstract

In the era of environmental uncertainty in the use of sustainable materials in terms of material fulfillment and increasing concern for sustainability, the Ministry of Environment and Forestry (MoEF) building play an important role in implementing national habitat and forestry environmental policies and programs. However, based on the result of observation and interview, it was found that the problem of the interior materials are not in accordance with the MoEF's planned environmental approach. The purpose of this study is to examine the requirements of ecological materials suitable for the interior for the MoEF building, to create a sustainable interior by incorporating ecological materials, and to increase awareness and understanding of environmental materials among interior designers and other stakeholders. The research method used was a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection focused on designers' attitudes towards eco-friendly design. Limitations of this study include the emphasis on the adoption of sustainable interior materials only, without any major changes to the structure. This research considers the technical, economic, and aesthetic aspects of ecological material selection. It also provides practical guidance on how to reduce environmental impact through the use of ecological materials in interiors, creating a more sustainable interior environment. Keywords : ecology, environmentally friendly, interior material, KLHK graha building, sustainable
From Family Herbal Plants to Interaction Place: Enhancing Community Engagement in RW 05, Palmerah Urban Kampong Anggiani, Mona; Artiningrum, Primi; Lelo, Lelo; Arroyan, M. Iqbal; Ismail, Ahmad
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 10, No 2 (2025): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat) - Maret 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v10i2.29852

Abstract

Taman Cempaka in Palmerah Urban Kampongs has the potential to be developed as a family medicinal plant (toga) garden as well as a social interaction space. This activity found that the number and variety of herbal medicinal plants increased, the park management system was better with digital technology, and the quality of the social interaction space improved. The UMB team identified two main challenges: the limited variety and quantity of medicinal plants and the suboptimal management of harvested produce. These issues were also confirmed by project partners. This project aims to enhance the function of the Taman Toga as both a green space and a social hub, improve its overall quality, and provide digital training for its managers. The methods used include planting, rearranging, management, and socialization. This program also includes technology training and the use of online platforms for marketing herbal plant products. The project stages include initial meetings, socialization, problem identification, solution implementation, digital system implementation, and monitoring and evaluation. The results showed an increase in the number and variety of toga plants and an increase in the use of the park as a community interaction space. Overall, this project succeeded in enriching the diversity of medicinal plants, improving digital park management, and improving the quality of the social interaction space. In addition, this activity has a positive impact on the environment by making the park more beautiful, comfortable, and functional for the surrounding community.
Reimagining Vegetable Markets Eco-Friendly, Waste Efficiency, & Neo-Vernacular Inspired Traditional Market for Agritourism Potential Ni Putu Cahyanti; Hendrawan, Freddy; Ni Nyoman Sri Rahayu; Lelo
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15713

Abstract

Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti merupakan pusat perdagangan hasil pertanian lokal yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat Desa Baturiti. Namun, pasar ini masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti kurangnya daya tarik pasar, kebutuhan ruang yang luas, kurangnya fasilitas pendukung, serta sistem pengelolaan limbah yang belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perancangan ulang Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti menggunakan pendekatan desain neo-vernakular yang mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dengan prinsip ramah lingkungan guna mendukung potensi agrowisata. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis tematik di dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan data-data empiris untuk kemudian digunakan di dalam proses perancangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terkait desain berkelanjutan dan sistem pengelolaan limbah organik. Perancangan ulang ruang Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti mempertimbangkan aspek zonasi ruang yang lebih efisien, penerapan sistem pengelolaan limbah melalui fasilitas pengomposan terpadu, penggunaan material lokal yang ramah lingkungan, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti rest area, kios pedagang suvenir, kios kuliner, dan pojok edukasi agrowisata. Melalui perancangan ulang ruang ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain ruang pasar tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata yang dapat mendukung perekonomian lokal dan pelestarian budaya setempat dengan konsep modern, efisien, dan berkelanjutan.   Kata Kunci: pasar tradisional, desain neo-vernakular, agrowisata.
Pengalaman Mahasiswa Tuli di Ruang Komunal Universitas Mercu Buana Harahap, Rachmita Maun; Lelo, Lelo
INKLUSI Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.070201

Abstract

Deaf students have their characteristics in carrying out social interactions. Their distinctive social interactions influence the communal space setting on the Meruya campus of Mercu Buana University. This study uses a qualitative method and derives its approach from the emerging concept of deaf space architecture. Data were collected by mapping the behavior of deaf students, observation, and interviews. The results showed that behavior, activities, and spatial dimensions influenced the formation of communal spaces. Deaf students tend to rely on visual senses, which are controlled by spatial experiences in their activities. Deaf students tend to choose a gathering room that can provide easy access to move, which includes distance and density (deaf space), sensory reach, mobility, and the ability to provide high visibility to find out the presence of lecturers and an accessible parking area.[Mahasiswa Tuli memiliki karakteristik tersendiri dalam melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial mereka yang khas mempengaruhi setting ruang komunal di kampus Meruya Universitas Mercu Buana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deaf space. Data dikumpulkan melalui pemetaan perilaku mahasiswa Tuli, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan ruang komunal dipengaruhi oleh perilaku, aktivitas, dan dimensi ruang. Mahasiswa Tuli cenderung mengandalkan indra visual yang dipengaruhi oleh pengalaman ruang dalam beraktivitas. Mahasiswa Tuli cenderung memilih ruang berkumpul yang mampu memberikan kemudahan akses bergerak yang meliputi jarak dan kerapatan (deaf space), jangkauan sensori, mobilitas dan kemampuan memberikan visibilitas yang tinggi untuk mengetahui kehadiran dosen serta area parkir yang aksesibel.]
Implementasi Elemen Desain Ruang Fisik bagi Mahasiswa Tuli di Perguruan Tinggi Jakarta Rachmita Maun Harahap; Lelo Lelo
Jurnal Desain Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.743 KB) | DOI: 10.30998/jd.v8i1.6388

Abstract