Paparan karbon dioksida (CO2) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis pada pekerja akibat akumulasi gas dari dekomposisi sampah organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan lingkungan akibat paparan CO2 pada pekerja TPAS Manggar, Kota Balikpapan, menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian analitik observasional ini melibatkan 40 pekerja. Konsentrasi CO2 diukur menggunakan metode direct reading/real-time monitoring, disertai pengukuran faktor meteorologis dan respons fisiologis pekerja. Analisis risiko dilakukan melalui perhitungan Risk Quotient (RQ), sedangkan hubungan kategori intake dengan temperatur, frekuensi napas, kadar oksigen, dan denyut jantung dianalisis menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil menunjukkan konsentrasi CO2 meningkat dari 380 ppm menjadi 430 ppm pada kondisi kecepatan angin rendah (1,94 m/s), suhu 29–31°C, dan kelembaban tinggi (75–85%). Nilai RQ real-time (0,076), 10 tahun (0,426), dan 20 tahun (0,776) masih berada pada kategori aman (RQ<1), sedangkan RQ 30 tahun (1,126) menunjukkan potensi risiko kesehatan non-karsinogenik akibat paparan jangka panjang. Frekuensi napas memiliki hubungan bermakna dengan kategori intake. Paparan CO2 di TPAS Manggar berpotensi meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang sehingga diperlukan pemantauan kualitas udara, penggunaan APD, pengaturan waktu kerja, dan edukasi kesehatan kerja.