Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Partnership of Midwife and Traditional Birth Attendants in Aid Delivery at Sub District Singkil District Aceh Singkil Hayati, Mustika; Harbiyah, Harbiyah; Agustina, Agustina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional birth attendants and midwife partnership in Singkil sub-district has been running but there are still non-partnering traditional birth and the proportion of deliveries delivered by traditional birth is still high at 10%. It can be reviewed about the process of building partnership of traditional birth and midwife in delivery aid to know barrier in the implementation of partnership of traditional birth and midwife in delivery aid in Singkil sub-district of Aceh Singkil Regency. This research uses qualitative design with grounded theory approach. This research was conducted in 1 Sub-District consists of 6 Villages, DesaSukaDamai, PayaBumbu, Teluk Ambon, PakalPasir, DesaPemuka and TelukRumbia. The respondents in this study were traditional birth partners, non-partnering traditional birth, midwifes, KIA program holders, religious figures, public figures, postpartum assisted by traditional birth partners during this research period, postpartum mothers who were assisted by traditional birth did not partners during the study period and postpartum family. The result of the research shows that the obstacles in the implementation of the traditional birth and midwife partnership program in the aspect of the allocation of special funds for this program are not sufficient, facilities and infrastructure are inadequate, the means of transportation for health access is not available, there are still traditional birth who do not want to partner with the reason of financial results which they get is not appropriate and age factors are old, and there are still pregnant women who do not want to give birth in health facilities on the grounds of remote, difficult transportation access and feel comfortable with traditional birth. Traditional birth do not feel to have an advantage in the economic aspect but have an advantage in aspect of midwifery science. In contrast, midwifes felt that the partnership program provided benefits to facilitate the work of the village midwife. For pregnant women this partnership gives a positive meaning because pregnant women feel calm and comfortable because the childbirth is assisted by traditional birth and midwife. For village midwifes and program holders to maintain good relation relationships with traditional birth who partner and arrange regular meetings for effective communication. Invite traditional birth who have not partnered by involving them as posyandu cadres and provide health education to the community about the benefits of deliveries in health facilities.Keywords: midwife, patnershipdan aid delivery, traditional birth
Hubungan Pemberian Asi Ekslusif, Berat Bayi Lahir Dan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Reubee Kabupaten Pidie Agustina, Agustina; Hamisah, Irma
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v5i2.397

Abstract

AbstrakRiset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan proporsi balita stunting sekitar 39%. Acehmenduduki peringkat ketujuh sebesar 41,5%. Tujuan penelitian untuk mengetahui HubunganPemberian Asi Ekslusif, Berat Bayi Lahir dan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting, dengandesain case control, sampel sebanyak 45 balita berusia 24-59 bulan. Analisis datamenggunakan Chi-Square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan Pemberian Asi Ekslusif (pvalue=0,001), tidak ada hubungan antara Berat Bayi Lahir (p-value=0,175), Pola Asuh (pvalue=0,189) dengan Kejadian Stunting.Kata Kunci: Stunting, Pemberian Asi Eksklusif, Berat Bayi Lahir, Pola Asuh
Hubungan promosi susu formula, produksi ASI dan psikologis ibu dengan pemberian ASI Eksklusif Agustina Agustina; Irma Hamisah; Yulia Mutia
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): Januari - Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v1i2.409

Abstract

Background: Giving breastmilk exclusively is very important for the health and development of infants. In Indonesia the scope of exclusive breastfeeding until the age of 6 months is still relatively low. This situation will have an impac on the quality of the nation’s next generation and also the national economy.Objectives: To obtain the relationship between the promotion of formula milk, Breastmilk production and psychological factor of mother with exclusive breastfeeding in the work area of the Bireuen Peusangan health center.Methods: This research is analytic descriptive with cross sectional approach. This research was conducted in the Peusangan Bireuen Community Health Center from 19 February-4 March 2018. The number of samples was 67 mothers who had babies aged 7-11 months. Data processing was carried out with SPSS and Chi-Square statistical test analysis with p-value < 0.05.Results: The results showed that 43 people (64.2%) gave exclusive breastfeeding, ther was relationship between exclusive breastfeeding and the promotion of formula milk (p= 0.032), Breastmilk production (p= 0.047), but not related to psychology (p=0,830).Conclusion: Breastmilk production and promotion of formula milk are related to exclusive breastfeeding.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA, KONDISI FISIK LANSIA DAN PENGETAHUAN DENGAN CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA DI KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Anwar Arbi; Agustina Agustina; Radhiah Zakaria; Badrul Laili
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i2.907

Abstract

Latar Belakang: Proyeksi angka harapan hidup penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari 70 tahun pada periode 2010-2015 menjadi 72 tahun pada periode 2030-2035. Salah satu bentuk perhatian yang serius terhadap lanjut usia adalah terlaksananya pelayanan pada lanjut usia melalui Posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan peran keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan dengan cakupan pelayanan kesehtaan lansia di kecamatan Jaya BAru Banda Aceh tahun 2020. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data di analisis secara univariat, analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga (p=0.001), kondisi fisik lansia (p=0.001), pengetahuan (p=0.001) berhubungan dengan cakupan pelayanan Kesehatan lansia di wilayah kerja kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Sehinnga dukungan keluarga, kondisi fisik lansia dan pengetahuan berhubungan dengan cakupan pelayanan lansia. Saran: Kepada instansi terkait (Dinas Kesehatan dan Puskesmas) disarankan untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan memaksimalakan kualitas pelayanan Posyandu lansia.
Kemitraan Bidan dan Dukun dalam Pertolongan Persalinan di Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil Mustika Hayati; Harbiyah Harbiyah; Agustina Agustina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i2.241

Abstract

Dukun beranak dan kemitraan bidan di Kecamatan Singkil telah berjalan tetapi masih ada kelahiran tradisional yang tidak berpasangan dan proporsi persalinan melalui persalinan tradisional masih tinggi yaitu 10%. Dapat ditinjau tentang proses membangun kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan kemitraan kelahiran tradisional dan bidan dalam bantuan persalinan di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilakukan di 1 Kecamatan yang terdiri dari 6 Desa, Desa Suka Damai, Paya Bumbu, Teluk Ambon, Pakal Pasir, Desa Pemuka dan Teluk Rumbia. Responden dalam penelitian ini adalah mitra kelahiran tradisional, kelahiran tradisional yang tidak berpasangan, bidan, pemegang program KIA, tokoh agama, tokoh masyarakat, postpartum yang dibantu oleh mitra kelahiran tradisional selama periode penelitian ini, ibu postpartum yang dibantu oleh kelahiran tradisional tidak bermitra. selama masa studi dan keluarga postpartum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pelaksanaan program persalinan tradisional dan bidan dalam aspek alokasi dana khusus untuk program ini tidak mencukupi, sarana dan prasarana tidak memadai, sarana transportasi untuk akses kesehatan adalah tidak tersedia, masih ada persalinan tradisional yang tidak mau berpasangan dengan alasan hasil keuangan yang mereka dapatkan tidak sesuai dan faktor usia sudah tua, dan masih ada ibu hamil yang tidak mau melahirkan di fasilitas kesehatan di alasan terpencil, akses transportasi sulit dan merasa nyaman dengan kelahiran tradisional. Kelahiran tradisional tidak merasa memiliki keunggulan dalam aspek ekonomi tetapi memiliki keunggulan dalam aspek ilmu kebidanan. Sebaliknya, bidan merasa bahwa program kemitraan memberikan manfaat untuk memfasilitasi pekerjaan bidan desa. Bagi wanita hamil kemitraan ini memberi makna positif karena wanita hamil merasa tenang dan nyaman karena persalinan dibantu oleh kelahiran tradisional dan bidan. Untuk bidan desa dan pemegang program untuk menjaga hubungan baik dengan kelahiran tradisional yang bermitra dan mengatur pertemuan rutin untuk komunikasi yang efektif. Undang kelahiran tradisional yang belum bermitra dengan melibatkan mereka sebagai kader posyandu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang manfaat persalinan di fasilitas kesehatan.
Determinan Premenstruasi Syndrome pada Siswi SMAN. 1 Unggul Darul Imarah Lampeunureut Aceh Besar Agustina Agustina; Nurul Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 4, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v4i1.200

Abstract

Premenstruasi Sindrom (PMS) merupakan salah masalah yang umumterjadi pada wanita. 30-50% dari wanita mengalami gejala PMS, dan 5% merasakan gejala cukup parah  berdampak terhadap kesehatan fisik dan fungsi sosial. 10% lainnya mengalami PMS yang sangat parah hingga menyebabkan ketidakhadiran disekolah. PMS ditandai dengan perubahan yang cepat dalam suasana hati misalnya, depresi, iritabilitas, kemarahan, agresi, mudah menangis, ketegangan, kecemasan, dan gejala fisik misalnya ketidaknyamanan payudara, nyeri pada perut, sakit kepala, kembung, edema, kelelahan, dan insomnia selama akhir siklus menstruasi. Memperbaiki gaya hidup dengan meningkatkan aktifitas fisik dan pola makan yang sehat dapat mengurangi terjadinya PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian premenstruasi sindrom (PMS) ditinjau dari aktifitas fisik, pola tidur pada siswi di SMAN 1 Unggul Darul Imarah Aceh Besar.Penelitian ini bersifat deskriptifanalitikdengan menggunakan desain crossectional.Pengambilan sampel secara proporsional sampling sebanyak 72 responden. Hasil penelitiandiperoleh bahwa responden yang tidak  mengalami gejala hingga gejala ringan terhadap kejadian premenstruasi sindrom sebanyak44 orang (61,1%) dan responden yang mengalami gejala sedang hingga berat sebanyak 28 orang (38,9%), kejadian premenstruasi sindrom tidak berhubungan denganaktifitas fisik dengan nilai p value > 0,05. Sedangkan  pola tidur berhubungan dengan kejadian premenstruasi sindrom dengan p value < 0,05. Kesimpulan tingginya aktifitas fisik masih menjadi salah satu penyebab munculnya premenstruasi syndrome dan pola tidur yang tidak teratur juga akan memberikan dampak pada kejaian PM tersebut.Kata Kunci : Kejadian Premenstruasi Sindrom, Pola tidur, Aktifitas Fisik
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIDIE KABUPATEN PIDIE TAHUN 2019 Farrah Fahdhienie; Agustina Agustina; Phossy Vionica Ramadhana
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/sel.v7i2.3735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang paling besar dialami oleh penderita penyakit Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie tahun 2019. Metodologi yang digunakan pada penelitian bersifat deskriptif analitik dilakukan menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:1 sebanyak 26 responden. Data yang dikumpulkan dilakukan analisis multivariat menggunakan uji logistic regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembapan merupakan faktor risiko yang paling berisiko mengalami penyakit tuberkulosis (OR = 4.26 ; CI 95% = 1.19 – 15.29). Dapat disimpulkan bahwa, dari variabel kelembapan, kepadatan hunian, riwayat kontak serumah, pendapatan, jenis kelamin, dan umur, yang memiliki risiko paling besar terhadap kejadian penyakit tuberkulosis yaitu kelembapan. Disarankan agar responden lebih memperhatikan tingkat kelembapan rumah dengan memperhatikan tingkat cahaya dan sirkulasi udara yang masuk agar mengurangi faktor risiko terjadinya tuberkulosis. This study aims to determine the risk factors with the greatest risk of experiencing tuberculosis in the work area of Pidie Pidie District Health Center in 2019. The methodology used in this descriptive analytic study was carried out using a case control design with a ratio of 1: 1 of 26 respondents. Data collected was done by multivariate analysis using logistic regression tests. The results showed that humidity was the most risk factor for tuberculosis (OR = 4.26; 95% CI = 1.19 - 15.29). It can be concluded that, from the variable humidity, occupancy density, household contact history, income, sex, and age, the one that has the greatest risk of tuberculosis is humidity. It is recommended that respondents pay more attention to the humidity level of the house by paying attention to the level of light and air circulation that enters in order to reduce the risk factors for tuberculosis.
STUDY CASE CONTROL PENGGUNAAN SMARTPHONE BERDASARKAN KARAKTERISTIK ANAK USIA 3-6 TAHUN DI KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Agustina Agustina; Hermansyah Hermansyah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3464

Abstract

Data Keminfo yang mengelompokkan komposisi usia, persentase pengguna smartphone yang termasuk kategori usia anak-anak  di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar dari 36 % anak usia 3-10 tahun diproyeksikan menggunakan ponsel pintar pada tahun 2018. Lembaga riset Digital Marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif  smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan smartphone berdasarkan karakteristik anak pada anak usia 3 – 6 tahun. Tehnik penelitian menggunakan metode observasi analitik dengan metode case control study  digunakan sebagai panduan arah pengumpulan data  dari total 96 responden dengan menggunakan perbandingan 1:2 dibagi menjadi 32 responden sebagai pengguna smartphone dan 64 responden yang tidak menggunakan smartphone, penentuan kasus penggunaan smartphone berdasarkan sesuai dengan kriteria penelitian. Penelitian dilakukan di TK Nusa Indah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada tanggal 21 November 2018 s/d 30 April 2019. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitaian dididapatkan proporsi responden mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan baik dari kelompok kasus 16 (50%) maupun kelompok Kontrol 34 (53%). Dari segi umur responden diketahui persentasi dari 32 kasus dari 64 kontrol responden mayoritas dengan umur 5 - ≤ 6 tahun 78 (81%). Dari segi status kedudukan anak dari 96 responden diketahui persentasi dari 32 kasus dan 64 kontrol proporsi dengan status kedudukan anak mayoritas  anak lahir dengan urutan anak ke 1 (pertama) baik dari kelompok kasus 18 (56%). Sebaiknya tidak diberikan smartphone kepada anak usia 3-6 tahun, seharusnya mereka bermain dengan teman-teman sebayanya. Alangkah  lebih baik jika anak-anak bermain permainan tradisional atau sekedar mengobrol bercerita dengan teman-teman mereka.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Desa Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2021 Masliati, Maidar, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.707 KB)

Abstract

The aging process in the elderly causes a decrease in both physical, psychosocial, functional and cognitive status which will have an impact on aspects of life both socially, economically, especially health which will determine the quality of life of the elderly themselves. Quality of life is the existence of hopes and goals that individuals have to have a better life, a good quality of life is also needed to protect the elderly from various problems that are often experienced by the elderly.Data from the East Kluet Health Center shows that the number of elderly residents of Paya Dapur is 159 (9.3%) of the total population and only 20 (12.5%) use health facilities. The purpose of the study was to find out what factors were related to the quality of life in the elderly in Paya Dapur Village, East Kluet District, South Aceh Regency in 2021. This research was conducted using descriptive analytic method with a cross- sectional approach. The population in this study were elderly people aged 60 years and over in Paya Dapur Village, East Kluet District as many as 95 elderly from the entire population. Data collection was carried out for 9 days from 08 to 16 August 2021 using a questionnaire through interviews. Data analysis used Chi Square test with SPSS computer program. The results showed that there was no relationship between age (p-Value = 0.389), gender (p-Value = 0.384), employment status (p-Value = 0.132), marital status (p-Value = 0.146), utilization of health facilities (p-Value = 0.734) and the quality of life of the elderly. And there is a relationship between education (p-Value = <.001) with the quality of life of the elderly in Paya Dapur Village, East Kluet District, South Aceh Regency in 2021. The conclusion is that education is related to the quality of life in the elderly, while age, gender, employment status, marital status, and utilization of health facilities are not related to the quality of life in the elderly. It is hoped that the East Kluet Health Center will continue to improve and support the elderly healthprogram, especially the elderly who have chronic diseases. So that it can help the elderly in preventing and overcoming psychosocial problems, improving health status and improving the quality of life of the elderly.
Hubungan Promosi Penggunaan Kondom, Seks Aman Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seksual di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh Agustina Agustina; Munadi Munadi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.027 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.2.125-133

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual sering juga disebut Penyakit kelamin ini merupakan penyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks atau hubungan kelamin. Sejak pertama kali ditemukan (1987) sampai dengan Juni 2012, kasus HIV/AIDS tersebar pada 498 kabupaten/kota di seluruh (33) provinsi di Indonesia, tahun 2010 sebanyak 21.591 kasus, tahun 2011 sebanyak 21.031 kasus, untuk Aceh sendiri terdapat 65 kasus HIV. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan promosi penggunaan kondom dan seks aman dengan pencegahan danpenanggulangan PMS pada Wanita Usia Subur.Metoda: Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) beresiko yang berusia 21- 35 tahun yang datang ke Klinik IMS di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh berjumlah 63 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Consecutive sampling Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil: Hasil uji statistik Chi-square Promosi kondom didapat nilai p=0,013 dan Seks Aman, nilai p=0,029 artinya ada hubungan yang signifikan antara Promosi Penggunaan Kondom, seks Aman dengan Pencegahan Infeksi Menular Seksual.Kesimpulan: Pencegahan dan penanggulangan IMS melalui promosi penggunaan kondom dan seks aman di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh masih kurang baik. Diharapkan petugas kesehatan agar lebih aktif melaksanakan Komunikasi, Informasi, Edukasi sehingga dapat memberikan pemahaman yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan IMS.