Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDUPEDIA

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP NEGERI 6 PONOROGO PADA PEMBELAJARAN DARING DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Kun Nadhifah Mualifah; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v6i1.1236

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kreatif   serta keberagaman kemandirian belajar peserta didik SMP Negeri 6 Ponorogo. Dalam pembelajaran daring, kesulitan dalam belajar matematika jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran daring yang ditinjau dari kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel sebanyak 6 peserta didik dari kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo yang terdiri dari 2 peserta didik tiap kategori kemandirian belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner kemandirian belajar, tes kemampuan berpikir kreatif, dan wawancara untuk mengetahui lebih dalam tentang kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran daring. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu 1) reduksi data hasil kuesioner, tes, dan wawancara tak terstruktur; 2) penyajian data; dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu 1) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar tinggi memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration dengan memenuhi kedua aspek penilaian indikator fluency dan elaboration secara maksimal; 2) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar sedang memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration namun terdapat beberapa aspek penilaian indikator fluency dan elaboration yang berlum terpenuhi secara maksimal; 3) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar rendah memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration namun masih banyak aspek penilaian indikator fluency dan elaboration yang belum terpenuhi secara maksimal.
Hubungan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Terhadap Motivasi Belajar & Kemampuan Pemecahan Masalah Fika Karunia Rufaidah; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalahn. Penelitian ini termasuk penelitian kajian pustaka. Pada penelitian ini terdapat beberapa literatur dari berbagai sumber. Dalam hal ini motivasi belajar merupakan dorongan yang muncul baik dari dalam ataupun dari luar diri peserta didik yang mampu menimbulkan semangat belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga mencapai tujuan pembelajaran itu. Selain itu kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi yang dimiliki peserta didik dalam memahami permasalahan kemudian dapat menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan matematis tersebut. Diantara model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran CIRC. Model pembelajaran CIRC ini merupakan model pembelajaran cooperative berbasis kelompok. Model pembelajaran CIRC suatu proses pembelajaran cooperative  berbasis kelompok yang memberikan kesempatan peserta didik untuk aktif dalam menyelesaikan suatu permasalahan soal. Hal ini berdasarkan langkah langkah model pembelajaran CIRC yaitu membentuk kelompok, guru memberikan bacaan kepada peserta didik sesuai dengan materi bahan ajar, peserta didik bekerja sama kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, mempersentasikan hasil kelompok, refleksi. Dalam langkah-langkah yang diterapkan pada model pembelajaran CIRC tersebut membiasakan peserta didik untuk lebih aktif sehingga dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didikdan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu ditunjukkan dalam kelebihan model pembelajaran CIRC bahwa model pembelajaran ini dapat membangkitkan motivasi belajar.
Penyusunan Instrumen Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat Berdasarkan Teori Kastolan Rizal Nur Rochman; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai penyusunan instrumen analisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika, khususnya pada materi Persamaan Kuadrat dengan teori Kastolan. Kesalahan adalah kondisi dimana siswa mengerjakan soal mengalami kesalahan dalam memahami dan menyelesaikan dan gagal dalam mengerjakan soal yang diberikan. Berdasarkan teori kastolan ada 3 jenis kesalahan yaitu konseptual, prosedural dan teknik. Dalam penyelesaian soal persmaaan kuadrat dimungkinkan terjadi 3 kesalahan tersebut. Kesalahan konseptual terjadi ketika siswa mengalami ketidakmampuan dalam dalam menyatakan bentuk variabel serta menulis rumus dan langkah yang digunakan. Kesalahan prosedural terjadiketika siswa tidak mampu menyelesaikan dengan metode yang digunkan dalam menyelesaikan soal dan tidak bisa menyederhanakan ke bentuk paling sederhana. Kesalahan teknik terjadi ketika siswa tidak mampu memberikan atau menuliskan  hasil yang diperoleh serta siswa tidak mampu mengitung dari awal pengerjaan hingga akhir. Sehingga dapat dibuat instrumen dengan jenis tes yang dapat menguji dan mengetahui jenis kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal persamaan kuadrat. 
FAKTORISASI PADA GRAF REGULER Joko Prasetio; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.057 KB) | DOI: 10.24269/ed.v4i1.434

Abstract

This research aims to: (1) know the criteria of a graph that has a -factor, (2) know the conditions of a regular graph that has a 1-factorization , (3) know the conditions of a regular graph that has a 2-factorization.This research is a qualitative descriptive study using the method of literature study or literature review where a study of books, scientific journals, and other literature languages is carried out relating to factorization on regular graphs. This research begins by discussing the definitions and examples of euler graphs and regular bipartite multigraphs. Next in reviewing the terms of a regular graph which has a 1-factorization and which has a 2-factorization, it starts by discussing the definition and theorem of matching on bipartite graphs, definitions and examples of factorization graphs, then discussing the proof of theorem of regular graphs that have a 1-factor and a regular graph which has a 2-factor.The results of this study indicate that: (1) Graph  is said to be -factorable  or can be factored into -factor , if can be decomposed or be eksplained into spanning subgraphs , where each  has a -factor and is edge-disjoint from , that is 1)  2)  … n) = . (2) The condition for a graph that has a 1-factorization is, if the graph is a -regular bipartite multigraph, with . (3) The condition for a graph that has a 2-factorization is, if the graph is a -regular graph, with .               Key words: Bipartite graphs, Factorization, Decomposition, Regular graph.