Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Alat Bukti Forensik dalam Pembuktian Perkara Perdata Perspektif Kepastian Hukum dan Due Process of Law M. Rey Kautsar Putra; Muhammad Iqbal Edward; Sri Handayani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1139

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi peradilan telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pembuktian perkara perdata di Indonesia, khususnya terkait penggunaan alat bukti forensik dan dokumen elektronik dalam persidangan berbasis e-Court. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran alat bukti forensik dalam pembuktian perkara perdata, penggunaannya dalam sistem e-Court ditinjau dari prinsip due process of law, perlindungan hukumnya, serta kekuatan pembuktiannya dalam sistem hukum acara perdata Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang bersumber pada peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bukti forensik, khususnya forensik digital, memiliki peran strategis dalam memastikan keaslian, integritas, dan keandalan dokumen elektronik sebagaimana diakui dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta regulasi Mahkamah Agung mengenai e-Court. Namun demikian, belum adanya standar teknis dan pedoman normatif yang komprehensif mengenai prosedur forensik dalam hukum acara perdata berpotensi menimbulkan perbedaan penilaian hakim terhadap validitas dan kekuatan pembuktiannya. Dalam praktiknya, kekuatan pembuktian alat bukti forensik masih sangat dipengaruhi oleh keterangan ahli serta keyakinan hakim dalam kerangka teori pembuktian yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan standar teknis forensik guna menjamin kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam proses peradilan perdata di era digital.
Rekayasa Ulasan Produk dalam Marketplace Digital sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Konsumen M. Chafrico Firdaus Arasyi; Achmad Bagas Fahrial Hakmi; Sri Handayani
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1212

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik rekayasa ulasan produk dalam marketplace digital sebagai bentuk pelanggaran hak konsumen dan menelaah bentuk perlindungan hukum yang tersedia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh maraknya ulasan palsu yang dibuat untuk menaikkan reputasi produk secara tidak wajar sehingga konsumen menerima informasi yang menyesatkan saat akan membeli barang. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang dianalisis meliputi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa ulasan dapat berupa pembuatan ulasan palsu, pemberian rating tanpa pembelian, penghapusan ulasan negatif, dan pemberian insentif untuk menghasilkan ulasan positif. Praktik tersebut berpotensi melanggar hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur serta menurunkan kepercayaan terhadap sistem marketplace. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari platform, peningkatan kesadaran hukum pelaku usaha dan konsumen, serta penegakan hukum yang efektif agar perlindungan konsumen dalam transaksi digital dapat terwujud secara optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya integritas informasi sebagai dasar keputusan pembelian di ruang digital.
Penerapan Hukum Syariah dalam Aktivitas Perdagangan: Perspektif Ekonomi Islam Kontemporer Zulpan Kurniawan; Ahmad Muflih Makarim; Sri Handayani
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rmpgq150

Abstract

Trade is an economic activity that continues to evolve in line with the dynamics of the times. In the context of Muslim society, the implementation of Sharia law in trading practices becomes crucial to ensure that every transaction aligns with Islamic principles. This article aims to examine how the principles of Sharia law are applied in contemporary trade activities, including in digital spaces such as e-commerce. Using a literature review approach, this study explores recent literature on the topic. The findings indicate that the principles of justice, honesty, prohibition of usury, and transparency remain the fundamental pillars in Sharia trade practices. On the other hand, challenges such as a lack of Sharia literacy, suboptimal regulations, and the dominance of conventional systems continue to be major obstacles in its implementation. Nevertheless, the potential for the development of Sharia-compliant trade remains vast, especially with the right education, digital tools, and support from the government and Islamic financial institutions.
Fenomena TikTok Shop dan TikTok Live sebagai Dampak Economic Decline Post-Covid Adzra Fathonah; Kayla Khairunisa; Sri Handayani
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e20pct08

Abstract

The development of the digital economy has driven a major transformation in how Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) market and sell their products, particularly through social media platforms such as TikTok. This study aims to examine the role of TikTok Shop in enhancing the competitiveness of local MSMEs amidst shifting consumer behavior in the post-pandemic era. Using a literature review method from various relevant journals and articles, the study finds that TikTok Shop offers significant opportunities for MSMEs to reach broader markets through short video content, live streaming features, and seamless transaction systems. TikTok Live has proven effective in fostering emotional engagement and consumer trust through real-time interaction and product visualization. However, challenges such as competition with large brands and the need to follow fast-changing trends also emerge as consequences of rapid digitalization. The findings suggest that TikTok Shop contributes positively to MSMEs' digital adaptation and promotes local economic growth in the digital era.