Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK CERDAS DAN ANAK GIFTED Aliva Humairah Br. Ginting; Ichsan Ichsan
El Midad Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v13i1.2985

Abstract

Anak yang memiliki kecerdasan istimewa artinya ialah anak yang memiliki kemampuan kecerdasan diatas rata-rata (130-140) atau dalam istilah lain disebut dengan Anak Berbakat (gifted). Namun ternyata anak dengan keistimewaan luar biasa ini mengalami banyak masalah, tidak hanya masalah prestasi tetapi juga masalah tumbuh kembangnya. Sehingga orangtua menjadi dilema untuk menghadapi hal yang serius mengenai cara pola asuh atau mengarahkan perjalanan tumbuh kembang putra dan putrinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang baik dari orangtua terhadap anak cerdas istimewa. Anak Cerdas Istimewa adalah anak dengan kepandaian di atas rata-rata teman sebayanya. Mereka merupakan anak yang mandiri, bertingkah laku autodidak, tidak bisa didikte, dan penghasil konsep/pencipta ide. Dengan tingkat Intelegensi di atas rata-rata dan mereka memiliki pola pemikiran tingkat tinggi dan tidak bisa disamakan dengan 1teman sebayanya yang memiliki Intelegensi normal. Pola pendidikan dan pengasuhan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Peneliti memakai beberapa metode yang diterapkan pada Anak Cerdas Istimewa, yaitu: Metode Modelling dan Etika Mulia, Metode Pengajaran Graduasi, Metode Situasional dan Kondisional, Metode Selektif dan disesuaikan dengan kompetensi Peserta Didik, Metode Interaktif-Dialogis (Tanya Jawab), Metode Pertanyaan (berpikir logis/rasional), Metode Pertanyaan untuk menyelami kecerdasan dan pemahaman, Metode Analogi, dan sebagainya. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Metode yang baik dan tepat serta kesabaran bagi orangtua dalam mendidik Anak Cerdas Istimewa, dengan menyesuaikan kondisi masing-masing Anak Cerdas Istimewa.1
Multikulturalisme dalam Praksis Pendidikan Islam Ichsan Ichsan
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 1, No 2 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i2.41

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan pentingnya transformasi pembelajaran agama. Agama dapat sebagai sumber transformasi sosial bila dikelola dengan baik, sebaliknya agama juga dapat sehagai sumber konflik bahkan menjadi sumber kekerasan bila tidak dikelola dengan baik oleh karena itu multikulturalisme dalam praksis pendidikan Islam adalah upaya penyelenggaraan pendidikan yang memungkinkan peserta didik berkembang secara wajar sesuai dengan kondisi masing-masing peserta didik. Di sinilah penyelenggaraan pendidikan yang menghargai perbedaan, toleransi dan kesetaraan.
Menata Kembali Pendidikan Karakter di Sekolah Ichsan Ichsan
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 3, No 2 (2011): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i2.47

Abstract

Pendidikan karakter sebagai upaya membangun kesadaran dan identitas bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini dilanda berbagai keterpurukan. Pendididkan karakter menyangkut pemahaman, penghayatan, dan perilaku baik yang dikembangkan dari nilai-nilai inti. Pendidikan karakter tidak hanya berdimensi personal, tapi juga memiliki dimendi sosial-struktural.Pendidikan karakter di sekolah menjadi tanggung jawab bersama komponen yang ada di sekolah, dan merupakan kemitraan antara sekolah dan keluarga. Dalam kurikulum SD 197 4 ada Pendidikan Budi Pekerti, dan pada masa Orde Baru, digalakkan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Hal ini menunjukkan sebenarnya bangsa ini memiliki keprihatinan yang mendalam tentang pembentukan karakter bangsa.Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kemajuan terhadap karakter peserta didik menjadi tolok ukur pendidikan karakter, sehingga perlu dipertimbangkan mengenai isi program, strategi, prinsi-prinsip, serta penilaian pendidikan karakter yang diselenggarakan di sekolah.
Mempertimbangkan Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dalam Pembelajaran PAI Ichsan ichsan
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 1, No 1 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i1.4

Abstract

Piaget telah terkenal dengan teori mengenai tahapan dalam perkembangan kognisi. Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran PAI antara lain; tekanan pada keaktifan peserta didik, melibatkan partisipasi peserta didik, belajar aktif, dan guru berperan sebagai fasilitator pengetahuan, mampu memberikan semangat belajar, membina dan mengarahkan peserta didik. Guru harus mampu menghadirkan materi pelajaran PAI yang membawa peserta didik kepada suatu kesadaran untuk mencari pengetahuan baru.  
Persepsi Orangtua Terhadap Pentingnya Pendidikan Seksual Anak Usia 5-6 Tahun Hesti Wela Arika; Ichsan Ichsan
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i1.10310

Abstract

AbstractThe background of the problem from this research is that parents do not understand about sexual education besides that they still think that sexual education is taboo to be given to children. So that the child cannot yet distinguish which body parts are allowed to be touched and which are not to be touched by the opposite gender. This study aims to see how many parents agree about providing sexual education to their children. This study uses a survey method with a quantitative approach. Sampling used in this study using non-probability sampling with purposive sampling technique with the criteria of parents who have children aged 5-6 years. The research sample was 50 parents who had children aged 5-6 years. Methods of data collection using a questionnaire. While the analysis of research data in the form of descriptive quantitative. The result of this research is that there are 40 parents with a percentage of 80% of the opinion that the importance of sexual education is given to children, while 10 respondents with a percentage of 20% think that sex education is not important to children.Keywords: : parents, sexual education, early childhood AbstrakLatar belakang masalah dari penelitian ini bahwa orangtua belum memahami tentang pendidikan seksual selain itu masih mengganggap bahwa pendidikan seksual tabu untuk diberikan kepada anak. Sehingga anak belum bisa membedakan bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh lawan jensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa banyak orangtua yang setuju tentang pemberian pendidikan seksual kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitaif. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan kriteria orangtua yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Sampel penelitian sebanyak 50 orangtua yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Sedangkan analisis data penelitian berupa deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 40 orangtua dengan presentase 80 % berpendapat bahwa pentingnya pendidikan seksual diberikan kepada anak sedangkan 10 responden dengan presentase 20% berpendapat bahwa pendidikan seksual tidak penting diberikan kepada anak. Kata kunci: orangtua, pendidikan seksual, anak usia dini
Competency Evaluation and Performance Training against Merdeka Belajar Curriculum among Kindergarten Teachers Ariq Nurjannah Irbah; Ichsan Ichsan; Nurul Fauziah
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 1 (2022): JOYCED : Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2022.21-07

Abstract

After the pandemic, there have been various controversies in the world of education, namely that there are institutions that are ready or not for the Merdeka Belajar Curriculum. These considerations range from skill preparation and teacher training, to teacher performance. Teacher training activities are still few, and teaching skills are not paid attention to, so teacher performance is less than optimal. So it is very necessary for educational institutions to first evaluate the human resources of teachers, before taking the curriculum policy initiated by the Ministry of Education and Culture. Especially for Kindergarten institutions, which are a necessary basis for children's education. It is so important to study more deeply, so this study aims to determine the evaluation of teacher competence and performance training on the readiness of the Merdeka Belajar Curriculum at Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta. Thee research method used is quantitative, with 12 kindergarten teachers as participants. While the data collection techniques with questionnaires, observation sheets, interviews, and documentation. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis, namely collecting data, processing data, and describing the percentage of questionnaire answers from participants. The results showed that the Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta teachers, from the aspect of competence (78%), and performance (77%) were ready for the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum, but not yet ready for the training aspect (68%), and the readiness of the Merdeka Belajar Curriculum (72%). So that the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta must be reconsidered because teacher training is not yet mature.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Jati Rahmadana; Ichsan Ichsan
WANIAMBEY: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2021): Desember, Waniambey: Journal of Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.614 KB) | DOI: 10.53837/waniambey.v2i2.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah meta analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan orang tua memberikan pengaruh yang jelas terhadap proses belajar anak yang dilihat berdasarkan prestasi belajar mereka di sekolah. Dengan tingkat keyakinan tersebut maka akan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan akademis anak-anak. Melalui tulisan ini agar dapat menjadi renungan dan bahan instropeksi bagi para orang tua, jangan hanya orang tua menuntut anak untuk bisa dan meraih prestasi belajar yang baik, akan tetapi para orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk terus belajar, karena semakin tinggi tingkat pendidikan atau ilmu yang dimiliki oleh orang tua, akan mendorong prestasi belajar yang baik bagi seorang anak
PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMABNGKAN KARAKTER ANAK PENDERITA ADHD (Attention Deficit Hperactivity Disorder) Dita Elha Rimah Dani; Ichsan Ichsan
WANIAMBEY : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Desember, Waniambey: Journal of Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.241 KB) | DOI: 10.53837/waniambey.v2i2.184

Abstract

In terms of developing children with ADHD for parents, it is an easy thing, especially from the character who is hyperactive (difficult to control movement), intense (difficult to control thoughts), impulsivity (difficulty resisting desire). In addition, there are several factors of children with ADHD, namely heredity, brain function factors and environmental factors. Many things can be done by parents in helping develop the character of children with sufferers, including maintaining health and controlling emotions in dealing with the child and teaching in choosing friends who are the same as physically. And the method used in this research is qualitative with descriptive phenomenology, By using the approach of observation, interviews and documentation.
Implementasi Penguatan Pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SD negeri 26 Dompu dan MI As –Salam Dompu Junari Yulianti; Ichsan Ichsan
WANIAMBEY: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2021): Desember, Waniambey: Journal of Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.313 KB) | DOI: 10.53837/waniambey.v2i2.185

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di dua sekolah yaitu SD Negeri 30  Dompu dan MI AS- Salam Dompu yang terkait “Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah di SD Negeri 26 Dompu Dan MI As – Salam Dompu”. mendapatkan tujuan penelitiannya adalah Mendeskripsikan percenanaan pendidikan karakter melalui budaya sekolah di SD Negeri 26 Dompu dan MI As  - Salam Dompu. Metodelogi penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif  deskriptif. Jenis penelitian studi multi kasus (multycase studies)  merupakan studi yang berusaha untuk mengambil data yang mendalam dan terperinci dari narasumber. Teknik pengumpulan data wawancara , observasi dan Dokumentasi. Permasalahan   yang terjadi di lapangan, penelitian ini memfokuskan pada tiga nilai karakter utama yaitu religius, nasionalis dan mandiri. Ketiga nilai karakter tersebut dipilih karena nilai karakter tersebut masih kurang nampak pada proses pendidikan yang berlangsung.  Untuk pemaparan di atas sangat penting implementasi pendidikan karakter diterapkan di sekolah-sekolah sebagai upaya untuk menyadarkan peserta didik akan pentingnya mematuhi aturan yang berlaku serta memiliki komitmen untuk terus melaksanakan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupannya
MINAT ORANGTUA MENYEKOLAHKAN ANAK DI LEMBAGA PAUD PADA MASA PANDEMI COVID-19 Indah Maysela Azzahra; Ichsan Ichsan; Kiki Melita Andriani
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v5i1.966

Abstract

Interest is a feeling such as being happy and interested in fighting for something or being happy and interested in doing something desirable. The purpose of this study was to find out parents who were interested in sending their children to school at PAUD institutions during the Covid-19 pandemic.  The research method used is the survey research method. The data collection technique used in this study was to use the questionnaire technique by distributing questionnaire instruments to respondents. The subjects of the study were parents who had children aged 4-6 years and sent their children to school in PAUD and kindergarten in Palembang city which became the criteria for selecting samples. So, the sampling technique uses purposive sampling techniques. The data analysis technique used is quantitative descriptive statistics with percentages, percentage results will then be described based on the category of parents' interest in sending their children to PAUD institutions. The results of the study obtained the most respondents who were interested in sending their children to PAUD institutions as many as 38% of respondents and categorized into moderate interests. The average respondent/parent who has an interest in sending their children to school in PAUD institutions is influenced by factors of parents' personal needs and goals/motives, school factors, and community factors are relatively high. However, family factors and the Covid-19 Pandemic also caused respondents not interested in sending their children to ecclesiastical institutions to be the same high. Based on the data obtained, the conclusion is that there is a lack of interest in parents sending their children to early childhood institutions during the Covid-19 pandemic