Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Competency Evaluation and Performance Training against Merdeka Belajar Curriculum among Kindergarten Teachers Ariq Nurjannah Irbah; Ichsan Ichsan; Nurul Fauziah
JOYCED: Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 1 (2022): JOYCED : Journal of Early Childhood Education
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/joyced.2022.21-07

Abstract

After the pandemic, there have been various controversies in the world of education, namely that there are institutions that are ready or not for the Merdeka Belajar Curriculum. These considerations range from skill preparation and teacher training, to teacher performance. Teacher training activities are still few, and teaching skills are not paid attention to, so teacher performance is less than optimal. So it is very necessary for educational institutions to first evaluate the human resources of teachers, before taking the curriculum policy initiated by the Ministry of Education and Culture. Especially for Kindergarten institutions, which are a necessary basis for children's education. It is so important to study more deeply, so this study aims to determine the evaluation of teacher competence and performance training on the readiness of the Merdeka Belajar Curriculum at Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta. Thee research method used is quantitative, with 12 kindergarten teachers as participants. While the data collection techniques with questionnaires, observation sheets, interviews, and documentation. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis, namely collecting data, processing data, and describing the percentage of questionnaire answers from participants. The results showed that the Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta teachers, from the aspect of competence (78%), and performance (77%) were ready for the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum, but not yet ready for the training aspect (68%), and the readiness of the Merdeka Belajar Curriculum (72%). So that the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in Kindergarten As Sa'adah Yogyakarta must be reconsidered because teacher training is not yet mature.
Strategi Mengembangkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Rifqi Humaida; Erni Munastiwi; Ariq Nurjannah Irbah; Nurul Fauziah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua, guru dan lingkungan disekitar anak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena mempunyai peranan penting dalam memberikan dorongan dan rangsangan untuk membantu menumbuhkan percaya diri pada anak. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang telah dilakukan di RA Muslimat NU 200 Al-Fitroh Mlarak, Mlarak, Ponorogo yang terjadi pada proses pembelajaran, tidak semua anak usia dini memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini, ciri-ciri anak yang memiliki rasa percaya diri, kemudian juga untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepercayaan diri pada anak. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah guru dan orang tua analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Miles and Huberman, kemudian dalam pengeceken keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang ditemukan ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh orang tua dan juga guru untuk mengembangkan rasa percaya diri pada anak usia dini, diantaranya menjadi pendengar yang baik, menunjukan sikap menghargai, jangan gampang melarang anak, jangan langsung “menyelamatkan” anak, memupuk minat dan bakat anak, mengajak anak untuk memecahkan masalah, memberikan kesempatan anak untuk berinteraksi dengan orang dewasa, mengajak anak untuk berkhayal mengenai masa depan.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Rifqi Humaida; Khamim Zarkasih Putro; Iin Anggryani; Ariq Nurjannah Irbah; Nurul Fauziah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 2 No. 01 (2023): Kindergarten : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menjadi aktivitas terpogram dan terencana dalam mengarahkan peserta didik melalui kompetensi professional, kepribadian, sosial, dan pedagogik Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak normal pada umumnya sehingga anak berkebutuhan khusus melaksanakan pembelajaran pendidikan agama Islam dengan perencanaan yang matang untuk menghasilkan pemahaman, kemampuan dan keterampilan keagamaan pada anak berkebutuhan khusus sebagai fondasi bagi keimanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di taman kanak-kanak. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif menjadi metode pada penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian digolongkan pada data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pembelajaran pendidikan agama islam bagi anak usia dini dimulai dengan membuat perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, kemudian juga menyiapkan media pembelajaran sebagai pendukung.