Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Jurnalisme: Bijak Bermedsos, Training Motivasi dan Digital Marketing di Muhammadiyah Singosaren Ponorogo Nurul Abidin; Erni Prastyaningsih; Alip Sugianto; Azid Syukroni
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.261 KB) | DOI: 10.37638/padamunegeri.v1i2.530

Abstract

Muhammadiyah Singosaren Ponorogo merupakan organisasi dakwah amar mar'uf nahi mungkar yang bergerak di berbagai bidang kehidupan. Dari beberapa ranah gerak yang dilakukan oleh Muhammadiyah Singosaren tersebut, yang kurang memperoleh perhatian serius adalah bidang Media, Humas dan Informasi. Permasalahan rendahnya gerakan bidang media, humas dan informasi ini berdasarkan laporan pengurus bahwa yang mengelola bidang tersebut kurang maksimal salah satu bisa dilihat dalam produk yang dihasilkan sudah vakum lama sebagaimana salah satu media dakwah yang dikelola melalui facebook dengan laman berikut: https://www.facebook.com/annuur.singosaren berdasarkan informasi melalui facebook tersebut, akun sudah tidak aktif sejak 2018 dan berita yang ditampilkan tidaklah memadai sesuai dengan kaidah jurnalistik. Selain permasalahan tersebut juga tidak terdapat pengelolaan manajemen yang baik sebagai organisasi yang terkenal tertib, hal ini banyak faktor salah satunya minimnya sumber daya insani kader yang terbatas. Keterbatasan itu seharusnya dikelola dengan melakukan manjemen organisasi yang baik, terutama dalam mengelola dakwah persyarikat sehingga berjalan dengan optimal. Solusi Permasalah di atas ada dua hal yang akan kami lakukan yaitu dengan melakukan pelatihan manajemen dakwah dan pelatihan jurnalistik sebagai upaya penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi dakwah persyarikatan. Luaran dari pengabdian ini yang pertama adalah tata kelola manajemen dakwah yang baik sehingga mampu mengorganisir potensi dan penguatan dakwah persyarikatan yang lebih rapi, tertatur, dan berkemajuan. Luaran yang kedua adalah penguatan media dakwah muhammadiyah singosaren dengan pelatihan jurnalistik sehingga menghasilkan konten-konten dakwah yang menarik sesuai kaidah jurnalistik.Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen, Jurnalistik
Evaluation of the Success of the Digital Marketing Implementation of the Reyog Ponorogo Equipment with the Wijayanto Information's System Success Model Approach and Millennial Culture as a Moderating Variable Heri Wijayanto; Alip Sugianto; Ekapti Wahjuni Djuwitaningsih
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 17, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.991 KB) | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v17i2.2022.pp149-157

Abstract

This study aims to evaluate the success of the Ponorogo reyog digital marketing system using the Wijayanto Information System success model approach, and the value of millennial culture as a moderating variable. The method used is a quantitative research approach, with a sample of 250 respondents, namely users at start-up reyogku.com and ukmreyog.solution17.com. data analysis using SEM. The results showed that product quality had an effect on use, use had an effect on benefits, and millennial cultural values moderated the quasi, influence of product quality on digital marketing use of Reyog Ponorogo devices. recommendations from the results of this study are the need for digital literacy for reyog Ponorogo craftsmen so that they are able to do marketing through digital marketing, millennial culture in trading products that have historical or cultural values has an important role, so it is necessary to instill cultural values in the millennial generation through digital media.
UNSUR KEARIFAN LOKAL DALAM PENAMAAN PAGUYUBAN SENI REYOG SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA JAWA KUNA Alip Sugianto; Nanang Cendriono; Muhammad Lukman Syafii
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 1 No. 1: Agustus 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.477 KB)

Abstract

Nama merupakan identitas sosial sebagai penanda objek salah satunya adalah penamaan paguyuban Reyog Ponorogo. Sebagai kesenian tradisional, kesenian ini masih Mempertahankan pengunaan nama dengan Bahasa Jawa Kuna sebagai salah satu identitas budaya etnik Jawa Panaragan. Pengunaan nama tersebut salah satu yang melatar belakangi adalah kearifan lokal sebagai upaya pemertahanan bahasa Jawa Kuna. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan: (1) Mendeskripsikan jenis kearifan lokal apa saja yang melatar belakangi penamaan paguyuban Reyog Ponorogo (2) Mendeskripsikan makna yang terdapat dalam paguyuba Reyog Ponorogo (3) faktor apa saja yang melatar belakangi pemertahanan bahasa Jawa Kuna dalam penamaan Paguyuban Reyog. Data berupa nama-nama paguyuban Reyog yang diperoleh dari Dinas Pariwisata diambil secara purposif sampling dan wawancara serta interprestasi dengan mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil temuan dalam penelitian ini yang melatar belakangi faktor eksistensi pengunaan Bahasa Jawa Kuna dalam Paguyiban Reyog karena faktor mempertimbangkan kearifan lokal seperti kearifan lokasi kearifan historis kearifan kualitas kearifan pendidikan, kearifan harapan. Kearifan tersebut tercermin dibalik makna nama paguyuban Reyog dan bertahan dalam pengunaan Bahasa Jawa Kuna karena sikap masyarakat yang memiliki sikap primodialisme dan etnosentris positif sehingga nama pegunaan Bahasa Jawa Kuna masih bertahan dalam pengunaan nama paguyuban Reyog
Pelatihan Berkisah bagi Guru Taman Pendidikan Al Qur’an Muhammadiyah Ponorogo Alip Sugianto; Wawan Kusnawan; Erny Prasetyaningsih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7648

Abstract

Kisah atau cerita memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi seseorang, atau untuk mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang, terutama untuk usia anak. Kisah banyak diambil dari Al Quran, mulai dari cerita tentang manusia, binatang dan alam raya. Banyak guru belum menguasai teori maupun praktik berkisah. Padahal ini ini sangat penting dalam menunjang pembejaran. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali guru TPA Muhammadiyah Ponorogo dengan Pelatihan Berkisah, baik secara teoritis maupun praktis. Metode dalam pengabdian meliputi beberapa tahapan seperti observasi, diskusi (penawaran solusi), menyiapkan meteri, pelatihan dan evaluasi. Pelaksanaan ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2022 dengan jumlah peserta 64. Hasilnya adalah peserta dapat memahami teori berkisah dengan baik seperti olah vokal, gesture, blocking, serta peserta mampu berkisah dengan baik dibuktikan dengan dipilih secara random untuk praktik berkisah dihadapan peserta lain, mereka bisa menyampaikan kisah dengan baik, membangkitkan rasa percaya diri, dan lebih menguasai strategi dalam berkisah sehingga pendengar tidak merasa bosanStories or stories have a very important role in shaping a person's personality or influencing a person's attitude and behaviour, especially for children. Many stories are taken from the Holy Qurán, starting from stories about humans, animals and the universe. Many teachers have not mastered the theory or practice of storytelling. Even though this is very important in supporting learning. This service aims to equip TPA Muhammadiyah Ponorogo teachers with theory and practice storytelling training. Service methods include several stages such as observation, discussion (offering solution), preparing material, training and evaluation. This implementation was held on November 23, 2022, with 64 participants. The result was that participants could understand storytelling theory well, such as vocal processing, gestures, and blocking. Participants were able to tell stories well, as evidenced by being randomly selected to practice storytelling in front of other participants, they could tell the story well, inspire self-confidence, and master strategies in storytelling so listeners don't feel bored. 
STYLISTIC STUDY OF WAROK'S SPELLS OF PANARAGAN JAVANESE ETHNIC (KAJIAN STILISTIKA TERHADAP MANTRA WAROK ETNIK JAWA PANARAGAN) Alip Sugianto
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v1i2.179

Abstract

This research aims at describing spell (mantra) language of Ponorogo’s warok  on the aspect of language style, diction, and rhyme. This is a field research with Ponorogo’s warok as the informant. It applies observing, listening and note-taking technique. The data are analyzed using descriptive qualitative approach. The results of the research show that the spells of warok have characteristics of aliteration, assonance, polysidenton, asidenton, antonomatia, metaphor, hyperbole, pararhyme, and repetition language style, including anadiplosis, simploke, mesodiplosis, epizeuksis, tautotes, epistrofa, anafora. Meanwhile, on the aspect of diction, they cover connotation, denotation, religious symbols, synonyms, antonyms, and spirits. In addition, the taste of spell rhyme is resulted from some factors, such as sound repetition and connection between lines in a couplet, all that has functions to add artistic values to the spells so that they produce harmonious and synchronous effects of sounds.
PERAN LAZISMU RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO DALAM MEMBANTU PASIEN KURANG MAMPU Titis Purwaningrum; Alip Sugianto
E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SNMAS) Vol 2 No 1 (2021): Seminar Nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 - Ekonomi Kreatif dan UMKM
Publisher : STIE Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lazismu Kantor Layanan Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo dalam membantu pasien kurang mampu di RSU Aisyiyah Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Ada dua macam data penelitian, yaitu primer dan sekunder. Data primer yang diambil dari sumber pertama dari Lazismu RSU Aisyiyah Ponorogo. Data sekender data dari sumber kedua yakni studi pustaka atau penelitian lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Lazismu kantor layanan RSU Aisyiyah memiliki beberapa program dalam membantu pasien diantranya di bidang kesehatan, keagamaan, sosial, pendidikan dan ekonomi. Abstract This study aims to determine the role of Lazizmu Aisyiyah Ponorogo Hospital Service in helping underprivileged patients at Aisyiyah Ponorogo, General Hospital. This study uses a descriptive qualitative approach. There are two kinds of research data, namely primary and secondary. Primary data taken from the first source from Lazizmu RSU Aisyiyah Ponorogo. Secondary data is data from the second source, namely literature studies or other research relevant to this research. The results of this study revealed that the Lazizmu service office of the Aisyiyah General Hospital had several programs in helping patients among them in the fields of health, religion, social, education and economy.
Integrating Local Wisdom: Islamic Learning Management via Reyog Puppetry in Early Childhood Education Alip Sugianto; Sayid Abas
Journal of Early Childhood Education Perspectives Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Early Childhood Education Perspectives
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/jecep.v2i1.179

Abstract

Islamic religious education plays a vital role in shaping children’s moral and spiritual foundations from an early age, particularly considering that early childhood is a developmental stage characterized by play, imagination, and active exploration. Integrating religious values into meaningful and enjoyable learning experiences is therefore essential. Aisyiyah Singosaren Kindergarten adopts an innovative approach by utilizing Reyog, a traditional art form from Ponorogo, as a pedagogical medium to instill Islamic values in young learners. This article seeks to examine and understand the management of Islamic religious education learning implemented through the integration of local Reyog Ponorogo culture. The study employs a descriptive qualitative method aimed at systematically describing and analyzing the planning, implementation, and evaluation of Islamic religious education at the kindergarten. Data were collected through classroom observations, documentation review, and in-depth interviews with teachers and school administrators. The findings reveal that learning management begins with careful planning aligned with themes, learning objectives, basic competencies, and measurable indicators. Classroom organization, including learning space arrangement and seating design, supports active engagement. Instructional strategies include lectures, dialogic interaction, and demonstrations. Evaluation is conducted through observation, recall activities, and reinforcement to consolidate children’s understanding of Islamic values.
Javenglish: Permainan Bahasa di Era Masyarakat Multilingual. Alip Sugianto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2146

Abstract

Javanglish is a combination of two languages, namely Java or Java with English or English. These two languages are very interesting to study with a sociolinguistic approach because both languages contain linguistic and social facts. This study aims to determine the form of language games used in Javenglish, and the similarities and differences between the two languages. The method in this study went through three stages, namely provision, analysis and exposure. The results show that Javenglish aims to play language by gathuk mathuk between Javanese and English so that it creates a uniqueness, and it's funny because there are several language element games in the form of phonological games or language sounds, and semantic games or language meanings. AbstrakJavenglish merupakan penggabungan dari dua bahasa yaitu bahasa Jawa atau Java dengan bahasa Inggris atau English. Kedua bahasa tersebut sangat menarik dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik karena dalam dua bahasa tersebut mengandung fakta bahasa dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk permainan bahasa yang digunakan dalam Javenglish, dan kesamaan dan perbedaan di antara dua bahasa tersebut, metode dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, analisis, dan pemaparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Javenglish bertujuan untuk permainan bahasa dengan cara gathuk mathuk antara bahasa Jawa dan English sehingga memunculkan keunikan dan lucu karena terdapat beberapa permainan unsur bahasa berbentuk seperti permainan fonologi atau bunyi bahasa dan permainan semantik atau makna bahasa.